Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nona Leana
Bulan ini adalah ujian akhir ditingkat SLTA . Terutama SMK tempat Andika Wiratmaja menempuh pendidikan . Sementara Deni sang Ayah sudah tidak pergi ke kantor Wiratmaja . Ia mengundurkan diri dari sana. Teringat akan kakaknya itu , membuat hati Deni semakin sedih . Perkataan kakaknya yg menusuk hati " ya udah , lebih baik kamu keluar dari perusahaan , kamu itu bisa apa ? Hah ! , dasar tak berguna , sana pergi yg jauh dan tak usah kembali, merepotkan...!! " . Ketika pamit kepada teman temannya justru sangat disayangkan . Karena Deni orang supel dan bertanggung jawab dan mempunyai dedikasi tinggi , loyalitas ke perusahaan melebihi dari keluarganya sendiri . Tapi itu semua dipandang sebelah mata oleh Dirga Wiratmaja, kakak kandungnya sendiri. Deni mengingat itu sambil meneteskan air matanya, dan sesekali menengadahkan kepalanya supaya air matanya tidak jatuh.
" Sudahlah yah , jangan terlalu dipikirkan , semua akan baik baik saja . Bunda akan selalu dukung apa keputusan ayah...." Pelukan hangat dari sang istri bunda Susi . Dialah yg selalu memberikan support setiap kali diperlakukan oleh kakaknya itu.
" Bunda , jika kita pindah nanti , ayah akan cari kerja sedapatnya ya Bun . Sekedar untuk menghilangkan penat..." Perkataan itu di angguk i oleh bunda Susi . Ia tahu tugas seorang suami harus menafkahi keluarga. Walaupun bunda Susi menyadari jika saat ini usia menjadi kendala jika mencari pekerjaan.
" Ayah tenang saja , nggak usah ngoyo , bunda masih cukup untuk kebutuhan keseharian kita di sana . Di sana kan juga ada D&S fashion butik milik bunda . Walaupun tidak besar seperti disini ..." Keterangan bunda Susi melegakan hati Deni saat ini . Deni juga menyadari akan usianya saat ini.
" Bun , jika ayah kesana dulu bagaimana ?. Untuk beres beres rumah yg sudah kita beli . Nanti biar anak anak dan bunda kesana tinggal nempatin.... !?" Antusias ayah Deni untuk mempersiapkan kepindahannya itu , dan rencananya setelah Dika lulus nanti.
" Memangnya ayah mau kesana sekarang.... ?" Tanya Aura anaknya , gadis cantik dan memakai kerudung itu selalu setia berpenampilan muslimah . Di usianya yg menginjak 23 tahun ini belum berfikir untuk menikah . Aura membantu ibunya untuk mengelola butiknya . Sebenarnya total hanya 3 butik saja yg saat ini berjalan , karena beberapa cabang lainnya terpaksa ditutup , terlebih akan keluarganya yg ingin pindah.
Satu butik di kota S , satunya di kota B dan yg terakhir, dan lebih kecil berada di kota J . Kota J tempat yg akan dituju kepindahannya nanti . Aura pun sangat antusias akan hal itu . Beberapa hari yg lalu Aura mencoba untuk mencari rekomendasi tempat belanja yg murah . Untuk nantinya diolah dan dijual dengan harga tinggi. Tapi semua tak semudah yg Aura pikirkan , semoga nanti diberikan jalan . Deni pun akhirnya berangkat menuju kota J , Deni naik kereta sore jadi kemungkinan akan sampai di sana esok pagi.
Pagi harinya Deni telah sampai dirumahnya yg berada di kota J , Deni segara membereskan barang barang yg sudah di belinya bulan lalu . Rumah sederhana dan permanen . Deni kemudian merapikan dapur beserta kamar kamar untuk anaknya.
Saat ini Deni kepikiran dengan perkataan penjual kopi bulan lalu . Tentang membuka usaha bengkel motor atau mobil. Namun itu nanti setelah mendapat persetujuan Andika terlebih dahulu . Karena dia lah yg bisa untuk mengelolanya, selain karena satu jurusan Andika juga sering dapat order dari teman temannya.
Deni kemudian keluar dari rumahnya . Ia jadi ingat jika dia harus lapor RT RW dahulu . Maka Deni segera menuju rumah RT untuk melapor , dan sekalian membawa fotokopi KK dan KTP nya.
******
Ella yg saat ini berada di kampus , sedang bersama Sheila atau Dina . Jika di kampus Ella memanggil Sheila dengan Dina . Mereka berdua berada di kantin . Ella yg biasa dipanggil si cupu dan sering dikatain mahasiswa miskin . Kuliah Ella dengan beasiswa . Hal itu didukung dengan penampilan Ella yg sederhana . Namun ada saja beberapa yg kagum padanya , karena kecerdasan tentunya .
