Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petisi untuk Juliet
Joy menjelaskan kepada Marvel, apabila semalam ia tidak sempat melakukan apapun kepadanya. Oleh karena itu ia tidak perlu bertanggung jawab kepadanya.
"Jadi, mulai sekarang gue harap kita enggak ketemu lagi. Karena gue mual setiap liat muka lo!" ketus Joy mengusir Marvel.
"Gue minta maaf, malam itu gue di kendalikan oleh alkohol sehingga gue hilang kendali," sahut Marvel merasa bersalah meskipun Joy enggan untuk mendapatkan pertanggungjawaban darinya.
"Oke, udah kelar kan? Sekarang juga mendingan lo keluar dari mobil gue sebelum saudara kembar gue liat lo, terus urusan semakin panjang," pinta Joy dengan tegas.
Marvel pun akhirnya keluar dari mobil Joy, entah mengapa ia masih merasa bersalah kepada Joy. Ia yakin gadis itu pasti sangat membencinya saat ini. Mobil mewah Joy melaju meninggalkan Marvel yang masih memperhatikan kepergiannya.
Sepanjang perjalanan Joy terus mengumpat, ia membenci Marvel namun entah mengapa ia tidak dapat melakukan apapun kepadanya. Padahal jika ingin, ia dapat menghancurkan Marvel karena telah berani melecehkannya. Namun, Joy tidak mau melakukan itu kepada Marvel.
Sejak hari itu Marvel tidak lagi menemui Joy, namun ia masih terus dihantui rasa bersalah. Ia bukan pria bejat yang hilang begitu saja setelah melakukan hal itu. Marvel diam-diam selalu mengikuti kemanapun Joy pergi, meskipun gadis itu selalu sok kuat namun ia tetaplah seorang perempuan yang butuh perlindungan.
Marvel mencoba melindungi Joy dari kejauhan, diam-diam ia mulai dapat memahami Joy yang selalu menyendiri. Joy yang selalu jutek ternyata memiliki sifat manis ketika ia membagikan makanan untuk anak-anak jalanan. Hati Marvel tersentuh oleh gadis arogan dengan lesung pipi itu.
Tiba-tiba saja Marvel melihat sebuah balok kayu yang hendak terjatuh mengenai Joy. Ia bergegas berlari menolong Joy, sehingga balok itu terjatuh mengenai punggungnya.
BUKK!!
"Marvel!" teriak Joy panik. Ia sangat terkejut ketika tiba-tiba Marvel berlari memeluknya, ternyata pria itu berusaha menolongnya.
"Tolong! Tolong bantu," teriak Joy sangat panik melihat Marvel pingsan dalam pelukannya.
Joy di bantu para pemulung membawa Marvel ke dalam mobilnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada mereka lalu pergi menuju rumah sakit setelah berpamitan dengan mereka semua.
Di sekolah para mantan Romeo bersatu untuk menjatuhkan Juliet, mereka mengetahui hubungan Juliet dan Romeo. Salah satu dari mereka ternyata sempat melihat ketika Romeo menjemput Juliet di pertigaan dekat sekolah.
Cantika melihat dengan jelas dua insan berbeda gender itu berciuman di dalam mobil dengan sangat mesra. Yang membuat Cantika merasa kesal adalah, ia melihat betapa bucinnya Romeo kepada Juliet berbeda ketika berpacaran dengannya.
"Kita harus usir Bu Juliet dari sekolah? Karena dia berhubungan dengan muridnya sendiri, guru mana yang memiliki hubungan khusus dengan muridnya," ucap Cantika memprovokasi para mantan Romeo yang memang tidak sedikit jumlahnya.
Merekapun setuju untuk membuat petisi mengusir Juliet dari AW School. Cantika sangat yakin, besok Juliet tidak akan dapat memasuki area sekolah setelah mendapatkan petisi ini.
Di sisi lain dua insan yang membucin itu saat ini sedang menikmati masa pacaran mereka setelah menikah. Mereka berlari saling mengejar, lalu berpelukan seolah mereka mengabaikan orang-orang yang berada di pantai saat itu.
