NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Leon meninju batang pohon untuk melepaskan kekesalannya pada dirinya sendiri. Harusnya ia mengakui saja tentang apa yang ia rasakan dan biarkan dia dan Lea mendiskusikan sebenarnya perasaan Leon lebih cenderung ke arah mana, bukan malah mengeluarkan kata-kata yang menyakiti Lea.

"Kamu benar-benar tidak masuk akal Leonardo Shan. Kenapa begitu bodoh!" rutuknya pada diri sendiri.

Lea sendiri sudah kembali ke kelas. Wajahnya nampak muram sepanjang mengikuti pelajaran terakhir. Ketiga sahabatnya sampai saling bertanya-tanya apa yang membuat Lea nampak tak bersemangat padahal ini adalah pelajaran favoritnya.

Ketiganya lalu menatap ke arah luar dan mendapati Leon sedang mengamati Lea. Mereka berpikir mungkin Leon sedang bermasalah dengan Lea atau mungkin Lea sedang tidak enak badan.

Hingga bel panjang berbunyi, Lea tetap terlihat tak bergairah untuk melakukan apapun. Junot, Sultan dan Radit mendekati Lea dan mereka berpikir bahwa Lea tidak jadi ikut dengan mereka.

"El, lu sakit?" tanya Radit yang paling sering sepemikiran dengan Lea.

El adalah nama panggilan kesayangan mereka terhadap Lea. Jika panggilan itu sudah keluar maka itu pertanda mereka sedang sangat mencemaskan Lea dan dalam mode serius.

"Enggak. Kenapa sih? Jadi 'kan kita pergi? Siapa coba yang mau alihin perhatian Om Leon?" Dengan cepat Lea mengubah topik pembicaraan. Ia memang sedang sakit tetapi lebih tepatnya hatinya yang sakit.

Junot, Sultan dan Radit saling berpandangan. Tatapan Lea sedikit aneh dan ekspresinya terlihat tidak baik-baik saja, seakan sedang menutupi sesuatu. Mereka sudah berteman cukup lama sehingga tiga pria itu pasti tahu apa yang terjadi padanya termasuk jika Lea sedang menutupi sesuatu lewat senyuman terpaksa.

"Biar gue saja. Kalian pastiin bisa lewat tembok belakang sekolah. Motor udah di sana dan anak-anak bakalan ngumpul di jalan X buat nantinya sama-sama menuju ke lokasi tawuran," ucap Radit. Wajahnya nampak sangat serius tetapi tidak ada yang memperhatikannya.

Yang lainnya pun setuju termasuk Lea yang sesaat bersitatap dengan Leon tetapi dengan cepat ia mengalihkan pandangannya.

Radit keluar dan menghampiri Leon. "Om bisa kita bicara sebentar?" tanya Radit tanpa ada wajah manis-manisnya.

Leon menatap heran pada Radit. "Ini tentang Lea," imbuh Radit dan Leon pun berpikir sejenak lalu menatap Lea sekilas dan kemudian ia menganggukkan kepalanya.

"Tapi nggak di sini. Di taman samping tempat Om dan Lea tadi bicara," ucap Radit lagi dan Leon sedikit tersentak namun karena ini tentang Lea maka ia pun menurut saja. "Lea pasti bakalan pulang bareng Om kok, kita bicara nggak lama," imbuhnya.

Keduanya pun berjalan hingga sampai di taman yang dimaksud Radit. Belum ada pembicaraan sampai tiba-tiba Leon sedikit tersungkur karena pukulan telak dari Radit mengenai pipinya.

"Apa-apaan—"

"Om yang apa-apaan hah?! Kenapa tega sakiti hati Lea? Dia nggak pernah dalam keadaan seburuk ini sebelum kedatangan Om ke kehidupannya. Dasar bajingan! Awalnya gue nggak percaya kalau Lea bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama sama Om yang hampir nabrak dia sampai dia pura-pura pingsan biar bisa ditolongin sama Om, tapi semakin ke sini ternyata dia serius mau mendekati Om. Tapi apa yang terjadi, Om sakiti hati Lea. Asal Om tahu saja ya, kita bertiga tidak pernah nyakitin hati Lea bahkan demi menjaga perasaan Lea kita nggak ngomong sama dia kalau kita udah punya pacar masing-masing biar Lea nggak merasa terasingkan dan terabaikan. Satu hal yang kami lakuin, memastikan Lea bahagia. Namun lihatlah Anda, datang tiba-tiba dan menghancurkan segalanya. Dasar brengsek!"

