Aku pernah kecewa pada garis takdir, aku juga pernah menyaksikan betapa kuat garis takdir itu hingga sangat sulit untuk diputus bahkan alam tak mampu merenggut takdir. Aku pergi berkelana dengan sejuta luka dan kecewa.
Aku terus mencintai Sorinku yang sudah terikat di takdir orang lain, entah sampai kapan aku harus berada di laut lepas mungin samapai takdir membawa ku berlabu di dermaga yang lain atau malah menenggelamkan ku di dasar samudra.
Tapi dia berhasil menarikku dan aku yakin dia lah cintaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMU
Lukamu kian membusuk, kau hanya perlu mentertawakan kebodohanmu sendiri. Hanya itu yang pantas kau dapat dari tanya yang sebenarnya sudah kau dapati jawabannya sebelum bertanya. Fikirku aku terbang, ya benar aku terbang tapi seperti layang yang terikat, aku terus berlari menembus najisnya dunia ini. Fikirku aku melayang bersama bintang nyatanya bias cahaya itu bara api yang siap membakarku.
Tidak bukan aku yang aneh, hanya saja kalian semua begitu jahat. Bahkan saat air mataku tak bening lagi, bahkan saat tak ada satu pun yang melekat di tubuhku, bahkan saat kepalaku berada di bawah kaki. Bahkan saat itu aku tak bisa memperlihatkan diriku di dunia kejam ini.
***
"Sea, aku rindu." hariku terasa begitu berat dan semakin hari semakin berat. Entah sejak kapan aku menjadi wanita yang begitu lemah, nampaknya aku sudah benar-benar memberikan hatiku untukmu Sea, aku sudah memberikan semuanya untukmu dan menggantungnya padamu.
Aku begitu lemah, rasanya aku tak mau menghadapi dunia ini lagi "Kenapa kau begitu kejam padaku!" ada waktu di mana aku lelah dengan semua ini, aku begitu frustasi Sea, aku ingin mati saja rasanya, membayangkan aku mati gantumg diri, aku yakin itu akan membuatmu begitu merasa bersalah dan aku mau kau merasa bersalah Sea! "Kau begitu kejam!" aku benci padamu tapi aku lebih benci diriku yang tak pernah bisa membencimu.
Kau tau sakit yang paling sakit adalah saat kau tak tau alasan kau menangis, sudah terlalu banyak alasan yang membuatmu tak tau kesedihan yang mana yang membuat mumenangis, sudah terlalu banyak deretan derita yang ada, sudah terlalu banyak deretan luka yang ada dan dibumbui dengan rasa kecewa juga.
Ketidak berdayaan membuat siapa saja lemah, ketidak berdayaan membuat siapa saja merasa tak berarti, ketidak berdayan berasal dari jiwa yang terguncng, berasal dari jiwa bebas yang tak berpegangan, berasal dari jiwa hidup namun tak dihidupkan.
Biar jiwa menjadi jiwa saja, apa pun itu, apa pun itu. Bahkan aku berteriak penuh air mata "Jangan lakukan itu, tetaplah bersamaku." aku menangis, menjerit, bertetiak, bersimpuh memohon agar kau kemabali.
Darahku masih mengalir, jantungku masih berdetak, mataku masih berkedip, tapi aku mati! Aku hancur, berdarah, menjerit sakit, membusuk digerogoti belatung bahkan sebelum aku mati.
Kufikir "Matiku akan menghapus semuanya." fikirku begitu kacau, aku tak menemukan apa pun, yang kulihat hanya aku sendiri di dalam kegelapan, yang kulihat hanya mata sayu dan bibir bergetarku. Kuikat sedemikian rupa tali itu, lalu kukait dengan leherku "Selamat tinggal dunia yang kejam!" aku ingin mati saat ini juga.
Neve menangis membekap mulutnya, Neve merencanakan bunuh diri, dia begitu tersiksa dengan semua yang terjadi dalam hidupnya, tekatnya seketika layu saat dia mengelus perutnya dan merasakan sensi luar biasa dari sana. Neve mengis sejadi-jadinya "Maafkan Mama nak," rancaunya sambil menjerit tertahan "Maafkan Mama," sambungnya pilu "Tidak, mama tak akan pernah melakukannya lagi, Mama begitu mencintaimu. Mama akan menjadi kuat untukmu" Neve kalut, emosinya benar-benar membuatnya hilang akal.
