NovelToon NovelToon
Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:152.2k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Aurelia adalah tentara bayaran yang hidup di dunia penuh darah dan pengkhianatan. Dalam sebuah misi terakhir, dia mati setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Ketika membuka mata, Aurelia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA lemah bernama Aria, seorang tunangan dari pria paling berbahaya di dunia bawah tanah.

Sayangnya, pertunangan itu hanyalah perjanjian tanpa perasaan. Ravian bersikap dingin, acuh, dan sama sekali tidak peduli pada gadis yang seharusnya menjadi calon istrinya.

Namun mereka tidak tahu satu hal. Gadis lemah itu sudah tidak ada lagi. Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang pembunuh yang terbiasa menghadapi peluru, pengkhianatan, dan kematian.

Saat musuh mulai datang dari segala arah, rahasia masa lalu terbongkar, dan perang dunia bawah tanah tak terhindarkan…

Akankah seorang gadis SMA yang dihina mampu bertahan di sisi sang raja dunia gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ravian menatap datar pada orang-orang yang sedang mengepung Aleta dari berbagai sisi, dia mengamati mereka dengan seksama. Meski tubuh mereka masih berdiri tegak, tapi luka di wajah mereka sudah cukup membuat Ravian memahami jika Aleta baru saja menghajar mereka.

Ravian mengedarkan pandangan, beberapa di antara mereka sudah tergeletak tak sadarkan diri.

Sejak kapan gadis ini bisa berkelahi?

Pertanyaan itu menyusup dalam kepalanya, sungguh aneh dia melihat gadis berseragam SMA itu melakukan pertarungan sendirian.

"Apa kau terluka?" tanya Ravian setelah diam beberapa waktu.

Aleta menggeleng. "Aku baik-baik saja, kau belum menjawab pertanyaanku tadi."

"Aku dalam perjalanan pulang, dan kebetulan saja aku melihatmu."

Aleta menatap Ravian beberapa detik, jelas tidak percaya dengan jawaban itu.

"Kebetulan?" ulangnya datar.

Ravian mengangkat bahu kecil. "Takdir mungkin."

"Cih."

Aleta memalingkan wajah dengan ekspresi malas, meski napasnya masih sedikit berat akibat pertarungan tadi. Bahunya terasa nyeri, telapak tangannya memerah karena rantai besi, dan seragam sekolahnya sedikit kotor.

Namun gadis itu tetap berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa.

Ravian kembali mengamati keadaan sekitar.

Aspal jalan dipenuhi bekas perkelahian. Tongkat bisbol tergeletak sembarangan, rantai besi berserakan, dan beberapa pria masih mengerang kesakitan sambil memegangi bagian tubuh mereka.

Sementara penyebab semua kekacauan itu, malah berdiri santai sambil menatapnya tanpa rasa takut. Ravian mengusap pelan rahangnya.

Sungguh.

Semakin lama dia mengenal Aleta, semakin gadis itu terasa tidak masuk akal.

Pemimpin kelompok itu menyeka darah di sudut bibirnya sambil tertawa kecil.

"Jadi ini tunanganmu?" katanya pada Ravian. "Kau tidak bilang kalau dia monster."

Tatapan Ravian langsung berubah dingin. "Mulutmu masih bisa bicara rupanya."

Pria itu menyeringai tipis. "Kami hanya ingin menguji."

"Dan hasilnya?"

Pria itu melirik Aleta sebentar. "Lulus."

Aleta mendengus pelan. "Aku tidak pernah mendaftar ujian apa pun."

Namun Ravian tidak ikut bercanda. Tatapannya perlahan menyapu luka kecil di wajah Aleta. Sudut bibir yang lecet. Seragam yang sedikit robek di bagian lengan. Jari-jari yang memerah.

Hal kecil. Tapi cukup membuat emosinya naik perlahan.

"Kalian menyentuhnya," ucap Ravian pelan.

Nada suaranya begitu rendah. Dan justru itu yang membuat suasana terasa lebih mengerikan. Pemimpin kelompok itu menyadari perubahan aura Ravian, tapi tetap tersenyum.

"Apa kau marah?"

