NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Playboy

Sang Penakluk Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel ada di ig syifa_sifana

Kelanjutan dari novel Terpaksa Menikahi Mantan

Niat kembali ke tanah air untuk melanjutkan kuliah, namun malah menguakkan sebuah rahasia besar.

Pertemuan yang tak disengaja membuat mereka saling memusuhi karena sebuah kejadian yang memalukan. Bersumpah tak ingin mengenal malah terjerat sebuah ikatan.

Inilah lika liku sepasang kekasih yang mejilat air ludahnya sendiri.

Bila cinta sudah berbicara, seberapa hebat dan sombongnya kamu maka akan tunduk pada orang yang kamu cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar

Kiano berpikir ini adalah situasi yang tepat untuk menanyakan semua pertanyaan yang sudah menganjal dalam pikirannya.

“Papa.” Mendengar panggilan dari Kiano, Raka langsung datang menghampirinya.

“Ada apa?”

“Mumpung kita lagi ngumpul, bisakah Papa menceritakan semua kronologi pada kami tanpa ada yang harus ditutupi?” pinta Kiano dengan sorotan mata yang sangat serius.

Raka dan Melisa tergeming dan saling menatap. Melisa meminta agar tidak menceritakan pada anak-anaknya, tapi Raka ingin menjelaskan semua ini agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi.

“Saat Mommy kalian hamil besar, Mommy terpeleset di kamar mandi dan mengakibatkan benturan yang sangat keras. Kalian terpaksa harus lahir secara prematur dan Mommy kalian koma. Sejak saat itu mama Marisa yang merawat kalian berdua. Oma merasa kasih sama kita dan menyuruh Papa menikah dengan dengan mama Marisa. Saat Mommy kalian sadar, dia tidak tau kejadian yang telah terjadi. Kami sepakat untuk merahasiakan semua ini demi kesembuhan dia, tapi semuanya malah terbongkar saat mama Marisa hamil. Mommy kalian berusaha bersabar dan mencoba menerima kenyataan. Namun Papa yang buta dan tuli, bahkan Papa tidak bisa merasakan kesedihan Mommy kalian. Saat itu Papa terlanjur ....”

“Stop! Aku tidak ingin mendengar lagi,” ucap Melisa meninggikan suaranya. Penjelasan Raka membuat luka hatinya kembali terkuak. Air matapun jatuh seketika tanpa memberi tanda-tanda.

“Papa, jelaskan lagi,” pinta Kiano masih penasaran dengan kejadian yang membuat Melisa terluka.

“Sudah ... Hiks ... Hiks ... Jangan dilanjutkan lagi ... aku tidak ingin mendengar!” pinta Melisa memohon seraya menutup kedua telinganya.

“Tapi mereka harus tau kejadian yang sebenarnya,” ucap Raka.

“Aku tidak mau mendengarkannya lagi,” teriak Melisa histeris.

“Om, hentikan!” titah Amel mencabut impus dan menghampirnya.

“Mommy.” Mera dan Amel memeluk Melisa, memberi ketenangan padanya. Mereka sangat paham dengan kondisi Melisa saat ini.

Kiano menatap wajah Raka dengan sangat murka. Ia pun ikut mencabut infus di tangannya dan menghampiri Melisa.

“Mommy,” ucap Kiano. Melisa terkejut dan menatap Kiano. Kiano langsung memeluk tubuh Melisa dengan penuh kerinduan.

“Anakku,” ucap Melisa membalas pelukannya.

Kiano melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang ada di pipi Melisa. “Mommy, jangan menangis lagi! Mulai dari sekarang, Kiano janji Kiano gak akan biarkan satu orangpun menyakiti Mommy.”

Melisa menganggukkan kepala seraya tersenyum dan kembali memeluk anaknya itu. Sudah 20 tahun lebih ia tidak pernah memeluk anaknya itu, dan kali ini rasanya tidak ingin melepaskan walau hanya sebentar.

Meskipun Kiano tidak dapat mengetahui seberapa besar kepedihan Melisa, tapi dengan mendengar penjelasan Raka yang hanya sepenggal ditambah lagi dengan air mata yang mengalir deras di pipi Melisa, ia dapat merasakan semua yang dirasakan Melisa. Aura kebencian pun semakin membara pada dirinya.

Raka tersenyum saat melihat Kiano dapat menerima Melisa sebagai ibunya. Ia juga berharap Amel dan Mera juga bisa menerimanya sebagai ayahnya.

...****************...

Selama beberapa hari dirawat di rumah sakit, kini Amel dan Kiano sudah diizinkan pulang. Marisa, Talita dan Gunawan juga ikut menjemput Kiano pulang. Melisa tidak banyak bicara ketika lagi bersama dengan mereka, malah ia fokus membantu Amel agar bisa segera pulang.

Kiano menatap wajah Melisa. Dari ekspresi yang terpancar dari rona wajah Melisa, Kiano dapat menebak Melisa tidak ingin berlama-lama berada dalam lingkungan keluarganya.

“Mommy,” panggil Kiano.

“Iya, Nak,” jawab sang ibu dengan nada suara lembut.

“Kiano ikut Mommy pulang ke rumah ya.” Semua orang terkejut dengan permintaan Kiano. Melisa melirik mereka semua, sebuah perasaan tidak enakpun muncul pada hatinya.

“Boleh, tapi sebelumnya kamu harus izin dulu sama mereka,” balas Melisa terdengar sangat formal.

“Gak perlu minta izin. Dia pulang ke rumah Mommy-nya dan itu hal yang wajar,” sahut Raka spontan.

