Di tengah hutan terlarang yang selalu dijauhi manusia, seorang gadis yatim piatu bernama Evelyn Eirwen hidup sendirian dalam kesunyian. Hidupnya sederhana mencari tanaman obat, berburu, dan bertahan hidup di gubuk kecil peninggalan ibunya.
Hingga pada suatu malam badai, Evelyn menemukan seorang pria misterius bersimbah darah di tepi sungai. Pria itu pendiam, dingin, dan penuh luka aneh yang tidak pernah Evelyn lihat sebelumnya. Meski takut, Evelyn tetap merawatnya dengan tulus tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Namun Evelyn tidak sadar. Pria yang ia selamatkan adalah Evander Nocturne Raja Vampir berdarah murni yang ditakuti seluruh dunia malam.
Bagi Evander, manusia hanyalah makhluk lemah yang pantas dibenci. Tetapi kehangatan sederhana dari seorang gadis hutan perlahan menghancurkan dinding dingin yang telah ia bangun selama ratusan tahun.
Sampai suatu hari Evelyn menghilang. Dan malam itu, seluruh dunia akhirnya mengetahui satu hal mengerikan. Raja Vampir telah murka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penglihatan Yang Berbeda
“Evelyn, lihat aku.”
Suara Evander terdengar rendah namun penuh perintah.
Saat ini Raja Vampir itu memegang kedua bahu Evelyn agar gadis itu tetap sadar. Namun Evelyn justru terus memegangi mata kirinya dengan wajah kesakitan.
“Mataku sakit, Evander…”
Tatapan merah Evander langsung berubah semakin serius. Aura hitam kemerahan samar masih keluar dari mata kiri Evelyn.
Sementara Lyrielle, Selena, bahkan Seraphina kini hanya diam memperhatikan dengan wajah tegang.
Tiba-tiba saja.
Deg!
Sesuatu seperti bayangan hitam melintas cepat di mata Evelyn.
“Eh?!”
Tubuh Evelyn langsung sedikit tersentak.
“Ada apa?” tanya Evander cepat.
Evelyn perlahan menurunkan tangannya dari mata kirinya.
“T-tadi…” gumamnya bingung. “Ada sesuatu bayangan lewat di mataku.”
Deg.
Tatapan Evander langsung berubah tajam.
“Bayangan?”
Evelyn mengangguk pelan.
“Iya…”
Namun sebelum dia melanjutkan.
Deg!
Bayangan lain kembali muncul.
Kali ini jauh lebih jelas.
Dan seketika.
Mata Evelyn langsung membesar.
“Astaga…”
“Apa yang kau lihat?” tanya Evander serius.
Napas Evelyn perlahan memburu.
“A-aku melihat…”
Tatapannya mulai kosong seperti sedang melihat sesuatu yang jauh.
“Ada banyak vampir…”
Selena langsung menegang.
“Maksudnya?”
“Mereka…” suara Evelyn mulai pelan dan gemetar. “Sedang menuju kastel…”
Deg.
Seketika suasana lorong langsung membeku.
Tatapan Evander berubah sangat dingin.
Namun Evelyn belum selesai.
“Ada simbol aneh di jubah mereka…” gumamnya pelan sambil memegang kepalanya. “Dan”
Mata merah sebelah miliknya kembali bersinar terang.
"Mereka mengatakan ingin mengambil darahku.”
Brakkk!!
Aura membunuh Evander langsung meledak memenuhi lorong. Bahkan lantai kastel mulai retak akibat tekanan kekuatannya.
Sementara Selena langsung membelalak.
“Penglihatan…”
Lyrielle perlahan mundur tidak percaya.
“Tidak mungkin…”
Tatapan semua orang kini tertuju pada Evelyn.
Karena yang baru saja dilihat gadis itu.
Bukan sekadar bayangan biasa. Melainkan kemampuan penglihatan darah milik keluarga utama Nocturne.
“K-kenapa aku bisa melihat semuanya?” suara Evelyn mulai gemetar bingung. “A-apa kamu juga melihatnya, Evander?”
