Allea, gadis SMA yang sangat berprestasi semasa sekolah. Allea terlahir sebagai anak bungsu dari keluarga yang kaya dan serba berkecukupan.
Dibalik Kehidupan Allea bak putri raja, ternyata Allea sudah dijodohkan sejak kecil. Lalu bagaimana Allea akan melanjutkan mimpi-mimpinya dan bagaimana kelanjutan Allea dalam Perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anne Chellyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jesy & Jona
Di dalam perjalanan Mutiara terus menyanyi dengan suara cemprengnya mengikuti alunan lagu yang diputar dalam mobil tersebut. Mereka menggunakan mobil Mami Mutiara dan dibawa oleh Rean menuju sebuah tempat yang katanya akan membuat Allea senang.
"Kuuu menangiiiiiiiiiissssss membayangkan betapa keeeeeejaaaaammmmnyaaa dirimu atas dirikuuu, harus selalu kau tau akulah hati yang telah kau sakitiiiiiiiii" Mutiara.
"Duhhh Mut, udah dong nyanyinya, sakit perut gue nih!" Allea.
"Elo mirip istri-istri yang terzolimi tau gak!" Rean.
"Emang gue lagi terzolimi Rean, Lo gak tau bebeb Jona malah suka sama sahabat gue sendiri?" ucap Mutiara penuh drama.
"Tapi kan gue gak suka sama dia Mut!" Allea.
"Tapi tetep aja kan yang beb aku cintanya sama Elo, sakit hati incesss" Mutiara.
"Mut... Please dong, duhh gak ngerti lagi deh gue liat Elo!" Allea.
"Kuuu menangiiiiiiiiiissssss membayangkan betapa keeeeeejaaaaammmmnyaaa dirimu atas dirikuuu,kau duakan cinta iniiii kau pergi bersamaaaanyaaaaaaaa....." Mutiara menunjuk-nunjuk Allea bak sedang syuting MV.
Dengan geram Allea mengambil sebuah sandwich dari dalam keranjang piknik dan memasukkan secara paksa kedalam mulut Mutiara.
"Apa Lo? Masih mau nyanyi?" sarkas Allea ketika Mutiara membelalakkan matanya seraya berusaha keras mengunyah sandwich tersebut.
"Mampussss!!!" ucap Rean lalu mematikan musik agar Mutiara tak bernyanyi lagi.
"Jahat Lo pada!" umpat Mutiara ketika sandwich di mulutnya habis ia telan.
"HAHAHA"
Tak lama mereka tiba di pinggiran kota tepatnya di sebuah danau buatan.
"Wuuaahhh gue seumur-umur belom pernah main kesini!" ucap Mutiara sumringah.
"Makanya jangan main ke luar negeri mulu, sampe gak sadar negara kita ini punya sejuta pesona!" ketus Rean.
"Ini tempat gue sama kak Airin main waktu kecil!" Allea berjalan menuju pinggir danau.
"Hah? Serius?" Mutiara.
"Gue malah pernah ketemu Lea waktu main sama keluarganya disini, makanya gue bawa kalian kesini. Pasti Lea kangen deh sama tempat ini!" ucap Rean lalu berdiri di samping Allea dan sebelah tangannya merangkul pundak gadis itu.
"Makasih ya Re, Lo baik banget sama gue" Allea memeluk dan membenamkan wajahnya di pelukan Rean. Rean pun membalas pelukan Allea dengan penuh perasaan.
"Woy! Woy! Gue kok gak di peluk, gue juga mauuuu" Mutiara berlari kecil menuju mereka dan berpelukan seperti Teletubbies.
"Gue sayaaaaanggggg banget sama kalian berdua!" Allea.
"Gue juga sayang sama Elo Le!" Rean.
"Gue jugaaa...." pekik Mutiara kegirangan. Entah apa dahulu yang terjadi pada Dina saat ia hamil Mutiara sehingga lahir anak pecicilan seperti Mutiara.
"Eh! Tunggu deh!" Mutiara.
"Apa?" Rean.
"Kenapa Mut?" Allea.
"Kita gak makan ya?" tanya Mutiara polos.
"Astaghfirullah, dosa gak sih gue tenggelamin Elo di sini? ucap Rean kesal.
"Gue bisa berenang kalo Lo lupa!" ucap Mutiara menang.
Allea menarik telinga Mutiara karena kesal.
"Gue kira apaan setaaannnn!!!"
"Aduhh...aduhh ampun Le, sakit!" Mutiara.
"Siapa suruh Lo!" Allea.
