NovelToon NovelToon
Sanggana7: Dendam Ratu Muda

Sanggana7: Dendam Ratu Muda

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Poligami / Fantasi Timur / Dendam Kesumat / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Perjanjian antara Prabu Dira Pratakarsa Diwana dengan Putri Ani Saraswani, memicu perang yang melengserkan Prabu Galang Digdaya, ayah sang putri sendiri.

Setelah menggulingkan Prabu Galang dari tahtanya, Prabu Dira menikahi Putri Ani yang telah bersekutu dengannya. Putri Ani mau menikah dengan salah satu syaratnya, di hari pernikahan tidak ada istri Prabu Dira yang lain hadir.

Para istri Prabu Dira setuju suami mereka menikah dengan Putri Ani dengan tujuan bisa membangun benteng dan armada laut di kerajaan pesisir tersebut. Prabu Dira harus segera membangun armada laut yang kuat untuk menghadapi perang besar melawan Negeri Tanduk dan sekutunya.

Namun, syarat yang diajukan oleh Putri Ani yang melarang kehadiran istri Prabu Dira di hari pernikahan, justru menyinggung perasaan beberapa orang permaisuri.

Puncaknya, setelah Putri Ani menjadi istri muda Prabu Dira dan menjadi ratu di kerajaannya sendiri, dia ditemukan telah tewas. Salah satu permaisuri Prabu Dira diduga pelakunya. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DRM 26: Janda Mahapatih

*Dendam Ratu Muda (DRM)*

 

“Apakah kalian tahu, siapa yang menjadi istri kakek bungkuk yang naik di panggung?” tanya seorang pelayan kepada rekan-rekannya yang sesama pelayan di dapur Istana. Dia bernama Sunik.

Sunik termasuk pelayan yang sempat datang ke Aula Tahta saat membawakan makanan untuk pesta. Saat dia di Aula Tahta, Bungkuk Gila sedang beraksi bersama “istrinya”.

“Ya tidak tahu, kau belum menceritakan apa yang kau lihat di Aula Tahta,” kata salah satu pelayan lainnya dengan sewot.

“Istrinya adalah Gusti Rayu Pelangi, putri dari Gusti Mahapatih Olo Kadita,” kata Sunik.

“Haaah!” desah para pelayan itu panjang dan bersama-sama. Mereka benar-benar terkejut seperti sengaja dikejut-kejutkan.

“Dan yang aku dengar, ternyata Gusti Rayu Pelangi dan istri Mahapatih Olo itu kabur dari Penjara Kayu Hitam,” kata Sunik lagi.

“Loh, kenapa mereka dipenjara?” tanya satu pelayan bertubuh gemuk.

“Apakah kau belum tahu, Caning? Gusti Mahapatih Olo itu adalah dalang dibalik pembunuhan dua menteri, dan mencoba membunuh Gusti Putri waktu itu,” kata pelayan yang lain.

“Ah, yang benar?” justru giliran Sunik yang terkejut dan tidak percaya.

“Aku mendengar langsung dari percakapan Gusti Permaisuri Titir dengan Gusti Prabu. Gusti Mahapatih Olo sudah dibunuh oleh Gusti Ratu Ani sendiri sebelum hari peperangan,” kata palayan tadi.

“Heh heh heh!” hardik prajurit jaga yang duduk di dekat pintu dapur.

Hardikan itu membuat para pelayan dapur yang sedang berkumpul seperti sedang makan rujak tersebut jadi alihkan pandangan kepada si prajurit.

“Kerja, jangan sampai Kepala Dapur Istana melihat tingkah kalian,” kata si prajurit yang mendengar jelas obrolan kaum wanita itu.

Para pelayan itu hanya tersenyum kuda karena menyadari kesalahan mereka. Mereka pun segera bubar untuk kembali ke tugasnya masing-masing karena memang dapur Istana yang besar itu sangat sibuk. Mereka harus menyiapkan berbagai macam makanan secara kontinyu untuk pesta yang akan berlangsung selama tiga hari.

Salah satu prajurit jaga yang juga turut mendengar rumpian para pelayan itu adalah Kuwa Kuwat, salah satu anak buah Abang Kintir yang disusupkan menyamar menjadi prajurit jaga di bagian dapur Istana.

