" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
...RIBETNYA PERSIAPAN REUNI...
" Pokonya loe harus dateng jangan sampe engga ya " ucap seseorang disebrang telpon.
" Gue ga janji ya " ucap Dimittriv
" Loe harus dateng ama pasangan loe ya.Gue ga mau tau!" kembali suara disebrang telpon terdengar.
" Gue usahain " Dimittriv
" Jangan lupa bilang ke si Ken juga "
" Iya ."
" Ya udah gue tutup assalualaikum " ucap si penelpon mengakhiri obrolan
" Waalaikumsalam" jawab Dimittriv.
*
Dimittriv sedang pusing memikirkan alasan untuk datang keacara reuni SMAnya, bukannya tak ingin datang dan berkumpul dengan teman lama.
Tapi ultimatum untuk membawa pasanganlah yang Dimittriv pusingkan saat ini,pasalnya jangankan untuk gebetan seseorang yang dekat pun Dimi tak punya apa lagi pacar.
Bagai mana jadinya jika nanti Dimi pergi akan seperti apa nanti dirinya diejek karna masih sendiri,atau lebih parah dia akan dijodohkan lagi nanti disana.
Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya meremang apa lai sampai kejadian,sedangkan Dimi tau betul teman - teman gesreknya semasa SMA.
Apa lagi katanya Mahesa sudah kembali dan akan hadir diacara reuni kali ini,makin mumetlah otaknya itu memikirkan siapa yang akan dibawanya nanti.
" Kenapa tu muka dilipat tujuh gitu kaya kemeja kaga disetrika saja?" tanya Ken
"Hemm " Dimi hanya memjawa dengan deheman saja.
" Haissss..... Ni laporan yang harus loe tanda tangani,inget cek dulu sebelum tanda tangan " ucap Ken mengingatkan Dimittriv sembari memberikan setumpuk map.
Dimittriv mendelik sebal kearah asisten sekaligus sahabatnya itu,mungkin delikannya memiliki arti seperti ini,memangnya pernah tanda tangan tanpa mengecek terlebih dahulu.
Ken yang dapat perlakuan seperti itu hanya terkekeh saja.
" Ya takut saja pak boss lupa karna kesal " ucap Ken,sepertinya Ken memahami isarat mata bosnya tadi.
Dimittriv tak menanggapi ucapan Ken dia terus saja sibuk berkutan dengan pengecekannya dan sesekali menggoreskan pena ditangannya entah itu untu tanda tangan ataupun untuk merefisi sebuah laporan.
" Aldo ngundang untuk dateng ke acars reuni SMA kita " sepuluh menit berselang Dimittriv baru berbicara itu pun saat Ken hendak pergi dari ruangan itu karna bosan.
Dan akhirnya Ken menghentikan langkahnya dan memilih kembali duduk disofa tamu yang disediakan diruangan itu.
" Kapan ?" tanya Ken
" Malam minggu nanti " jawab Dimittriv tanpa mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya.
" ya sudah kita datang " ucap Ken
" Kau saja yang datang dan tolong bilang gue ga bisa dateng " pinta Dimittriv.
" Lah kok gitu,bukannya loe udah sering nolak undangan temen kita itu saat loe diJepang,kenapa sekarang loe ga bisa dateng juga kan loenya ada diJakarta boss ku ?" jelas Ken bertanya.
" Gue ada acara " tandas Dimittriv
" Ya sudah lah terserah loe aja " ucap Ken
" Dimana tempatnya dan jam berapa ?" lanjut Ken bertanya.
" Nanti gue chat alamatnya dan waktunya " jawab Dimittriv.
" Ya ok.. Gue balik keruangan satu jam lagi gue kesini tu berkas harus sudah beres ya " ucap Ken memberi perintah sembari melangkah pergi.
" Sebenernya loe atau gue yang boss disini ?" tanya Dimi ketus membuat asistennya itu terkekeh geli.
" Kata Aldo jangan lupa bawa pasangan " lanjut Dimittriv saat Ken hendak membuka hendel pintu ruangan,Ken terhenti ditempat.
" Hahahahahaha " beberapa detik setelahnya terdengar suara taya Ken yang begitu melengking membuat Dimittriv mendengus kesal.
Ken membalikan badannya kembali sembari menatap Dimittriv masih dengan tawa yang berusaha ditahan olehnya namun sayang gagal.
" Apa ? kenapa tertawa seperti itu ?" tanya Dimittriv ketus.
" Jadi ini sebabnya loe ga bisa dateng ke acara reuni SMA kita ... Aduh ... Dimi .. Dimi .. hahaha " kembali terdengar suara tawa dari Ken
" Rese loe ... Udah sana pergi kalau hanya untuk tertawa bukan bantuin gue malah ngetawain " ketus Dimittriv mangkal.
