NovelToon NovelToon
DENDAM TAK BERTUAN

DENDAM TAK BERTUAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:354.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mickey Mouse24

ketika hati dibutakan oleh dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mickey Mouse24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran yang Menyakitkan

"te... terimakasih"

"sudah?" tanya Max memastikan

"hm" jawab lemah Anita

Max lalu menyingkirkan tangannya yang memegang botol air mineral di depan dada Anita lalu menutup kembali dan menaruhnya di tempat semula

ya, entah kesambet apa Max tergerak membantu Anita melepaskan dahaganya, mulai dari membantunya mengambil botol air, lalu mengambilkan sedotan dan membantu memegang botol air mineral. sebab memang jemari tangan dan tulang-tulang Anita belum sepenuhnya bisa berfungsi baik setelah tertidur cukup lama. tubuh itu terlihat kaku

"sudah mendingan kan? aku mau pulang sekarang"

"hm" balas Anita sembari mengangguk kecil. lebih cepat Max pergi lebih bagus untuknya. pikir Anita

"kamu udah bisa jalan kan?" tanya Max memindai kaki Anita yang belum bergerak sama sekali

lelaki iblis ini! pertanyaan bodoh apa itu? batin Anita mengumpat

"nanti aku bisa kok. kamu bukannya mau pulang? silahkan, terimakasih sudah sudi menjenguk"

"tapi aku maunya kamu bisa jalan sekarang. aku nggak mau repot-repot membebankan diriku karna menggendong tubuhmu itu" ujar Max tak berperasaan "cukup darahku saja yang sudah aku sia-siakan hanya untuk menyelamatkan nyawa tak berharga mu itu" lanjut Max mencemooh

"ka...kamu apa? donorin darah kamu untuk aku?" beo Anita memastikan dengan nada terkejut

"ya iyalah. kalau bukan karna aku, kamu udah tinggal nama sekarang"

'tapi karna kamu juga aku berada disini dan hampir kehilangan nyawa' batin Anita

"darah kita benaran cocok?" alih-alih mengutarakan isi hatinya Anita justru menanyakan kecocokan dna darah mereka

"ya iyalah. aku juga terlahir dari benih pria br*ngsek yang membuat kamu hadir di dunia, aku ingatkan kalau-kalau kamu lupa"

"jadi benar papa kita sama..." gumam Anita sembari menunduk, sekali lagi ia kecewa mendengar fakta mengenai kecocokan darah mereka, padahal ia sudah berusaha untuk tidak mempercayai bahwa papanya memiliki masalalu sekejam itu. meninggalkan istri dan anak kandung demi wanita lain yang tak lain adalah mamanya sendiri.

"nggak usah nunjukin muka sedih jelekmu itu. jangan buang-buang waktu, cepat bangun, makin lama kamu disini makin membengkak biaya rumah sakit. ayo bangun, jalan sendiri, jangan manja"

pria ini! apa dia memiliki hati? mungkin punya tapi tak dipergunakan selayaknya. lihatlah bagaimana arogan dan tak berperasaannya langsung menyuruh pasien yang belum ada lima menit sadar dari koma sudah disuruh jalan dan pulang. sinting! pikir Anita dengan dada membuncah muak

"untuk membuktikan kalau kita memang saudara satu ayah, bagaiamana dengan tes DNA?" usul Anita berhasil membuat Max terdiam, lelaki itu tampak memikirkan tawaran itu

tes DNA?

'Lihat lah nak, lelaki itu adalah ayah kandungmu. tapi dia membuang kita karna wanita lain dan kini mereka bahagia bersama anak-anaknya yang lain. mereka itu saudara kamu, adik-adik tiri kamu, mereka merampas kebahagiaan kita, seharusnya kita yang ada disana bersama ayahmu' seketika ingatan masa kecilnya yang menyaksikan kebahagiaan Pratama dan keluarga saat berlibur membuat Max mengeram tertahan

persetan dengan tes DNA! Max percaya dengan perkataan ibunya. ucapan Nasya beberapa tahun lalu adalah kebenaran. pikir Max

lagian bukti apa lagi yang harus diperjelas? bukankah bukti nyata sudah terpampang nyata? bahwa tubuh Anita bisa menerima donor darahnya tanpa kendala adalah bukti terakurat kalau mereka memang sedarah, lahir dari ayah biologis yang sama.

"lo pikir tes DNA bisa merubah fakta yang ada, Hah?!" dengan suara dinginnya Max menanggapi, bahkan kini nada bicaranya kembali terdengar layaknya orang asing

"tapi bisa jadikan ada kekeliruan..."

