NovelToon NovelToon
HARTA, TAHTA & TUTUG ONCOM.

HARTA, TAHTA & TUTUG ONCOM.

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:413.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: BundaDM

ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#chapter 26, Hadirnya sang pewaris tahta

Usia kandungan Atikah sudah memasuki waktunya melahirkan, kalo prediksi dokter sekitar seminggu lagi.

"Teh... makin deket lahiran malah jadi takut ya" curhat Atikah sambil ngeteh ditemani kue bolu.

"Banyak-banyak berdo'a aja, ikutin semua anjuran dokter" jawab Nayara.

"Do'ain ya Teh semua lancar" kata Atikah.

"Tanpa kamu minta pun, Teteh selalu do'akan, toh anak itu akan Teteh anggap kaya anak sendiri" janji Nayara.

Seminggu sebelum melahirkan biasanya bayi mulai masuk panggul, jadi sang Ibu akan lebih mudah bernafas karena posisi janin tidak lagi menekan diafrgama. Tapi bisa bikin Ibunya lebih sering bolak-balik kamar mandi karena posisi janin menekan kandung kemih. Biasanya juga akan lebih sering merasakan kram dan rasa sakit di punggung bagian bawah serta pangkal paha. Beberapa ibu hamil akan merasa sangat lelah dan sering tidur siang menjelang waktu melahirkan karena kondisi perut yang semakin membesar dan sistem pencernaan yang semakin berantakan hingga mengganggu jadwal tidur malam.

Maulana sedang diluar kota, ikut seminar tentang agribisnis. Ketika sedang berbincang sama Nayara, perut Atikah tiba-tiba terasa mulas. Mang Dadang dan Didi lagi ga ada karena lagi ambil sayuran di Ciloto. Nayara pun udah lama ga nyetir mobil sendiri, jadinya ikutan khawatir dan panik.

Atikah berteriak kesakitan bikin heboh orang serumah. Nayara langsung telepon ke Rumah Sakit minta dijemput pake ambulance.

Lima belas menit kemudian bidan dari Rumah Sakit sudah datang bersama ambulance. Atikah dimasukkan pake brankar. Nayara ikut naik ke ambulance.

"Sakit Teh" kata Atikah sambil nangis.

"Tenang ya Tikah, kita segera ke Rumah Sakit. Aa' Maulana dari tadi HP nya ga aktif" ujar Nayara sambil mengusap perutnya Atikah.

Bidan dengan teliti memeriksa kondisi Atikah, masih pembukaan tiga tapi kontraksinya hebat. Memang sejak semalam, Atikah merasakan adanya gejala tak biasa dalam tubuhnya.

Baru saja ambulance bergerak sekitar dua ratus meter dari rumah, perasaan tidak nyaman kembali muncul dibenak Atikah. Belum separuh perjalanan menuju Rumah Sakit, tiba-tiba ketuban pecah. Atikah dan Nayara panik. Tapi bidan mencoba menenangkan. Kondisi jalan macet karena hari libur, jalanan di Kota Bogor sangat padat. Sopir menyalakan sirene ambulance dan melajukan mobil dengan sangat cepat. Suasana terasa amat menegangkan. Tapi karena benar-benar kendaraan padat jadi laju ambulance pun ikut tersendat. Kontraksi yang dirasakan Atikah semakin sering dan menyakitkan.

Nayara terus memberikan semangat ke Atikah. Bidan tampak menyiapkan perlengkapan dan menurunkan celana yang Atikah pakai dan diganti sama sarung yang sudah disiapkan dalam tas bawaan Atikah (kalo sewaktu-waktu lahiran maka tas itu yang dibawa).

Setiap kali kontraksi muncul, Atikah terus berteriak kesakitan. Setiap kali kontraksi itu hilang, Atikah diserang rasa lelah dan kantuk yang luar biasa. Untung Nayara terus mengajaknya ngobrol, jadi ga sampe kehilangan kesadaran.

Tidak lama kemudian mereka tiba di Rumah Sakit, ambulance segera menuju IGD. Tepat ketika sirine ambulance dimatikan, suara tangis bayi pun pecah. Bidan dengan sigap menangkap bayi merah dengan kedua tangannya. Tangisan bayi sontak membuat orang-orang yang berada di sekitar IGD jadi heboh. Sopir dengan panik berlari meminta bantuan pada perawat di IGD yang kebetulan pada saat itu tengah ada korban kecelakaan beruntun di pintu tol.

Bidan dan para perawat segera datang untuk membantu. Bidan mengeluarkan ari-ari dan membersihkan seperlunya. Lalu perawat meminta Nayara untuk mengikutinya sambil membawa bayi ke kamar bayi untuk diperiksa karena tampak kedinginan. Nayara mendekap bayi yang berselimut bedongannya dengan erat agar terasa hangat.

.

Setelah satu jam kelahiran sang putri pertama, kondisi Atikah sudah lebih baik dan sudah berada di kamar rawat inap. Keluarga Atikah dan keluarga Abah juga sudah sampai di Rumah Sakit, bahkan Abah yang adzanin karena Maulana masih dalam perjalanan.

Bayi ini lahir dengan berat 2.600 gram dan panjang 45 centimeter. Padahal selama kehamilan Atikah tampak doyan makan, tapi bayinya termasuk kecil walaupun beratnya masuk dalam kategori normal.

Nayara tiba-tiba merasa pusing dan pingsan, untunglah posisinya sedang duduk di sofa kamar VIP. Langsung Abah lari keluar ke nurse station untuk minta tolong.