Tatapan merah Evander terus memperhatikan mata kiri Evelyn yang masih bersinar samar.
“Tidak.”
Deg.
Evelyn langsung menegang.
“Aku tidak bisa melihatnya,” lanjut Evander rendah. “Aku hanya bisa merasakan sesuatu.”
Suasana lorong mendadak terasa jauh lebih berat sekarang.
Sementara Selena dan Lyrielle masih terlihat syok.
“J-jadi kenapa aku?” tanya Evelyn pelan dengan wajah bingung bercampur takut.
Sunyi beberapa detik.
Dan untuk pertama kalinya.
Evander terlihat benar-benar memikirkan sesuatu dengan serius. Tatapan merahnya tidak lepas dari mata Evelyn sedikit pun.
“Aneh…” gumamnya rendah.
“Yang Mulia…” Selena terlihat ragu untuk bicara. “Kemampuan itu…”
“Iya,” jawab Evander cepat.
Tatapannya perlahan berubah jauh lebih dingin.
“Itu kemampuan keluarga utama Nocturne.”
Deg.
Mata Evelyn langsung membesar.
“Hah…?”
Lyrielle perlahan menelan ludah.
“Penglihatan darah…” gumamnya pelan. “Kemampuan untuk melihat ancaman, aura, bahkan bayangan masa depan melalui darah.”
“Tapi kemampuan itu,” lanjut Selena gugup. “Hanya bisa dimiliki keluarga utama yang memiliki darah Raja Vampir murni.”
Seketika suasana kembali sunyi.
Tatapan mereka semua perlahan kembali mengarah pada Evelyn. Dan itu membuat Evelyn semakin tidak mengerti.
“Ta-tapi aku manusia”
Tatapan merah Evander perlahan melembut sedikit.
“Kau memang manusia.”
“Lalu kenapa aku bisa seperti ini?”
Sunyi beberapa detik.
Lalu perlahan.
Evander mengangkat tangannya menyentuh mata kiri Evelyn dengan sangat hati-hati.
“Mungkin”
Tatapan merah Raja Vampir itu terlihat jauh lebih dalam sekarang.
“Karena darahku menerima dirimu terlalu sempurna.”
Deg.
Jantung Evelyn langsung berdetak keras. Namun sebelum dia sempat menjawab. Tiba-tiba mata kirinya kembali terasa panas.
“Akh!”
Bayangan lain kembali muncul cepat di penglihatannya.
Kali ini.
Lebih jelas.
Dan membuat wajah Evelyn langsung pucat.
“E-Evander”
“Apa yang kau lihat?”
Napas Evelyn mulai tidak teratur.
“Ada seseorang”
Tatapan matanya perlahan membesar ketakutan.
“Dia memakai topeng hitam.”
Aura di sekitar Evander langsung berubah mengerikan.
Namun ucapan berikutnya dari Evelyn. Membuat seluruh lorong langsung membeku.
“Dan dia bilang” suara Evelyn mulai gemetar. “‘Ratu Nocturne akan menjadi milik kami.’”
Evelyn sudah merasa tubuhnya begitu lemah setiap kali bayangan itu muncul. Napasnya mulai tidak teratur. Bahkan tubuhnya terasa dingin.
Namun kali ini.
Evelyn memaksa dirinya tetap sadar. Karena dia harus mengatakan semuanya kepada Evander.
“E-Evander…” ucap Evelyn pelan dengan suara yang mulai melemah. “A-aku ingin kau percaya kepadaku…”
Tatapan merah Evander langsung berubah serius.
“Aku percaya padamu.”
Deg.
Mata Evelyn sedikit bergetar mendengar jawaban itu.
“Sebentar lagi…” lanjutnya pelan sambil menahan sakit di matanya. “A-ada perang besar sebelum pernikahan kita”
“Perang?” ulang Evander dingin.
Evelyn mengangguk lemah.
