"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Bagas semakin merasakan panas dan gerah. Hasrat nya semakin meningkat. Nafas nya ngos-ngosan. 'Sialan wanita ini. Apa yang dia berikan padaku. ' Batinnya.
Bagas menatap Nyalang Sera yang tersenyum penuh arti. Perlahan wanita itu berjalan mendekati nya. Seiring langkah nya yang semakin mendekat. Satu persatu pakaian yang ia kenakkan, sudah tanggal dari tubuh nya.
Dengan senyum manis nya Sera berjalan mendekati Ranjang dengan melenggak lenggok kan tubuh sexy nya, bak model yang berjalan di Catwalk.
"Kenapa hem, Mau ini? " Sera dengan sengaja mere mas gundukan yang telah berdiri kokoh dengan gagah nya. Sera sudah tidak sabar ingin merasai sesuatu yang masih terbungkus rapih itu.
"Wa..nita sia laan..! " Maki Bagas dengan suara Terbata-bata, menahan gejolak hasrat yang kian menggila.
"Aghh!! " Bagas Men desah dengan kuat. Sembari mengigit bibir nya, Dan hal itu tentu saja semakin membuat Sera besar kepala.
" Nggak usah muna kamu Bagas. Kamu nggak mungkin nggak tertarik denganku. Kamu hanya takut sama si Resty itu kan. "
Tangan lentik nya perlahan mengelus dada bidang yang begitu ia dambakan selama ini. Malam ini dan malam- malam berikut nya. Aku pastikan kamu akan selalu bersamaku. " Lanjut nya Sera membaringkan kepalanya di atas dada bidang milik Bagas.
Dengan beberapa kali jepretan kamera ponsel nya Sera mengabadikan moment sekaligus senjata yang akan mampu membuat lawan nya mati kutu nantinya.
" Hahaha!! Resty...Resty, sebentar lagi aku akan menjadi duri didalam rumah tanggamu. " Sera melempar asal ponsel nya ke arah sofa. Kemudian merangkak menyusuri tubuh Bagas yang terkapar tidak berdaya. Mulut nya sesekali menggumamkan nama Resty istrinya.
Sera mendengus kesal, mendengar hal itu. "Waktunya kita bersenang-senang..! Lupakan Resty sialan itu Bagas. Ayo kita bercin.., Aak..! " Sera tidak dapat meneruskan kan kalimat nya.
Nafas nya mendadak sesak dengan tenggorokan yang sakit. Akibat cekikan tangan lebar Bagas.
"Wanita Sialan!! Berani nya kamu mengatai istri ku seperti itu. Enyah kau dari hadapanku..!!! " Dengan sisa kesadaran nya Bagas melempar tubuh Sera hingga terjerembab di lantai lumayan keras.
Detik berikutnya Bagas tidak sadarkan diri. Sebab terlalu lelah menahan efek obat yang di masukan Sera kedalam minuman nya, Bagas jatuh tengkurap di atas Ranjang dengan bertelanjang dada. Dengan bagian bawah tubuh nya yang masih makai celana nya.
Sera terbatuk-batuk sembari memegang leher nya yang sakit. Bahkan terasa sangat perih di beberapa bagian akibat terkena cakaran kuku Bagas yang mencekik nya begitu kuat.
Sera menyeret langkah nya, mendudukkan dirinya di sofa sembari mengatur nafas nya yang tersengal-sengal.
Sera melirik takut ke arah Bagas yang tengkurap, tidak bergerak sama sekali. "Astaga. gila tuh orang. Hampir saja gue mati di tangan nya. " Gumam nya.
🌺🌺🌺🌺
"Sayang..!Resty...! " Teriak Bagas masuk kedalam rumah saat jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Bula yang tengah membuat sarapan segera menghampiri Tuan nya,
Bula sedikit heran kepada sang Tuan yang berpenampilan acak-acakan. Tidak seperti biasanya selalu rapih.
"Non Resty di halaman belakang Tuan. " Tukas Bula dengan tersenyum ramah. walaupun keheranan melihat penampilan Bagas dengan nada suara yang agak tinggi saat memanggil nama istri nya.
Bagas segera melangkahkan kaki nya menuju halaman belakang, dimana sang istri berada. Seperti yang di katakan Bula Art senior di rumah mewah itu.
Resty yang tengah memetik setangkai bunga mawar yang mekar dengan cantik itu. Sangat terkejut dengan Dekapan hangat yang selalu ia rindukan itu.
Bagas mendekap nya dari belakang dengan kedua tangan nya mengelus perut buncit nya. penuh sayang.
"Sayang. aku membutuhkan mu, " Ucap nya dengan menyusupkan wajah di celuk leher nya. Membuat Resty menoleh suaminya yang sedikit aneh menurutnya.
Resty tidak menolak saat Bagas menuntun nya masuk ke dalam rumah. Memilih menahan semua pertanyaan yang ada di kepalanya. Saat Bagas memeluk nya tadi, Resty bisa merasakan inti tubuh suaminya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Bagas mengiring sang istri menuju kamar mereka tanpa kata, "Sayang maafkan aku. Maafkan aku, amu benar-benar membutuhkan mu saat ini, "
Next....
Maaf ya jika Kilas balik nya agak anuuu🤭
Biar tidak bertanya-tanya dari celah mana si Sera bisa masuk kedalam kehidupan orang tua Tiara.
Jangan lupa like komen nya dong bestie🙈🙏
maaf juga kalau typo nya di mana-mana 🏃♀️
rindu tiara