Perawat dan dokter jaga ruangan langsung masuk ke kamar rawat inap. Tubuh Nayara dibaringkan dan diperiksa. Dokter menyarankan untuk dibawa ke ruang IGD aja. Perawat menyiapkan brankar untuk dibawa ke IGD.

Diruang IGD, Nayara diberikan oksigen dulu agar pernafasannya lancar lagi. Lima menit kemudian Nayara sudah sadarkan diri. Petugas laboratorium bersiap mengambil darah Nayara untuk dicek, Dokter juga meminta tes urine juga. Dengan diantar Ambu ke kamar mandi, Nayara mengambil sample urinenya.

Maulana datang ke Rumah Sakit dan langsung menuju IGD, dia ditelpon sama Abah kalo kondisi Nayara kurang sehat.

"Kok kesini dulu A', ga liat putrinya dulu? Cantik A'...mirip Tikah" lapor Nayara.

"Tapi kamu gapapa?" tanya Maulana terlihat panik, Nayara bukan orang yang gampang sakit, makanya saat dikasih kabar kalo Nayara pingsan, Maulana panik.

"Gapapa A'..mungkin kecapean aja, ditambah tadi kaget ngeliat Atikah lahiran di mobil ambulance" kata Nayara

"Maaf Pak.. keluarga Ibu Nayara dipanggil dokter" tutur perawat.

Maulana menuju meja dokter jaga IGD. Dokter mengeluarkan hasil laboratorium ke Maulana dan diserahkan. Maulana membaca istilah yang dia ga paham beserta angka-angkanya. Tapi dibagian paling bawah membuat dia penasaran.

"Maaf dok, saya ga paham maksud hasil laboratorium ini, bisa tolong dijelaskan aja?" tanya Maulana.

"Baik Pak, kami telah melakukan cek laboratorium atas nama pasien Nyonya Nayara. Untuk penyakit seperti tipes dan sebagainya tidak terindikasi mengarah kesana. Makanya ada dua tes tambahan yang saya minta untuk dicek. Setelah saya tanya ke pasien tentang jadwal menstruasinya ternyata tidak menentu, maka dari itu sebelum saya memberikan obat maka perlu memastikan pasien dalam kondisi hamil atau tidak. Melalui tes urin ada peningkatan HCG yaitu hormon kehamilan. Makanya ditambah hasil tes darahnya. Ternyata tes darah kuantitatif yang mengukur jumlah tepat hCG dalam darah pun ada peningkatan. Biasanya kalo urin kan baru bisa dicek sekitar dua belas hari setelah terjadinya pembuahan, untuk darah bisa lebih awal yaitu sekitar tujuh hingga dua belas hari dari kemungkinan adanya pembuahan" jelas dokter jaga IGD.

"Jadi kesimpulannya istri saya hamil dok?" tanya Maulana.

"Iya Pak.. tapi saya rekomendasikan untuk di konsultasikan ke dokter obsgyn hari ini, mengingat usia pasien yang memasuki usia empat puluh tahun" saran dokter jaga IGD.

"Alhamdulillah.... Allahu Akbar..." ucap Maulana sambil menitikkan air mata bahagia.

"Bagaimana Pak, apa mau saya hubungi dokter obsgynnya untuk konsultasi?" tawar dokter jaga IGD.

"Ya dok... sekarang ya" ucap Maulana ga sabar.

Rasa bahagia, haru dan khawatir menjadi satu dibenak Maulana. Tapi dia ingin mendengar berita ini berdua sama Nayara didepan dokter obsgyn.

Dokter kandungan memeriksa dengan seksama. Wajah dokter wanita yang tampak senior ini pun tersenyum. Nayara pernah konsultasi dengan dokter ini dua tahun yang lalu.

"Seperti yang saya katakan dua tahun lalu Bu ...selalu ada kesempatan walaupun hanya dengan satu ovarium. Mungkin Ibu juga tidak sadar tentang masa subur, mengingat dengan hanya satu ovarium yang bekerja.. Ibu memiliki masa subur setiap dua bulan sekali dan mungkin lewat buat mencatatnya. Selamat ya Bapak.. Ibu.. akhirnya kabar baik itu datang setelah menanti lama. Dengan usia yang tidak muda lagi, semoga kehamilan akan lancar dan sebaiknya Ibu banyak istirahat di rumah dan jangan kerja berat" saran dokter obsgyn.

"Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin" ucap Maulana dan Nayara bersamaan kemudian berpelukan dalam haru.

1
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Makasih Bun..
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Bunda DM: Alhamdulillah semoga tulisan ini bermanfaat meskipun sedikit
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
sedih, ngakak, kesel campur aduk.
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
masyaallah
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
liat nanti ya Zay, kadang orang suka berubah pikiran.
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
Bunda DM: ngerasain punya adik banyak, jadi dia maunya rumah rame
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Ya Allah Aa, bahagia campur suka ini sih...
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un 😭😭😭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
debaynya mau liat enin Nay ya makanya lahir lebih awal
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Ya Allah Rin, anaknya mau lahir prematur
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
iya Aa
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
calon debaynya sayang banget itu ma Aa🤭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
lope lope sekebon buat Aa
Bunda DM: ati2 diomelin erin
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
kalian tuh apa apa Aa aja yg diandelin gak mikir Aanya mumet kek gimana..
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu
Bunda DM: terbiasa dibantu Aa
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
🤣🤣🤣🤣
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah istri kang maul pada akur
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
berbagi ya Aa
Bunda DM: berbagi nya melibatkan perekonomian warga
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
kalo laper apa aja mah nikmat
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
semangat bang No🤣
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
doakan ya Bun, Debay segera launching
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Aamiin ya Rabbal alamiin
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
go mujaer go🤭
Bunda DM: grup cheers muncul
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!