Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5 Hampir Saja
Dgerr ....
Petir menyambar begitu kuat dengan hujan deras yang turun membasahi bumi, suasana malam yang sangat gelap, air hujan tidak kalah derasnya dengan air mata Amanda yang masih tetap berdiri di pinggir jembatan dengan pandangan mata terus aja melihat ke arah derasnya air sungai.
Amanda menyadari bahwa apa yang terjadi dalam kehidupannya selama ini hanyalah pura-pura, tidak ada yang benar-benar tulus kepadanya dan begitu juga Maudy. Hanya sang ayah yang benar-benar mencintainya dengan sepenuh hati tetapi sayang sekali takdir harus memisahkan mereka.
"Jahat, kalian semua benar-benar jahat, kalian tidak memiliki hati, kalian menjebakku, kalian menghancurkanku, untuk apa aku harus berada di dunia ini lagi, untuk apa aku harus tetap disini, aku membenci semuanya, lebih baik aku mati!"
Harapan hidup Amanda benar-benar sirna, tidak ada harapan untuk hidup, dia sudah kehilangan semuanya, kehilangan kepercayaan, kehilangan harta dan semua yang telah dia miliki.
Seorang pria yang terlihat berada di dalam mobil menyetir sembari menelepon, hujan deras tersebut benar-benar menghalangi tatapan matanya dengan jalanan yang terlihat tidak jelas.
"Baiklah kalau begitu kamu siapkan saja besok operasi!" pria berkulit putih berwajah karismatik itu tampak mematikan ponselnya, meletakkan pada tempatnya dan kembali melihat ke arah depan.
Tetapi pandangan matanya terganggu ketika melihat seseorang berada di di pinggir jembatan.
"Apa yang dilakukan wanita itu?" tanya pria itu dengan rasa penasaran dengan mobilnya yang sedikit berjalan pelan.
Merasa ada yang tidak beres membuat pria tersebut menghentikan mobilnya tidak jauh dari Amanda berdiri masih tetap di tempatnya.
"Gila...." pria tersebut menyadari adanya tindakan bodoh yang ingin dilakukan wanita itu membuat pria itu buru-buru membuka sabuk pengamannya. Tanpa berpikir panjang pria tersebut keluar dari mobilnya menerobos hujan deras.
Amanda benar-benar menyerah akan kehidupannya dan berniat ingin mengasihi hidupnya, hampir saja dia melompat ke dalam sungai dan Untung saja pria tersebut berhasil menarik tubuh besar wanita itu.
"Lepaskan aku!" Amanda kaget dan memberontak saat pria tersebut masih memegang tangannya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Kamu ingin melompat ke dalam sungai?" tanyanya dengan suara sedikit membentak, sebuah penyadaran yang diberikan kepada Amanda.
Amanda seketika menjadi linglung, tubuhnya bergetar, ditambah dengan dinginnya suasana di malam hari yang dibasahi dengan hujan deras.
"Sadarlah Nona apa yang kamu lakukan adalah perbuatan yang salah, kamu ingin menenggelamkan diri di dalam sungai itu dan sama saja kamu merepotkan banyak orang, keluargamu akan mencarimu, orang-orang juga akan ikut mencari kamu dan apa kamu pikir apa yang kamu lakukan sudah menjadi hal yang paling baik setelah merepotkan banyak orang dan belum lagi urusan kamu kepada Tuhan akibat tindakan bodohnya kamu lakukan!" tegas pria tersebut memberikan nasehat.
"Tidak akan ada yang repot atas apa yang aku lakukan? Aku tidak memiliki keluarga, mereka semua menghianatiku, mereka semua juga pasti menunggu kematianku, aku tidak pantas hidup dengan tubuhku seperti ini, hidupku hanya penuh dengan ejekan, caci maki karena memiliki tubuh besar dan tidak pantas untuk dicintai!" Amanda mengeluarkan semua unek-uneknya.
