Seorang anak jenius memulai petualangannya di dunia lain. Berpindah pindah dari tempat ke tempat yang lain. Menemui berbagai hal yang luar biasa.
Mendapatkan kekuatan yang besar...
Bertemu naga...
Dan juga mendapat teman yang luar biasa...
Nikmatilah perjalanannya....
Note : gambar cover maupun gambar dalam novel bukanlah gambar pribadi, hanya untuk ilustrasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fazizzaziz 27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Identitas
Keesokan harinya, semua peserta yang lolos tahap pertama berkumpul di aula gedung Asosiasi alkemis. Sebanyak seribu peserta berkumpul disana. Aku, yang menyamar sebagai Neo berkumpul dengan Chira dan William.
"Kira-kira seperti apa ujiannya ya?"tanya Chira khawatir.
"Entahlah, semoga saja kita bisa melewatinya,"kata William.
"Ya.."jawabku.
Ujian dimulai pukul delapan pagi. Ujiannya ternyata hanya menilai bahan obat dan menyebutkan nama dan khasiat bahan obat tersebut. Ujian berlangsung sampai sore. Dari seribu peserta, berubah menjadi sekitar enam ratus peserta yang tersisa.
"Ujian tahap akhir akan dilaksanakan besok. Tentu saja ujiannya adalah membuat pil. Persiapkan diri kalian!!"kata Reo yang membawa acara.
Kami semua pulang ke rumah masing-masing. Saat digerbang, aku mendengar suara seseorang yang kukenal.
"Hei, Neo... Ayo kita makan malam bersama,"Chira menghampiriku dengan diikuti William.
"Makan malam?"tanyaku yang masinh kebingungan dengan ajakan Chira.
"Iya.."kata William.
"Kenapa kalian yang seorang bangsawan ingin makan malam denganku yang seorang rakyat biasa ini?"tanyaku menguji.
Didunia ini, ada yang namanya bangsawan dan ada yang namanya rakyat biasa. Perbedaan ini adalah yang membedakan kedudukan yang lebih tinggi. Biasanya, seorang bangsawan memiliki nama yang lengkap dengan disertai nama keluarganya. Misalnya William dan Chira, mereka adalah bangsawan karena pada nemanya menyangkut nama keluarganya. Dan jika hanya namanya, seperti Neo, atau Gend, itu menandakan kalau dia hanyalah seorang rakyat biasa.
"Tak apa, kami hanya ingi bersama dengan teman seperjuangan.."kata Chira.
"Baiklah.."kataku menurut.
Kami pergi ke sebuah restoran yang sangat terkenal di kota Ryun. Tapi harganya juga sangat mahal. Biasanya hanya bangsawan yang datang ke tempat ini.
"Kenapa kita datang ke tempat ini?"tanyaku.
"Tidak ada alasan khusus. Kami hanya ingin kau tahu tentang kehidupan bangsawan,"kata Chira tersenyum riang.
Kami masuk kedalam dan memilih tempat duduk didekat jendela di lantai dua. Aku memesan daging panggang saja yang harganya lebih murah. Chira dan William memesan makanan mereka sendiri. Mereka memesan makanan yang sangat mahal. Persis seperti kelakuan bangsawan lainnya.
"Hei.. Aku ingin tahu, darimana asalmu?"tanya William tiba-tiba.
Aku terdiam.
"Emmm... Bagaimana yah.. "kataku gugup.
"Kenapa?"tanya Chira bingung.
"Akan kujelaskan nanti kalau sudah selesai. Tapi dengan syarat jangan beritahukan identitasku kepada orang lain,"kataku serius.
"Memangnya harus dirahasiakan yaa?'tanya Chira.
"Tentu saja.. Jika tidak akan menggetarkan seluruh dunia.."kataku sambil menggigit daging panggang.
"Apa kau bercanda?"tanya William terkekeh.
"Sudah kubilang akan kubicarakan itu nanti. Yang pasti, Neo itu tidak ada. Ini hanyalah bentuk palsuku,"kataku sambil terus makan.
Mereka berdua tersentak kaget. Mereka tidak mengira itu. Mereka semakin penasaran dengan identitasku yang sebenarnya dan segera menghabiskan makanan yang ada. Kami segera menuju tempat kasir dan membayar semua makanannya.
"Semuanya ada 25 koin emas dan 3 koin perak.."kata orang yang ada dibagian kasir.
William dan Chira terkejut. Sepertinya mereka tidak menyangka akan semahal itu. Dan sepertinya mereka tidak membawa uang yang cukup.
"Biar aku saja yang bayar,"kataku sambil mengeluarkan 26 koin emas.
"Ambil kembalinya,"kataku pada orang yang menjaga kasir itu. Dia membungkuk berterimakasih. Sementara William dan Chira hanya bisa melongo dengan apa yang kulakukan.
