Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.
Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.
Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 Tak Terduga
"Heee~" Chika menaikkan sebelah alisnya, makin gencar menggoda. "Lalu, lalu... bagaimana rasanya? Apakah Tuan Arka... jago di atas ranjang?"
"Ihh, Chika! Jangan bahas hal-hal sensitif seperti itu, ah!" pekik Sisil malu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Aku kan cuma penasaran dan ingin tahu, Sil! Sebagai sahabat, aku harus memastikan apakah Tuan Arka bisa membahagiakanmu lahir batin dalam segala aspek atau tidak," kilah Chika tertawa nakal.
Mendengar suaminya seolah diragukan, jiwa kompetitif dan rasa bangga Sisil sebagai seorang istri mendadak bergejolak. Ia melepaskan tangan dari wajahnya, lalu mendongak dengan tatapan menantang yang menggemaskan.
"Te-Tentu saja suamiku sangat jago! Di-Dia dengan sangat mudah bisa membuatku puas berkali-kali! Stamina Mas Arka itu beneran tidak ada habisnya, sangat tahan lama! Kalau kami sedang melakukannya... kami bahkan sering terjaga dan terus bermain sampai pagi tahu!" cerocos Sisil berapi-api demi membela harga diri Arka.
CITTTT!!!
Mendengar pengakuan yang luar biasa jujur dari mulut Sisil, Chika tersentak hebat hingga secara refleks menginjak pedal rem dengan sangat mendadak. Ban Bentley Continental itu berdecit keras di atas aspal jalanan kosong, membuat tubuh keduanya terdorong ke depan sebelum tertahan oleh sabuk pengaman.
"A-Ada apa, Chik?! Kenapa tiba-tiba mengerem mendadak begitu sih! Bahaya tahu!" protes Sisil panik, memegangi dadanya yang berdegup kencang.
Chika membalikkan tubuhnya penuh, menatap Sisil dengan mata melotot dan ekspresi tidak percaya yang amat sangat. "Kamu... Kamu serius, Sil?! Melakukan hal intens seperti itu... terus-terusan sampai pagi?! Astaga... Tuan Arka ternyata benar-benar jago dalam segala hal! Hebat banget!"
Sisil yang baru sadar kalau dirinya baru saja membocorkan rahasia dapur ranjangnya langsung menutup mukanya yang merah padam.
"Ah! Sudah, sudah! Jangan bahas suamiku lagi! Pokoknya dia milikku seorang, tidak boleh ada yang membahasnya!" seru Sisil ketus karena malu, membuat Chika tertawa terpingkal-pingkal di sepanjang sisa jalan kembali ke vila.
Setelah puas berkeliling dan melakukan sesi latihan singkat, mereka kembali ke vila. Chika pun berpamitan dengan riang untuk pulang ke kediamannya sendiri, berjanji akan sering mampir ke sana.
Malam harinya, di dalam kamar tidur utama milik Arka dan Sisil yang super luas dan mewah.
Pintu kamar mandi terbuka, memancarkan kepulan uap hangat hangat. Arka melangkah keluar setelah selesai membersihkan tubuhnya, hanya mengenakan selembar handuk putih murni yang melingkari pinggangnya. Sisa-sisa tetesan air masih mengalir di dada bidangnya yang atletis.
Namun, begitu pandangan matanya tertuju ke arah ranjang king-size di tengah ruangan, langkah kaki Arka mendadak terkunci.
Sisil sudah berbaring di sana, mengenakan "baju dinas" malamnya berupa lingerie hitam. Wajah Sisil tampak memerah. Merasakan tatapan suaminya, Sisil perlahan bangun, lalu mengulurkan kedua tangan mungilnya ke depan—sebuah gestur manja yang meminta untuk segera didekap.
"Sini, Mas..." bisik Sisil dengan suara parau yang sarat akan godaan murni.
Mendengar undangan maut dari sang istri, dipadukan dengan visual luar biasa menggoda di depannya, Arka tidak bisa menahan hasratnya.
Tanpa membuang waktu sepeser pun, Arka langsung merangsek naik ke atas ranjang, memosisikan tubuh tegapnya menindih tubuh mungil Sisil. Ia langsung mengunci rahang istrinya dan melumat belahan bibir manis Sisil dengan sangat rakus dan penuh dominasi.
"Mashh..." Sisil menggeliat pasrah di bawah kungkungan Arka.
Ciuman mereka berlangsung sangat lama dan panas, membiarkan saliva mereka saling bertukar memicu adrenalin malam.
Setelah puas dengan bibir, Arka memindahkan kecupannya turun ke bawah, menggigit dan menghisap leher serta selangka Sisil hingga meninggalkan bercak-bercak merah tanda cinta yang sangat pekat di kulit mulusnya.
Arka mendongak sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Sisil yang sudah sayu dipenuhi kabut gairah. "Aku akan benar-benar membuatmu tidak bisa berjalan besok pagi, Sayang," bisik Arka dingin penuh hasrat.
