NovelToon NovelToon
Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Amisari

IG @Amisari

Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rejeki nomplok

..." kita tidak tahu di mana rejeki kita tapi rejeki selalu tahu di mana kita"...

Ais pulang menuju kamar, setelah pamit dengan bang Reza. Dia segera bersiap untuk melaksanakan sholat magrib.

Setelah menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim, Ais mampir ke ruangan penerimaan tamu, untuk mengambil titipannya, karena tadi dia yang keburu waktu mau sholat, jadi Ais belum mengambil semua barang yang diberikan bang Reza, tiga kantong besar dan boneka besar berwarna ungu,

" Waduh banyak gini,"

" Tadi kenapa aku gak minta tolong adek-adek di kamar ya untuk membantu membawakan ini," Ais bingung dengan banyaknya barang didepannya.

Dengan pertimbangan jauh kalau harus balik lagi ke kamar untuk meminta tolong, Ais akhirnya memutuskan untuk berusaha sendiri membawa semua barang itu. Tangan kanan nya membawa dua kantong plastik paling besar dan tangan kiri nya membawa boneka dan kantong sedikit kecil.

Aam yang juga habis pulang sholat, melihat Ais dari jauh sedang kerepotan, dia segera berlari

" Bawa apa itu dek?"

" Sampai sebanyak itu,"

" Ini mas, oleh-oleh dari bang Reza tadi, katanya titipan Sita, Ainun dan Rian."

Aam mendengar nama Rian yang di sebut Ais, hati nya langsung merasa jengkel.

" Mau saya bantu dek,"

" Biar nanti saya bawakan sampai depan Asrama."

" Gak usah mas terimakasih, saya gak enak nanti jadi bahan omongan yang lain."

" Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya, jalan nya pelan-pelan aja," Ucap Aam lembut.

" Terimakasih, Assalamu'alaikum," Ais berjalan pelan ,kesulitan dengan semua barang di tangan nya.

"Walaikumsalam,"

Aam tetap mematung melihat gadis itu hingga memasuki asrama.

Saat kaki nya hendak melangkah dia melihat sebuah surat bersampul ungu yang terjatuh di tanah.

" Mungkin ini punya dek Ais," Segera mengangkat kepala dan berniat ingin memanggil gadis itu namun sosok cantik itu sudah tidak kelihatan lagi.

Dia memutuskan untuk mengambil surat itu, melihat bagian atas amplop nya bertuliskan dari Rian, Aam sadar ternyata pria itu pengirim surat ungu ini.

Aam kembali meneruskan perjalanan menuju rumah dengan membawa surat itu dan menyimpannya di laci, sebenarnya dari tadi ada keinginan untuk membuka dan membaca surat yang dia temukan, namun segera di batalkan nya, Aam sadar dia tetap harus menjaga privasi gadis cantik itu, karena sekarang Ais belum menjadi siapa-siapa bagi nya.

"Assalamu'alaikum," ucap Ais di depan pintu kamar nya.

"Walaikumsalam, waduh banyak banget mba, dapat kiriman ya," Tri segera membantu Ais membawa dua kantong plastik di tangan kanannya.

" Ya ini abang mba tadi yang bawa, kata nya dari sahabat-sahabat nya mbak."

" Wah asyik nih, semoga ada makanan enak, jadi kan kita bisa kebagian," Bela mendekat dan memperlihatkan rasa penasaran nya.

Lia yang duduk sedikit jauh, kemudian mendekat.

" Kepedean kamu, belum tentu mba Ais mau berbagi sama kamu,"

" Mba Ais kan baik gak kayak kamu," Bela yang kesal memanyunkan bibir nya.

" Sudah Ayo kita buka, siapa tahu kan ini makanan enak, jadi rejeki kita," ucap Ais menengahi perdebatan kecil adek-adek nya itu.

Tangan nya langsung membuka kantong plastik pertama, ternyata isi nya beberapa helai jilbab, gamis dan beberapa buku, di sana juga didapatinya sebuah surat,

...Ais sayang...

...kami sepi gak ada lue, semoga lue segera membaik ya dan bisa kumpul lagi sama kami, kerja bareng, makan bareng, dan ngemall bareng....