Di tempat berbeda saat ini Lea dan dua sahabatnya sedang berusaha untuk memanjat tembok. Tubuh Lea yang mungil sebenarnya sangat mudah untuk memanjat tembok hanya saja tangannya yang tak sampai pun membuat dua sahabatnya harus memikirkan cara agar Lea bisa naik dan menyeberang lewat tembok.

"Gue gendong aja nih?" tanya Sultan.

Lea mengiyakan sedangkan Junot langsung menggeleng. "Janganlah, nanti dada Lea nempel di punggung lu lagi. Biar gue cariin bangku," ujar Junot.

Lea menipiskan bibirnya, meskipun teman-temannya ini seperti pria brengsek tetapi mereka selalu menjaga harkat dan martabat wanita. Lea begitu menyayangi ketiganya. Andai dia bisa jatuh cinta pada salah satu sahabatnya, tetapi ia tidak merasakan itu. Cintanya justru berlabuh pada pria yang tak bisa membalas rasanya.

Junot kemudian melihat bangku kayu panjang di bawah pohon, ia mengajak Sultan untuk mengambilnya dan dengan menggunakan bangku tersebut dan dengan bersusah payah akhirnya Lea berhasil naik ke tembok lalu melompat tanpa takut kakinya akan patah.

Wajah Lea nampak sumringah apalagi Junot dan Sultan pun sudah ikut melompat dan kini mereka sudah naik di motor. Radit akan menyusul ke tempat perkumpulan nantinya. Sengaja satu motor mereka ditinggal di parkiran sekolah agar Leon tidak curiga pada siapapun yang mengalihkan perhatiannya.

'Maaf Om Leon, tapi ini salah satu cara Lea menghindar. Biar hari ini berlalu tanpa Lea melihat wajah Om Leon dulu. Lea harus kuatin hati dan mental biar besok bisa bertemu lagi dengan keadaan hati Lea sudah baik-baik saja. Uh! Kenapa baru pertama kali jatuh cinta langsung patah hati. Miris banget nasib gue!'

Sementara itu di taman sekolah Radit menatap Leon yang terdiam. Pria dewasa itu tidak menimpali ucapannya hingga Radit berdecak lalu pergi namun langkahnya ia hentikan tanpa berbalik badan.

"Gue harap mulai hari ini Om bersikap biasa saja sama Lea. Jangan terlalu dekat dan bersikaplah sewajarnya. Gue bakalan ngelakuin hal yang lebih dari ini kalau sampai Om nyakitin hati sahabat gue lagi. Gue memang masih kecil tapi demi sahabat gue, lu bisa habis di tangan gue!" ancam Radit kemudian ia segera pergi meninggalkan Leon.

Helaan napas terdengar begitu berat dari arah Leon. Ia sebenarnya cukup salut karena Lea memiliki sahabat yang sangat penyayang. Berbeda dengan Aluna dulu yang ternyata memiliki sahabat tapi bangsat seperti Cici.

"Sebaiknya aku menyusul Lea dan menceritakan tentang kegelisahan perasaanku padanya, mungkin dia bisa membantu menerjemahkan perasaan ini," gumam Leon kemudian ia segera berlari ke kelas Lea tetapi ia kaget karena tidak menemukan siapapun di sana.

Sampai di parkiran pun Leon tidak menemukan keberadaan Lea. Radit juga sudah tidak nampak batang hidungnya dan motor sahabat-sahabat Lea sudah tidak ada di parkiran.

'Sial!'

Saat Leon sedang berjalan ke arah mobilnya untuk menyusul Lea, samar-samar ia mendengar beberapa siswa sedang bercakap-cakap sambil berjalan dengan sedikit buru-buru.

"Iya, hari ini tu bakalan ada tawuran. Junot yang mimpin dan anak-anak sekolah kita bakalan ngumpul di jalan X. Junot sama yang lainnya udah OTW ke sana. Kita harus cepat."

Leon berdecak. Ia kemudian menghela napas dengan kasar. Ia kini tahu ke mana harus mencari Lea.

"Dasar gadis nakal! Ternyata suka sekali membuatku kesusahan memikirkannya. Aku harus segera menyusulnya, jangan sampai kejadian seperti dulu terulang lagi. Lagian Aluna ngidam apa sih sampai tu bocah lahir dengan hobi yang nyeleneh," gerutu Leon kemudian ia bergegas masuk ke dalam mobil.

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!