Jordan dan Jidan Sin adalah putra dari polisi tampan Tora Sin dan Sherly Lee. Setelah mereka berumur 10 tahun, keduanya dikirim orang tuanya ke Amerika untuk meneruskan pendidikannya sekaligus mengambil alih perusahaan kakeknya Lee Bo Sin yaitu SinMart.
Si kembar Sin jatuh cinta pada wanita cantik turunan Korea bernama Ae-Ri. Keduanya memang memiliki selera yang sama sejak mereka kecil. Tapi kali ini keduanya itu tak mau saling mengalah sehingga menimbulkan pertikaian dalam keluarga Sin.
Ae-Ri adalah wanita yang sangat cantik yang bekerja sebagai General Manager di salah satu perusahaan SinMart. Ia jatuh cinta pada Jidan Sin, namun ia juga sering tak bisa membedakan antara Jidan dan Jordan. Itulah awal dimana si kembar tak mau mengalah.
Suatu ketika Ae-Ri kembali ke negaranya untuk menjemput adiknya yang cantik bernama Aerum. Ae-Ri mengajak adiknya bekerja di SinMart dan mengenalkannya pada si kembar Sin.
Akankah salah satu diantara si kembar Sin mengalihkan cintanya pada adik Ae-Ri...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemesraan Tora Dan Sherly
Si kembar kali ini menepati janjinya, mereka kembali saat makan malam. Sherly sangat senang mereka kembali bersama dan tepat waktu.
"Seperti inilah yang mami inginkan." ujar Sherly.
"Kami akan sering pulang jika tidak ada pekerjaan." jawab Jidan.
"Dimana kak Jenny dan Kevin?" tanya Jordan.
"Jenny di dapur, Kevin dikamarmu. Ia bilang wangi kamarmu menenangkan pikirannya. Dasar anak yang lucu." jawab Sherly.
"Aku ke kamar dulu ingin mandi dan segera bergabung dengan kalian." kata Jordan.
"Aku juga." kata Jidan.
Sherly mengangguk. "Apa yang kau lakukan?" tanya Sherly pada suaminya yang sibuk melihat laptopnya.
"Putri kita sayang, aku mendapat kiriman dari Poltabes Bandar Lampung tentang kegiatan putri kita." jawab Tora.
"Kau jahat sekali baru memberitahuku." ujar Sherly seraya menarik laptopnya.
"Kau sangat sibuk dengan si kembar, kau lupa putri kita." goda Tora.
"Jangan katakan itu pak Inspektur, aku akan menghukummu." ancam Sherly.
"Baiklah aku tidak berani sayang." kata Tora sambil mengecup pipi Sherly.
"Hei... anak anak bisa melihat kita." kata Sherly.
Tora tertawa. "Mereka sudah besar sayang, untuk apa malu."
"Lakukanlah yang kau inginkan tuan Sin." ujar Sherly.
Tora menarik wajah Sherly lalu mencium bibirnya sekilas. "Itulah yang aku inginkan saat ini."
"Dasar pria tua genit." ejek Sherly.
Tora pura pura marah. "Kau jangan menegaskan kata tua itu sayang."
Sherly terkekeh. "Maafkan aku, tapi aku semakin mencintaimu tuan Sin." bisiknya.
"Jangan menggodaku sayang, kita belum makan malam." ujar Tora.
"Jangan coba coba tuan, disini masih ramai." jawab Sherly.
"Ehem... apakah aku mengganggu kalian?" tanya Kalfi melangkah masuk sambil berdeham.
Keduanya mendongak lalu tertawa. "Maaf kami tak mendengarmu datang Kal, tantemu terus menggodaku." ujar Tora.
Sherly mencubit pinggang suaminya. "Duduklah Kal, Jen... suamimu pulang." teriaknya.
"Aku benar benar iri pada kalian berdua." ujar Kalfi.
"Kau bisa melakukan hal yang sama pada istrimu." jawab Tora.
