[WELCOME TO MY NOVEL EPRIBADEH]
Love Story
novel romance paling digemari tahun ini, dengan heroine yang memiliki sifat sempurna, banyak laki-laki ikemen, dan antagonis yang bahkan dibenci oleh sang penulis sendiri.
dan aku,aku adalah satu dari sekian banyaknya orang yang senang akan kehancuran sang antagonis saat bab terakhir novel itu.
tapi siapa sangka,ada dewa kurang kerjaan yang bakal membuatku merasakan gimana rasanya menjadi antagonis.
ck, dasar dewa kurang kerjaan.kalau aku bertemu dengannya bakal kujambak rambutnya itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kambing terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps.26 (23 Orin tsundere)
happy reading human~
.
.
.
.
di pagi yang cerah dan permai
matahari bersinar memancarkan kehangatan
tapi di pagi yang indah itu, terdengarlah...
sebuah teriakan
DUAK!!!
"GYAAAAA!!!!"
Aarin, yang saat ini sedang panik kesakitan sambil memeluk perutnya sendiri, dan Mill yang terlihat bangga karna telah berhasil membangunkan tuannya.
"aduh aduh aduh.coba kalo mau bangunin orang yang lembut kek Mill" protes Aarin
"humph, habisnya Rin tidak mau bangun meski aku sudah berteriak-teriak" ujar Mill sambil pura-pura merajuk
"haiss, yaudah yaudah.mending aku mandi sekarang" Aarin pun berusaha menegakkan tubuhnya yang kesakitan akibat serangan mau Mill.
saat mau masuk ke kamar mandi, Aarin berbalik dan melihat Mill.dengan senyum lembut yang di tampilkan Aarin, Mill merasa merinding.
Mill yang merasakan bahaya, bersiap untuk melarikan diri.
tapi sayang sejuta sayang, Aarin berhasil menangkap Mill.
"mau kemana kamu Mill? kita harus mandi duluu~" Aarin, menyeret paksa Mill menuju ke kamar mandi.
"TIDAAAAAAKKKK!!!" sedangkan Mill, berusaha membebaskan diri.tapi apalah daya, Aarin terlalu kuat.
*byurr byuuur byuur
TIDAKKKKKK!!!!
mau kemana kamu Mill??
tidak Rinnn!! lepaskan akuuuu!!
hohoho, tidak semudah itu ferguso
byuur byuur byuuur*
setelah beberapa lama, Aarin dan Mill pun sudah siap untuk hari pertama mereka belajar di Akademi.
Aarin pun keluar dari asrama nya dan berjalan menuju gerbang dimana Ravier sudah menunggunya.
"hei Vierrrr!!!" saat melihat Ravier, Aarin langsung saja berteriak.
"kakak, tidak perlu berteriak segala" oceh Ravier
"hehehehe" Aarin hanya cengengesan menanggapi Ravier
mereka bertiga pun berangkat ke Akademi.
karena berbeda kelas, Aarin dan Ravier berpisah.
saat memasuki kelasnya, Aarin di siguhkam dengan pemandangan ruang kelas yang memiliki papan tulis dan di depannya ada kursi dengan 4 baris yang memiliki pengaturan seperti tangga, menanjak ke atas.
Aarin meneliti ruang kelas itu, dan menemukan bangku yang masih dapat di duduki karna bangku lain sudah penuh semua.
karna satu bangku hanya bisa diduduki oleh tiga orang.
"permisi, bolehkah saya duduk disini?" tanya Aarin pada orang yang sudah lebih dulu duduk.di bangku itu.dia memiliki rambut berwarna hitam dan mata yang berwarna hitam pula dengan tubuh yang sedikit pendek(?)
"humph, terserahmu" jawabnya acuh.
"baiklah.terserahku kan" Aarin pun duduk di sampingnya
setelah duduk, tidak ada pembicaraan yang terjadi hingga...
"eh, kalau boleh tau kamu itu seorang Dwarf kan?" tanya Aarin
"kalo iya memang kenapa" balasnya jutek
"wahhh, hebat~.aku selalu kagum pada bangsa Dwarf karena bisa membuat berbagai macam alat sihir.maksudku, mekanisme alat sihir itu sulit sekali, terlebih alat pelindung.bagaimana bisa dia memadatkan mana? kan tidak ada yang mengendalikan mana nya.kalau alat sihir penyerang aku masih bisa mengerti karena hanya melepaskan mana dalam jumlah besar yang di bentuk sedemikian rupa oleh alat sihirnya agar bisa menyerang.tapi kalo alat pelindung...." Aarin pun mulai tampak berpikir keras
"alat sihir itu melepaskan mana, lalu saat mana yang ada dalam alat sihir bersentuhan dengan mana liar dalam jarak tertentu maka akan memadat dan membentuk sebuah kubah perlindungan.ketahanan kubah pelindung itu di ukur dari kemurnian dan banyaknya mana yang di berikan ke dalam alat sihir.semakin murni dan banyak mana yang di berikan, semakin kuat kubah pelindungnya" jelas si Dwarf
"wahhh, hebat sekaliii.memang bangsa Dwarf itu hebat sekali yah" Aarin, menatap si Dwarf debgan mata berbinar-binar
"eh, emm.te-tentu saja" ujar si Dwarf sambil membalikkan wajahnya dan tersipu(?)
'tsundere njirr' batin Aarin
"hehe, nama ku Aarin, Aarin Xevinch.kalau kamu?" tanya Aarin sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman
"Orin, Orin Lenox" jawab Orin sambil bersalaman dengan Aarin
"hehehe, salam kenal Orin.semoga kita bisa menjadi teman baik yah" ucap Aarin sambil tersenyum cerah
"humph, tentu saja!" ujar Orin percaya diri
'dapet temen baru eaaaa'
dan begitulah, Aarin mendapatkan teman baru yang rada tsundere.
...°°°°bersambung°°°°°...
author timeee
kampret aku pas bayangin Orin pendek tuh kek..
ehem
Kek Lev-
PLAK!!
orang tak dikenal: jangan ngomong kek gitu!!
ehehe
ya maap
kalo gitu sampai jumpa di episode selanjutnyaaa
babayy~👋👋
to the point
padahal kalau di kembangkan dengan lebih baik (tidak terlalu persis dgn anime tsb) pasti ceritanya akan menarik.