"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Di Pinggir Pantai
Lihat saja Hana pasti akan membuat Heston kapok karena ingin merasakan bagaimana kencan rakyat jelata itu.
Hana membawa Heston ke pasar malam yang berada di pinggiran kota.
Dia sangat yakin kalau Heston tidak pernah datang ke tempat seperti itu.
"Ayo masuk!" ajak Hana setelah memarkirkan motornya.
Heston melihat pasar malam itu, matanya terus bergerak liar untuk mengamati tempat yang terasa asing baginya.
Jujur saja dari kecil dia sudah pernah melihat tempat seperti itu tetapi ketika Heston meminta ke tempat hiburan, orang tua Heston akan membawanya ke wahana permainan luar negeri seperti Disneyland.
Jadi, untuk pertama kali Heston merasakan pasar malam.
"Apa yang akan kita naiki?" Heston sudah mempersiapkan uangnya di dompet.
Namun, ketika melihat harga karcis yang murah, Heston mengerutkan keningnya dalam.
"Kenapa harganya hanya segini?" tanya Heston.
"Lantas kau mau harganya berapa?" balas Hana.
"Namanya juga hiburan rakyat jelata, kalau mahal tidak akan ada yang mau datang kemari!"
Heston meragu walaupun begitu, dia tetap membeli tiket wahana.
Hal yang pertama dia beli adalah tiket permainan kora-kora.
Sungguh berbeda dari kora-kora yang biasanya dia naiki, Heston lebih was-was karena bunyi dari permainan itu menakutkan.
"Hana, kalau kita jatuh bagaimana?" tanya Heston cemas.
"Kalau jatuh mungkin kita akan mengalami patah tulang," jawab Hana sekenanya.
"Tidak apa-apa patah tulang, asal masih bersamamu," ucap Heston lagi.
Astaga, Heston benar-benar sudah gila.
Hari itu, keduanya bersenang-senang di pasar malam tanpa sadar.
Padahal awalnya Hana ingin mengerjai Heston tetapi gadis itu tanpa sadar jadi menikmati.
Mungkin karena Hana sudah lama tidak pergi ke tempat hiburan.
Hana adalah anak tunggal yang hidup sederhana, orang tuanya sibuk bekerja jadi dia kadang merasa kesepian. Untuk itu, waktunya banyak dia gunakan untuk belajar dan belajar.
"Aku ingin beli gula-gula itu!" tunjuk Hana.
Heston mengikuti arah pandang Hana ternyata yang dimaksud adalah gula-gula kapas.
"Apa kau yakin ingin memakannya?" tanya Heston yang merasa gula-gula itu tidak higienis.
"Tentu saja aku yakin, aku sudah sering membelinya," jawab Hana.
Kalau sudah begitu tidak ada alasan lagi, Heston segera membeli gula-gula kapas yang Hana inginkan.
Lagi-lagi Heston merasa bingung karena harga yang murah.
"Lihat, aku masih hidup, bukan?" Hana memakan gula-gula itu dan membuktikan kalau yang dimakannya bukan makanan beracun.
"Aku tidak pernah mengatakan kalau gula-gula itu membuat mati," balas Heston membela diri.
"Hahaha... selain menyebalkan ternyata kau juga lucu," ucap Hana tertawa.
Heston merasa aneh karena suka melihat Hana yang tertawa seperti itu sampai jantungnya berdebar-debar tak karuan.
"Kalau begitu, ayo besok main lagi!" ajak Heston.
"Masih kurang?" tanya Hana. "Kalau aku menolak, apa kau akan terus menggangguku?"
"Sepertinya begitu," Heston memberikan jawaban yang ambigu.
"Haish..." Hana sepertinya tidak bisa menolak.
Dan keesokan harinya mereka bermain lagi setelah jam kuliah selesai.
Lambat laun hubungan keduanya jadi begitu dekat sampai Heston sadar jika pemuda itu sudah menyukai Hana.
Walaupun begitu, keduanya begitu apik menyembunyikan hubungan mereka.
Anak-anak kampus tidak ada yang sadar jika keduanya dekat karena memang Heston bersikap cuek jika berada di kampus.
Hari ini aku akan membawamu ke suatu tempat!
Hana membaca pesan yang dikirimkan oleh Heston hari itu.
"Suatu tempat?" Hana jadi penasaran.
Gadis itu setuju saja dan mengikuti Heston saat mereka akhir pekan.
Tidak seperti biasanya, kali ini Heston yang menjemput Hana memakai mobil.
"Memangnya tempat seperti apa? Bukannya kau suka dibonceng naik motor?" Hana bertanya sebelum memasuki mobil itu.
"Masuk saja!" seru Heston.
Lebih baik Hana mengikuti perintah pemuda itu supaya pertanyaan di kepalanya mendapat jawaban.
Ternyata Heston membawa gadis itu pergi ke sebuah pantai.
Tetapi pantai itu tampak sepi dan sudah di hias sebelumnya.
Hana dan Heston berjalan di atas karpet yang ditaburi bunga.
"Apa ini?" tanya Hana tambah bingung.
Ada meja dan sepasang kursi yang sudah dihias di pinggir pantai.
"Kalau mau tahu jawabannya, kita duduk di sana!" Heston membimbing Hana untuk duduk di kursi yang sudah dihias.
"Hari ini adalah hari yang spesial karena aku ingin melamarmu!"
"Oh Hana, ayo kita menikah!"
agak lama yaa nunggu nya