“I-iya…”
Tatapan mata kirinya perlahan kembali bersinar merah terang.
“Dan dibalik perang itu”
Suara Evelyn perlahan berubah lebih dingin.
“Ada seseorang yang berkhianat di belakangmu.”
Brakkk!!
Aura membunuh Evander langsung memenuhi seluruh lorong.
“Siapa?” tanya Evander rendah penuh tekanan. “Katakan padaku siapa orangnya.”
Napas Evelyn mulai memburu.
Lalu perlahan.
Dia membuka matanya penuh.
Dan saat itu.
Tatapan mata kirinya berubah sangat tajam. Tangannya perlahan terangkat. Menunjuk lurus ke arah Seraphina.
Deg.
Seketika Lyrielle dan Selena langsung menoleh cepat ke arah Seraphina. Sementara Seraphina sendiri langsung membelalak kaget.
“Seraphina…” ucap Evelyn dengan suara dingin yang tidak biasa.
Tubuh Seraphina langsung menegang.
“Dia sudah bekerja sama dengan klan vampir lain.”
Deg.
Mata Evander langsung berubah sangat mengerikan. Namun ucapan Evelyn belum selesai.
“Dan lebih tepatnya…” lanjutnya lirih. “Dia juga yang menyuruh Damien meminum darahku.”
“Hah…?”
Wajah Seraphina langsung pucat.
“Itu bohong!” teriaknya panik. “Aku tidak—”
Brakkk!!
Tekanan aura Evander langsung menghantam seluruh lorong.
Retakan besar muncul di lantai. Tatapan merah Raja Vampir kini benar-benar dipenuhi niat membunuh.
Sementara Selena dan Lyrielle langsung mundur ketakutan.
Karena mereka belum pernah melihat Evander semarah ini. Namun sebelum siapa pun bergerak. Tubuh Evelyn tiba-tiba limbung.
Dan detik berikutnya.
Evelyn langsung kehilangan kesadarannya setelah mengatakan semuanya.
“Evelyn!”
Evander dengan cepat menangkap tubuh gadis itu sebelum jatuh.
Tatapan merahnya langsung berubah panik sesaat saat melihat Evelyn tidak sadarkan diri di pelukannya.
Sementara di depan mereka. Seraphina perlahan mundur dengan wajah pucat ketakutan.
Karena dia sadar.
Rahasia yang selama ini dia sembunyikan.
Baru saja terbongkar di depan Raja Vampir.
“Ciel!” teriak Evander tanpa sadar.
Namun detik berikutnya.
Mata merah Raja Vampir itu langsung menyipit kesal.
“Yang Mulia,” ucap Selena cepat. “Ciel bersama yang lainnya. Dia sekarang tidak ada di sini.”
“Ah shit… aku lupa.”
Evander langsung mendecakkan lidah kasar.
Karena saat ini seluruh pengawalnya sedang menjaga wilayah kastel akibat aura negatif yang terus menyebar.
Sementara Evelyn masih tidak sadarkan diri di pelukannya. Aura merah gelap samar masih keluar dari mata kiri gadis itu.
Dan itu membuat suasana lorong semakin mencekam. Evander langsung menoleh ke belakangnya.
Namun.
Deg.
Tatapan merahnya langsung berubah sangat mengerikan. Karena Seraphina sudah tidak ada di sana.
“Astaga” gumam Lyrielle panik.
Selena langsung menyadari sesuatu.
“Dia kabur!”
Brakkk!!
Aura membunuh Evander langsung meledak memenuhi seluruh lorong. Dinding kastel bahkan ikut bergetar akibat tekanannya.
“Kejar Seraphina!” bentak Evander dengan suara yang benar-benar menyeramkan.
Tatapan merahnya menyala terang penuh amarah.
“Dan tangkap dia.”
Aura hitam kemerahan perlahan menyelimuti tubuh Raja Vampir itu seperti monster yang mulai kehilangan kesabarannya.
“Jangan biarkan dia kabur.”
Deg.
