"jangan jatuh cinta,karena manusia yang jatuh cinta akan ceroboh pada waktunya"
ambisi balas dendam terhadap kematian keluarga nya yang tragis 8 tahun yang lalu membuat 2 sosok manusia laki-laki dan perempuan itu saling membuat kesepakatan untuk merusak keluarga sang pembunuh yang terlibat yaitu pemilik azzura company keluarga terpandang dan kaya raya.pada akhirnya mereka menjebak putri bungsu azzura hingga membuat masa depan nya hancur berkeping-keping juga menjebak anak laki-laki nya yang merupakan penerus perusahaan besar itu untuk bermain api cinta bersama gadis pembawa dendam.kenyataan nya ada misteri dibalik kematian keluarganya dan juga rahasia yang di bawa oleh laki-laki penerus azzura company itu yang terkuak secara berlahan.
pada akhirnya pembalasan dendam itu saling menyakiti antara satu dengan yang lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Stuck
*B**ukankah sesuatu yang pernah terjadi*
tidak dapat kita urungkan lagi?
Hari sudah menunjukkan pukul 10,30 malam tapi bii tidak juga bisa kunjung tidur,pak Agus pamit pergi sejak sore, pria itu bilang dia mau mengunjungi teman lamanya di suatu tempat di Palembang dan baru pulang besok pagi,bik Meri baru menyelesaikan tugasnya beberapa menit yang lalu, mengecek semua pintu dan jendela memastikan semua tertutup rapat.tiba-tiba kembali lagi terjadi kehebohan di lantai bawah itu.gadis yang kemarin kembali masuk membuat keributan,hanya saja zuu belum juga pulang kerumah.
"dimana zuu?"
nada suara gadis itu terdengar angkuh dan sombong, menatap wanita yang bekerja dirumah itu dengan tatapan yang cukup menekan.dia fikir dia Benar-benar tidak suka dengan gadis yang ada di samping pelayan wanita itu.
wanita itu sudah hapal betul karakter gadis itu
"belum pulang non".
gadis itu melotot
"jadi pulang nya kapan?"
"belum tau non"
bik Meri menjawab sambil membawa sebuah teko kecil berisi air minum,mencoba melangkah menuju ke tangga dan berniat mengantar nya ke kamar zuu
"itu untuk siapa? zuu?"
gadis bicara cepat,mencoba menghentikan langkah bik Meri di anak tangga pertama
wanita hampir paruh baya itu hanya mengangguk pelan
"sini,biar aku yang letakkan ke atas,kamar tengah kan?"
gadis itu bicara cepat kemudian menyambar cepat teko beling itu,tampak senyum jahat dan licik menghiasi bibirnya
karena enggan terlalu meladeni nya gadis itu,bik Meri membiarkan saja gadis itu membawa nya dan naik ke atas
"padahal tuan sering mengusir nya,tapi heran ada perempuan type macam itu di dunia ini"
bik Meri mendengus kesal bicar cepat ke arah bii
bii hanya tersenyum kecil,tidak terlalu peduli dengan cerita soal gadis tadi
"obat tidur ku mana ya bi?"
bii bertanya cepat sambil menuangkan segelas air putih dari dalam dispenser
"oh iya"
bik Meri dengan cepat mengambil kantong kresek yang ada di dalam lemari kitchen set
"non sering minum obat bagitu kalau sulit tidur?"
bik Meri bertanya dengan tatapan bingung
bii mengangguk pelan
"tidur nyenyak non?"
"hmm cukup membuat kita tidur dengan nyenyak hingga besok pagi"
setelah berkata begitu bii mencoba membawa beberapa barang miliknya yang ada di atas kursi tamu menuju ke lantai atas,tadi sore sempat di ajak bik Meri jalan-jalan kebeberaoa tempat berakhir dengan berbelanja barang yang sebenarnya nya tidak begitu penting
"bibik bantu non"
wanita itu bicara cepat kemudian mengangkat cepat beberapa barang itu menuju ke lantai atas
setelah di dalam kamar,bii dengan cepat meminum obatnya
"bibik bisa istirahat sekarang"
ucap bii cepat sambil meletakkan barang-barang itu ke dalam lemari
tiba-tiba ponsel bii berdering, dengan cepat dia mengangkat nya
"non bibik turun istirahat ya"
bii mengangguk pelan
"tutup saja dulu pintu nya bik,nanti baru aku kunci dari dalam"
setelah berkata begitu bii segera berpalig,bicara cepat dengan orang yang ada di balik ponselnya
"ada apa?"
dia bertanya pelan
"dalam perjalanan kemari? apakah itu tidak terlalu tergesa-gesa?"
"hmm baiklah,aku akan berikan titik lokasinya"
"tidak alan aku baru saja minum obat nya, aku fikir aku mulai mengantuk"
setelah berkata begitu,bii segera naik ke atas kasurnya,dia masih bicara dari balik ponselnya beberapa saat.
samar-samar dia mendengar keributan di kamar sebelah dia fikir laki-laki itu pasti sudah kembali dan seperti biasa dia akan mengusir gadis itu dengan cara yang kasar,suara ribut itu terdengar mulai menjauh sepertinya turun ke lantai bawah.selang beberapa waktu kemudian keributan itu menghilang dalam waktu cukup lama.sejenak mata Bii mulai terasa berat, dia memutuskan panggilan dengan Alan kemudian berencana untuk pergi tidur.tapi samar-samar dia mendengar pintu nya seperti dibuka oleh seseorang,entah itu benar atau tidak dia merasa tangan seseorang menyentuh wajahnya,dia mencoba membuka matanya yang benar-benar terasa berat,dia fikir apakah ini mimpi atau kenyataan dia melihat zuu sudah berada tepat di atas tubuhnya, menyentuh bibirnya pelan kemudian ******* nya dengan berlahan.dia merasa sesuatu yang basah berada dilehernya kemudian seakan-akan turun ke dadanya, rasanya aneh tiba-tiba sesuatu seakan-akan menyeruak masuk ke dalam gaun tidur nya.dia merasa sesuatu yang sangat aneh dan berat terus menimpa tubuhnya, kemudian tidak tahu kenapa tiba-tiba bagian intimnya terasa terkoyak dan perih.bii berusaha untuk menyadarkan dirinya,tapi efek obat tidur itu benar-benar telah melumpuhkan kesadaran nya.dia masih bertarung perasaan antara dia tengah bermimpi atau tengah berada di dunia nyata.tapi jika ini mimpi dia fikir Kenapa rasa di bawah begitu sakit dan perih kemudian berubah menjadi sesuatu yang nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
tapi emang di awal2 bab rada stuck bacanya..
apa karena belum ada gambaran tentang kisah sebelumnya..
tapi setelah baca semakin ke belakang, alur ceritanya semakin jelas dan akhirnya aku bisa jg nebak dalang utamanya siapa.. hehe😁😁😁
berasa masih kurang mak flashback nya..
lanjut ke cerita yg mana mak..
di different love jg cuma sampai Zuu koma..
g ada penjelasan yg lebih detail..
hubungan Ibra sama Zuu itu gimana mak, Ibra manggil Zuu paman, tapi kayaknya Zuu sepantaran ma All dan Alan..
bener2 butuh pohon silsilah keluarga deh mak.. 😅😅🤭
anyway, semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu.. 💪🏻😘🥰😍🤩