"Aku lebih baik ke dapur, kalian mengobrollah." ujar Sherly meninggalkan mereka.
Jenny menghampiri Kalfi. "Kau mandi dulu, lalu ganti pakaian. Aku sudah menyiapkannya di kamar tamu."
"Baiklah." jawab Kalfi.
"Papa..." teriak Kevin seraya menghambur ke pelukan ayahnya.
"Aku pikir kau dimana sayang." ujar Kalfi menyambut pelukan putranya.
"Aku akan menemani istriku di dapur." ujar Tora.
"Sepertinya adegan tadi akan diteruskan." goda Kalfi.
Tora hanya tertawa dan meninggalkan mereka.
*****
"Adegan apa yang kau lihat?" tanya Jenny penasaran saat berada di kamar.
Kalfi tertawa. "Tidak ada sayang, aku hanya menggoda om dan tante."
"Tidak mungkin, wajah om Tora memerah." ujar Jenny.
Kalfi menarik istrinya. "Kau ingin tahu apa yang mereka lakukan?" bisiknya.
"Lepaskan Kal, nanti Kevin masuk." ujar Jenny.
"Aku menjawab pertanyaanmu sayang, seperti inilah yang mereka lakukan tadi." jawab Kalfi seraya mencium bibir istrinya.
Jenny tertawa setelah Kalfi melepaskannya. "Kau benar-benar gila Kal."
"Aku selalu tergila gila padamu." jawab Kalfi.
"Baiklah tuan Kalfi, ayo kita keluar. Mereka pasti menunggu kita." ajak Jenny.
Kalfi mengangguk dan mengikuti istrinya keluar kamar menuju ruang makan. Semuanya sudah menunggu mereka untuk makan malam.
*****
Mereka semua sedang berkumpul di ruang santai setelah melakukan makan malam.
"Ada kabar baru apa kak dari Marcell?" tanya Jidan.
Kalfi menggeleng. "Belum ada kabar apapun, tapi Marcell mengatakan paling lama 6 bulan ia bisa membongkar semuanya. VilMart ternyata memiliki penjagaan yang sangat baik."
"Ya ampun, itu lama sekali." ujar Jordan.
"Setidaknya saat ini SinMart masih aman Jo." jawab Kalfi.
"Apakah kalian yakin Marcell secakap ayahnya?" tanya Tora.
Kalfi mengangguk. "Selama ini pria itu sangat pintar om. Apa om Tora mau membantu kami di SinMart?"
Tora menggeleng. "Om sedang fokus pada tantemu." godanya.
Sherly memukul lengan Tora membuat semuanya tertawa.
"Bisakah kalian tak membicarakan pekerjaan disini, aku sangat pusing." ujar Sherly.
"Aku hanya bertanya mi." jawab Jidan.
"Kalau saja keberadaan SinMart di Indonesia, mungkin aku bisa membantu kalian. Tapi disini aku tak bisa berbuat apapun." kata Tora.
"Baiklah tinggalkan masalah pekerjaan. Bagaimana kabar Zean? Apa kita bisa menghubungi anak nakal itu?" tanya Jordan.
"Seharusnya hari ini ia yang menghubungi kita karena sudah menyelesaikan pelatihannya." jawab Tora.
"Aku sangat merindukannya." kata Jidan.
"Tunggulah, mungkin sebentar lagi ia menghubungi kita." jawab Sherly.
Mereka asyik bercengkrama bersama, dan benar saja setelah satu jam mereka menunggu. Zean melakukan video call dari Indonesia.
"Hai semua..." sapa Zean.
"Hai..." jawab semuanya bersamaan.
"Ya Tuhan, kalian membuatku iri saja. Kalian bisa berkumpul dan aku malah disini." ujar Zean.
"Itu salahmu nona nakal, kau memilih pekerjaan seperti papi." ujar Jordan.
"Jangan mulai lagi Jo." ujar Tora.
Mereka tertawa. "Bagaimana pelatihanmu sayang?" tanya Tora.