"Buju! Aishiteru, Wo ai ni, I love you, Ik hou Van jou, Ti amo, Saranghaeyo," teriak Romeo mengungkapkan rasa cintanya kepada Juliet dengan berbagai bahasa.
Namun, bukannya senang Juliet malah menutup kedua telinganya. Ia merasa malu dilihat banyak orang karena tingkah laku Romeo.
"Ich liebe dich auch ( aku juga mencintaimu )".
Romeo memeluk Juliet lalu menciumnya mengabaikan orang-orang yang bertepuk tangan untuk mereka.
"Artinya apa?" bisik Romeo membuat senyum Juliet memudar karena Romeo merusak suasana romantis yang mereka buat.
"Aku pengen pulang, ayo!" ketus Juliet lalu melepaskan pelukan Romeo.
Ia berjalan menuju mobil Romeo, dan Romeo pun mengikutinya dari belakang sambil memikirkan apa benar itu arti dari kata-kata yang diucapkan oleh Juliet.
Sementara itu di rumah sakit, Marvel yang kini sudah ditangani oleh tim medis baru saja siuman. Joy merasa lega ketika melihat Marvel akhirnya membuka matanya. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi kepadanya.
Jujur, Joy sangat merindukan pria yang sangat ingin ia benci ini. Namun, karena gengsi yang terlalu besar membuatnya tidak ingin menemuinya.
"Lo enggak apa-apa?" pertanyaan yang keluar dari mulut Marvel ketika ia sadar.
"Lo yang kenapa-kenapa, enggak liat lo terluka," jawab Joy.
"Ini cuma luka kecil, yang penting lo enggak apa-apa," lanjutnya lagi.
Joy memicingkan kedua matanya menatap Marvel curiga. "Kenapa lo bisa ada di waktu yang tepat? Lo ikutin gue ya?" tuduh Joy selidik.
"Gue enggak mau elo kenapa-kenapa, dan bener dugaan gue kalau aja gue enggak ada saat itu mungkin sekarang lo yang terluka," timpal Marvel.
"Lain kali jangan berusaha melindungi gue, gue udah terbiasa sendiri," ucap Joy dengan wajah dinginnya.
"Setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, terkadang mereka membutuhkan bantuan orang lain juga," balas Marvel membuat Joy diam tak bergeming.
Joy menyuapi Marvel dengan buah-buahan yang baru saja ia beli ketika Marvel masih belum sadarkan diri. Marvel terkekeh melihat gadis manja dan arogan itu akhirnya terdiam tidak lagi melawan.
Keduanya menjadi semakin akrab, bahkan mereka saling berbagi cerita satu sama lain. Sejak hari itu Joy tidak lagi merasa ragu meminta bantuan Marvel. Setiap pulang sekolah dan saat Marvel dalam waktu senggang, Marvel selalu menemani Joy menemui anak-anak jalanan untuk membagi makanan.
Pagi ini petisi pemecatan Juliet sudah keluar, banyak orang tua murid yang setuju Juliet keluar dari sekolah. Pasalnya ia sudah mencemari nama sekolah dengan berhubungan dengan muridnya.
Juliet dan Romeo yang baru saja datang ke sekolah merasa aneh melihat banyak murid berkumpul di depan ruang guru. Mereka menghampiri kerumunan itu, Cantika tersenyum sinis ketika melihat Juliet datang bersama dengan Romeo.
"Nah, guru kita udah menunjukkan bahwa ia berhubungan dengan muridnya. Lihat dia datang bersama Romeo," ucap Cantika mengompori.
"Pecat Bu guru Juliet! Pecat!" teriak salah satu dari mereka lalu diikuti yang lainnya.
"Lo kalau ngomong suka enggak di jaga," ketus Felix yang juga sudah berada di sana.
"Gue liat mereka berciuman di dalam mobil," balas Cantika membuat semua orang tua yang berkumpul semakin geram mendengarnya.
"Wah! Bener-bener mereka ya. Pasangan enggak tau diri kalian!".
"Terus kenapa? Kita malah sering melakukan hal yang lebih dari itu?" celetuk Romeo tidak mau kalah.
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