NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:71.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kuah Soto

Pagi ini semua kelas sebelas dikumpulkan di lapangan untuk koordinasi study tour yang diadakan minggu depan ke Bali. Vina, Candra, Lia, dan teman- teman perempuan dikelasnya duduk bergerombol. Mereka semua duduk lesehan di lapangan basket dengan terik matahari menyengat kulit.

“Gi*la, panas banget,” gerutu Lia mengipas- ngipas wajahnya, rambutnya ia kibaskan bak sedang iklan shampoo.

“Wahai para kaum alay dan julid, ini masih panas dunia belum panas neraka,” ucap Bara yang wajahnya terkena kibasan rambut Lia.

“Ada yang belum lunas pembayaran untuk study wisata? Kalau masih ada yang belum lunas, tolong segera dilunasi. Karena kita akan berangkat minggu depan. Apa ada pertanyaan?” tanya Pak Agung selaku pengurus anak- anak yang hendak study tour ini, sebenarnya beliau malas mengurus bocah- bocah itu.

Namun karena Pak Agung juga ingin ikut wisata untuk refreshing dari penatnya hidup, beliau menyerahkan diri untuk mengurus study tour ini bersama dengan Pak Dio.

“Saya mau bertanya, Pak!” salah seorang anak entah siapa namanya mengacungkan jari tengahnya.

“Hei! Jari telunjukmu mana?” tanya Pak Agung melotot pada anak itu.

Anak itu segera menurunkan tangannya begitu di notice, “Perkenalkan saya Muntabin, dari kelas sebelas IPS satu. Izin bertanya, Pak. Kaos kapan dibagi?”

“Kaos dibagi H-3 keberangkatan, berarti hari Jumat besok. Ada lagi yang mau bertanya?”

Banyak anak yang mengacungkan telunjuk mereka. Pak Agung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan- pertanyaan nyeleneh para siswanya ini, sementara Pak Dio mengurut pelipisnya. Sepertinya asam uratnya kumat gara- gara mengurus siswa seperti mereka.

“Jadi, lebih baik kalian catat saja apa keperluan yang perlu dibawa. Misal kalian membawa dua tas, kalian catat apa yang perlu dibawa di tas satu dan dua,” jelas Pak Agung masih berusaha bersabar, “Lalu untuk obat- obatan pribadi, kalian bisa membawa dari rumah masing- masing.”

“Pak, izin bertanya!”

“Ada apa, Wildan?”

“Ini kapan selesai, Pak? Si Anton sudah mulai menghitam,” tanya Wildan dan menunjuk Anton.

Setelahnya Wildan mendapat geplakan live di kepala, sementara anak- anak yang lain kompak tertawa ngakak.

“Sebentar lagi selesai, setelah ini akan ada pengarahan dari biro bus. Silahkan Pak.”

“Assalamualaikum semua, perkenalkan saya Junaid dari biro perjalanan wisata Mapan Tour dan di samping saya ada rekan saya…”

“Hai adik- adik, nama saya Mawar dari Mapan Tour yang akan mendampingi adik- adik selama wisata.”

Anak- anak laki- laki serempak bersorak girang melihat wajah cantik Mawar. Pak Dio kembali turun tangan untuk menenangkan keributan dengan mengacungkan pentungan hasil pinjaman dari Pak Cahyo. Seketika suasana kembali hening dan Mas Junaid kembali menjelaskan beberapa informasi singkat tentang tempat wisata yang hendak dikunjungi nanti.

Akhirnya acara koordinasi selesai. Vina dan teman- temannya berbondong- bondong menuju kantin untuk membeli minuman dingin dan bergosip, beruntung hari ini tidak ada pembelajaran. Para guru masih sibuk dengan siswa kelas duabelas yang sebentar lagi try out.

“Kalian mau bawa berapa tas?” tanya Lia.

“Dua paling,” jawab Candra mengunyah kerupuk pedas yang tadi dibelinya.

“Emang cukup?” tanya Erin.

“Cukup kalo gue. Si Lia yang bawa cemilan, kan? Aer paling juga dapet dari Mas Junaid,” ucap Candra santai.

“Masak lo nggak bawa aer lagi, Can? Buat jaga- jaga,” kata Vina.

“Ntar, gue minta lo aja.”

Vina memejamkan mata mencoba untuk menahan hujatan yang keluar dari mulutnya, sementara Lia sudah menjitak kepala Candra saking gemasnya.

“Kita se- bus sama siapa ya?”

“Feeling gue sih kayaknya sama IPA 1, kita kelas terakhir di IPA. Atau mungkin sama IPS 1?” kata Vivin.