Ravian tidak langsung menjawab. Dia berjalan pelan melewati Aleta. Langkahnya tenang. Namun setiap langkah terasa menekan.

"Aleta," panggilnya tanpa menoleh.

"Apa?"

"Mundur."

Aleta mengangkat alis. "Kenapa?"

"Kali ini giliranku."

Aleta justru melangkah maju sedikit. "Aku masih bisa lanjut."

Ravian akhirnya menoleh. Dan untuk sesaat, tatapan mereka bertemu.

"Aku tahu," ucap Ravian pelan. "Itu justru masalahnya."

Aleta mengernyit kecil. Namun sebelum sempat membalas, seseorang tiba-tiba menyerang Ravian dari samping menggunakan tongkat besbol.

BRAK!

Ravian menangkap tongkat itu dengan satu tangan. Semua orang langsung terdiam. Ekspresinya bahkan tidak berubah sedikit pun.

"Kau berani sekali," katanya pelan.

Retak.

Suara itu terdengar jelas. Ravian meremas tongkat itu kuat-kuat sampai kayunya patah di tangannya sendiri. Pria yang menyerangnya langsung membelalak.

BUKH!

Pukulan Ravian menghantam wajah pria itu begitu keras hingga tubuhnya terpental ke kap mobil.

"AARGH!"

Ravian menarik kerah pria itu lalu menghantamkan kepalanya ke mobil sekali lagi.

BRAK!

Kali ini tubuhnya langsung lemas. Aleta memperhatikan tanpa berkedip. Dia benar-benar melihat sisi lain Ravian. Pria itu bukan sekadar menyebalkan dan penuh percaya diri. Dia berbahaya. Sangat berbahaya.

"Menarik..." gumam pemimpin kelompok tadi sambil tersenyum tipis. "Jadi rumor tentangmu memang benar."

Ravian menatapnya datar. "Kau terlalu banyak bicara."

Pria itu tertawa kecil lalu melepas jasnya perlahan. "Aku juga penasaran."

"Penasaran apa?"

Seulas senyum muncul di wajah pria itu. "Siapa yang lebih mengerikan."

Suasana langsung menegang.

Anak buah yang masih berdiri buru-buru mundur memberi ruang. Aleta memperhatikan dengan diam. Dia bisa merasakan perubahan atmosfer hanya dari cara pria itu berdiri sekarang.

Aura pria itu berubah. Ravian juga menyadarinya. Namun alih-alih khawatir dia justru tersenyum tipis. Senyum kecil yang dingin.

"Kalau begitu..." gumam Ravian.

DUAK!

Keduanya bergerak hampir bersamaan. Pukulan mereka bertabrakan keras di udara. Angin bahkan terasa bergetar karena benturan itu. Mata Aleta sedikit menyipit.

BUGH!

Pria itu menendang ke arah perut Ravian, namun Ravian menahan dengan lutut lalu membalas pukulan ke rahang lawannya.

BRAK!

Tubuh pria itu terdorong mundur dua langkah. Namun dia malah tertawa.

"Bagus!"

Ravian tidak menjawab. Dia kembali menyerang tanpa jeda. Setiap serangan terlihat seperti benar-benar ditujukan untuk melumpuhkan.

Aleta tanpa sadar memperhatikan lebih serius. Cara Ravian bertarung, bahkan terlalu terlatih untuk ukuran pebisnis biasa.

BUGH!

Satu pukulan telak mendarat di wajah lawan Ravian hingga darah muncrat dari sudut bibirnya.

Namun pria itu membalas dengan siku ke arah leher Ravian.

BUKH!

Benturan keras terdengar. Ravian mundur setengah langkah. Aleta langsung mengernyit. Tanpa sadar tubuhnya bergerak maju.

"Tetap di sana."

Suara Ravian menghentikannya. Pria itu bahkan tidak menoleh saat mengatakan itu.

Aleta mendecak pelan. "Menyebalkan."

Meski begitu, dia tetap berhenti. Sementara pertarungan di depan mereka semakin brutal.

BRAK! BUGH! DUAK!

Suara benturan terus menggema di jalan sepi itu. Hingga akhirnya Ravian berhasil menangkap kerah pria itu.

