☞☞☞Memiliki suami karena sebuah perjodohan tidaklah mudah. Terlebih suamiku tidak mencintaiku dan masih mencintai mantannya.
Menjalin hubungan terpaksa dengan orang yang asing bagiku, membuatku ingin hampir menyerah.
Terlebih ia adalah laki-laki pertama bagiku. Karena sebelumnya aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
✏🌷💃Ini merupakan novel keduaku. Semoga kalian suka. Terus dukung karyaku dengan like komen dan votenya ya. Mengandung unsur dewasa jadi mohon bijak dalam berkomentar🤗💃*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PERJODOHAN
Please, like komen dan votenya buat author ya semoga kita selalu sukses dalam berkarya 🤗🤗🤗
********
"O ya aku sampai lupa. Ini kedua anakku Leon dan Amanda", Tuan Jeremy menyadari kedatangannya tidak sendiri. Leon dan Amanda menyapa Tuan Xander dan istrinya.
"Perkenalkan ini kedua anakku juga. Kevin dan Lia", balas Tuan Xander.
Amanda terkejut sekaligus senang mendengarnya. Itu berarti dugaannya salah. Ternyata Kevin hanyalah adik Lia bukan pasangan kekasih seperti perkiraannya.
Mereka hanya berbalas senyuman yang dipaksakan. Hanya senyum tulus dari Lia kepada Amanda yang terlihat natural.
"Ayo silahkan di minum dulu green teanya", mama Kirana memecah keheningan diantara mereka berempat.
"Terimakasih tante maaf merepotkan", ucap Amanda. Mama Kirana hanya tersenyum.
"Mungkin aku langsung ke intinya saja Xander. Kita sudah membangun hubungan bisnis dan persahabatan cukup lama. Kedatanganku kesini kali ini pertama untuk bersilaturahmi. Kedua aku berniat menjodohkan anak pertamaku Leon dengan putrimu", Tuan Jeremy menjelaskan maksud kedatangannya.
"Kalau aku setuju saja. Tapi kembali kepada anakku. Bagaimana menurutmu Lia?", dari sorot matanya sepertinya papa Xander menaruh harapan kepada putrinya untuk mau menerima perjodohan ini.
"Tapi Pa, kami belum saling mengenal", sanggah Lia.
"Yang penting kalian mau dulu. Kalian bisa melakukan pendekatan dulu atau bertunangan terlebih dahulu untuk saling mengenal satu sama lain", Tuan Jeremy menjawab sanggahan Lia.
Tanpa sepengetahuan papanya Leon menatap tajam ke arah Lia. Meskipun ia tak suka dengan perjodohan ini namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena dia sendiri takut kepada papanya dan sebelum berangkat tadi papanya sudah berunding dengannya hingga mencapai kata sepakat.
"Iya Lia. Kalian bisa lebih sering bertemu agar bisa saling mengenal", kali ini Tuan Xander benar-benar meminta Lia menerima perjodohan ini.
"Baiklah, Papa saja yang mengatur perjodohan ini", Lia tertunduk pasrah. Ia tidak mau menyakiti papanya yang begitu menyayanginya karena baru kali ini papanya punya permintaan kepadanya meskipun berat baginya kedepannya.
"Manda, kamu mau ke kamar Kakak nggak", ajak Lia untuk menghindar dari para orang tua dan tatapan Leon.
"Tidak usah ke kamar, kita ke taman belakang rumah saja", Kevin yang paham dengan situasi saat ini.
Akhirnya mereka pergi ke taman belakang. Dengan terpaksa Leon juga ikut bersama mereka.
"Kak, aku pinjam Amanda dulu ya", ucap Kevin tiba-tiba sambil mengedipkan mata ke arah Amanda.
Walaupun dia sendiri juga bingung mau bicara apa kepada Amanda yang selalu cuek dan diam kepadanya. Tapi maksud dirinya hanya ingin kakaknya bisa berbicara berdua dengan Leon.
"Mau dibawa kemana adikku?", tanya Leon menyelidik melihat Kevin menarik tangan Amanda membawanya pergi. Tapi Kevin tidak menghiraukannya. Ia juga optimis Leon tidak akan mengejarnya karena didepan ada orang tua mereka.
"Puas kau dengan perjodohan ini?", kali ini Leon sudah tidak berbicara formal lagi kepada Lia seperti dulu.
"Apa maksudmu? Bahkan aku sendiri tak tahu menahu tentang perjodohan ini", Lia berbalik menatap Leon dengan tajam.
"Tak tahu atau pura-pura bodoh? Aku tahu rencana licikmu", Leon terus menyudutkan Lia dengan kata-katanya.
"Kenapa kamu tidak bertanya sendiri kepada Papamu? Kenapa lebih memilih bertanya disini kepadaku?", Lia dengan nada mengancam. Ucapannya membuat Leon terdiam. Baru kali ini ada wanita yang berani dengannya.
mending sama aku saja bang...