"lo nuduh ibu gue berbohong, begitu?" potong Max sembari tangannya mencengkram pipi kering Anita

"ti..tidak. maaf. tolong lepasin. sa...kit"

Wajah Anita terhempas ke samping kala Max melepas cengkramannya dengan dorongan kuat

"terima saja fakta bahwa papa kesayangan lo itu tak sebaik yang lo pikir. dia lelaki pec*ndang dan br*ngsek!!" desis Max tepat di telinga Anita

Saat Max menegakkan tubuhnya, Anita mengikuti dengan arah pandangnya "jika kamu tahu kita sedarah, kenapa kamu tega menyentuhku?" tanya Anita. sebuah pertanyaan yang selalu ingin ia tanyakan pada Max tapi ia tak punya keberanian. dan hari ini ia mencoba peruntungan menanyakan beban pikirannya itu selagi mereka membahas hubungan darah diantara mereka

"menyentuhmu?" beo Max lalu terbahak setelahnya. usai menguasai tawanya, kembali Max melemparkan tanya "kapan? kapan aku menyentuhmu? kamu nggak mimpi kan? tubuh kecilmu itu apa ada yang spesial sampai aku sudi menyentuhnya? bahkan kamu telanjang pun dan mengangkang di hadapanku tak membuat aku bernafsu. kurus kering begitu ck ck ck" olok Max tak berperasaan sembari memindai tubuh lemah Anita di brangkar

"di hotel waktu itu" lirih Anita dengan air mata mengenang di pelupuk mata. bukan, bukan sedih karna olokan Max, tapi sedih dan menyesal mengingat kejadian dimana papa dan mamanya kecewa padanya dan berakhir membuangnya. kejadian dimana awal dari penderitaannya yang tak kunjung menemui tepi.

"oh waktu itu" ujar Max santai, lelaki itu lalu mengeser kursi dan mendudukan bokongnya di sana

"ya, itu hanya rekayasa. aku merencanakan semuanya dari awal. aku sengaja mengikuti mu dan membayar temanmu untuk memberi mu minuman yang sudah aku campur obat bius. dan yah, aku membawamu bersamaku di hotel yang dimana si baj*ngan Pratama dan istri jal*ngnya sedang ada acara di sana. aku merancang semuanya begitu apik. menghubungi pihak hotel untuk menciduk kita di kamar. dan yah, papa kita yang br*ngsek itu ikut menciduk dan berakhir tak mengakui mu sebagai anaknya dengan cara menyayat lengannya" diakhir kalimat Max meringis geli. merasa lucu dengan cara Pratama yang kekanakan itu

"kamu tahu, itu adalah hari pertama aku ketemu langsung dan berada di ruangan yang sama dengan lelaki yang menghadirkan aku di dunia ini namun dengan tega membuangku. aku bahagia sekali hari itu. bukan karna bisa bertemu langsung dengan dia tapi bahagia karna bukan hanya aku yang akhirnya di buang tapi kamu juga"

"pikir baik-baik Anita, seandainya dia adalah seorang ayah yang baik, mana tega ia begitu gampang memutuskan pertalian darah dan membuangmu hanya karna kesalahan yang biasa anak-anak seusiamu lakukan?"

"menggelikan sekali, menyayat dirinya demi terbebas dari ikatan darah denganmu. hahahah"

"dan menyaksikan kejadian itu, aku semakin yakin bahwa Pratama memang sebr*ngsek itu! anak tak begitu berarti baginya. karna yang dia pikirkan hanya dirinya sendiri"

Max bercerita begitu semangat, mengabaikan bahwa ada hati seorang gadis belia yang menjerit kesakitan akan fakta yang Max utarakan

"oh iya, aku tidak melakukan apapun selain membuka bajumu waktu itu. itu saja. jangan ge-er, aku tidak sudi menikmati tubuh perempuan yang sedarah denganku. aku masih manusia berakal yang pantang menikmati tubuh jelekmu itu"

Bersambung....

1
senjasabdaalam
sakit banget jadi anita
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
penyesalan kalian semua tdk ad gunanya
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
separah itu traumanya 😭😭😭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
kamu salah paham Anita, mereka begitu karna rasa rindu dan rsa bersalah padamu
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
ya Tuhan.. jngan2 Max anaknya yg hilang dri kecil?
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
mereka jg merindukan mu 😔😔😔
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
wah jd remaja laki2 itu si Ezar toh😁😁
made astiti
kasihan anitanya terus😭😭😭🤦🤦🙏
ayu irfan
😢😢😢
Alia Canim
Anita
Alia Canim
dendam apa max sama keluarga pratama
Naura Ar-rahman
ini beneran tamat...??
jdi ini sad ending..? 😭
Naura Ar-rahman
halaaaaaahh. . ngapain pd menyesal. . . selama ini Anita yg paling menderita.... nyesek bgt bacanya...
Naura Ar-rahman
kamu se trauma itu, Anita. . . merasa menjadi orang yg terbuang tdk diharapkan. .. tp itu salah paham. . . tuan Pratama, kenapa dulu kamu egois... sekarang baru menyesal setelah kehilangan anak....
Shin Gao: sampai sekarang max masih egois cb dia kasih tau Pratama pasti Anita gak bunuh diri
total 1 replies
Naura Ar-rahman
kamu jangan terlalu dendam, Anita. . . kasihan psikis mu. . . sekarang kn Max udah lumpuh. . . kamu hrs mengikhlaskan yg sudah2...
Naura Ar-rahman
sekarang kamu menyesal,, Max. . . penyesalan mu terlambat krn Anita mengalami trauma berat...
Naura Ar-rahman
dia adl istri yg kau sia2 kan. . . krn dendam yg slh alamat...
Naura Ar-rahman
dia adl istri mu yg kau sia2kan,, Max...
Naura Ar-rahman
terus istri siri Max kemana selama ini..??
apa Max tau klo istri siri nya ga peduli dg ibu Max... pas diajak membesuk dia ga mau..
Nur Mei
ceritanya seru dan menegangkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!