Lyrielle dan Selena langsung bergerak cepat tanpa berani membantah. Karena mereka tahu. Jika Seraphina berhasil melarikan diri malam ini.
Maka perang besar yang dilihat Evelyn kemungkinan benar-benar akan terjadi.
Sementara itu.
Evander kembali menatap Evelyn yang tidak sadarkan diri di pelukannya. Tangannya perlahan menyentuh wajah pucat gadis itu.
Dan untuk pertama kalinya.
Tatapan Raja Vampir itu terlihat dipenuhi rasa takut bercampur marah. Karena penglihatan Evelyn tadi. Bisa jadi adalah awal kehancuran dunia vampir.
Sementara itu.
Seraphina berhasil keluar dari Kastel Nocturne.
Angin malam menerpa wajahnya saat dia berlari sangat cepat melewati hutan hitam di sekitar wilayah Raja Vampir.
Napasnya mulai tidak teratur. Untuk pertama kalinya. Dia benar-benar ketakutan.
“Tidak…” gumamnya panik. “Aku tidak boleh tertangkap…”
Karena Seraphina tahu.
Sekali saja dia tertangkap malam ini. Maka keluarga Nocturne tidak akan mengampuninya.
Brak!
Seraphina melompat melewati tebing batu dengan cepat. Aura merah gelap terus keluar dari tubuhnya karena rasa panik.
“Sialan…” geramnya sambil terus berlari.
Tatapan matanya dipenuhi kebencian.
“Semuanya karena manusia itu…”
Namun tiba-tiba.
Deg.
Tubuh Seraphina langsung berhenti mendadak.
Karena di depan jalur hutan itu. Sudah berdiri seseorang menunggunya. Sosok pria bertopeng hitam.
Jubah panjangnya berkibar pelan tertiup angin malam. Dan aura yang keluar dari tubuhnya benar-benar menyeramkan.
“Lama sekali,” ucap pria itu dingin.
Napas Seraphina langsung memburu.
“K-kalian harus membantuku!”
Namun pria bertopeng itu justru diam beberapa detik.
Lalu perlahan.
“Bodoh.”
Deg.
Mata Seraphina langsung membesar.
“Kau membiarkan calon Ratu melihat semuanya.”
Tubuh Seraphina mulai gemetar.
“Aku tidak tahu dia memiliki kemampuan itu!”
Pria bertopeng itu perlahan menyipitkan matanya.
“Karena kesalahanmu”
Aura hitam pekat mulai keluar dari tubuhnya.
“Keluarga Nocturne sekarang mengetahui pengkhianatan kita.”
Deg.
Seraphina perlahan mundur ketakutan.
“A-aku masih bisa memperbaikinya…”
Namun detik berikutnya.
Swoosh!!
Dua aura merah terang tiba-tiba turun dari atas pepohonan.
Brakkk!!
Tanah hutan langsung retak saat dua sosok wanita mendarat di depan Seraphina dan pria bertopeng itu. Angin malam langsung berputar kuat di sekitar mereka.
Dan saat debu perlahan menghilang. Lyrielle dan Selena berdiri dengan tatapan dingin yang benar-benar berbeda dari biasanya.
Gaun mereka berkibar pelan. Namun aura keduanya sekarang sangat mengerikan.
“Sayang sekali,” ucap Selena dingin. “Kalian tidak akan pergi ke mana pun malam ini.”
Seraphina langsung membelalak kaget.
“K-kak Selena…”
Sementara Lyrielle menatap tajam ke arah pria bertopeng itu. Aura merah terang mulai muncul di sekitar tubuhnya.
“Berani sekali,” ucap Lyrielle dingin. “Kalian bermain di belakang keluarga utama Nocturne.”
Pria bertopeng itu langsung menyipitkan matanya waspada. Karena dia bisa merasakan sendiri. Kedua wanita di depannya bukan vampir biasa.
Mereka adalah bagian dari keluarga utama Nocturne. Dan termasuk vampir terkuat di kastel Raja Vampir.