Jika saja tak cepat tersadar, mungkin malam ini akan menjadi malam terakhir untuk Neve di dunia ini. Neve adalah wanita yang kuat bahkan tak pernah menyesal atau marah atas derita yang terus dihadapinya tapi sekali lagi cinta masih berkuasa di atas segalanya, cinta membuat siapa saja berubah begitu pun dengan Neve yang merasa tak berdaya atas cintanya.
_________________________________
"Tak peduli kau berada di puncak tertinggi, berada di lembah terdalam, ada di pusar gurun pasir tertandus atau berada di samudra terluas, tak peduli jika mungkin kau berada di dalam hutan terlebat, aku masih akan tetap menemukanmu, karena kamu adalah kamu "Cintaku...".
Aku begitu putus asa dengan semua ini, aku berada dalam fase dimana mundur mustahil namun maju juga tak mungkin, di amana aku lebih mudah menangis ketimbang tertawa.Kau tau sakitku ini begitu parah aku sekarat diamang mati, rasanya aku tak bisa membedakan antara siang dan malam, wajahmu dan senyummu terus menari dalam ingatanku. Aku dan ketidak berdayaan ini, tak mampu menghalau pesona cintamu yang begitu kuat. "Kuharap kau dan bayi kita terus sehat dan terus bersabar menungguku, aku mencintaimu duhai cintaku."
Kau selalu bilang tak ada luka yang tak bisa sembuh, sama sayang, tak ada penantian yang tak berujung "Aku akan segera datang dan menghujanimu dengan semua kebahagian."
"PadaMu, pencipta alam semesta yang menggariskan setiap takdir insan di alam ini, aku mohon pada Mu gariskan dia untukku, aku begitu mencintainya, aku begitu menginginkannya. Aku mau menjalankan sisa hidupku bersamanya dengan semua kebahagian yang akan kami hadirkan."
***
"Ada apa dengan mu?" tanya Megan pada Neve yang tengah menangis "Tak ada Megan aku hanya ingat sesuatu," kata Neve sambil tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya. Megan hanya menatap pilu pada wanita muda di hadapannya itu "Aku tak pernah bisa membayangkan, bagaimana jika hidup di posisimu, aku tak akan sanggup Neve." Megan berkata dalam hati sambil terus menatap Neve yang sibuk menahan tangisnya.
"Neve, kau tau bayi punya ikatan yang kuat dengan Ibunya, jika Ibunya terus bersedih makan bayinya juga akan bersedih, buat dirimu bahagia Neve, kasihan bayimu," kata Megan pada Neve "Megan, boleh aku memelukmu?" tanya Neve sambil menahan tangisnya "Tentu saja, peluk aku," jawab Megan lalu memeluk Neve dengan erat.
Megan begitu bersimpati pada Neve, merasa begitu kasihan pada Ibu hamil itu "Semua pasti terasa berat untukmu, tapi ingat Neve kau punya bayimu, dia berhak bahagia bersama Ibunya. Bayimu akan sangat bangga punya Ibu sepertimu, di masa depan dia akan tau sekaras apa kau mempertahankannya," bisik Megan dan kian membuat Neve pilu.
"Jika dia memang meninggalkanmu, maka kau juga punya hak meninggakannya Neve, kau tak bisa terus terpaku padanya, hidupmu masih harus berjalan, lupakan dia dan mulai hidup barumu," kata Megan pada Neve dan mengutuk pria yang membuat Neve begitu menderita.
***
"Tuan luka yang kau beri selalu berhasil mengusik jiwa rapuhnya yang terguncang, hingga wanita rapuh itu tak mampu berangan lagi, tak hanya tak bisa dia ketakutan.
Takut jika saja semua sama seperti tuan yang dulu dijadikannya tempat berangan malah pergi dengan serpihan mimpi."
Mimpi hanya mimpi, hanya bersifat semu tak nyata. Jangan pernah berani menumbuhkan cinta di hati seorang wanita jika tak pernah berniat merawatnya bersama. Wanita hanya akan tetap menjadi wanita, mahluk lemah yang butuh perlindungan.
________________________________________
Haiii pembaca terimakasi, udah setia tungguin updatean novel ini. Jangan lupa Vote ya.. Jangan lupa komen yang banyak juga biar aku semangat wkwk
ziva dihukum
geram aku
mulai dari kai dan crys😍😍😍
pangeran dan selirnya💕💕💕
smpai ini sean dan neve😍💕😍💕
semangat terus ya thor 💪💪💪
setuju bgt sama ayah 😍😍😍
jgn kau bikin nangis lah kt nih 😞