“Jangan sampe sama IPA 1 deh,” gumam Vina.

“Kenapa, Vin? Kalian lagi berantem ya?”

Sopo sing kuat nandhang kahanan

Sopo sing ora kroso kelangan

Ditinggal pas sayang- sayange

Pas lagi jeru- jerune, koe milih dalan liyane…

Belum sempat Vina menjawab, ada panggilan masuk ke ponselnya. Semua mata yang ada di kantin melihat ke arah meja yang Vina tempati, Vina meringis malu dan segera menjawab panggilan itu yang ternyata dari Galang.

Vina pun memisahkan diri dari para buaya betina itu apalagi Lia, bisa bahaya jika cewek itu tau yang menelponnya adalah Galang. Vina keluar dari kantin dan duduk di depan sebuah kelas.

“Halo, Kak?”

“Lho? Lo nggak sekolah, Vin?”

‘Lah ngapa lo telpon di jam sekolah, Mahmud?!’ batin Vina.

“Ini di sekolah, Kak. Tapi emang jam kosong. Ada apa ya, Kak?”

“Maaf kemarin gue lagi susah sinyal jadi ke putus- putus ngomongnya, mau kirim chat juga nggak bisa.”

“Lah lo dimana, Kak?”

“Di rumah Nenek gue, Vin. Rumahnya pelosok jadi sinyalnya susah harus manjat pohon dulu. Oh ya, minggu depan bisa ketemu nggak?”

“Minggu depan? Nggak bisa, Kak. Gue ke Bali minggu depan. Mau ngomong apa? Besok aja di Mentari apa ya?”

“Gue minggu ini masih sibuk, Vin. Hmm ya udah deh, lain kali aja kalo ketemu nanti.”

“Hmm, oke.”

Panggilan terputus dan Vina memutuskan untuk kembali bergabung dengan para ciwi- ciwi di kantin.

Vina mendapat banyak tatapan kepo dari teman- temannya. Membuat cewek itu menelan ludahnya. Candra masih terlihat santai, karena dirinya tau siapa yang baru saja telponan dengan Vina. Lia yang seperti cacing kepanasan, radar ke- kepoannya tingkat dewi.

“Lo baru telponan sama siapa, Vin?” tanya Lia.

“Kenapa harus keluar dari kantin segala?” lanjut Lia.

“Kak Galang, ya?”

Vina menatap dongkol Lia, sudah tau jawabannya masih saja bertanya. Dalam hati Vina menangis mendapat teman tidak berakhlaq seperti merekan ini.

“Iya, Kak Galang,” jawab Vina akhirnya agar ia mendapat pahala, membuat Lia bahagia.

“Bener, kan tebakan gue,” ucap Lia tersenyum senang.

See, Vina berhasil mendapatkan pahalanya yang pertama. Entah berapa banyak dosa yang Vina dapatkan.

“Kenapa dia telpon? Mau ngajak ketemuan, ya?”

“Iya, tau darimana lo?”

“Tau dong, Lia gitu lho. Gue ikut dong, Vin.”

“Dia ngajakin ketemuan minggu depan, kita ke Bali jadi nggak bisa,” jelas Vina masih mencoba bersabar.

“Ajakin nanti aja atau besok,” ucap Lia masih tidak menyerah.

“Minggu ini dia sibuk.”

Lia mendengus kecewa, cewek itu menyedot es ijo- nya. Sementara teman- temannya yang lain menggelengkan kepalanya.

Mereka bertahan di kanti sampai bel istirahat pertama, malas kembali ke kelas karena pasti banyak anak- anak cowok di sana. Entah sedang bermain catur, uno, atau rebahan di belakang kelas. Mereka akan mengamuk jika mendnegar suara heboh dari mulut ciwi- ciwi.

“Eh, balik ke kelas yuk?” ajak Candra.

“Ayo, kantin udah mulai rame sama anak kelas sepuluh and kelas duabelas. Heran sama mereka, udah di jatah kantin sendiri- sendiri juga larinya pada ke sini.”

“Udah biarin, yok.”

Anak- anak ciwi itu pun berdiri bersamaan. Namun tiba- tiba kuah soto panas mengguyur tangan Vina, membuat cewek itu memekik menahan rasa panas ditangannya.

“Akh!”

...🐈🐈🐈...

Ini Muntabin anak kelas XI IPS 1

Lalu Mas Junaid dari Mapan Tour

Mbak Mawar asisten Mas Junaid dari Mapan Tour

1
falea sezi
murahan sama mantan aja baperr🤣🤣🤣 prett
falea sezi
🤣🤣 aneh dia yg mutusin dia yg cemburu bangke amat lu pak
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!