Ternyata tekanan yang telah dia hadapi membuatnya tidak bisa melanjutkan hidupnya. Pria tersebut sepertinya sekarang sudah menyadari apa yang membuat wanita itu menyerah dalam hidupnya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang kamu rasakan saat ini, tetapi tetap saja apa yang kamu lakukan adalah salah, jika kamu melenyapkan diri kamu dengan cara bodoh seperti ini dan kamu barusan mengatakan kepada saya bahwa mereka justru akan bahagia dan artinya kamu memberikan mereka kebahagiaan!"
"Nona kehidupan ini bukan untuk orang lain, semua orang memiliki value pada dirinya sendiri, ada keistimewaan dan kekurangan yang dimiliki semua orang, bukan hanya kamu dan bahkan seluruh manusia yang ada di dunia ini,"
"Jangan menghancurkan diri sendiri hanya karena orang lain, kamu masih memiliki masa depan dan kehidupan dengan kebahagiaan yang menanti kamu!" pria itu tidak berhenti memberikan nasehat kepada Amanda yang mampu membuat Amanda terdiam.
Amanda menangis semakin pecah, tangisnya sangat kuat seperti anak kecil yang mengalahkan derasnya air hujan. Pria tersebut tidak berbicara lagi dan membiarkan Amanda mencoba untuk menenangkan hatinya dengan tangisan yang mungkin bisa membuat membuat sedikit legowo.
Pria yang datang sebagai penyelamat ternyata berhasil menolong Amanda yang mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Dengan pakaian yang basah kuyup, Amanda duduk di sebelah Reno yang saat ini sedang menyetir.
"Di mana rumah kamu? saya akan mengantar kamu pulang?" tanya pria tersebut melihat ke arah Amanda yang masih mencoba menenangkan diri.
"Saya sudah dibuang oleh mereka, saya tidak mungkin kembali ke rumah itu," jawab Amanda.
"Begitu," sahut pria itu turut prihatin.
Keheningan terjadi beberapa saat.
"Saya Davano!" pria bernama Davano itu mengenalkan dirinya.
Amanda cukup kaget saat pria tersebut tampak ramah dan baik hati kepadanya.
"Siapa nama kamu?" tanyanya dengan ramah
"Amanda," jawab Amanda.
"Baiklah, kalau kamu tidak memiliki tempat tinggal, kamu bisa tinggal sementara di tempat saya," ucap Davano ternyata berbaik hati, bukan hanya terlihat sempurna dari fisiknya tapi hatinya juga benar-benar sangat penting yang mengijinkan Amanda untuk ikut bersamanya.
*****
Amanda saat ini sudah berada di salah satu rumah sepertinya tempat itu adalah villa. Amanda duduk di salah satu sofa dengan kedinginan yang tubuhnya sudah dibaluti selimut untuk mengurangi rasa dingin di tubuhnya.
Devano yang sempat basah sudah mengganti pakaiannya dan sekarang menghampiri Amanda dengan memberikan teh hangat untuk Amanda agar jauh lebih baik.
"Minumlah!" ucap Davano membuat Amanda perlahan mengangkat kepala dan mengambil minuman tersebut.
"Terima kasih," ucap Amanda membuat Davano mengganggukan kepala dan kemudian duduk di hadapan Amanda.
"Saya lihat-lihat dari wajah kamu, sepertinya banyak sekali tekanan yang kamu hadapi sampai membuat kamu memutuskan untuk mengakhiri hidup, apa dugaan saya benar?" tanya Davano mencoba untuk mengajak Amanda berbicara yang membuat Amanda mengganggukan kepala.
"Saya diselingkuhi oleh suami saya, pernikahan yang kami lakukan memang terpaksa, karena ayah saya menginginkan saya bahagia dan percaya kepada dia, tetapi justru dia berselingkuh dengan saudara tiri saya," Amanda harus kembali saat menjelaskan panjang lebar kepada Davano.
Devano merupakan orang yang ingin mendengarkan dan tidak bosan dengan semua cerita yang diutarakan Amanda dengan isak tangis yang sangat menyakitkan.
Devano benar-benar santai sembari menunggu teh hangat tersebut terus mendengarkan semua cerita menyedihkan dari Amanda yang mungkin akan semakin lega karena menceritakan banyak hal yang terjadi padanya kepada orang lain.
Bersambung.