...Lue harus janji, tidak membuat kami menunggu lama untuk kembali ke sini,...

...Kalau tidak kami tidak bisa janji untuk tidak menyusul lue ke sana dan membawa lue pulang secara paksa....

...Cepat pulang ya manis, kami merindukan lue...

...muahhhh...

...Sita dan Ainun...

Air mata ais keluar secara spontan, merasa tersentuh dengan ke dua sahabat baik nya itu.

" Aku juga merindukan kalian, tunggu setelah aku sedikit kuat untuk bertemu dengan kalian," batin Ais dengan mengelap air matanya.

Dewi yang duduk paling dekat dengan Ais, menyadari mba nya itu sedang sedih, dia langsung merangkul Ais.

" Jangan sedih mba nanti gak cantik lagi lho,"

Dan di jawab ais dengan senyuman.

" Kita buka lagi ya kantong ke dua,"

Mereka merasa senang karena ini isi nya semua makanan, snack, roti, biskuit, buah, dan susu.

" Ini pasti dari bang Reza," batin Ais, karena abang nya itu lah yang paling mengerti kebiasaan adek nya yang suka ngemil.

" Wah ini sih gak habis sebulan mba, banyak banget," ucap Fat senang.

"Alhamdulillah ya, jadi tiap malam kita ada teman buat ngitungin bintang," ucap Ais yang di jawab dengan tawa seisi kamar.

Dia melanjutkan membuka kantong ketiga, ternyata nya isi boks makanan

ada nasi, rendang, sambal tongkol dan brownis kesukaan nya

" Ini pasti dari ibu,"

" Berarti boneka ini dari Rian," batin Ais sambil tersenyum, dia masih saja ingat kalau aku paling suka tidur dengan memeluk benda empuk berbulu.

" Ayo ambil peralatan makan nya, kita makan bareng."

" Ini kalian harus nyobain masakan ibu mba, di jamin endul terkendul- kendul," Ais memperagakan host acara makan di sebuah stasiun Televisi.

Auto ngambil piring ini, mau makan bareng Ais🤭

♥️♥️♥️♥️

Happy reading

1
Neni All'chilld Jrr
Luar biasa
ولدي انعم
aha....kampus yg alumninya paling fenomenal ntuh ya
Naya
dih
za
ceritanya bagus bgt
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya
Emy Bundanya Aisyah
🤣🤣🤣
Shee_👚
jangan² iqbal🤭🤭
Etris Musa
Biasa
Shee_👚
Luar biasa
Ghiry Cahaya Sufi
baru mulai baca, mudah mudahan suka
Adiba Shakila Atmarini
masya allah..ending yg mngharukn.tpi ckup puas mmbacax..critax bgus terselsaikn dngn akhir yg bahagia..tinggl kisah elisa n dr iqbal .reza..aima yg msih mnggantung..smngt thor moga sukss sllu dngn novel2 brikutx..
Adiba Shakila Atmarini
sma dong thor..mngandung bawang bngt bca d bab ni.
Adiba Shakila Atmarini
jdi trharu bcax. jodoh g akn kmana.
Adiba Shakila Atmarini
jngn bilng pk dekta mnta aam nikahin eli..
Adiba Shakila Atmarini
jdi prempuan ko g pnuya urat malu ya..
Adiba Shakila Atmarini
bkin gregt jga ni sma ulat bulu..
Adiba Shakila Atmarini
mulutx pdes bngt..mlebihi bon cabe lvel 15.
MR
semoga dokter iqbal mendapat jodoh yg sama dgn mba fat sholehah nya.....karena keikhlasan nya ..dan semoga dr iqbal tetap istiqomah dlm beribadah,jgn sampai berhenti karena tdk jadi mengkhitbah mba fat....aamiim
Adiba Shakila Atmarini
perang dingin donk nmax
Adiba Shakila Atmarini
ada ya perjanjian btal.krna cmburu..lucu aja bcax..
Adiba Shakila Atmarini
jurus saktix ais ampuh bngt..g akan snggup pk ustadz..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!