Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamu harus tanggung jawab, galang!!
"lang" panggil top
"kenapa"
"kok kamu enggak bilang kalau papa mu sekaya ini? Ngeluarin 20jt dan dia bilang buat jajan.. Kayak orang ngasih duit 5rb buat beli seblak" ucap top
"iya iya kita enggak pernah tau kalau papa mu sekaya ini" ucap aga menambahkan
"uang aja pun, buat apa di pamerin"
"eh tapi kalau punya uang sebanyak itu kenapa kamu tinggal di komplek yang mirip kayak kita deh? Maksudnya kan harusnya komplek elite enggak sih kalian tinggalnya?" tanya aga penasaran
"oh rumah yang sering kalian datengin itu? Itu cuman rumah singgah, lebih tepatnya aku yang suka tinggal disitu, jadi papa mama juga ikut tinggal disitu. Sebenernya kalau rumah utama kita ada di komplek elite lain. Ada beberapa rumah di komplek lain juga. Cuman bagiku dirumah yang kalian tau, itu tempatnya paling nyaman" jelas galang
"oh pantes lah, kaget kita tadi pas liat tf an masuk dari papamu"
"iya, hampir copot jantungku" ucap aga menimpali
"oh iya btw kalian tau enggak aku kecelakaannya gara- gara apa? Aku samar- samar inget bahwa aku abis tarik- tarik an sama orang tapi aku enggak inget siapanya, terus abis itu aku ketabrak mobil"
"inget enggak yang bantuin kamu siapa?"
"enggak, ingatan ku baru kembali sampe pas aku ketabrak itu aja"
"laras, kamu ketemu laras di smp. Awalnya katanya itu permintaan pak agung. kamu inget pak agung kan?" tanya aga
"iya inget, kepala sekolah smp kita dulu"
"nah, tadinya aku cuman denger cerita dari lestari pas dia nolongin kamu, dan bawa kamu ke rumah sakit. Tapi ternyata pas top ngecek cctv sekolah, ternyata benar kejadiannya persis yang diceritain sama lestari" jelas aga kemudian
"tau enggak apa omongan dia sebelum tarik- tarikan sama aku?" tanya galang
"ngajak balikan, menurut satpam yang jaga begitu, soalnya kalau dari cctv kan enggak kedengeran suaranya" jawab top
"tapi kamu ngerasa ada yang aneh enggak sih lang?" tanya aga
"aneh apanya? Bukannya umum ya mantan ngajak balikan" ucap galang
"laras tiba- tiba deketin kamu, ngajak balikan, dan jedanya cuman beberapa hari. Padahal sebelumnya walau ketemu di tiap lomba pun dia jangankan deketin kamu, nyapa aja enggak. Kayak orang enggak kenal. Terus kenapa deh tiba- tiba dia deketin kamu" ucap aga
"kenapa aku enggak kepikiran ya? Kok kamu bisa mikirin ginian sih aga" ujar top
"emang kamu pernah mikir, top? Selama ini kalau kita belajar bareng aja kamu sukanya nyontek mana pernah mikir" ledek galang
"betul tuh, setuju" ucap aga menambahkan
"kenapa kalian jadi rundung aku sih.." ucap top pundung
"oh jadi sebelum aku kecelakaan, laras pernah deketin aku? Trus aku deket lagi sama dia enggak?" tanya galang kemudian
"iya pas lomba gambar peta. Enggak, untungnya lestari cemburu pas itu dan langsung ngajak kamu pulang" jawab aga
"cemburu? Emang hubunganku sejauh apa deh sama si lestari? Aku liat tadi tatapan dia pas aku enggak mengenalinya juga kayak beda gitu, kayak tatapan orang yang saling cinta, tapi sedih juga" tanya galang penasaran
"aku sih enggak tau pastinya yah, tapi yang jelas kalian belum jadian karena kamu ngejar lestari, tapi dari lestari belum menerima tawaran kamu buat pacaran" jawab aga
"oh friendzone kah ceritanya? Apa friend with benefit?" tanya galang
"benefit apanya lang? Kamu ciuman sama mantanmu dulu aja bisa dihitung pake jempol" timpal top
"diem deh top" lirik galang sinis
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"pokoknya kamu harus jadi milikku, galang. Kalau tidak anak ini bagaimana" ucap gadis itu yang berdiri di luar rumah sakit di bagian halamannya. Sambil menatap arah jendala ruang rawat galang
"ayah anak ini tidak menginginkannya, terpaksa aku memanfaatkan mu, maaf kan aku" sambung gadis itu lagi
Saat gadis itu berbalik. Dari jendela kamar inapnya, galang seperti mengenali siluet perempuan itu. Seperti ia pernah melihatnya di suatu tempat.
"kenapa lang?" tanya top yang menyadari arah tatapan galang, yang seolah mencari sesuatu
"entahlah, aku seperti kenal perempuan tadi, cuman dia sudah berlalu pergi"
"ya sudah lupakan aja. Mendingan kita main game aja yuk"
Mendengan ajakan top, aga spontan langsung menggeplak kepalanya.