Seharusnya, belum waktunya Kuwa Kuwat bertugas karena sebagian besar prajurit Kerajaan Pasir Langit masih diliburkan dari tugas. Namun, karena prajurit jaga di bagian dapur kekurangan orang, jadi Kuwa Kuwat langsung ditugaskan sejak hari pernikahan Prabu Dira dan Ratu Ani.

Ketika giliran tukar sif, Kuwa Kuwat pulang ke Ibu Kota. Dia pun pergi ke Pengirim Lintas Dunia menemui Abang Kintir di kala malam untuk melapor.

Keesokannya di kediaman Adipati Kubis Ganda di Kadipaten Ombak Lelap yang sedang pesta, ada seorang tamu yang datang. Orang itu seorang lelaki berpakaian serba merah dan membawa tombak sebagai bekal senjatanya. Orang berperawakan pendekar itu datang dengan menunggang kuda.

Meski yang didatangi adalah kediaman adipati, tetapi orang yang dicarinya bukanlah sang adipati.

“Kau ingin bertemu dengan siapa, Kisanak?” tanya prajurit jaga di kediaman Adipati.

“Aku utusan dari Penombak Jubah Merah. Aku ingin bertemu dengan Gusti Ramu Kalila, istri Mahapatih,” jawab pendekar tersebut yang sudah turun dari kudanya.

“Silakan menunggu dan nikmati hidangan pesta ini,” kata prajurit jaga itu.

Selama tiga hari, pusat kadipaten-kadipaten di wilayah kekuasaan Kerajaan Pasir Langit melangsungkan pesta, ikut merayakan pernikahan Ratu Ani Saraswani dengan Prabu Dira Pratakarsa Diwana, termasuk di kediaman Adipati Kubis Ganda.

Tidak berapa lama, datanglah Ramu Kalila, janda Mahapatih Olo Kadita. Dia dikawal oleh dua orang prajurit. Dia diantar ke tempat utusan Penombak Jubah Merah sedang makan semangka. Maklum, saat ini semangka sedang populer sebagai simbol perjuangan dan perlawanan.

Melihat kedatangan wanita cantik berusia separuh abad itu, utusan dari kelompok Penombak Jubah Merah segera bangkit dan membuang begitu saja kulit semangkanya. Dia seka bibirnya dengan lengan bajunya.

“Hormatku, Gusti,” ucap utusan tersebut seraya menjura hormat. “Aku diutus oleh Ketua Merah.”

“Kabar apa yang kau bawa?” tanya Ramu Kalila.

“Tentang nasib Gusti Mahapatih Olo Kadita,” jawab utusan tersebut.

“Katakan!” perintah Ramu Kalila.

“Mohon maaf, Gusti. Tidak ada kepeng, maka tidak ada kabar,” kata utusan itu.

Terbeliak sepasang mata wanita itu.

“Ikut aku!” perintah Ramu Kalila, lalu berbalik.

Utusan itupun mengikuti langkah Ramu Kalila. Diam-diam dia memerhatikan bokong si janda di kala berjalan. Jangan ditanya apa yang sedang dipikirkan oleh utusan itu.

Sampai di area belakang kediaman Adipati Kubis Ganda yang relatif sepi.

“Tunggu di sini!” perintah Ramu Kalila.

Ramu Kalila masuk ke dalam rumah dan utusan menunggu dengan dua prajurit yang menjaga.

Tidak pakai lama, Ramu Kalila kembali muncul dengan membawa dua kantung kepeng. Satu kantung dia lempar kepada si utusan, satu lagi dia tetap pegang.

“Katakan!” perintah Ramu Kalila.

“Gusti Mahapatih Olo Kadita sudah mati dibunuh,” kata si utusan.

Terbeliak Ramu Kalila. Sepasang matanya yang bermaskara tebal seketika memerah dan berair. Namun, terlihat jelas bahwa dia berusaha menahan tangisnya. Intinya dia sudah menangis, tetapi dia tahan agar tidak meraung atau meratap.

Ramu Kalila menyeka sudut mata dan hidungnya yang berlendir. Terlihat jelas, bukan hanya kesedihan yang melandanya, tetapi gurat dendam tergambar pula.

“Siapa yang membunuhnya?” tanya Ramu Kalila dengan tatapan merah dan sangar.

“Ratu Ani,” jawab si utusan.

“Pergilah!” perintah Ramu Kalila tanpa mau melanjutkan urusan. Dia berbalik dan masuk ke dalam rumah. Dia ingin meluapkan dukanya di dalam kamar.

