Hilda gadis 17 tahun, bersahabat dengan Imel dan Jasmine. Mereka kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Papa Hilda yang bernama Brata pernah berhutang budi dengan sahabatnya namanya Randi. Papa Hilda dan temannya pernah berjanji menjodohkan anak mereka. Saat ini, sahabat papa Hilda sedang sekarat. Dia menagih janji papa Hilda untuk menikahkan anak mereka sebelum Pak Randy meninggal. Nama anaknya Ricko umur 25 tahun. Akhirnya papa Hilda menikahkan mereka walau usia mereka masih terbilang muda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. MAKAN SIANG DI CAFE
Saat ini kira-kira jam tiga sore mereka beranjak pergi dari rumah sakit. Saat hendak pulang tak lupa Hilda mengajak mereka ke kasir untuk membayar tagihan mereka. Setelah semua urusan selesai, Jasmine pun menanyakan kedua temannya itu yakni Hilda dan Imel tujuan mereka selanjutnya.
" Akhirnya selesai juga ya teman-teman..!!" Kata Jasmine.
" Ayok kita ke kasir bayar biaya administrasinya..!!" Ajak Hilda.
" Ayok Hilda..!!" Kata Jasmine dan Imel barengan
Hilda, Imel dan Jasmine pun beranjak ke kasir rumah sakit. Mereka membawa amplop yang berisi surat keterangan sehat itu dan berjalan ke kasir untuk menanyakan tagihan mereka.
Sesampainya di kasir Hilda mewakili mereka bertiga bertanya tagihan mereka.
" Selamat siang mbak ada yang bisa saya bantu?" Tanya kasir di rumah sakit itu.
" Selamat siang juga mbak. Saya mau membayar tagihan kita. Tadi kita urus surat keterangan berbadan sehat sekaligus cek kesehatan." Kata Hilda.
" Nama mbak siapa ya?" Tanya Kasir itu.
" Nama kami Hilda, Imel dan Jasmine mbak..!!" Kata Hilda.
" Sebentar mbak..!!" Kata kasir itu.
Setelah berkata itu, kasir mengotak atik komputernya mencari ketiga nama yang disebutkan Hilda. Tak berapa lama kemudian, kasir itu langsung bicara lagi pada mereka setelah mendapat hasil di komputernya.
" Mbak Hilda..!" Panggil Kasir itu.
" Ya mbak..!!" Kata Hilda
" Tagihan mbak Hilda, Imel dan Jasmine tidak ada mbak..!!" Kata kasir itu.
" Kok bisa nggak ada mbak..!!" Kata Hilda.
" Tagihannya di bebaskan oleh om nya mbak Imel. Om nya mbak Imel adalah direksi rumah sakit ini. Jadi, sudah dipesankan pada kami agar tidak menagih apapun pada mbak bertiga." Kata kasir itu.
" Oh ya? Makasih ya mbak..!! Kalo begitu kami permisi pulang mbak..!!" Kata Hilda.
" Silahkan mbak..!!" Kata kasir itu.
" Mel, telpon om kamu deh bilang makasih dari kita..!!" Kata Jasmine.
" Nanti aja deh setelah kita pulang. Sekarang aku Whatsapp aja dulu. Soalnya ķalo telpon nanti lama jadinya ngomong..!!" Kata Imel.
" Ya sudah terserah kamu deh Mel. Tapi jangan lupa ya bilang makasih dari Jasmine dan Hilda." Kata Hilda.
" Iya tenang aja Hilda..!!" Kata Imel menenangkan.
" Trus kita mau kemana nih? Langsung pulang atau nongkrong sambil makan dulu di cafe biasa". Tanya Jasmine.
" Makan dulu yuks..!! Aku lapar..!!" Kata Imel.
" Astaga Imel..!! Tadi kan kita sudah makan di kantin rumah sakit waktu nunggu hasil lab tadi." Kata Jasmine.
" Nggak apa-apa dong Jasmine. Maklum saja, aku kan masih dalam masa pertumbuhan. Jadi, cepat lapar..!!" Kata Imel.
" Masa pertumbuhan dari Hongkong?? Hahahaha..!!" Kata Hilda heran.
" Hahahahaha..!!" Kata Imel.
" Oke jadi fiks ya.. Kita ke cafe makan siang sebentar baru pulang..!!" Kata Jasmine.
" Iya..! Asyik..!!" Kata Imel.
" Iya Jasmine. Ayo kita ke cafe biasa untuk makan dan nongkrong sebentar..!!" Kata Hilda.
" Oke.. Kalo begitu aku panggil supir dulu ya..!" Kata Jasmine.
Jasmine segera mengambil handphonenya dari tas. Dia mendial nomor supirnya. Jasmine menelpon supirnya supaya menjemput mereka di lobby rumah sakit.
Tak lama setelah Jasmine menelpon supirnya langsung datang dan menunggu di lobby. Melihat itu, Jasmine, Imel dan Hilda langsung datang mendekati mobil Jasmine dan langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah mengambil posisi duduk masing-masing, Jasmine menyuruh supirnya membawa mereka ke cafe langganan mereka. Supir pun mengiyakan lalu melajukan mobilnya ke arah cafe yang dituju oleh Hilda, Imel dan Jasmine.
