Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
...26...
Setelah selesai menemani mama Retno belanja, Kanaya kembali ke restoran bersama dengan dua orang bodyguard suruhan Bryan.
“gimana beb lancarkan?” tanya Kanaya kepada Mila saat memasuki ruangan kerjanya
“tenang beb, selagi ada aku pasti semuanya aman terkendali” jawab Mila
“idih songong amat lu beb”
“oh ya beb, sini deh gue mau kasih tau sesuatu sama lu” ucap Mila sambil berpindah duduk ke sofa,
“apaan beb, awas lu ya kalau cuma mau ngerjai gue doang” ucap Kanaya lalu ikut duduk disamping Mila.
“ih gausah kepedean deh beb”
“nah terus lu mau bilang apaan sama gue?”
“tadi tuh Darel datang kesini nyariin lu”
“lu seriusan Darel kesini?terus lu bilang apa”
“ gue serius, iya gue bilang aja kalo hari ini lu gak masuk, tapi dia kok bisa tau ya kalau ini restoran lu?”
“oh itu kemarin gue ketemu Darel di toko buku dan gue ada kasi kartu nama sama dia”
“emm pantesan dia datang kesini cariin lu, tapi dia makin ganteng aja ya beb makin glowing hehe”
“lu mah ya kalo giliran liat cowok ganteng aja cepat”
“yee namanya juga cuci mata beb”
“dasar lu ya”.
“gimana perasaan lu sama Darel? Lu masih suka sama dia?” tanya Mila penasaran karena yang dia tahu selama ini sahabatnya itu sulit untuk moveon dari cinta pertamanya itu
"gue gak tau beb”
“kok gak tau?” tanya Mila
“ ya gue bingung aja sama perasaan gue sendiri, gue memang senang ketemu dia lagi tapi gue gak tau arti senang ini apakah gue senang karena gue suka dia atau hanya sekedar perasaan senang biasa aja”
“seandainya ya beb, kalo Darel masih suka sama lu gimana?”tanya Mila lagi
“gak mungkin la beb, gue ga yakin dia masih punya perasaan sama gue apalagi ini kan udah berlalu beberapa tahun, yakali seorang abdi negara seperti dia gak ada cewek yang naksir pastinya ada dong”
“ada beb lu orangnya hehe”
“apaan si lo beb” sambil memukul pelan lengan Mila
“oh ya gue lupa, kalo itu istri seorang pengusaha sukses” ucap Mila sambil menepuk jidatnya
“tepatnya istri sementara beb” ucap Kanaya lirih yang merasa miris dengan nasibnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang janda.
"tenang beb sebentar lagi suami lu itu bakalan jatuh cinta beneran sama lu, percaya deh sama gue"
"itu mustahil beb, orang yang dia cinta itu cuma kak Rima seorang".
......................
Bryan tiba di Indonesia pada malam hari, saat setelah menyelesaikan peresmian produk baru perusahaannya Bryan memutuskan untuk langsung kembali ke Indonesia tanpa kembali ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu. Yang tadinya saat pergi, Bryan hanya membawa satu koper namun saat pulang kopernya telah berkembang menjadi dua. Ya satu kopernya lagi berisi oleh-oleh khusus yang dia bawa untuk Kanaya. Dia sangat merindukan Kanaya apalagi selama dia diluar negeri dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena selalu kepikiran Kanaya.
Sesampainya dirumah Bryan langsung menuju kamarnya dilantai dua, karena sudah larut malam dia memutuskan untuk menyapa papa Handoko dan mama Retno besok pagi. Bryan tersenyum saat dia memasuki kamarnya melihat pemandangan orang yang dia rindukan sudah tertidur dengan nyenyaknya lalu Bryan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya.
Bryan kemudian membaringkan tubuhnya dikasur sambil memeluk Kanaya dan tak lupa dia memberikan kecupan selamat tidur kepada istrinya itu. Bryan pun yang juga sudah sangat lelah tanpa butuh waktu lama mulai menyusul Kanaya yang sudah diluan memasuki dunia mimpi. Kanaya yang tertidur merasakan kenyamanan dari pelukan yang diberikan Bryan semakin mengeratkan pelukannya kepada Bryan seperti dia sedang memeluk sebuah guling.
