NovelToon NovelToon
Harumnya Madu

Harumnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:316.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?

Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Birul walidain

Selepas Isya para tamu sudah pulang, anak-anak yang sudah mengantuk naik ke atas pergi tidur. Begitu juga Mama di usia yang hampir kepala enam, tidak terbiasa dengan tidur larut malam, jam segini sudah beristirahat di kamarnya.

Tinggallah Ammar dan Arum yang masih terjaga, mereka bekerjasama membereskan rumah. Arum membawa gelas dan piring kotor ke dapur, sedangkan Ammar merapikan meja kursi dan menyapu lantai.

Selepas Ammar menyelesaikan tugasnya dia pun menyusul Arum yang ada di dapur. Ternyata Arum juga baru selesai mencuci piring dan perawatan dapur. Dia kemudian mengelap meja dan kompor. Baru kemudian dia mencuci tangan, dan menyusul Ammar yang duduk di kursi makan di dalam dapur itu.

"Capek sayang? Makan gih, kamu kan belum makan," kata Ammar sambil mengelus pipi Arum yang duduk di depannya.

"Ya capek sih, makan gak ya... laper sih Mas, tapi jam segini makan, aku nanti gendut," kata Arum sambil menengok jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.

"Gak papa gendut, aku tetep suka kok, kalau mau gak gendut olahraga malam aja," goda Ammar.

"Olah raga apa Mas?" tanya Arum penasaran.

"Makan dulu, nanti habis makan tak ajakin olahraga in syaa Allah," jawab Ammar.

"Tapi Mas," Kata Arum terputus sambil cemberut, masih mengkhawatirkan perutnya yang semakin buncit.

"Sudahlah kamu makan saja, nanti malah sakit kalau gk makan, aku yang makin susah," kata Ammar sambil mengambil nasi dan lauk untuk Arum. Arum pun menerima dan memakannya.

"Terimakasih ya Dik," ucap Ammar sambil memegang bahu Arum.

"Terimakasih kenapa?" tanya Arum sambil menikmati makan malamnya itu.

"Terimakasih sudah sabar sama Mama, sudah memasak masakan enak untuk kami, sudah menjamu teman-temanku dan keluarganya dengan kue yang lezat," ucap Ammar sambil menghapus air mata Arum yang mulai menetes.

"Kok nangis?" tanya Ammar sambil memeluk Arum yang mulai sesenggukan, dia membiarkan Arum melepaskan emosinya di pelukannya. Ketika sudah agak tenang, Arum melepaskan pelukan Ammar. Ammar memegang kedua lengan Arum sambil menatap matanya seakan dia berkata... kenapa...

"Gak papa Mas, terharu saja, kata-kata Mas serasa menghilangkan capekku, sedihku, syukur Alhamdulillah aku diberikan suami yang mengerti aku. Kata-kata seperti maaf atau terima kasih, mungkin sepele tapi sangat berat diucapkan oleh orang yang hatinya tidak bersih. Padahal dengan kata yang sepele itu bisa sangat merubah keadaan seseorang menjadi lebih baik. Merasa lebih dihargai dicintai," kata Arum menjelaskan.

"Berarti sudah gak capek nih, yuk dihabiskan makannya, cuz ke kamar, kita olahraga, aku tunggu di kamar ya," kata Ammar sambil meninggalkan Arum yang masih bengong.

Selepas makan dan membereskan meja, Arum segera masuk ke kamar Ammar. Ketika membuka pintu, tercium segarnya bau sabun mandi, pertanda Ammar sudah mandi, bercampur semerbak parfum Ammar yang selalu dipakainya ketika akan tidur.

"Kamu mandi dulu ya Dik, sudah aku siapkan pemanas airnya," kata Ammar yang duduk di atas tempat tidur. Arum hanya mengangguk sambil tersenyum, diambilnya baju tidur dan baju dalamnya, kemudian berjalan ke kamar mandi. Arum merasa nyaman mandi malam itu, punggungnya serasa dipijat oleh air yang memancar dari shower, hingga lelahnya serasa ikut turun ke bawah tubuhnya bersama air yang mengalir. Dia hampir lupa kalau Ammar menunggunya. Setelah dia tersadar dan segera mengambil handuk, kemudian berpakaian.

Saat keluar dari kamar mandi, Arum tersenyum lebar melihat Ammar yang sudah ketiduran dengan gawai masih di tangannya.

"Siapa yang ngajak olahraga, siapa yang tidur duluan," gumam Arum sambil menggelengkan kepalanya. Setelah menyisir rambutnya, dan memakai skincare nya di depan meja rias, Arum mematikan lampu menyusul Ammar tidur.