"aduh, aga kenapa sih? Kan. Baik aku tuh may menghibur galang" keluh top, sambil mengelus kepalanya pelan
"yang ada makin depresi galangnya" ucap aga jengah
Galang yang melihat pertengkaran kedua temannya ini pun hanya bisa tertawa senang
"udah deh mendingan kamu beli makan aja, nih kartunya nanti tarik tunai dulu" ucap aga kemudian, sambil memberikan kartu atmnya pada top
"tarik berapa?" tanya top
"emm 1jt dulu aja deh" jawab aga
"lang mau nitip makan apa? Biar sekalian" tanya top
Sebelum galang sempat menjawab, aku menggeplak lagi kepala top.
"KENAPA SI PUKUL- PUKUL? EMANG AKU SARUNG TINJU?? IYAAA??" teriak top
"maksud nanya begitu apaan? Galang belum boleh makan makanan dari luar. Makanan dia udah disiapin rumah sakit. Udah sana kamu pergi aja" ucap aga sinis
"iya deh iya, maaf ya galang" setelah berkata begitu, top pun melangkah pergi. Saat di depan pintu, ia berkata ingin beli makanan kepada bodyguard yang berjaga.
"ternyata kalian masih sama saja ya"
"apanya yang sama lang? Si top itu beda kok. Makin banyak aja akal bulus dia, entah dari mana dia belajarnya" jawab aga, dengan mimik muka sebal
...****************...
Setelah siuman, galang dirawat di rumah sakit sekitar satu minggu saja. Setelah dokter memastikan kondisinya membaik, ia diizinkan untuk pulang. Saat dirawat pun ia kembali memperlajari hal- hal yang akan ia lakukan.
seperti menari dan menyanyi. Lalu juga materi untuk lomba debat 1 minggu lagi. Untunglah tidak sulit bagi galang untuk mengingat kembali materi lomba debatnya.
dua hari setelah diizinkan pulang, keesokannya galang langsung masuk sekolah. Ia pun langsung mengambil piala dan sertifikat yang sempat tertunda. Saat pak surya bertemu dengannya pun ia menanyakan tentang kondisinya bagaimana.
Awalnya galang tidak mengenal pak surya, tapi untungnya galang pergi bersama aga. Dan aga mengenalkan galang dengan pak surya. Aga juga menjelaskan terkait kondisi kesehatan galang.
Tadinya pak surya ragu, apakah galang bisa mengikuti lomba debat yang akan datang. namun saat latihan, ternyata galang melampaui ekspektasinya.
Lalu waktu pun berlalu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Lomba debat pun sudah selesai, dan tim mereka mendapat tingkat pertama dan masuk ke tingkat provinsi.
Beberapa bulan berlalu. Galang dan lestari tetap bertemu dan kembali akrab. Mereka pun latihan untuk pentas akhir tahun nanti dengan baik. Galang pun kembali menghapal koreo dari awal. Tentunya dengan di bantu lestari.
Tadinya ratih dan tio yang di beri tahu galang terkait kondisi kesehatannya pun sempat meragukan apakah galang bisa melakukan penampilan dengan baik. Namun saat melihat latihannya bersama lestari di depak ratih dan tio. Mereka pun tersenyum bangga. Mereka merasa tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi.
Walau waktu sudah berlalu lama sejak kecelakaan itu. Tapi ingatan galang belum sepenuhnya pulih. Baru beberapa potongan ingatan saja yang mampu dia ingat. ketika konsultasi dengan dokter, mereka menjawab tidak ada jawaban pasti untuk kapan ingatan itu bisa datang semua dengan lengkap. Jadi galang pun hanya bisa menunggu waktu, sampai semua ingatannya kembali.
Sepulang sekolah galang tiba- tiba dikejutkan dengan kehadiran laras dengan perutnya yang terlihat agak buncit, pikirnya. Galang rencananya akan pulang bersama lestari, aga, dan puspa. Top katanya ada urusan dan indah juga, jadi tidal ikut pulang bersama.
Dari kejauhan terlihat laras menangis tersedu- sedu di samping mobil galang. Banyak murid yang berlalu- lalang dan memperhatikannya.
Begitu galang mendekat ke mobil, laras lalu menghampirinya
"hiks hiks galang.. Kamu harus tanggung jawab" ucap laras tersedu- sedu
Keempat orang itu termasuk galang pun kebingungan di buatnya.
"coba cerita dulu pelan- pelan laras. Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu meminta galang bertanggung jawab" tanya aga mencoba menenangkan
"kamu udah hamili aku, masa kamu enggak mau tanggung jawab" jawab laras sambil menatap galang melas
plis siapapun jelaskan padaku... Ini ada apaa..
- batin galang sambil menatap yang lainnya