Di perjalanan, Hilda membaca kembali novel online nya. Dia larut dalam bacaannya. Sementara Imel, menelpon om nya dan mengucapkan terima kasih pada om nya. Benar kata Imel, kalo dia sudah menelpon om nya bakalan lama ngomongnya. Dan terbukti, saat Imel menelpon nya waktu mobil mulai berjalan sampai mereka hampir tiba ke cafe itu belum selesai juga bicaranya. Sementara Jasmine hanya main game sepanjang jalan.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di cafe tersebut. Hilda, Imel dan Jasmine pun langsung turun di lobby cafe tersebut. Sementara supir Jasmine membawa mobilnya ke parkiran dan menunggu mereka di sana.
Hilda, Imel dan Jasmine mengambil tempat duduk di mana tempat mereka biasa duduk saat nongkrong. Pelayan cafe pun hampir semua mengenal mereka.
Pelayan cafe membawakan buku menu untuk mereka untuk menanyakan mereka akan memesan apa.
" Sore mbak Hilda, Imel dan Jasmine..!!" Kata pelayan itu.
" Sore mbak..!!" Kata Hilda, Imel dan Jasmine serentak.
" Hari ini mau pesan makan apa mbak? Mau yang biasa atau yang lain?" Tanya Pelayan itu.
" Yang biasa aja mbak..!! Kita tak berubah selera kok..!!" Kata Jasmine.
" Oke baik mbak..!! Saya pesankan dulu ya. Makanannya lima belas menit lagi diantar ya..!!" Kata pelayan itu.
Pelayan itu pun pergi ke bagian dapur dan menyerahkan pesanan Hilda, Imel dan Jasmine agar segera disiapkan.
Di meja, Hilda, Imel dan Jasmine saling bicara untuk menunggu pesanan mereka datang.
"Oh ya Mel, kamu tadi sudah sampaikan ucapan terima kasih kita sama om kamu?" Tanya Jasmine.
" Sudah dong Jasmine. Kata om tak perlu berterima kasih. Katanya teman keponakannya sudah dianggap sebagai keponakannya sendiri." Kata Imel menjelaskan pada Jasmine dan Hilda.
" Sebenarnya itu om kamu dari mana Mel? Kamu nggak pernah cerita kalo punya om. Apalagi om kamu itu jajaran direksi rumah sakit itu." Tanya Hilda.
" Iya Mel..!! Kamu kok nggak pernah cerita sama kami?" Kata Jasmine protes.
" Loh.. Kalian kan nggak pernah tanya ke aku. Jadi nggak ada alasannya dong aku harus cerita. Om itu adik kandung mama aku. Dia adalah seorang dokter. Aku sendiri aja baru tau kalo om itu termasuk jajaran dokter di rumah sakit itu hari ini..!!" Kata Imel.
" Masak kamu nggak tau sih? Secara dia itu om kamu..!!" Tanya Jasmine.
" Iya aku nggak tau. Mama kan nggak pernah cerita. Mama hanya bilang kalo om itu seorang dokter.!!" Jelas Imel.
" Ooo bisa gitu ya. Atau jangan-jangan mama kamu juga nggak tau Mel, kalo om kamu jajaran direksi di rumah sakit itu?" Tanya Hilda.
" Bisa iya bisa nggak Hilda. Soalnya sudah lama juga kami nggak ketemu om itu." Kata Imel.
" Ya sudah deh..!! Yang penting kamu sudah sampaikan ucapan terima kasih kami pada om kamu.!" Kata Jasmine.
" Oh iya besok kita jadikan ke kantor polisi untuk urus SKCK?" Tanya Imel.
" Jadi dong Mel.. !! Makin cepat siap kan makin bagus Mel..!! " Kata Hilda.
" Besok kami jemput di jam yang sama ya Hilda. Supaya jam segini urusan kita sudah beres." Kata Jasmine.
" Oke. Baiklah. Besok aku tunggu kalian di rumah ya..!!" Kata Hilda.
" Oke Hilda..!!" Kata Jasmine dan Imel serentak.
Tak terasa lima belas menit pun cepat berlalu. Makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka langsung memakan makanannya dengan cepat. Tak berapa lama makanan mereka pun habis. Jasmine membayar semua tagihan makan mereka. Lalu mereka pun pergi dari situ dan mengantar Hilda pulang ke rumahnya bersama supir Jasmine yang sudah dipanggil datang oleh Jasmine.
Selang beberapa menit Hilda sampai di rumahnya. Jasmine dan Imel pun langsung pamit pada mama Hilda untuk langsung pulang. Mamanya pun mengiyakan lalu Jasmine dan Imel pun langsung pulang ke rumah.
jangan lupa mampir di karya ku ya kk..
My Little Prince dan VCPD 🥰
jangan lupa mampir yah ke crita gw👉Golden Bride👌makasih🙇♀️
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas