NovelToon NovelToon
MATA DEWA

MATA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:752k
Nilai: 4.7
Nama Author: Edi Hartanto

Menceritakan seorang pemuda yang dilahirkan di kota kecil dari sebuah klan keluarga cabang. Meskipun demikian ia memiliki keinginan untuk melihat dunia luar meskipun penuh dengan berbagai rintangan.

Suatu hari, tiba-tiba petir dan Guntur bersahutan di langit lalu hujan lebat pun turun. sebuah garis hitam datang dari kegelapan pekat, jatuh sebuah batu marmer hitam berbentuk bola mata.

Batu marmer hitam berbentuk bola mata itu berubah menjadi bayangan dan meluncur ke arah mata sang pemuda tersebut. Inilah legenda seorang jenius yang menjadi raja dari para dewa kuno.

Karya ini hadir karena terinspirasi oleh author - author keren yang ada di manga toon dan mangan - manga lainnya. terimakasih kepada shujinkouron, Yudhistira, dan fast food restaurant.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Hartanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUSUR ' RECURVE BOW '

" Aku berharap semoga racun ini tidak terlalu ganas ..." ujar Xiao Chan menggunakan kemampuan tenaga dalam, beserta pil pemberian dari kedua orang tuanya untuk mengurangi dampak gas beracun

Tanpa Xiao Chan sadari Cairan hijau redup yang berada didalam ruang mata kirinya, perlahan-lahan mulai mengalir ke setiap sel-sel darah dan jaringan ototnya untuk membantu menetralkan gas beracun yang menyebar didalam tubuhnya, serta mempercepat penyembuhannya.

Setelah beberapa saat kemudian, Xiao Chan memuntahkan darah berwarna hitam dan berbau menyengat.

" Ah ... untung saja racunnya dapat dinetralkan, Aku tidak mau mati muda ..." gumam Xiao Chan.

Setelah selesai bergumam dalam hati, Xiao Chan kemudian mengalihkan pandangannya menuju ke arah jaring laba-laba sambil memikirkan langkah selanjutnya supaya dapat meninggalkan gua tersebut.

" Bagaimana cara memutuskan jaring laba-laba ini tanpa harus mendekatinya ya ... Ah, coba aku gunakan busur ini sambil mengalirkan tenaga dalam ..."

" Boom ..."

Setelah anak panah di tembakkan kearah jaring laba-laba itu, Seketika suara ledakan yang lumayan keras menggema didalam gua. gumpalan asap yang menutupi mulut gua perlahan-lahan mulai menipis dan tampak terlihat jaring laba-laba yang sebelumnya menutupi gua hancur berkeping-keping.

Diluar gua sudah ada sosok siluman yang menunggu keluarnya Xiao Chan dari mulut gua, Sosok siluman tersebut adalah laba-laba yang memiliki ukuran tubuh yang besar. Setibanya Xiao Chan di mulut gua tersebut , Dia dikejutkan dengan hadirnya siluman laba-laba yang memiliki ukuran tiga meter.

" Setelah selesai memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh lawannya menggunakan mata kirinya, Xiao Chan tidak terlalu risau lagi yang perlu diwaspadai adalah tembakan benang racunnya ..."

Si laba-laba yang melihat ada sosok keluar meninggalkan mulut gua, Dia langsung menembakkan benang racunnya menuju kearah Xiao Chan. Menggunakan kemampuan mata kirinya, Xiao Chan dapat dengan jelas melihat setiap pergerakan laba-laba tersebut.

Tidak mau mengambil keputusan salah lagi, Xiao Chan menggunakan tehnik menghilangkan tubuh untuk bisa sampai didekat laba-laba.

Setibanya didekat siluman laba-laba tersebut, Dia kemudian menggunakan jurus telapak tangan berlapis gelombang untuk memotong beberapa kaki laba-laba itu sehingga dapat mengurangi kelincahannya.

" Terlalu berbahaya bertarung jarak dekat melawannya ..." Setelah selesai memotong beberapa kaki laba-laba tersebut, Xiao Chan kemudian melompat mundur mengambil jarak aman lalu mengeluarkan busurnya.

Pertarungan diantara mereka berdua berlangsung sengit, Sampai saat Xiao Chan mengatakan serangannya menuju kearah kepala sang laba-laba lalu ...

" Boom ..."

Xiao Chan bisa merasakan kekuatan barunya setelah selesai berlatih beberapa hari didalam gua, sambil menyerap inti siluman dan beberapa sumber daya lainnya.

Sadar lokasinya sudah mulai tidak aman, Xiao Chan buru-buru mengambil inti siluman dan beberapa bagian penting dari siluman laba-laba, kemudian segera pergi meninggalkan tempat tersebut sambil mencari-cari tempat aman untuk digunakan istirahat.

Saat masih mencari-cari lokasi yang aman, Xiao Chan teringat beberapa hari lagi akan diselenggarakan kompetisi penerimaan murid. Jadi dia memutuskan untuk kembali ke kota awan untuk menjual hasil buruannya.

" lebih baik aku sudahi perburuan ini, lagian kekuatan ku juga sudah meningkat. karena sebentar lagi akan diselenggarakan kompetisi penerimaan murid, Ada baiknya aku beli beberapa herbal yang dapat menunjang tehnik tubuh besi ku ..."

Setelah seharian penuh bergerak meninggalkan pedalaman hutan, tampak Xiao Chan membawa tiga tas penuh hasil buruan dan sumberdaya yang didapatkannya di pedalaman hutan.

***

Setelah selesai menjual hasil dari buruannya, Xiao Chan kemudian beranjak pergi ke toko black iron untuk membayar hutan janjinya kepada si pelayan toko.

" Selamat datang di toko ' Black Iron ' tuan muda, ada yang bisa saya bantu ...? " Sapa seorang pelayan perempuan menyambut kedatangan Xiao Chan.

" Begini nona ... Ada pun maksud kedatangan saya kesini adalah bermaksud untuk membayar hutang janji beberapa hari yang lalu ..." ujar Xiao Chan menjelaskan maksud kedatangannya.

" Apakah tuan muda yang beberapa hari yang lalu datang membeli sebuah busur, Akan tetapi ada beberapa alasan sehingga bermaksud meminjam kekurangan harga dari busur tersebut ...? " Tanya si pelayan toko memastikan kebenarannya.

" Benar nona ...ini ada satu koin emas, Terimakasih banyak atas bantuannya beberapa hari yang lalu ..." Xiao Chan meletakkan tangan di atas meja resepsionis sambil memberikan koin emas dengan senyuman manis.

" Satu koin emas ... Apakah ini tidak terlalu kebanyakan tuan muda ...? " ujarnya kepada Xiao Chan.

Si pelayan toko tidak pernah menyangka bahwa kalau Xiao Chan akan benar-benar datang menepati janjinya dan bahkan melebihkan koin dari kesepakatan sebelumnya.

° 100 koin perunggu sama dengan 1 koin perak.

° 100 koin perak sama dengan 1 koin emas.

" Ambillah lebihnya ... oh ya! saya memerlukan sebuah busur yang kualitasnya paling baik dari busur ini ... Apakah ada nona ...? " ujar Xiao Chan sambil meletakkan busurnya.

Si pelayan toko yang mendengarkan tanggapan dari Xiao Chan langsung tersenyum bahagia, Pasalnya sisa dari koin pemberian Xiao Chan sama dengan hasil pendapatannya selama satu tahun penuh.

" Terimakasih banyak atas kemurahan hati tuan muda, sedangkan untuk busur yang tuan muda maksud kami memiliki beberapa pilihan. Mohon kiranya tuan muda dapat menunggu beberapa saat, silahkan tua muda duduk dulu sambil menunggu ..." Ujar si pelayan toko lalu bergegas pergi mengambil busur yang di maksudnya.

Sambil menunggu Xiao Chan memikirkan rencana selanjutnya, Setelah menunggu beberapa saat tampak si pelayan toko datang membawa sebuah kotak yang bertumpuk dua bersamanya.

" *Ah ... Mohon maaf karena sudah membuat tuan muda menunggu lama dan silahkan di lihat-lihat dulu tuan muda ..."

" Berapa harga apa nama busur ini nona* ...? " ujarnya sambil menunjuk ke arah busur yang dimaksud.

" Ah ... Mata yang bagus tuan muda ... Nama busur ini adalah RECURVE BOW. Busur jenis ini ujungnya melingkuk ke arah depan, Ujungnya ini akan lurus ketika tali busurnya ditarik. Hal ini akan memberikan kecepatan ekstra kepada anak panah saat di lepaskan, Sedangkan kapasitas jarak tembaknya maksimal berkisar 350 meter " ucapnya menjelaskan kepada Xiao Chan.

" wow ... lumayan jauh juga jangkauan tembaknya ya ... ngomong-ngomong berapa harga yang harus saya bayar bila menginginkan busur ini nona ..." tanya Xiao Chan dengan tatapan mata penuh minat .

" Harga dari busur ini beserta anak panahnya berkisar 1530 koin perak, Apakah anda berminat tuan muda ..." Si pelayan toko beranggapan kalau harga yang sebutkan tadi, Xiao Chan tidak akan mampu membelinya tetapi meskipun demikian dia tetap bersikap hormat dan ramah.

" Harganya lumayan mahal juga sih ... tapi kekuatan busur bajak ku kurang maksimal, Aku memerlukan Busur baru ..." batin Xiao Chan.

Si pelayan toko yang melihat Xiao Chan terdiam dan tampak berpikir, Dia kemudian kembali bertanya untuk memastikan apakah Xiao Chan berminat atau tidak ...

" *Mohon maaf tuan muda, Apakah anda berminat membeli busur ini ...? "

" Baik saya menginginkan busur ini ..." ujar Xiao Chan sambil meletakkan 15 koin emas dan 30 keping perak di atas meja resepsionis*.

Setelah selesai membayar harga busur barunya, Xiao Chan kemudian melangkah keluar sambil mencari-cari tokoh penjual tanaman herbal ...

***

Apabila sahabat menyukai karya ini silahkan masukkan kedalam daftar favorit ...

Jangan lupa berikan like, komen, Share, dan VOTE yang banyak ya sahabat ...

1
algore
joz
algore
jos
algore
joz
algore
jos
algore
joyz
algore
jos
Normalia lia
lanjjjjjjjuuuuuuutttttt...versi lain dari raja para dewa
Normalia lia
zhao feng...😆😆😆
Normalia lia
awalnya bagus kalau versi king of god..sdh ke sononya makin muter2..ampe pake tubuh org lain
Normalia lia
zhao feng yaa?
Bang Toni
adooo kalo setengah hati buat cerita gak usah buat bikin mandek saja
hasbullah 123
maaf authoorr itu julukan brandalan seperti tdk ada dasarx gmn awalx KO tiba2 langsung di Sematkan jd ngga nyambung tolong di revisix...
Wawan Darmawan
semoga sukses selalu tuk author...
Seseim Emi
tetap semangat....
Seseim Emi
lanjut Thor mantap meskipun cerita nya mirip dengan novel sebelah
Harman LokeST
termaafkan author
Harman LokeST
makanya Xiao Chan jangan terlambat
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Xiao Chan untuk meningkatkan kultivasimu Yang lebih tinggi lagi
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp banget author
Harman LokeST
Xiao Chan tingkatkan terus kultivasimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!