Slow update
Novel ini lanjutan dari Takdir Cinta Bella Season 1&2.
Kebahagiaan keluarga mereka semua semakin bertambah saat mengetahui istri mereka sedang hamil hasil dari buah cinta mereka. Mereka pikir kehidupan mereka akan berjalan dengan mudah dan mulus ternyata tidak banyak rintangan dan godaan yang menjadi bumbu kehidupan rumah tangga mereka.
Itulah yang di rasakan vino saat ini kehamilan citra membuat nya sangat pusing untuk menuruti semua kemauan citra, bukan hanya vino saja kedua sahabat nya juga mengalami hal yang sama. Mereka di wajib kan menuruti semua kemauan istri mereka tanpa bisa menolak nya sedikit pun.
Itu semua hanya segelintir kecil masalah yang mereka hadapi, orang-orang dari masa lalu mereka dan orang tua perlahan berdatangan untuk menguji kehidupan mereka.
Jangan lupa like komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Vino menahan amarah nya saat melihat foto citra berpelukan dengan laki-laki lain. Ternyata vino mengirim orang untuk mengikuti citra, karena demi keamanan citra. Apalagi saat ini keluarga lvins masih dalam pengawasan yang ketat. Foto yang vino dapat dari anak buah nya sukses membuat nya memikirkan hal yang tidak-tdiak, ia meminta pengasuh amanda untuk memindahkan amanda dari kamar nya.
"Pulang!!." ucap citra saat membaca pesan dari vino.
Mata nya langsung terbelalak saat membaca pesan itu, ntah kenapa perasaan nya langsung tidak enak. Yang harus ia lakukan adalah sampai rumah dengan waktu secepat mungkin itulah yang ada di pikiran citra saat ini.
"Aku harus pulang." ucap citra yang baru saja memakan satu sendok makanan yang berada di depan nya.
"Kenapa, kenapa cepat sekali. Kamu belum menghabiskan makanan mu." tanya aska.
"Ini pertemuan pertama dan terakhir kita. Aku harap kalian berdua tidak mengganggu keluarga ku. Terutama kamu ga, kita pasti akan sering bertemu karena kamu saudara dari adik ipar ku. Aku harap kamu tau batasan di antara kita." ucap citra sambil ingin melangkah pergi dari hadapan dia orang sahabat nya itu. Lebih tepat mantan dua orang sahabat nya.
Tangan citra di tahan oleh aska yang sudah berada tepat di belakang nya.
"Jangan pergi cit." ucap aska.
"Lepas ka." ucap citra sambil berusaha melepaskan tangan aska.
"Lepaskan tangan anda dari nona kami." ucap seseorang dengan nada suara yang tinggi.
Mereka semua terkejut saat melihat cafe ini telah di penuhi oleh orang-orang bertubuh besar dengan pakaian berwarna hitam.
"Siapa kalian." tanya aska.
"Ayo kita pulang nona, tuan sudah menunggu di rumah." ucap seseorang itu.
"Baiklah." ucap citra dan langsung pergi meninggalkan aska dan arga yang mematung.
"Kau lihat ka, citra sudah bukan citra yang dulu ka. Ia sudah benar-benar tidak bisa kita gapai." ucap arga yang sukses membuat aska lemas seketika.
Pikiran citra benar-benar sangat kacau, ntah kenapa ia tidak memikirkan hal ini sebelum nya. Ia berada di keluarga dengan segala macam kekuasaan hal seperti ini tidak sulit untuk mereka lakukan. Apalagi hanya mengawasi orang bodoh seperti nya.
Sesampainya di rumah citra langsung masuk berlari masuk ke dalam kamar untuk menemui suami nya. Tangan nya terasa ragu saat ingin membuka gagang pintu kamar nya. Perlahan citra mulai membuka nya dan masuk kedalam kamarnya.
Citra langsung di sambut dengan vino yang tenga duduk di ranjang dengan sorotan mata yang mematikan. Citra terkejut saat vino melemparkan hp ke hadapan nya dengan layar yang berisi fotonya sedang berpelukan dengan aska.
"Sayang aku." belum citra menyelesaikan ucapan nya vino sudah membanting barang yang berada di samping nya.
"Citra!!." teriak vino yang sukses membuat citra gemetar hebat.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap citra.
"Kamu sudah berani bermain di belakang ku." ucap vino dengan nada yang tinggi.
"Tidak sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap citra sambil mendekat kearah vino.
"Citra!! aku tau aku lumpuh tapi aku masih punya hati, aku masih punya perasaan. Apa kamu sudah bosan dengan ku. Apa kamu tidak sudah tidak ingin bersama ku." ucap vino dengan mata yang berkaca-kaca.
Citra sudah tidak bisa menahan air mata nya lagi, perbuatan nya sudah benar-benar membuat sakit hati suami nya. Yang vino lakukan sekarang menurut nya adalah hal yang wajar.
Citra berlutut di depan vino sambil menangis, ia memeluk tangan vino karena menyesal telah melakukan hal yang sangat bodoh.
"Lepas citra, aku tidak butuh tangis mu." ucap vino dengan nada yang masih meninggi.
"Maaf aku bodoh, tapi aku benar-benar tidak bermain di belakang mu, aku sayang kamu. Aku tidak peduli dengan keadaan mu sekarang." ucap citra masih dengan tangisan nya.
"Bohong, kamu bohong. Aku tau kamu sudah bosan merawat ku. Sudah bosan bersama ku. Sekarang semua terserah kamu. Kamu jaga kandung kamu dan berikan anak ku setelah lahir dan kamu bebas melakukan apapun tanpa harus merawat orang lumpuh seperti ku." ucap vino.
Ucapan vino sukses membuat citra semakin ketakutan, ia mencium tangan vino sambil memohon ampun pada suami nya itu. Tetapi sama sekali vino tidak memperdulikan nya.
"Aku butuh waktu sendiri." ucap vino yang sebenarnya tidak tega melihat citra seperti ini.
Sebenarnya juga ia ingin lebih marah dan kejam pada citra tetapi saat melihat tangisan citra amarah itu langsung hilang seketika.
Pandangan citra perlahan melemah, kepala nya yang terasa pusing saat dalam perjalanan pulang tadi semakin berasa sangat pusing. Citra berdiri dari duduknya dan langsung ambruk menimpa tubuh vino.