"Ayo.. Apa yang kalian tunggu?"kataku.
Mereka berdua segera terbangun dari lamunannya dan segera pergi mengikutiku.
"Kenapa kau punya uang sebanyak itu?"tanya Chira.
"Sudah kubilang, ini hanyalah tubuh palsuku,"kataku santai. Kami menuju kesebuah gang kecil yang sepi.
"Kenapa kau membawa kami kesini? Apa kau akan menculikku?"tanya Chira takut.
"Tenang saja. Apa kalian percaya padaku?"tanyaku berbalik menghadap mereka berdua.
Mereka berdua menatapku. Kemudian mengangguk. Aku tersenyum dan membuat sebuah gerbang menuju ke danau monster. Mereka berdua kaget bukan kepalang. Mereka tidak menyangka kalau aku memiliki kekuatan yang hebat.
"Ayo masuk,"kataku melangkahkan kaki kedalam gerbang.
Mereka berdua saling bertatapan bingung tercampur kagum dan juga rasa takut di hati mereka. Tapi mereka memberanikan diri masuk kedalam.
Kami keluar di hutan belantara yang sangat lebat. Dan juga berada didepan danau yang besar dan dikelilingi oleh rumput yang bercahaya. Mereka berdua tekejut.
"ini dimana?"tanya Chira.
Aku tersenyum.
"Hutan Azil... "
Mereka berdua terkejut.
"Hu-Hutan Azil?"tanya mereka berdua kaget.
"Iya."kataku. Aku melepas topengku dan memancarkan aura yang sangat kuat.
"Ini adalah yang asli. namaku Arya. Jika kalian punya Skill Analysis, gunakan itu,"kataku.
"Analysis!!"kata mereka berdua. Dan langsung saja kaget hampir pingsan.
"Ra-Radithya Arya?"Semuanya kaget. Mereka tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya.
"Ya... Mungkin kalian masih belum percaya.. Aku akan menceritakan semuanya dengan satu syarat,"kataku.
"Apa itu?"tanya William.
"Jaga rahasia ini sampai kalian mati."
Tentu saja William dan Chira terkejut. Mereka tidak menyangka akan hal itu.
"Kami bisa menjaganya"kata William sambil mengangkat tanga kanannya.
"Jika William sudah berkata begitu, aku juga setuju,"kata Chira.
"Baiklah... kalian tentunya belum pernah dengan tentang namaku,"mereka mengangguk.
"Itu karena aku bukan dari dunia ini,"kataku yang membuat semuanya terkejut.
Aku menceritakan semuanya secara singkat dan hanya menceritakan garis besarnya pada mereka. Tentu saja menyembunyikan keberadaan guru jika kejadian penting lainnya.
"Jadi, aku ingin kalian terus menjaga identitas ini... "kataku.
"Baiklah.."
"Sebagai rasa terima kasihku, aku akan memberikan sesuatu pada kalian,"
"Eh..."
'Roe, kau ada di danau?'aku mencoba menghubungi Roe dengan telepati.
'Eh, tuan. Ya, aku di danau..."jawab Roe. Secara umum, penjinak dan peliharaan jinakannya bisa saling beromunikasi menggunakan telepati.
'Tolong bawakan dua teratai ungu ribuan tahun untukku,'
'Baiklah' jawabnya.
Beberapa menit kemudian, Roe muncul dari danau dan membawa dua teratai ungu. Kemudian aku memeberikannya pada William dan Chira.
"Semoga dengan ini, kelian percaya padaku dan terus menjaga identitasku,"kataku.
"Ini... Ini teratai ungu ribuan tahun?"kata William tergagap-gagap.
"Memangnya apa lagi?"tanyaku.
Aku membuat portal menuju kota Ryun untuk segera beristirahat. Diikuti William dan Chira, kami kembali ke kota Ryun bersama. Mungkin setelah ujian alkemis ini berakhir, aku akan pergi ke Kota Millelia dan meminta penempa senjata untuk membuat topeng seperti yang diberikan guru. Kemudian aku akan mendaftar menjadi petualang di guild dengan identitas baruku. Aku segera menuju penginapan untuk bertemu Eden.
Keesokan harinya semua peserta yang lolos berkumpul di bangunan Asosiasi alkemis untuk menghadapi ujian akhir.
Note
Maaf ya semuanya gara-gara udah lama ga update. Itu dikarenakan ada beberapa tugas yang ga bisa ditinggal untk sementara. Sekali lagi author minta maaf yaa.. Dan jangan lupa selalu beri dukungan dengan vote, like dan komen..
tetap semangat ya Thor
GWS thor
sehat selalu
jaga kesehatan yg penting up y
ngk. pa pa lama up ya
pasti di tunggu kok