BRAK!

Dia menghantamkan tubuh lawannya ke mobil van begitu keras hingga kaca sampingnya pecah. Pria itu terbatuk darah.

Namun Ravian belum selesai. Dia mencengkeram leher bajunya lebih kuat, sorot matanya gelap penuh amarah.

"Kembali dan sampaikan pada tuanmu," ucap Ravian rendah.

Nada suaranya membuat udara terasa dingin. "Kalau dia ingin bermain..."

Ravian mencondongkan tubuh sedikit lebih dekat. "Jangan libatkan Aleta."

Pria itu tertawa kecil meski wajahnya sudah babak belur.

"Sial..." gumamnya pelan. "Sekarang aku paham."

"Paham apa?"

Pria itu melirik Aleta sekilas. "Kenapa kau mulai kehilangan kendali."

1
mable☆
ak kasi aplus buat author nya🙆
Qaisaa Nazarudin
Kapan Aurelia membalaskan DENDAM kematiannya ke para pengkhianat ini?? kelamaan..
Qaisaa Nazarudin
Sayang banget sudah dihujung2 bab baru nyerang ke Inti nya,kalau gitu kapan bahagianya? kayak tergantung gitu alurnya, Padahal ceritanya tipe aku banget..
Qaisaa Nazarudin
SEJAUH BAB INI, KAPAN ALETA/AURELIA BALAS DENDAM KE ORANG2 YANG SUDAH MENGKHIANATI DULU?? kenapa harus NYANGKUT dengan kisah ALETA & RAVIAN doang sih..Kan judulnya BALAS DENDAM..Terus kapan balas dendamnya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah kamu benar,Karena dia BUKAN ALETA TUNANGAN MU yg kamu ABAIKAN,Aleta sudah GAK ADA LAGI,Moga aja kamu/Jacob gak Nyesel saat tau kebenarannya suatu saat nanti..
Qaisaa Nazarudin
Udah NGAKU2 sekarang,Dulu aja Gak di ANGGAP..
Qaisaa Nazarudin
Aku curiga kalau mereka ini orang suruhan Fia mamanya Ravian..
Qaisaa Nazarudin
Udah gak perlu PENASARAN lagi kamu ke Aleta..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kalian gak tau aja siapa dia,Dia emang petarung handal dan pembunuh upahan, apa reaksi kalian saat tau siapa Aleta?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kakek Jacob menjodohkan Aleta dengan Ravian,Seolah Kakek Jacob sengaja menyodorkan Aleta cucu nya kemalaikat maut setiap saat, Kenapa gak diJODOHIN je lelaki lain aja,Udah tau Ravian banyak MUSUH,Aneh nih kakek Jacob..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMAT..Aku suka Aleta yg selalu membalikkan KATA2 dan keadaan je Ravian 👏👏👏👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Apakah kalau Bukan Aurelia dlm tubuh Aleta yg sekarang, Ravian akan memperlakukan Aleta seperti sekarang? gak kan?
Karena sudah setahun juga berlalu kenapa baru sekarang Ravian penasaran/ngejar2 Aletta? bukan dari dulu?? Berarti yang Ravian sukai sekarang BUKAN Aleta TAPI Aurelia..
Qaisaa Nazarudin
Aku pada mu Aleta..Jangan mau mengalah dengan orang-orang siapa pun itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha itulah kebodohan mu,Siapa juga yang mau Nikah sama CEWEK MURAHAN kayak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kasian deh kamu Clara,Aletta/Aurelia yang membunuhnya,malah kamu yg kena tuduh..
Qaisaa Nazarudin
Noh itu pasti Clara,baru juga dicari Viktor 😅
Qaisaa Nazarudin
Itu orang yg mmg buat salah tapi Coba untuk menyangkalnya,Lha ini kalau kita gak berbuat apa-apa terus ngapain marah2..
Qaisaa Nazarudin
hoooo hooo apakah Fia ini ibu TIRI??
Qaisaa Nazarudin
Gosip MURAHAN, Abaikan aja Aleta toh kamu gak lakuin semua itu,Anggap aja Itu semua kerjaan musuh2 mu yg lagi Caper..😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!