Hanah Rawlee yang tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki misterius di dalam bus tiba-tiba mengalami hal aneh yang tak masuk akal.
Setelah selamat dari kecelakaan maut 3 tahun lalu, hal janggal dan juga mengerikan terjadi di dalam hidupnya, Hanah bertemu dengan sesosok mahluk mengerikan yang ingin membunuhnya saat di dalam perjalanan. Saat itulah dia bertemu dengan Adia Hiro seorang pemuda pemberani dari pasukan khusus bernama DAF.
Lewat Hiro, sedikit demi sedikit Hanah mengetahui jati dirinya yang tak pernah ia bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diqa alisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
"Suku Irfa dan klan Adia punya kekuatan spesial yang bisa melihat jati diri sang pewaris reinkarnasi saat bayi yang mereka lahirkan lahir ke dunia. Mereka bilang, aku dan kakakku punya kekuatan sang pewaris, fenomena langka yang tak pernah terjadi selama ribuan tahun, selama belasan kali Arka Na Ir terlahir kembali. Kekuatan nya malah terbagi pada anak kembar!"
Nuara melanjutkan.
"Keluargaku mengira kelahiran kami adalah sebuah kesalahan, karena Arka Na Ir tak pernah terbagi menjadi anak kembar selama ribuan tahun. Saat umur kami menginjak 5 tahun, potensi Cassandra sebagai seorang pewaris pun terlihat, dia menonjol, kekuatannya lebih besar di bandingkan anak seusianya. Kemudian suku Irfa sepakat untuk mengasingkanku agar Cassandra tidak terganggu, dia harus mengembangkan potensinya sebagai sang pewaris!"
"Kau di tinggalkan oleh keluargamu sendiri di usia 5 tahun?" Tanyaku.
"Lebih tepatnya, di asingkan. Aku tak pernah merasa mereka membuangku tanpa alasan. Lagi pula, semua yang ku butuhkan ada di tempat ini!" Jawab Nuara berbesar hati.
"Suku Irfa berisi penyihir berpotensi yang kompeten, selama ribuan tahun mereka menempa keturunan mereka dengan kehidupan yang keras. Meskipun kau tak menyadarinya, tapi tubuhmu dan tubuh Arka Na Ir yang asli adalah satu kesatuan, aku bisa merasakan kekuatan kalian semangkin bergejolak!" Sambung Vincent.
"Yah, kadang-kadang juga saat Cassandra melakukan sesuatu yang berbahaya, tubuhku terasa berat dan aneh!" Nuara menggerakkan telapak tangannya.
"Tentu saja, darah mu mengalir di dalam tubuh kakakmu. Kalian adalah satu jiwa dalam dua tubuh yang berbeda!" Jelas Vincent.
Braakk...
Tiba-tiba Hiro berdiri dan berjalan keluar dengan langkah sempoyongan.
"Kau mau kemana?" Tanya Nuara.
"Aku lapar!" Balasnya lalu membuka pintu.
Kami semua menatap keranjang yang tadi berisi buah-buahan dan sayuran yang kini hanya tersisa tangkai dan juga dedaunan kering.
"Haah..napsu makan anak itu masih saja besar!" Ucap Vincent lalu menyusul anaknya keluar.
Aku dan Nuara berhambur menyusul mereka keluar.
"Hiro. Hiro, kau dengar aku, Hiro!" Panggil Vincent lalu berjalan menyusuri pekarangan belakang rumah Nuara.
Hiro tak terlihat di mana pun, pekarangan belakang di rumah Nuara memang luas, tapi tak kan sanggup menyembunyikan tubuh Hiro yang besar.
"Nak, kau dimana. Keluarlah!" Vincent mencarinya di berbagai sudut.
Tiba-tiba terdengar suara geraman halus di dalam rimbunan tumbuhan labu yang merambat, dan di sekitarnya banyak berceceran bekas buah-buahan dan sayuran yang telah di makan.
"Di situ kau rupanya!" Ucap Vincent menuju ke arah suara itu.
Kami mengikuti Vincent dan menemukan sesuatu yang mengejutkan.
Aku dan Nuara terbelak tak percaya sampai tak mampu berkata-kata. Seekor anak naga berwarna merah dengan mata hitam dan juga rupa yang menggemaskan, sedang melahap buah labu sampai seluruh wajahnya masuk ke dalamnya.
"Na-naga!" Nuara hampir terperanjat.