*****

Pukul 03.00 dini hari Arum terbangun dari tidurnya. Dia menuju kamar mandi mengambil wudhu, kemudian shalat malam. Sampai Arum selesai sholat, Ammar masih terpejam. Arum meninggalkannya, menuju lantai atas untuk mencuci baju. Sambil menunggu cucian di mesin cuci, Arum mengangkatkan baju jemuran mama Ammar, kemudian menuju meja setrika dan menyetrikanya. Waktu menyetrika baju Mama mertuanya, Arum merasakan bagaimana Mama merasakan sepinya rumah ini tanpa anak dan cucunya.

Seandainya Mama bisa lebih mengenalku, bisa menyayangiku, aku pasti sangat senang, tapi bagaimanapun perlakuannya padaku, aku akan terus berbakti padanya, karena beliau yang melahirkannya suamiku. Aku akan terus mendukung Mas Ammar untuk terus berbakti kepada beliau. Mudahkanlah Yaa Allah...

Arum selesai menyetrika baju dan menjemur cuciannya ketika sudah hampir subuh. Dia segera membangunkan anak-anaknya. Dan segera turun untuk membangunkan suaminya.

"Mas, bangun Mas, Mas Ammar," Arum membangunkan Ammar dengan lembut.

Ammar yang masih mengeriyip perlahan membuka matanya. Perasaannya baru tidur sebentar kok sudah subuh.

"Lha sudah subuh ya Dik, kan kita belum olahraga," kata Ammar.

"Hihihi, salah sendiri aku ditinggal tidur," kata Arum sambil tertawa kecil.

"Lha semalam fikirku sambil nunggu kamu mandi, aku merem bentar, eh gak taunya beneran ketiduran," kata Ammar kesal.

"Iya, maaf ya gak bangunin Mas, sekarang hampir subuh, cepat siap-siap, anak-anak sudah aku bangunin juga," kata Arum sambil meninggalkan kamar menuju dapur, bersiap masak sarapan.

Ketika adzan subuh sudah terdengar, Arum menghentikan kegiatannya, dan segera mengambil wudhu. Dia akan ke atas sholat bersama Hanna, tapi sebelum naik dia menghampiri kamar Mama.

"Tok..tok..tok..." Arum mengetuk pintu kamar Mama.

"Ma.. sudah subuh Ma.." panggil Arum dari luar kamar Mama. Belum ada jawaban dari dalam kamar, Arum kembali memanggilnya.

"Ma... kita sholat sama-sama yuk," panggil Arum lagi, karena belum ada jawaban Arum merasa khawatir takut Mamanya kenapa-kenapa di dalam kamar. Maka Arum panggil sekali lagi.

"Ma.. ,"

Tiba-tiba pintu terbuka dan Mama keluar kamar.

"Apasih kamu subuh-subuh berisik aja!!" bentak Mamanya.

"Ya Allah, Ma, saya kaget," kata Arum sambil memegang dadanya.

"Saya cuma mau ngajakin Mama sholat sama-sama," lanjut Arum.

"Aku sudah sholat," jawab Mamanya masih ketus.

"Oh, baik Ma, kalau begitu saya ke atas dulu, mau sholat dengan Hanna," pamit Arum.

Sebelum Arum beranjak dari tempatnya, Mama sudah masuk dan menutup pintu kamarnya.

Arum hanya bisa tersenyum, sekarang dia mulai terbiasa dengan perlakuan Mama mertuanya, dia tetap berusaha sabar, dan teguh pada syariat, siapapun orang tua kita, bagaimanapun perlakuan orang tua kepada kita, mereka tetap berhak mendapat hormat dan bakti dari anaknya.

Ammar keluar dari kamar bersiap berangkat ke masjid, sebenarnya Ammar mendengar percakapan mereka, Ammar ingin tahu bagaimana Arum menghadapi ibunya. Melihat Arum yang masih berdiri di depan pintu kamar Mama dan tersenyum padanya dia merasa lega.

Yaa Allah.. mudahkanlah kami berbakti kepada orang tua kami. Doa Ammar di dalam hati.

1
Yant08
Luar biasa
Coretan Penaku
MasyaAllah menarik bacanya..
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Ayomi Hartinta
salut bgt buat arum dn fitri..
bisa berbagi....
LiMa
ha... ketahuan Ammar curi² tidur sm Arum
Eva Novianty
ceritanya menarik, mgkn dalam kehidupan nyata hanya 1 dari 10.000 wanita yg py hati ikhlas seperti arum dan fitri
mizuki
aku gak setuju kalau fitri dan arum tinggal satu rumah karena suatu saat pasti ada konflik
noer84
bagus ceritanya
Rini Haryati
keren
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
neli nurullailah
😭😭
neli nurullailah
masya Allah,,,
neli nurullailah
Mas Rayhan, ka salman
neli nurullailah
waduh
neli nurullailah
zulfa kah?
neli nurullailah
waduh,,, adakah firasat
neli nurullailah
👍👍
neli nurullailah
masya Allah..
vie_vie: masya Allah .mas ammar bikin baper.....
total 1 replies
neli nurullailah
anak2 soleh
neli nurullailah
oh,,punya toko y..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!