Karena sudah selesai, si utusan pun pulang.

Tidak berapa lama setelah kepergian si utusan, ternyata rombongan Adipati Kubis Ganda telah kembali, padahal pesta di Istana belum selesai. Seharusnya para adipati berada di Istana sampai tiga hari karena pada hari ketiga ada pertemuan khusus para adipati dengan Ratu Ani. Namun, baru hari kedua, Adipati Kubis Ganda memutuskan pulang bersama para stafnya.

Adipati Kubis Ganda mengkhawatirkan adiknya, yaitu Ramu Kalila.

Adipati Kubis Ganda disambut oleh istrinya.

“Bukankah Kakang seharusnya masih di Istana?” tanya sang istri.

“Di mana Ramu?” Adipati justru balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan istrinya.

“Sedang meratapi kematian Gusti Mahapatih di kamarnya,” jawab istrinya.

Adipati Kubis Ganda segera masuk ke rumah untuk menemui adiknya. Benar kata istrinya, Ramu Kalila sedang membanjiri dirinya dengan air mata. Sudahlah dia kehilangan putrinya, kini dia pun pasti kehilangan suaminya untuk selamanya.

“Rayu Pelangi kini bersama dengan seorang sakti yang bernama Bungkuk Gila.” Itu kalimat pertama yang Adipati Kubis Ganda sampaikan kepada adiknya.

Terkejut Ramu Kalila. Dia memandang serius kepada kakaknya dengan mata yang merah.

“Tiba-tiba Rayu Pelangi muncul bersama pendekar tua itu di pesta pernikahan Gusti Ratu. Setelah itu menghilang begitu saja ketika Rayu hendak ditangkap kembali. Namun sepertinya, Rayu berada dalam kuasa pendekar itu,” jelas Adipati Kubis Ganda.

“Tapi … tapi bagaimana kondisinya, Kakang?” tanya Ramu Kalila dengan suara serak.

“Sepertinya dia baik-baik saja, meski dikendalikan oleh Pendekar Bungkuk Gila. Namun, pendekar tua itu mengakui bahwa Rayu adalah istrinya.”

“Apa?!” kejut Ramu Kalila dan istri Adipati.

“Aku khawatir kau sudah dijemput oleh pasukan kerajaan. Kerajaan telah tahu bahwa kau ada di sini. Selagi pasukan kerajaan belum datang, lebih baik kau pergi ke luar wilayah Pasir Langit,” ujar Adipati Kubis Ganda. Lalu katanya lagi, “Lebih baik kau pergi ke kediaman Kupi Segok di Teluk Busung. Amankan dulu dirimu. Pasalnya, suamimu telah dicap sebagai pemberontak oleh Istana. Nanti aku akan mencari tahu tentang Rayu.”

“Baik.” (RH)

1
Ali Khadafy
terbit dimana om yg dewa Phoenix
Asay Depkan Lancung
kapan lanjutan nya
Om Rudi: Lanjutannya di Dendam Ratu Abadi
total 1 replies
Bimo
Luar biasa
Om Rudi: semoga suka Bang Bim
total 1 replies
asta guna
negeri Paijo tu dimana om?
asta guna
wow sadis tp saya suka hha
Om Rudi: Dendam Ratu Abadi
total 3 replies
hi brownsgr
Luar biasa
Tabah P
gmna kbarnya bg?
sudin we
dan GK jadi Krena cerita nya GK tau rimbanya,,
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
setelah hidup kembali pasti akan menuntut balas pada permaosuri kusuma dewi
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
nanti edisinya ratu ani balas dendam ya om
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
jangan2 nanti badira di minta jadi istri juga
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
laah kenapa prabu galang sm istrinya kabur
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
kenapa sakit.. apa selama ini ngga berpikir bahwa istri2mu merasa sakit saat tau anda menambah istri baru
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
akhirnya gimana sikap Prabu Dira setelah tau slah 1 permaisurinya menjadi pembunuh itri ke 13 nya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
malah sengaja meninggalkan jejak kok
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
ada nada cemburu ya dr cara bicaranya
Boutque Sofia
kolor ijo tuh pasti...
Dida Madu Pati
di aplikasi novel apa thor nyari2 ga nemu
Dida Madu Pati: oke udah mampir 😁
total 2 replies
rajes salam lubis
tetap semangat om
rajes salam lubis
ok om... sikat habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!