Pagi hari Bryan bangun lebih awal dibandingkan Kanaya, beberapa menit dia tidak bergerak sedikit pun dari posisinya karena memandangi Kanaya yang jaraknya sangat dekat dengan dirinya. Sampai akhirnya Kanaya yang masih tertidur itu tiba-tiba membalikkan tubuhnya membelakangi Bryan barulah dia bangkit dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
Hari ini Bryan memutuskan untuk tidak pergi bekerja karena ingin beristirahat, ya namanya juga pemilik perusahaan mah bebas mau libur kapan aja. Selesai mandi Bryan pergi keluar kamar untuk menyapa kedua mertuanya dan kedua iparnya sambil memberikan beberapa oleh-oleh yang dia bawa dari Amerika.
Kanaya bangun dari tidurnya dan langsung mengambil ponsel yang ada di atas nakas kemudian memainkan ponselnya. Saat Kanaya tengah asik memainkan ponselnya tiba-tiba suara pintu kamar terbuka Ceklek... tampak lah sosok tampan Bryan yang memasuki kamar sambil membawa segelas susu.
“loh kak Bryan?kakak udah pulang?” tanya Kanaya
"iya kan, kamunya kangen aku makanya aku cepat pulang” jawab Bryan dengan pedenya sambil duduk dipinggiran kasur dan meletakkan segelas susu yang dibawanya tadi diatas nakas
“ih siapa yang kangen coba” ucap Kanaya sambil mencebikkan bibirnya
“ya kamu lah, siapa coba yang kirim pesan nanyakin aku kapan pulang”
“kepedean amat si kak, kemarin itu aku...” belum lagi Kanaya menyelesaikan omongannya Bryan sudah memotongnya lebih dahulu
“udah buruan mandi sana, liat tuh ilernya masih nempel di pipi”
“ih enak aja ngatain aku ileran, entar dulu aku mau jelasin masalah pesan kemarin”
“iya entar aja jelasinnya, kamu mandi sekarang sana”
“gak mau, aku mau kelarin tentang ini dulu”
“kalau kamu gak mandi sekarang, aku cium kamu” ucap Bryan lalu bangkit berdiri dari kasur
“ih tunggu dulu mau kemana, dengerin dulu penjelasan aku kak” ucap Kanaya yang masih duduk di atas kasur.
“kamu belum mau mandi juga?” tanya Bryan sekali lagi
“aku mau kelarin ini dulu, baru aku mandi” jawab Kanaya.
“aku udah peringatin kamu ya nay” ucap Bryan
dalam hati sambil menyeringai, kemudian tanpa pikir panjang Bryan langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir Kanaya, setelah mencium Kanaya Bryan langsung berlari keluar kamar dengan sebuah senyuman kemenangan.
“kak Bryannnn...” teriak Kanaya karena kaget mendapat ciuman tiba-tiba dari Bryan sambil melempari Bryan dengan bantal. Bryan yang berhasil kabur keluar dari kamar tertawa cekikikan didepan pintu, Bryan kembali membuka pintu kamar dan berkata
“nay, itu susunya jangan lupa diminum ya kata mama”
lalu buru-buru menutup kembali pintu kamarnya. Kanaya yang mendengar perkataan Bryan langsung bangkit dari kasur untuk mengejar Bryan namun saat dia membuka pintu kamar Bryan sudah menuruni anak tangga
“kak Bryan awas kamu ya” teriak Kanaya lalu kembali masuk ke kamar dengan perasaan kesal. Sedangkan Bryan yang mendengar itu hanya tertawa senang karena sudah mendapatkan doorprize dipagi hari, membuat lelah yang tadi dia rasakan menjadi hilang dan berubah menjadi sebuah kebahagian tersendiri buatnya.
“kanaya kenapa nak kok teriak-teriak ?” tanya papa yang sedang duduk santai menikmati kopi diruang keluarga.
“hehe gapapa kok pa, tadi aku cuma ngejahilin Kanaya” jawab Bryan
“papa senang melihat kalian berdua semakin hari semakin akrab saja”
“hehe iya pa” jawab Bryan
“papa harap kalian berdua bisa selalu bersama sampai akhir maut memisahkan kalian”.
...----------------...
jangan lupa like dan comment
stay healthy