"Gue kan ngomong fakta Le, Rean tolongin gue dong!" Mutiara.
"Bodo! Gue gak mau ikutan masalah perempuan, gue mau ambil makanan, bye!" Rean.
Seharian mereka bermain-main di tepi danau tersebut. Bermain rakit, saling kejar-kejaran dan duduk bersantai di tepi danau hingga sore tiba. Mereka pun pulang dan kembali ke rumah masing-masing termasuk Allea.
Sesampai di dalam kost Allea dikejutkan dengan kedatangan seseorang di kamar kostnya.
"Elo!" ucap Allea kesal.
"Ohh...jadi ini calon nyonya muda Aditama? Masih SMA, dekil, miskin dan lihat tempat ini, menjijikkan!" ucap Jesy.
"Lo ngapain lagi sih, Lo dendam karena yang kemarin?" tanya Allea menantang.
"Belagu ya Lo, dasar ja*lang!"
"Nona Jesy yang terhormat, apa anda sadar siapa yang ja*lang disini? Lo godain calon suami gue eh malah gue yang dikatain ja*lang, dasar murahannn!!!" Allea.
"Berani ya Lo sama gue!" Jesy menarik rambut Allea dan Allea tidak tinggal diam. Terjadinya aksi tarik-menarik dan jambak-menjambak.
Saat emosi Jesy tengah memuncak seseorang menariknya dengan kasar hingga ia tersungkur ke belakang.
"Kurang ajar! Siapa Lo berani ikut campur urusan gue!?" bentak Jesy setelah ia kembali berdiri.
"Kak Jesy apa-apaan sih!" bentak Jona.
"Jona? Kamu apa-apaan sih? Siniin gadis gak tau malu itu!" Jesy.
"Kak Jesy! Stop it! Kalo sampai ada wartawan yang melihat kakak bisa hancur karir kakak, lebih kakak pulang!" Jona benar-benar emosi melihat Jesy apalagi di tangannya tampak beberapa helai rambut Allea.
"Kakak gak peduli, kakak mau bunuh gadis pelakor ini!" Jesy berusaha meraih Allea namun ditahan oleh Jona.
"Kak Jesy! Allea pacar Jona jadi kakak jangan macem-macem sama Allea atau Jona sendiri yang akan hancurin kakak!" ancam Jona dengan mata yang sudah hampir keluar dari tempatnya.
Dengan kesal Jesy berbalik dan berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya seperti bocah. Ia berjalan menjauhi Allea dan Jona lalu masuk kedalam sebuah mobil sport merah.
Allea masih terdiam berusaha mencerna semuanya. Kenapa Jona memanggil Jesy dengan sebutan kakak? Apa sebenarnya hubungan Jesy dengan Jona? Lalu kenapa Jona mengatakan bahwa Allea adalah pacarnya? Allea benar-benar pusing dengan semua ini.
"Lea! Lea!" ucap Jona.
"Em! Eh! Kenapa?" Allea.
"Lo gak papa? Maafin kakak gue ya" Jona.
"Gue gak papa kok, emm Jesy beneran kakak Elo? Kandung? Sepupu? Atau kakak angkat?"
"Dia kakak gue, kakak kandung dan satu-satunya!"
"Oh. Terus kenapa Elo bilang kalo gue pacar Elo? Gue gak pernah ngerasa kalo kita pacaran!" ketus Allea. Biar bagaimanapun Allea masih kesal pada Jona karena Jona mengetahui tentang rencananya dan sahabat-sahabatnya.
"Gue cuman mau kak Jesy ngerti kalo Elo itu gak suka sama Gibran, gebetannya. Kakak gue udah lama suka sama calon suami Elo! Emang gak boleh?" tanya Jona sendu. Jona mengerti, dari mata Allea terpancar bahwa tak ada cinta untuknya.
"Gak!" Allea.
Jona menghela nafasnya panjang, biar bagaimanapun juga tak terpungkiri ia sangat kecewa melihat penolakan Allea yang terang-terangan.
- Lonely For You Only (slice of life)
- Haunted School : Repeat 1989 (time travel + horror)
Mari saling mendukung, semangat untuk author♡
, smga bisa up tiap hari yaaa
1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)
jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏
kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗
Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗
1.My Innocent Girl
2.I Love You Badly
jangan lupa ya mampir, aku tunggu like, komen dan vote juga yaa🙏😇🤗✨
luvvv bangettt💛😚
-JE; Sang takdir
-Touch Of Love
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaaa😍
vielen danke😘