Sementara Dina juga sering ikut ikutan Ella dengan penampilan yg sederhana . Tidak terlalu mencolok untuk mereka berdua . Beberapa gadis memang sering membully mereka berdua . Namun Ella dan Dina cuek dan tak ambil pusing . Sementara Reno saat ini sudah tidak berani mengganggu Ella . Karena sudah beberapa kali Reno kena bogem mentah Ella.
Ella dan Dina memesan minuman ketika di kantin dan langsung menempati bangku yg masih kosong. Bimo mendatangi Ella dan Bimo , selain karena memang sudah akrab , Bimo juga tahu kedekatan Ella dengan Alex.
" La , Alex kemana , kaga keliatan hari ini.... ?" Tanya Bimo yg tiba tiba duduk didepan Ella dan Dina .
" Lha kaga tau gue , kan temen lo..... " Ella sengaja ngga kasih tahu ke Bimo , sebab Alex saat ini sedang ada meeting dgn Anderson corp , dengan Alden .
" Yee...situ kan ceweknya..." Bimo menimpali ucapan Ella , Bimo tahu jika Alex dan Ella berpacaran , namun entah.
" Dih..." Ella seakan enggan disini orang pada tahu kalau Alex adalah cowoknya , padahal karena Ella mempunyai misi .
" Bim , boleh nanya kaga...?" Ella yg memandang Bimo sedang minum es kesukaannya .
" Tanya paan...?" Jawab Bimo singkat
Ella kemudian menanyakan perihal Alex kepada Bimo . Namun Bimo tidak tahu kebenarannya tentang Alex . Bimo sendiri seringkali diberitahu oleh Candra . Jadi yg Ella tanyakan kali ini tidak terjawab oleh Bimo .
" Coba aja tanya ama Candra yg lebih paham..." Kata Bimo sambil cengar cengir , dan mengingat kembali perkataannya kepada Ella.
" Gue kan kaga akrab sama Candra.... " Ella mengelak jika disuruh tanya ke Candra.
Mereka pun masih ngobrol tentang perkuliahan mereka , sesekali bercanda dan serius . Namun berbeda dengan Alex yg sedang serius sehabis meeting . Hari ini Alex berada di ruangan CEO bersama Adrian dan Papa Jonathan serta paman Leon.
Mereka sedang membicarakan sebuah perusahaan lain dari dunia bisnisnya . Tentang sebuah perusahaan tambang yg sudah lama berada di negara I ini . Namun perusahaan tersebut seperti berjalan di tempat . Perusahaan itu bernama PT Wardoyo Pertambangan Indoraya milik Yairs Wardoyo.
Namun Jonathan dan Alex tidak tahu jika perusahaan itu adalah bagian dari Anderson corp.
" Wardoyo grup saat ini seperti telur diujung tanduk . Terlebih semenjak tuan Wardoyo meninggal beberapa tahun silam..... " Jonathan mengenang sambil bergumam bahwa dulu Yairs Wardoyo adalah salah satu ikon perusahaan pada masa itu dan berkembang cepat.
" Benar tuan Jonathan , saya juga tidak menyangka jika perusahaan sebesar itu saat ini seakan berjalan ditempat..... " Paman Leon menanggapi apa yg di ketahui oleh Jonathan . Leon tidak mau cerita tentang ada kaitannya Anderson dan Wardoyo.
" Entah saat ini istrinya , apakah masih hidup atau sudah tiada . Karena dulu pernah ada isu jika istrinya meninggal...... "
" Lalu saat ini siapa yg melanjutkan perusahaan itu ? " Lanjut Jonathan penasaran karena tidak ada kabar berita mengenai semua berita itu.
" Saya kurang tahu tuan ......" Jawab paman Leon menutupi sementara informasi tersebut.
" ah jika tidak ada anaknya disini , akan aku korek tentang istrinya yg saat ini , apakah Jonathan mengenal istrinya dengan baik atau tidak " batin paman Leon yg masih memendam kecurigaan terhadap istri dari Jonathan . " sebenarnya yg ku cari adalah nona Leana . Sampai saat ini belum diketahui , sebab dialah kunci dari segala permasalahan yg ada saat ini . Ahhh...kang Parta , jika dia masih ada , mungkin dia tahu keberadaan dari nona Leana . Karena dialah orang utamanya tuan Brian " Paman Leon masih memikirkan nona Leana . Orang yg dianggapnya sangat penting itu.
" Ah kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan Leon . Jika ada masalah, tolong informasikan ke saya atau Alex ....." Jonathan pamit undur diri dari ruangan CEO itu . Jonathan kemudian berdiri dan menyalami paman Leon.
" Baiklah kalau begitu , maafkan saya tidak bisa mengantar ke depan...." Kata paman Leon masih duduk di kursi roda itu.
" Ah tidak mengapa tuan , dan terima kasih sudah meluangkan waktu menengok perusahaan ini..." Jonathan dan Alex pamit undur diri dengan hormat , dan di angguk i oleh paman Leon serta Adrian .
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