Anak naga itu menatap kami bertiga dengan sinis, dia tak memperdulikan kedatangan kami dan terus memakan hidangan nya.
"Ada naga. Dia, dari mana asalnya?" Nuara panik.
Vincent melangkah pelan mendekati anak naga yang sedang makan, dia sama sekali tak mengidahkan keberadaan kami bahkan masih sempat melahap dua buah tomat yang ada di sampingnya.
"Kau rakus sekali, makanan ini punya teman mu loh. Bagaimana kalau dia marah!" Ujar Vincent dengan senyum menggoda anak naga itu.
Dia mengacuhkan Vincent, melengos memunggungi kami lalu memakan wortel yang ada di hadapannya.
"Bukannya, naga itu karnivora?" Ucapku dalam hati.
"Aku juga berpikir sama!" Jawab Nuara.
"Kau mau terus mengacuhkan ku, dan membuat teman-temanmu bingung?" Ucap Vincent lagi.
Anak naga itu tak perduli dan melahap apa saja yang ada di hadapannya.
"Hah, baiklah!" Vincent berdiri sambil mengelap peluh.
Suara geraman lahap dari anak naga yang sedang makan terasa sangat menggemaskan, aku teringat dengan kucing peliharaan tetanggaku yang senang saat ku berikan snack.
"Vincent, dari mana datangnya anak naga ini, apa dia peliharaanmu?" Tanya Nuara.
Sontak Vincent tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, air matanya sampai keluar.
Anak naga itu mengintip kami dengan pandangan sinis dari sela-sela semak sambil terus melahap makanannya.
"Lucu sekali. Lihatlah, teman-temanmu bahkan menganggapmu binatang peliharaanku!" Vincent terus tertawa sampai tubuhnya membungkuk.
Anak naga itu membalas tawa Vincent dengan geraman kecil bernada menggertak.
"Baiklah, baiklah. Aku yang salah!" Vincent menghentikan tawanya lalu menatap kami berdua.
Dia menyeret labu ke dalam semak-semak agar menghilang dari pandangan kami.
"Anak-anak, kalian baru saja melihat wujud Hiro yang sebenarnya. Dia adalah ras manusia naga terakhir yang masih tersisa di dunia ini!"
"Hah!" Aku dan Nuara kaget bersamaan, "manusia naga!"
Gggrrrr.....
Dia menggeram di balik semak-semak, pembicaraan kami barusan di respon olehnya.
"Tidak bisa di percaya!" Nuara masih shock.
"Dia baru menetas sekitar belasan tahun lalu!" Ucap Vincent dengan wajah penuh bangga.
"Hiro itu anakmu?" Nuara meragukan.
"Tentu saja. Dia darah dagingku, lihat saja kami berdua sangat mirip bukan!" Jawabnya.
"Tapi, dia seekor naga?" Sambungku.
Kami semua terdiam serentak, saat mendengar suara helaan napas halus dari balik semak-semak.
Berlahan kami semua mendekat, dan melihat Hiro yang tertidur pulas sedang berbaring di antara ceceran labu yang berantakan, bahkan mulutnya masih mengunyah sisa terakhir makanannya.
"Meskipun di umur manusia dia berusia 16 tahun, tapi bagi ras naga, Hiro masih lah anak-anak!"
Vincent mendekat dan menyingkirkan bekas makanan yang berceceran di tubuh Hiro, menggendongnya, lalu menidurkannya.
Hiro terlihat nyaman berada di dalam dekapan Vincent, dia tertidur pulas menggenggam erat tubuh ayahnya.
"Saat tubuhnya terlalu banyak menggunakan energi, Hiro akan merasakan lapar yang teramat sangat, lalu tubuhnya akan berubah wujud menjadi seekor anak naga!" Jelas Vincent.
Dia membawa Hiro masuk, lalu membaringkannya di atas meja.
"Dia menerima terlalu banyak dampak sihir yang di keluarkan oleh iblis, jika saja dia bukan manusia naga, mungkin seluruh tubuhnya sudah hancur!" Ucap Vincent mengelus kepala Hiro.
Nuara mendekat, menatap lekat Hiro yang tertidur pulas di atas meja nya, lalu beralih menatap Vincent dengan gerakan mata yang cepat.
"Vincent!" Panggilnya dengan wajah pucat, "jangan bilang kalau kau telah memper-istri naga penjaga Amarthiss yang agung!"