Sebelum memulai, Arka diam-diam membuka panel status sistemnya, lalu dengan cepat menukarkan poin untuk membeli dua item khusus dari Toko Istri: [Potion Stamina Tahan Lama] dan [Potion Kenikmatan Ganda].
BZZZT—
Malam yang luar biasa panjang, liar, dan penuh dengan kepuasan pun bergulir di dalam sarang cinta baru mereka, mengukir kebahagiaan yang tak tertandingi hingga fajar menyingsing.
Keesokan paginya, sinar matahari lembut menembus celah gorden kamar mewah.
Sisil perlahan membuka kelopak matanya, dan hal pertama yang ia rasakan adalah sebuah kecupan lembut yang mendarat di belahan bibirnya. Ia mendapati Arka yang sudah berpakaian lengkap menggunakan jaket berburunya tengah menunduk menatapnya penuh kasih.
"Kamu sudah bangun, Sayang?" tanya Arka lembut, mengelus pipi Sisil. "Mas pergi berangkat berburu dulu, ya? Kalau tubuhmu masih terlalu lemas atau sakit untuk bergerak, kamu tetap diam saja di kasur. Biarkan para pelayan yang mengurus semua keperluan dan makananmu hari ini, paham?"
Sisil mencoba mengangguk, namun seluruh persendian tubuhnya terasa luar biasa linu dan remuk akibat gempuran tanpa ampun suaminya semalam. Suaranya terdengar sangat serak saat menjawab, "I-Iya, Mas..."
Di balik selimut, kulit putih Sisil tampak dipenuhi oleh bercak-bercak keunguan yang kontras, rambut panjangnya yang indah berantakan di atas bantal, menandakan betapa hancurnya tenaga gadis itu dibuat lemas oleh keganasan Arka.
Dengan sisa tenaganya, Sisil mengulurkan kedua tangannya dengan manja, meminta pelukan perpisahan. Arka yang paham langsung merunduk, memeluk erat tubuh lemas istrinya yang masih terbaring di kasur. Sisil memajukan wajahnya, mengecup lembut pipi Arka. "Hati-hati berburunya ya, Mas... Jangan sampai terluka."
"Pasti, Sayang. Aku pergi dulu," Arka tersenyum puas, lalu berbalik melangkah keluar kamar dengan semangat tempur yang membara berkat dorongan penambahan kekuatan dari kebahagiaan Sisil.
Beberapa jam kemudian, di sebuah sudut distrik terbengkalai yang terletak cukup jauh dari pusat kota.
Suasana di sekitar area tersebut tampak sunyi dan tenang. Min Suho berdiri tegak di tengah jalanan beton yang retak, sambil melihat dan memperhatikan sekitar dengan fokus yang tinggi. Tempat ia berdiri saat ini adalah titik geografis di mana salah satu retakan dimensi kelas Common dilaporkan mendadak menghilang secara misterius beberapa hari lalu.
Suho mengedarkan pandangan tajamnya, meneliti setiap sudut udara. Ia tidak mendeteksi fluktuasi mana monster sedikit pun. Area itu benar-benar telah kembali aman, bersih, dan nyaman seolah-olah gerbang dimensi tidak pernah terbuka di sana.
‘Benar-benar aneh...’ batin Suho, alisnya bertaut rapat dengan dahi berkerut dalam. ‘Retakan dimensinya benar-benar lenyap total tanpa menyisakan energi apa pun. Ini tidak masuk akal jika tertutup begitu saja... Aku harus mulai mengasumsikan bahwa fenomena aneh ini terjadi akibat ulah atau kemampuan spesifik dari seseorang.’
Suho menghilangkan kemampuan fokusnya, matanya berkilat tajam penuh tekad. ‘Tapi... Siapa yang bisa menghapus atau menutup retakan dimensi? Orang seperti itu pastilah sangat dibutuhkan serikat Userator... Aku harus mencari tahu identitasnya secepat m—’
SHUUT—
Belum sempat kalimat di dalam benaknya selesai terangkai, insting bahaya tingkat tinggi milik sang 6 Stars mendadak menangkap bahaya sedang mendekat yang luar biasa dari arah titik buta belakangnya.
Namun, kecepatan serangan itu benar-benar berada di luar nalar manusia. Sebelum tubuh Min Suho sempat mengaktifkan mana pertahanan es atau membalikkan posisinya untuk menghindar—
BOOM!
Sebuah hantaman benda tumpul berenergi hampa yang teramat sangat keras menghantam tengkuk belakang leher Suho.
"Ughh...!"
Suho mengerang pendek. Pandangan matanya seketika berputar hebat, fluktuasi mana di tubuhnya pecah berantakan, dan kesadarannya langsung hilang, pandangannya menggelap.
Tubuh tegap sang Userator 6 Stars asal wilayah Korea itu ambruk pasrah menghantam tanah gersang, jatuh pingsan sepenuhnya tanpa sempat mengetahui atau melihat sedikit pun wajah dari sosok misterius yang baru saja melumpuhkannya dari balik bayangan.
Bersambung...
like+ bunga🌹✍️
kalo berkenan mmpir y thor😉
Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/