Berpacaran dari SMA lalu melakukan nya hubungan terlarang hingga Ayunda hamil tapi saat Ayunda meminta pertanggung jawaban sang kekasih justru keluarga Abian tak terima karena Ayunda tak setara dengan mereka apalagi Abian masih sangat muda untuk menikah.
Abian di pindahkan ke luar negeri oleh keluarga nya untuk kuliah,Abian frustasi berjauhan dari Ayunda hingga dia sakit tapi keluarga Abian tetap tidak ingin Abian menikah dengan Ayunda yang datang dari kalangan miskin.
Lima tahun berpisah akhirnya Abian bisa melewati masa sulit nya dan Abian kembali lagi ke Indonesia, tujuan pertama Abian ke Indonesia mencari Ayunda tapi Ayunda sudah pindah dari rumah lama nya.
Akhirnya Abian harus menerima kenyataan kalau memang mereka tidak berjodoh di saat Abian mulai move on justru dia di pertemukan dengan Ayunda sebagai rekan kerja.
Bagaimana kisah selanjutnya,akan kah Cinta mereka bersemi lagi?
Lalu bagaimana dengan anak yang di kandung Ayunda dulu?
Yuuk mampir di cerita terbaru ku🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar dari rumah
"Mas aku mau dia keluar dari rumah kita sekarang juga" pinta Dewi
"Siapa?" tanya Abian tak mengerti dengan ucapan sang adik yang langsung marah-marah saat datang ke ruangan nya.
"Papa!"
"Kamu yakin wi bukan nya selama ini kamu yang nggak boleh mas buat ngusir papa dan istri nya dari rumah"
"Itu dulu Mas sekarang papa sudah kelewatan dia bahkan akan menjodohkan aku maa,aku tidak mau!"
"Begini saya kamu yang keluar dari rumah dulu gimana? Mas belikan apartemen" usul Abian
"Kenapa mesti aku mas rumah itu milik kita,kamu tau Veni kan mas dia sangat bahagia kalau aku keluar dari rumah dia berpikir sudah menang mas bisa-bisa dia minta rumah itu untuk nya"
"Ya mas tau Wi tapi jika papa keluar dari rumah sudah pasti posisi kamu tidak akan aman,mas tau siapa papa,ambisius! apalagi Veni berbagai macam cara akan membuat kamu celaka wi"
"Tapi mas-"
"Wi mengalah tidak akan membuat kamu mati bukan tapi mas akan batasi semua nya,mas akan buat papa berusaha sendiri untuk menghidupi istri nya itu kita lihat apa Veni sanggup hidup dengan papa yang tidak punya apa-apa jika dia merasa di rugikan pasti nya dia akan cari lelaki kaya lain nya wi tanpa menyakiti kamu"jelas Abian
"Bagaimana jika papa nekat menjual rumah itu mas, hanya itu kenangan mama yang berkesan buat kita mas"
"Tidak mungkin semua aset sudah mas aman kan,kamu tenang saja mereka hanya bisa menunggu bukan hak milik"
"Ya sudah kalau begitu aku mau pindah secepatnya mas,aku tidak mau di jodoh kan tapi bagaimana dengan perjodohan mas Abi bersama perempuan matre itu aku dengar dia juga sudah bergabung di perusahaan ini"
"Biarkan saja selagi mas tidak menanggapi nya kamu tidak usah khawatir"
"Aku takut mas mereka licik"
"Kamu tenang saja,mas bisa mengatasi nya"
Dewi mengangguk kecil, perasaan nya sedikit lega, pandangan Dewi menatap ke arah kotak bekal yang ada di atas meja Abian membuat nya bertanya-tanya.
"Mas kotak bekal nya bagus" ujar Dewi mendekat dan segera mengambil nya dengan sigap Abian menarik kembali kotak bekal tersebut.
"Jangan!"
"Kenapa?"
"Mas belum sarapan" alasan Abian
"Aku tidak meminta hanya ingin melihat isi nya saja"
"Anak kecil di larang kepo" ujar Abian membuat Dewi semakin penasaran.
"Sudah sana kamu pulang beres-beres pakaian, setelah kamu pindah di apartemen kamu ikut bergabung di perusahaan"
"Tapi mas-"
"Sudah sana" usir Abian mendorong sang adik keluar dari ruangan nya lalu segera menutup pintu nya.
"Tumben sekali mas Abian begitu, pasti ada yang dia sembunyikan dari ku, kotak bekal nya isi apa ya?" gumam Dewi penasaran.
"Vik,kamu tau nggak kotak bekal mas Abian dari siapa?" tanya Dewi pada Vika dan di jawab gelengan oleh Vika.
"Ada perempuan yang sering datang mencari mas Abian ke mari?" tanya Dewi lagi mengintrogasi
"Tidak ada"
"Kamu pasti bohong" tebak Dewi
"Saya berani sumpah bu Dewi nggak ada" jawab Vika.
Dewi merasa aneh dengan perilaku sang kakak seperti menutupi sesuatu.
"Ya sudah saya mau pulang"pamit Dewi dan diangguki Vika
"Jika aku bergabung di perusahaan aku bisa mengawasi perempuan matre itu,jangan harap bisa masuk ke keluarga ku" ucap Dewi tersenyum kecil.