"Ya ampun pi, sangat melelahkan tapi juga sangat seru." jawab Zean.
"Jangan lupakan makanmu sayang, jaga kesehatan selama kami disini." ujar Sherly.
"Mami tenang saja, asrama polisi sangat disiplin. Aku tak mungkin melupakan jam makan. Kalian baik baiklah disana, jaga kak JiJo selama mungkin sampai mereka tak nakal lagi." ejek Zean pada kakak kakaknya.
"Kami sangat senang mereka disini, bahkan kami meminta mereka tinggal selamanya. Apa kau keberatan?" goda Jidan.
"Aku akan mengangkat pistolku jika kalian mencoba merebut papi dan mami." ancam Zean.
"Jangan bercanda soal senjata sayang, kami tak mungkin meninggalkanmu." jawab Tora.
"Tentu saja, kalian tak bisa hidup tanpa tulang bawang." goda Zean seraya tertawa.
"Baiklah kami kalah, tentu saja mereka akan memilih Indonesia daripada disini." ujar Jordan.
"Kev, kau tak merindukanku?" tanya Zean.
Kevin menggeleng membuat semuanya kembali tertawa.
"Kau jahat sekali Kev, kak Jenny kau semakin cantik. Aku ingin sepertimu." ujar Zean.
"Kau saja sangat cantik, pasti Brian semakin mencintaimu." goda Jenny.
"Lupakan pria itu, aku tak cocok dengannya." jawab Zean.
"Papi akan memaksamu menikah dengan dokter Brian." ujar Jidan.
"Kapan aku mengatakannya?" tanya Tora.
"Papi tak mungkin melakukan itu, aku bukan Siti Nurbaya yang dipaksa menikah." ujar Zean.
Semuanya kembali tertawa.
"Kak JiJo, apakah mami masih bawel?" tanya Zean.
"Kau berani karena jauh dariku sayang." ujar Sherly.
"Bukannya aku berani mi, aku hanya takut kau semakin bawel." goda Zean.
"Papi semakin mencintainya, jangan katakan itu sayang." ujar Tora membuat Sherly kembali malu.
"Baiklah aku menyerah jika sudah dibela olehmu pak inspektur, aku harus kembali sekarang. Kalian semua jaga kesehatan disana. Dah..." ujar Zean.
"Dah..." jawab semuanya bersamaan lagi.
"Dasar anak nakal, mengapa ia sangat usil seperti sahabatmu Ario?" tanya Sherly.
"Kau membuatku rindu pada Ario mi." jawab Tora.
"Maaf sayang." ujar Sherly.
Tora mengangguk.
"Sebaiknya kami pamit, ini semakin larut." ujar Kalfi.
"Mengapa kalian tidak menginap saja disini?" tanya Sherly.
Kalfi menggeleng. "Kami memiliki rumah tante, kami akan kembali lagi besok."
"Tapi sepertinya aku akan kemari setelah sore hari, karena Kevin ada kegiatan di sekolahnya." ujar Jenny.
"Baiklah tak apa apa, kalian hati hatilah di jalan." kata Tora.
"JiJo kami pamit, ayo Kevin." ujar Kalfi.
"Tak bisakah aku tinggal bersama oppa Jo?" tanya Kevin.
"Tidak sayang, besok kau sekolah. Kita akan menginap saat akhir pekan." janji Jenny.
"Yeee..." ujar Kevin senang. "Oppa Ji, oppa Jo, oma dan opa aku pulang ya." sambungnya.
"Anak pintar, sini peluk oppa." ujar Jordan.
Kevin memeluknya dan mereka akhirnya pamit kembali ke rumah mereka. Karena malam semakin larut, si kembar dan orang tuanya pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
*****
Happy Reading All...😘
Sukses bwt kk❤️💐
Terima kasih...karyamu indah 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
aku suka sekali
👍👍👍👍👍😍
pada mewek oeyyy 😭😭