NovelToon NovelToon
Mawar Yang Tersisih Kan

Mawar Yang Tersisih Kan

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Saudara palsu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.

Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.

Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.

Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.

Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Sesuai dengan permintaan ibu nya, Mawar pulang ke rumah nya di kampung pada sabtu sore. Dan dia akan kembali ke Kota L pada senin pagi, biasanya ada banyak angkutan yang menuju ke kota L dan harus melewati kampung nya pada pagi hari nya.

Mawar sangat berharap kini ibu nya sudah berubah, setelah dia melihat sendiri seperti apa kelakuan nya Indah. Mawar ingin sekali merasakan kasih sayang seorang ibu yang selama ini belum pernah dia dapat kan.

"Mawar, kamu pulang dek?" Tanya Farhan, kebetulan ketika Mawar tiba di rumah sang kakak sedang berada di rumah.

"Iya kak, besok kan minggu dan aku libur. Lagian kan kasihan ibu yang harus mengurus semua nya sendiri!" Mawar berkata kepada kakak nya.

"Itu salah ibu sendiri, selama ini dia terlalu memanjakan Indah, sehingga sekarang ibu yang kerepotan sendiri!" Farhan berkata dengan kesal.

Pasal nya Farhan sendiri sudah sangat muak dengan kelakuan Indah, tapi setiap kali Farhan berusaha menegur Indah bu Munah selalu memarahi diri nya. Bagi Bu Munah, semua yang di lakukan oleh Indah itu benar dan tidak ada yang salah.

"Semua nya salah ibu sendiri, ibu selalu tutup mata dan telinga akan kesalahan Indah. Ibu selalu memanjakan nya dan mendukung Indah, walau pun Indah bersalah sekali pun. Sehingga Indah menjadi besar kepala!" Farhan kembali berkata.

Mawar hanya diam dan dia tidak memiliki keberanian sama sekali untuk berbicara buruk tentang Indah, dia takut jika semua itu di dengar oleh ibu nya. Maka sang ibu bisa sangat murka dan menghukum diri nya seperti yang sudah- sudah.

"Indah sekarang di mana kak?" Tanya Mawar, karena sejak dia tiba di rumah dia sama sekali belum melihat kehadiran Indah.

"Indah memang tidak pernah berada di rumah terlalu lama, setiap hari sepulang sekolah kerja nya hanya keluyuran saja dan baru akan pulang sehabis magrib!" Farhan memberi tahu Mawar seperti apa kebiasan adik bungsu nya itu.

Berbeda dengan Mawar dulu, jangan kan untuk keluar bersama teman - teman nya. Bermain dengan anak - anak tetangga sekitar pun Mawar tidak di peroleh kan. Jika Mawar nekat pergi keluar, maka bersiap saja dia akan menerima hukuman dari sang ibu

"Ibu di mana kak?" Tanya Mawar lagi.

"Ibu ada di rumah bu Nuri, seperti nya lagi ngobrol!" Jawab Farhan lagi.

"Oh, begitu ya!" Mawar pun mengangguk kan kepala nya.

Setelah itu Mawar bergegas menyapu dan mengepel lantai yang seperti nya sangat kotor, Bu Munah sengaja tidak memberes kan rumah. Dia memang menunggu Mawar pulang untuk membersih kan rumah.

Setelah selesai memberes kan rumah, Mawar bergegas mencuci piring yang sudah menumpuk di dapur. Bahkan piring - piring bersih yang biasa nya tersusun rapi di rak piring pun kini habis tak tersisa. Semua nya sudah menumpuk di tumpukan piring kotor hingga menggunung.

"Mawar, nanti masak ikan sarden ya untuk makan malam. Ini kakak sudah beli sarden nya!" Farhan berkata sambil meletakkan satu kaleng sarden berukuran besar di atas meja makan.

"Iya kak,, tunggu aku selesai mencuci piring dulu ya!" Ujar Mawar sambil tangan nya dengan lincah menyabuni piring -piring yang kotor dan langsung membilas nya hingga bersih.

Sesuai dengan permintaan kakak nya, setelah Mawar selesai mencuci piring. Dia pun langsung memasak nasi dan juga memasak ikan sarden kaleng seperti yang tadi di perintah kan oleh kakak nya.

Mawar bergegas mandi setelah semua pekerjaan rumah selesai, karena sebentar lagi akan memasuki waktu sholat magrib. Hingga saat ini Indah belum pulang ke rumah, sementara sang ibu tampak asyik menonton sinetron di ruang tengah.

Hingga waktu sholat magrib berakhir dan Mawar sudah selesai menunaikan kewajiban nya, Indah tetap saja belum pulang ke rumah.

"Mawar, makan yuk. Kakak udah laper banget ni!" Farhan berkata pada adik nya.

"Iya kak, aku siapin dulu ya makan malam nya!" Mawar pun bergegas ke dapur untuk menghidang kan makanan yang sebelum nya sudah dia masak tadi.

"Bu, ayo kita makan bersama!" Farhan mengajak serta ibu nya untuk makan malam bersama.

"Makan lah lebih dahulu, ibu mau menunggu Indah pulang dulu!" Bu Munah berkata pada Farhan.

