NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjumpaan yang disengaja

“Seseorang hampir membuat Anda rugi besar.”

Rosa mengerutkan keningnya.

“Maksud Anda apa ya?” tanyanya bingung pada kliennya yang tiba-tiba berkata seperti itu.

Niel tidak menjawab, ia menatap Dion untuk menjelaskan.

“Begini, Bu Rosa...” Dion mulai menjelaskan secara rinci kejadian yang hampir dilakukan Syam.

Namun ia tidak menyebutkan bahwa Syam disuruh oleh Iren, orang tua mantan kekasih Diana, demi menghindari dampak pada Diana.

Rosa menutup mulutnya, tidak menyangka dengan penjelasan Dion.

“Ya Tuhan...” ucapnya. “Terima kasih, kalian sudah menyelamatkan toko saya.”

“Iya, Bu. Saran saya, tambahkan petugas keamanan di dalam ruangan, jangan hanya di luar,” saran Dion.

Rosa mengangguk.

“Iya, saya terima sarannya,” ucapnya. “Jadi, apa tujuan kalian?”

“Kami ingin memesan beberapa kue pavlova untuk perusahaan kami,” jawab Dion.

Rosa tersenyum, lagi-lagi pavlova dipesan.

“Boleh. Kalian mau pesan berapa porsi dan akan dikirim ke mana?” tanyanya sambil bersiap mencatat.

“Kami memesan 1000 pcs pavlova, kirim ke De Luca Global,” jawab Dion.

Deg!

Rosa yang hendak mencatat alamat itu langsung terkejut.

“De Luca Global?” tanyanya sambil menatap kedua pelanggan VIP tersebut.

Dion mengangguk, sementara Niel hanya menunjukkan wajah datarnya.

“Memang ada yang salah, Bu?” tanya Dion.

“Itu perusahaan terkenal,” jawab Rosa. “Jangan bilang kalian pemiliknya?”

“Bukan saya, Bu, tapi dia,” jawab Dion sambil melirik Niel.

Rosa langsung menatap Niel lebih lama, seolah masih mencoba memastikan apa yang baru saja ia dengar.

“De Luca Global…?” ulangnya pelan, hampir tak percaya.

Selama ini, perusahaan itu hanya ia lihat dari berita bisnis dan majalah ekonomi. Salah satu nama terbesar yang rasanya hampir tidak mungkin bersinggungan dengan toko kue kecil seperti miliknya. Namun sekarang, pemiliknya duduk langsung di hadapannya.

Tatapan Rosa turun sebentar, lalu kembali naik ke wajah Niel. Ia terdiam sesaat.

Ternyata orangnya masih sangat muda, dan—

“Ganteng sekali…” gumam Rosa tanpa sadar, lalu langsung tersadar dan sedikit tersentak karena ucapannya sendiri.

Dion yang mendengar itu langsung buru-buru mengangkat tangan.

“Ehem… Bu Rosa, hus. Jangan bilang siapa-siapa ya,” ucapnya cepat, setengah panik tapi tetap berusaha sopan.

Rosa tersenyum kecil, lalu mengangguk pelan, masih sedikit terkejut namun mulai menguasai diri.

“Iya, saya mengerti. Tenang saja,” jawabnya akhirnya.

“Saya ingin besok pesanan itu sampai,” ucap Niel dengan dingin.

“Baik, Tuan...”

Niel mengangkat tangannya.

“Tidak perlu memanggil saya Tuan,” ucapnya datar.

Rosa sedikit tersentak, lalu cepat mengangguk kecil.

“Baik,” ucapnya hati-hati, mencoba menyesuaikan diri.

Dion yang berdiri di samping langsung melirik Niel sekilas, lalu kembali fokus ke Rosa.

“Untuk pengiriman besok, kami akan atur semua sesuai permintaan,” tambah Dion cepat, meredakan suasana yang sempat kaku.

Rosa segera mencatat beberapa hal di buku ordernya.

“Baik, saya akan pastikan semuanya siap tepat waktu. Terima kasih sudah memilih Castella Cake,” ucapnya dengan profesional, meski pikirannya masih belum sepenuhnya lepas dari identitas pria di depannya.

“Satu lagi,” ucap Niel singkat.

“Iya, Anda ingin tambahan apa lagi?” tanya Rosa.

“Saya ingin Diana ikut mengantar pesanan saya ke kantor,” ucapnya datar, tanpa nada yang bisa dibantah.

Rosa terdiam sesaat mendengar permintaan itu.

Matanya sempat menunjukkan keterkejutan kecil, namun perlahan ekspresinya berubah lebih tenang, seolah mulai menangkap maksud di baliknya.

“Diana…” ulang Rosa pelan, bukan karena bingung, tapi lebih seperti memastikan sesuatu dalam pikirannya.

Dion melirik Niel sekilas, lalu kembali diam.

Rosa menutup buku catatannya perlahan. “Baik,” jawabnya akhirnya dengan nada lebih terkontrol.

Ia mengangguk kecil.

“Saya akan mengatur agar Diana yang mengantarkan langsung pesanan itu besok.”

Ada jeda singkat, lalu Rosa kembali menatap Niel dengan lebih serius, namun tidak lagi penuh kebingungan seperti tadi.

“Sepertinya saya mengerti maksud Anda,” tambahnya pelan, hati-hati memilih kata.

Niel tidak menjawab. Wajahnya tetap datar seperti biasa, hanya tatapannya yang sedikit mengeras.

Dion menghembuskan napas pelan, merasa urusan sudah selesai dengan baik.

Rosa lalu kembali bersikap profesional.

“Kalau begitu, semua akan kami siapkan sesuai permintaan Anda,” ucapnya tegas namun sopan.

Niel hanya mengangguk singkat, lalu berbalik pelan.

“Dion, kita pergi.”

“Siap,” jawab Dion sambil mengikuti langkahnya.

Setelah kedua kliennya itu pergi, Rosa akhirnya bisa bernapas lega.

“Huhh... ternyata benar kata orang-orang, pemilik De Luca Global itu dingin dan susah ditemui. Tapi sekarang dia sendiri yang datang ke tokoku.”

Lalu ia teringat ucapan Niel tentang Diana harus ikut mengantar pesanan.

“Dari mana dia tahu Diana, ya?” pikir Rosa.

Ia kemudian tersenyum tipis.

“Kecantikan Diana pasti membuat seorang pengusaha itu terpikat. Saya harap, jika benar seperti yang saya pikirkan, Diana memang pantas mendapatkan kebahagiaan setelah badai yang ia lewati.”

°••°

"Dion, lo duluan aja."

Dion menghentikan langkahnya. "Lo mau ke mana, Niel? Sebentar lagi kita meeting?"

"Lo urus dulu, ini urusan penting." Tanpa menunggu jawaban Dion, Niel langsung melangkah pergi dengan ekspresi datar namun tegas.

Dion hanya bisa menghela napas kasar. "Gini nih kalau punya bos yang lagi jatuh cinta monyet." gumamnya, lalu masuk ke dalam mobil.

Sementara itu, Niel berdiri tak jauh dari toilet umum Castelle Cake.

Di sana, Diana tampak baru saja keluar dari toilet Castella Cake, tangannya merapikan apron yang sedikit miring sambil menunduk kecil, memastikan penampilannya tetap rapi sebelum kembali bekerja.

Niel memperhatikan dari kejauhan.

Langkahnya pelan, teratur, seolah tidak ingin membuat keberadaannya terasa mencolok. Namun, tatapannya sejak tadi sudah terkunci pada sosok itu.

Saat Diana mulai melangkah ke arah lorong dapur, Niel bergerak lebih dulu dan memotong jalurnya.

“Permisi.”

Suara itu membuat Diana langsung berhenti.

Ia menoleh perlahan, sedikit terkejut karena seseorang tiba-tiba menghalangi jalannya. Matanya menatap pria di depannya dengan sopan, tapi waspada.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” tanya Diana dengan sopan.

Niel tidak langsung menjawab. Tatapannya sempat tertuju lama pada wajah Diana, membuat suasana di antara mereka terasa canggung untuk sesaat.

Melihat pria itu hanya diam, Diana menjadi bingung. Wajah pria di hadapannya terasa familiar, dan ia berusaha mengingat-ingat. Beberapa detik kemudian, ia akhirnya teringat. Pria ini adalah orang yang pernah ia temui di pernikahan Chella dan memberikan sapu tangan padanya.

“Bukankah kamu yang memberikanku sapu tangan di acara pernikahan Chella waktu itu?”

Niel mengangguk cepat, ternyata Diana masih mengingatnya. Entah kenapa ada rasa bahagia saat tahu dirinya masih dikenali, namun ia tetap berusaha menahan ekspresinya agar terlihat tenang.

“Iya,” jawabnya singkat.

Diana mengangguk pelan, masih berusaha memastikan ingatannya tidak keliru.

“Terima kasih… waktu itu,” ucapnya sopan, sedikit menunduk. “Sapu tangan itu sangat membantu.”

Niel menatapnya sebentar, lalu mengalihkan pandangan ke samping seolah menahan sesuatu yang tidak ingin terlihat.

“Sama-sama,” jawabnya singkat.

Suasana sempat hening beberapa detik, hanya suara aktivitas dapur yang terdengar samar dari kejauhan.

Diana merasa sedikit canggung. Ia merapikan rambutnya ke belakang telinga, lalu kembali menatap pria di depannya.

“Kalau begitu… ada keperluan lain?” tanyanya hati-hati.

Niel terdiam sesaat. Matanya kembali fokus pada Diana, lebih lama dari seharusnya.

“Tidak ada.”

“Baiklah kalau seperti itu, aku ingin kembali bekerja. Permisi.” Diana kemudian sedikit menggeser posisi, memberi jalan agar Niel bisa dilewati. Namun sebelum Diana benar-benar melangkah pergi, Niel kembali bersuara.

“Siapa namamu?” tanyanya seolah tidak tahu.

Diana menoleh. “Diana,” jawabnya sambil tersenyum.

Senyum itu membuat Niel terdiam sejenak, pikirannya terasa kacau tanpa alasan yang ia pahami.

“Aku Niel.”

Diana hanya mengangguk singkat, lalu benar-benar meninggalkannya.

“Diana, kamu sudah membuatku gila.” teriaknya dalam hati, menahan perasaan yang semakin sulit ia kendalikan.

Tanpa Niel sadari, Rosa sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan. Awalnya ia hendak menuju toilet, namun langkahnya terhenti saat melihat Niel berbicara dengan Diana dan tanpa sengaja mendengar percakapan singkat mereka.

Rosa tersenyum tipis. “Nah, kan benar,” gumamnya pelan.

1
Adriana Bora
sangat2 bagus
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!