Vincent tak membalas nya, dia masih tersenyum bangga membelai sisik keras kepala Hiro.
Tiba-tiba Nuara terpekur mundur sambil memegangi ujung kursi karena kaget hampir terjatuh, wajahnya tambah pucat.
"Kebiasaan kalian berdua ternyata sama. Suka mengintip isi kepala orang tanpa izin!" Ucap Vincent menatap Nuara.
"Kau bilang aku lebih sopan!" Nuara berdalih.
"Yah kau benar, ibu Hiro adalah ras naga penjaga kegelapan Amarthiss yang terkenal ganas tanpa ampun. Mendapatkan cinta dari ibu nya itu tidak lah mudah, bahkan salah sedikit saja tubuhku bisa lenyap!" Cetus Vincent.
"Ka-kau, kau.." Nuara tak bisa berkata-kata.
"Dia cantik!" Ucapku memandangi Hiro yang tertidur pulas bagaikan malaikat.
Sisiknya yang berwarna merah berkilauan sangat indah seperti permata, tubuhnya yang gemuk serta perutnya yang buncit benar-benar seperti tipikal bayi yang kekenyangan karena makan banyak. Ekornya yang runcing melambai-lambai berayun mengikuti hembusan napasnya, sayap nya yang mungil melipat membentuk hurup V dengan sempurna.
Aku tak tahan ingin memeluknya, dia terlalu menggemaskan.
"Ya kan, dia cantik kan!"
Vincent membalasku dengan perkataan yang menggebu.
"Begitulah saat pertama kali aku melihat ibu nya. Warna sisik merah itu membuatku langsung terpesona!" Ucapnya dengan pandangan hangat.
Mata Vincent yang hitam pekat seperti arang, berkaca-kaca saat menceritakan tentang istrinya. Ada kesedihan dan juga kebahagian dalam satu tarikan napas.
"Sepertinya kau sangat merindukan istrimu?" Ucapku spontan.
Vincent terkesiap, menatapku sebentar, lalu menggosok bekalang punggungnya.
"Hanah!" Panggilnya. "Kau jadi semangkin mirip dengan Arslu Moran!"
Aku mengernyitkan dahi.
"Kapan dia bangun?" Tanya Nuara menjahili telinga Hiro dengan telunjuknya.
"Saat matahari kembali terbit. Dia akan tidur tanpa terbangun untuk memulihkan tenaganya!" Jawab Vincent.
"Kau bilang Hiro adalah ras manusia naga terakhir. Apa maksudnya?" Tanyaku.
Vincent dan Nuara saling pandang saat mendapati pertanyaan ku. Mereka seolah sedang mendengar topik penting yang tak mudah untuk di lewatkan.
"Hanah, apa kau pernah melihat naga selain Hiro selama hidupmu?" Tanya Vincent.
Aku menggeleng.
"Benar, naga tak pernah terlihat sejak seribu tahun terakhir karena telah punah, dan sebagian dari mereka yang tersisa bersembunyi di balik bayang-bayang agar tak di ketahui oleh siapa pun!"
Vincent melanjutkan.
"Dulu, naga dan manusia hidup berdampingan. Naga adalah mahluk sakral dengan sihir yang berlimpah, mereka bisa berubah wujud menjadi manusia dan menikah dengan menusia biasa. Naga dan manusia merupakan ras campuran yang di namakan manusia naga. Ras campuran sangatlah kuat, bahkan pada masa kebangkitan mereka berada di garis depan sebagai tameng pertahanan yang tak tertembus, begitu kuat hingga sukar untuk di robohkan. Di dalam darah ras campuran berisi kekuatan sejati yang tak mudah untuk di patahkan, mereka adalah manusia terkuat yang pernah ada di muka bumi!"
"Dan Hiro?" Aku menatapnya yang tertidur pulas dengan dengkuran halus.
"Seribu tahun yang lalu, aku dan Arka pergi ke gerbang kegelapan untuk menyelesaikan misi yang di berikan Arslu Moran. Dan di sanalah, untuk pertama kali nya, aku dan ibu Hiro, bertemu!"
ini kebenarannya tapi kenapa kedengerannya jadi kek omong kosong 🤣
Tapi perasaan gak ada yang berubah. Ngapain lu hapus bab lama, padahal komentar sama like-nya udah bejibun
Baca bab baru kaga idep
mana Ujan Meteong?!