"Ya udah deh, aku makan sama Mawar duluan ya bu!" Ujar Farhan segera berlalu dari hadapan sang ibu dengan di ikuti oleh sang adik.

Kedua kakak beradik itu mulai makan malam dengan hidangan yang sudah di masak oleh Mawar, baru saja mereka berdua memulai makan malam nya, Indah pun pulang ke rumah.

"Indah, ayo kita makan nak!" Ajak bu Munah dengan lembut pada anak bungsu nya.

"Ibu, duluan saja ya. Aku mau mandi dulu!" Jawab Indah dan dia pun segera berlalu pergi ke kamar mandi.

Sementara Indah mandi, bu Munah langsung bergabung dengan kedua anak nya yang lain di meja makan. Tapi seketika bu Munah menjadi sangat marah saat dia melihat ikan sarden yang di masak oleh Mawar tidak sesuai selera nya.

"Mawar, apa - apaan kamu? Kenapa kamu memasak sarden dengan cabe yang di iris -iris? Harus nya kau memasak nya dengan cabe yang di giling halus!" Teriak bu Munah tepat di hadapan Mawar dan Farhan.

"Maaf bu, aku tidak tahu jika ibu tidak suka makan sarden dengan cabe yang di iris!" Jawab Mawar sambil menunduk kan kepala nya.

"Dasar tidak tahu diri kau Mawar, harus nya kau memasak nya sesuai dengan selera orang lain di rumah ini. Memang nya hanya kau saja yang tinggal di rumah ini? Sehingga kau harus memasak yang sesuai dengan lidah mu saja!" Bentak Bu Munah dengan lantang nya.

"Kau memang benar- benar memalukan Mawar, dasar anak tidak berguna!" Bentak Bu Munah lagi.

Mawar hanya bisa terdiam dan menunduk kan kepala nya, dia tidak berani menatap mata ibu nya apalagi menjawab setiap ucapan nya. Tali Bu Munah terus- terusan memarahi Mawar dan mencaci nya, sehingga hal itu membuat Farhan terpenting emosi.

"Cukup bu, jika ibu tidak suka masakan Mawar ibu bisa masak sendiri. Atau bahkan ibu bisa meminta anak kesayangan Ibu untuk memasak nya, agar bisa sesuai dengan lidah ibu. Jangan bisa nya cuma keluyuran saja!" Teriak Farhan dengan lantang sambil membanting mangkuk yang berisi ikan sarden yang sudah di masak oleh Mawar tadi.

Praaaanggg.

Suara mangkuk yang pecah berkeping - keping karena membentur lantai membuat suara nya menjadi gaduh. Bu Munah sangat terkejut melihat reaksi putra sulung nya, dia tidak menyangka kemarahan nya terhadap Mawar bisa membuat Farhan murka.

Indah yang baru selesai mandi pun terkejut melihat kakak nya membentak sang ibu, biasanya selama ini Farhan tidak pernah bicara keras pada ibu nya, apalagi sampai membentak nya. Ini adalah kali pertama nya Farhan marah dan tentu saja hal itu membuat bu Munah dan Indah terkejut dan tidak percaya Farhan bisa berubah sekasar ini.

1
Lupa Nama
kok bingung sih,, kan mawar dpt biasiswa dr beberapa universitas manfaatkan itu dong wae.. bis meringankan bebas kkakmu
Didin Wahidin
lah.... mana lanjutannya katanya tamat
Didin Wahidin
lah..... ada ya yang kaya gitu
Mamah Ica De
NOVEL SAMPAH
elinah elin
udh selesai sampai disini ya
elinah elin
sdh selesai sampai disini ya
ko ga ada bacaan nya selesai sih
sutiasih kasih
g ada lanjutannya lgi ini thor🤔🤔
Hartini Donk
g seneng q ceritanya....
Wanita Aries
bgtu aj trus kisahnya thor
Isabela Devi
justru indah yg akan susah nanti ibu, liat aja, suatu saat anak kesayangan mu itu akan bersujud di kaki mawar
Wanita Aries
bela terus tuh anak kesayangan yg suka morotin
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Isabela Devi
mawar kasih tinggalkan orang kaya Bu Munah itu, Krn apa yang kamu buatpun akan tetap salah di matanya, jangan kamu bukan anak kandung Bu muna
Isabela Devi
mawar kasih tinggalkan orang kaya Bu Munah itu, Krn apa yang kamu buatpun akan tetap salah di matanya, jangan kamu bukan anak kandung Bu muna
Wanita Aries
munah gendeng
Wanita Aries
biarin aja tu munah ma indah nikmatin hidup yg dbuat othor
Isabela Devi
sekejam kejannya harimau ga memakan anaknya sendiri tapi ini begitu kejan, bi di atas langit masih ada langit
Isabela Devi
ibu ga seharusnya berbuat begitu terhadap anaknya sendiri
Wanita Aries
gak sabar nunggu hancurnya munah ma indah
Adi Sudiro
dasarnya orang bego dan tolol kok muak aku sama mawar.., dia udah dewasa bukan anak kecil lagi.... tapi terserah otor nya sih suka suka dia aja. /Puke//Puke//Panic//Doubt//Yawn//Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!