ini karya ke empat author,mohon dukungan nya ya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 26
Satu bulan telah berlalu, akhir nya anak buah dirga telah menemukan identitas anak kecil yang membunuh bos mereka yang dulu yakni Nando.
Meskipun anak buah nya tidak bisa melacak sepenuh nya yang penting mereka mendapatkan informasi tentang anak kecil tersebut yang ternyata adek angkat Jesslyn mantan istri Nando.
"kita susun rencana dulu, setelah itu kita terbang ke indonesia" ucap dirga dingin yang sudah di lantik sebagai bos baru satu bulan yang lalu.
"baik bos"
(lihat saja anak kecil, aku akan membunuh mu seperti membunuh semut) batin dirga seraya tersenyum remeh.
Dirga tidak tau bahwa anak kecil yang ia cari cari memiliki latar belakang yang sangat kuat, ia tidak tau bahwa anak kecil tersebut merupakan anak dari ketua mafia no.1 di dunia.
Dirga dan anak buah nya serta istri Dirga dan istri Vero berkumpul di sebuah ruangan yang biasa mereka buat untuk rapat atau merencanakan sesuatu seperti saat ini.
"kita butuh orang dalam untuk memberikan informasi tentang anak itu" ucap Vero.
"gimana kalo mamaku sayang, aku yakin mama bisa kasih informasi yang kamu inginkan" saran istri dirga yang tak lain adalah Bita.
"boleh sayang"
"baiklah, nanti aku bilang ke mama"
satu jam kemudian akhir nya mereka selesai menyusun rencana dan satu minggu lagi mereka akan terbang ke indonesia untuk membalaskan dendam untuk bos mereka.
💟💟💟💟💟💟💟
Di sekolah dasar, terdapat dua anak yang sedang menunggu kedua kakak nya menjemput mereka siapa lagi kalo bukan Arkan dan Nerma.
"abang, kapan kita balaskan dendam mama papa?" tanya Nerma.
"kita lihat saja nanti, kalo istri daddy itu tidak membantu kedua putri nya untuk mengawasi kita maka kita akan membalaskan dendam mama papa nanti setelah melawan mafia the algebra tapi kalo membantu mereka ya terpaksa kita juga harus membalaskan dendam mama papa saat itu juga" jelas Arkan.
"baiklah bang, tapi tunggu, maksud abang membantu kedua putri nya itu apa?"
"abang punya mata mata di sana yang menyamar sebagai anak buah kak Dirga dan dia mengatakan bahwa mereka telah menyusun rencana untuk menangkapmu dan mereka akan datang ke sini minggu depan. Kak Bita juga hendak meminta mama nya untuk membantu mereka dengan cara mengawasi kita"
"seperti nya mereka tidak tau latar belakang kita"
"tapi kita juga harus waspada karna kita tidak tau kekuatan lawan, kita bersikap seperti anak kecil biasa saja"
"iya, aku tau apa yang harus aku lakukan"
"pintar nya adekku ini"
Tak lama mobil kakak nya pun datang, dan mereka pun langsung masuk ke mobil nya kemudian Jeyna langsung kembali menjalankan mobil nya menuju mansion daddy nya.
"kakak, apa kita akan terus tinggal di mansion daddy selama kakak kuliah?" tanya Nerma.
"iya Cantik, kecuali hari sabtu dan minggu kita akan kembali ke apartemen" jawab Jesslyn.
"kenapa?" tanya Jeyna.
"em...gak papa kak" jawab Nerma seraya melirik abang nya yang juga melirik nya memberi isyarat.
"kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari kakak kan" ucap Jeyna sedikit curiga.
"tidak kak, kami tidak menyembunyikan apapun" ucap Arkan.
"baiklah, kalo ada apa apa bilang pada kakak ya" pesan Jesslyn.
"baik kak" ucap kedua nya.
Tak lama kemudian mereka sampai di mansion, Jeyna langsung memasukkan mobil nya ke garasi dan mereka berempat pun masuk ke mansion dan menuju ke kamar masing masing tanpa menyapa Faliza yang berada di ruang keluarga.
Faliza yang melihat anak tiri dan anak angkat nya pulang pun langsung memberitahu putri nya, tanpa ia sadari bahwa dua pasang mata memperhatikan gerak gerik nya dan mereka pun tersenyum smirk karna dugaan mereka benar yang ternyata Faliza juga mengawasi gerak gerik mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai makan malam, Arkan dan Nerma pamit pergi ke kamar nya dengan alasan untuk mengerjakan tugas sekolah.
Nerma masuk ke kamar abang nya lewat pintu penghubung tepat di belakang pintu kamar nya dan tidak ada yang tau pintu penghubung tersebut kecuali diri nya dan abang nya karna pintu tersebut sama dengan dinding kamar mereka.
"kenapa abang melarangku memberitahu kakak?" tanya Nerma.
"kita gak bisa melibatkan para kakak dan abang, karna mereka hanya mengincarmu saja" jawab Arkan.
"bukan nya abang yang bilang kalo kak Dirga juga mengincar kak Elyn?"
"kak Dirga mengincar kak Elyn hanya untuk di jadikan sebagai umpan agar kamu menampakkan diri"
"lalu kita harus bagaimana bang? Para kakak dan abang pasti akan curiga bila kita izin keluar malam hari"
"kita akan keluar saat tengah malam jadi tidak perlu izin sama mereka"
"apa rencana abang?"
"abang sudah minta pada kak Dirga agar tidak lagi menargetkan kak Elyn karna kita sendiri yang akan datang ke mereka, tapi kamu tenang aja karna abang sudah menghubungi para mafioso kita untuk membantu kita nanti nya"
"abang ikut juga? Kan mereka hanya menargetkanku saja jadi abang tidak perlu ikut dan biarkan aku sendiri yang menangani nya"
"tidak!!! Abang tidak akan membiarkanmu berperang sendiri melawan mereka meskipun mereka hanya menargetkanmu"
"aku hanya tidak ingin abang ikut terluka karna membantuku"
"karna itu memang tugasku sebagai abangmu Nerma Cantika Fagenza, kamu adek abang satu satu nya dan abang tidak ingin kehilanganmu" ucap Arkan seraya memeluk adek satu satu nya itu.
Nerma yang di peluk pun membalas pelukan abang nya, namun pikiran nya memikirkan cara agar abang nya tidak ikut bersama nya.
Tanpa mereka sadari bahwa di kamar mereka ada penyadap suara yang entah sejak kapan sudah terpasang di sana.
💟💟💟💟💟💟💟
Di negara lain, seseorang telah mendengar semua percakapan kedua adek calon istri nya kemudian ia tersenyum devil membuat siapa saja yang melihat nya bergidik ngeri.
"tidak akan abang biarkan kalian berperang sendiri melawan the algebra meskipun ada mafioso kalian yang membantu" gumam nya.
Kemudian orang tersebut merebahkan diri nya di atas kasur dan tak lama ia tertidur dengan posisi tengkurap.
mampir thor semoga seru..🙋🙋