" Ohh... Ok.. Ok... Ga usah marah - marah gue bantu cariin loe pasangan gimana ?" tawar Ken.
**
Sudah dua hari ini Dimittriv menemui kencan buta yang dibuatkan oleh Ken hanya untuk mendapatkan pasangan keacara reuni SMAnya itu.
Dan selama dua hari pula Dimi merasa siap pingsan karna kelakuan para gadis yang menjadi teman kencan butanya.
_ *In**i si Ken kaga salah apa ngasih gue cewe beginian,model kaya apa gue ga ngerti lagi dah* _ Batin Dimittriv kesal.
" Kamu sukanya apa ?" tanya sicewe yang berhadapan dengan Dimittriv saat ini.
" Apa saja " jawab Dimittriv asal
" Wah seneng ya jadi ga susah - susah gitu ya kalau cari barang kesukaan " kembali sicewe berbicara,tanpa Dimittriv tanggapi.
_Si Ken beneran gila kali ngasih cewe cerewet model dia begini ,entah lah tadi siapa namanya gue lupa terlalu banya yang dia ucapkannnnnnn_ Batin Dimittriv kesal.
" Maaf saya buru - buru masih ada rapa yang harus saya hadiri " ucap Dimittriv bangun dari duduknya lantas melangkah pergi tanpa mendengar capan sigadis yang cerewetnya melebihi mamahnya itu.
***
" Loe gila kali ngasih cewe kaga ada yang bener" tukas Dimittriv mangkal ditelpon.
" ..... .... ..... "
" Ga ada gue ga mau lagi ketemuan sama cewe yang loe pilih kaga ada yang bener " dengus Dimittriv
" ...... ..... "
" Hemmmmm.... Ya udah awas aja kalau yang kali ini tu cewe aneh kaya lima lainnya siap - siap aja tu si Jalu gue potong dua kali " Ancam Dimittriv.
"..... ..... ... "
" Dasar asisten kaga ada akhlaknya loe sama bosss " mangkal Dimittriv,dan terdengarlah suara kekehan dari sebrang telpon sebelum sambungan itu dimatikan Dimi secara sepihak.
****
Untuk terakhir kalinya Dimittriv menuruti keinginan asisten sekaligus sahabatnya itu,walaupun dirinya kesal atas ulah sahabatnya itu.
Tapi Dimi lakukan juga dari pada dibuli atau dijodohkan dengan yang tidak - tidak oleh para sahabat gesreknya nanti lebih baik dia ikuti saja.Toh hanya untuk satu malam saja.
Itu lah pemikirannya,tanpa Dimittriv tau kelanjutannya akan jadi seperti apa...
" Hai...Maaf lama nunggu ya?" sebuah suara lembut dari seorang perempuan menyadarkan Dimittriv dari lamunannya sembari memandang gejednya itu.
Seorang wanita dewasa yang bisa dibilang tipe Dimittriv tengah tersenyum kepadanya.
" Dimittriv kan ? Gue Gressya " ucap si perempuan bertanya sekaligus memperkenalkan dirinya itu.
Dimittriv tersadar dari keterkejutanya lantas menyambut uluran tangan si wanita dihadapannya.
" Iya saya Dimittriv ..Duduk lah " ucap Dimittriv.
" Sory ya lama tadi kejebak macet soalnya " ucap si wanita.
" Never mind " Dimittriv.
" Sudah pesan ?" tanya sigadis Dimi hanya menunjuk dengan dagunya kearah kopi yang ada dimejanya.
" Ohhh ... Ok " si wanita yang mengenalkan dirinya dengan nama Gressya itu melambaikan tangan kearah waitress.
_ Ternyata tu anak masih punya stok yang beginian juga _ ucap hati Dimittriv.
" Kalau gini ceritanya gue ga bakalan takut lagi ke acara itu " gumam Dimittriv tak sadar
" Kamu mengucapkan sesuatu ?" tanya Gressya
" E....Tidak ko." jawab Dimittriv.
Akhirnya berpusing ria karna kencan butanya itu berakhir dan Dimi memutuskan untuk membawa Gressya untuk keacara reuni itu.
Masih ada waktu dua hari pikirnya untik acara pendekatanya dengan Gressya untuk lebih mengenalnya agar dia tak terlalu sulit untuk mengenalkan Gressya ke teman - temannya itu.
Ya dan siapa tau berlanjut menjadi teman agar mamahnya tak lagi menanyakan kapan membawa menantu untuknya atau menjodoh - jodohkan dirinya dengan si cewe barbar dirumahnya.Fikir Dimittriv sumringah.