“Ini hal yang bagus, kalau Kiano tinggal bersama dengan Melisa, jadi aku bisa sering-sering ke sana. Dan ini sangat bagus untuk hubungan aku dan Melisa selanjutnya.”

“Tapi semuanya sudah menyambut Kiano di rumah. Kiano pulang dulu ya sama kita,” pinta Marisa dengan raut wajah melas.

“Ya sudah, sebaiknya kamu pulang, kalau sempat nanti datang ke rumah Mommy ya,” ucap Melisa mengalah. Meskipun sebenarnya ia ingin sekali memaksa Kiano kembali pada pelukannya, tapi ia cukup sadar diri, selama ini Kiano ada dalam lingkungan keluarga mereka dan kasih sayang sebuah keluarga utuh ada sama mereka, berbeda dengan dirinya yang hanya memberikan kasih sayang yang tak sempurna.

“Gak, Kiano ikut Mommy,” tegas Kiano.

“Kiano pulang ke rumah dulu ya. Di rumah ada seseorang yang sudah menunggu kamu dan kamu pasti sangat senang,” timpa Talita membujuk Kiano.

“Siapa?” tanya Kiano penasaran.

“Sebaiknya kamu ikut kami pulang.”

Kiano masih penasaran dengan sosok yang diucapkan Talita, namun seketika matanya di edarkan pada ibu dan adik-adiknya, seperti ada sebuah magnet yang menariknya untuk kembali pada mereka. Dengan tergas pun Kiano berkata, “Aku gak bisa ikut kalian.”

Melisa tersenyum kecil, setidaknya ia memiliki kesempatan untuk tinggal bersama Kiano dan menebus semua waktu yang telah terbuang tanpa kehadirannya di sisi Kiano.

“Velly sedang menunggumu di rumah,” ucap Gunawan langsung to the point.

“Oh, salam aja untuk dia. Bilang aku gak bisa temani dia lagi, karena aku sudah menemukan adik-adik aku yang hilang selama ini,” sahut Kiano terdengar cuek.

“Kiano, dia juga adikmu,” ucap Marisa menatapnya tegas.

“Dia kan anak Mama sama Papa, jadi apa hubungannya denganku,” bentak Kiano.

Semua orang tersentak. Melisa mengusap dada untuk bisa bersahabat dengan dirinya agar kepiluan tidak kembali melanda.

“Kenapa kamu jadi kasar seperti ini?” tanya Talita syok dengan sikap Kiano yang sangat lantang, apalagi sebelumnya ia tidak pernah berkata kasar ketika mendengar nama Velly, ia langsung merasa sangat senang.

Melisa tidak ingin disalahkan, ia memberi kode pada anak-anaknya untuk segera pergi meninggalkan mereka.

“Kita pergi sekarang juga.” Nada suara Melisa terdengar rendah.

“Baik, Mom.” Amel duduk di kursi roda dan segera Melisa mendorongnya keluar. Kiano melihat mereka sudah pergi, bergegas ia turun dari brankar dan mengejarnya.

“Kiano, kamu mau kemana?”

“Kalian tidak perlu mengejar dia. Dia bersama dengan ibunya bukan dengan orang lain,” tegas Raka menatap mereka semua.

“Tapi dia tidak bisa juga bersikap kasar seperti ini. Seperti tidak punya sopan santun,” ujar Talita kecewa dengan tindakan Kiano.

“Seharusnya Mommy sadar, dia seperti itu karena apa dan karena siapa. Raka rasa, Raka tidak perlu menjelaskan lagi pada Mommy,” ucap Raka segera pergi meninggalkan mereka.

Talita hanya bisa terdiam. Ia sadar, semua masalah yang ada ini karena dirinya.

“Sebaiknya kita juga pulang,” ucap Marisa. Mereka menganggukkan kepala dan beranjak pergi.

1
Momed Wullur Dzaky
oq
Egik
Lumayan
Nispu Wati
Thor jadi kiano sama Amel,atau kiara
Itu bersaudara.
Tarwiyah Nasa
Fans Rico Mera hadirrr
YuWie
baju muslimah gaul itu yang seperti apa jal 🤔
buk e irul
padahal kangen banget ma kiano 😍😍😍
buk e irul
sehat sehat terus ya cah ayu Syifa 😘
buk e irul
kenapa yang bagus bagus pindah ke sana hiks hiks hiks
abc
kalo kisah ini menimpa another kayanya seru
Anonim
sangat menarik
Ridha Tamara
siska bilang kesalahan kecil ??? hello... yg sepemikiran dengan siska...masih waras ???😁
"honey and bee" panggilan itu mengigatkanku pada seseorang, seseorang yg tidak pernah mungkin kumiliki, seseorang yg kumiliki dengan wktu yg singkat, dan juga yg paling menoreh luka paling dalam.
"honey and bee" adalah panggilan paling terkesan in my life.
panggilan itu, aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang.
jika aku merindukannya aku sangat berdosa, tp apa yg harus aku lakukan? maafkan aku tuhan, i really miss him:')
aku cuma syg marisa, disini dia korban keegoisan, peluk online marisaaa
jujur, disini marisa hanyalah korban, dan aku kasihan!
Tri Haryani
ini mah besty
mamah cantikk
rico sm mera aja thor
mamah cantikk
hohoho jalang teriak jalang
mamah cantikk
kpn ketauannya sih udh g sabar lg nih
mamah cantikk
apa kabar tmn² kampus 2K ya koq ngilang gtu ja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!