NovelToon NovelToon
Bukan Janda Hina

Bukan Janda Hina

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Janda / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:235k
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Rissa diceraikan oleh Arvin, suaminya demi menikahi selingkuhannya yang merupakan anak atasannya. Bukannya mendapatkan simpati karena telah diselingkuhi, Rissa semakin terpuruk karena orang-orang justru lebih mendukung Arvin dengan istri barunya. Mereka bahkan tega membully Rissa di tengah keterpurukannya.

Bagaimana Rissa membalas orang-orang yang telah menyakiti hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Makan Malam (Lagi)

Rahang Daniel mengeras mendengar Arvin merayu Rissa. Sementara Rissa bingung harus bagaimana. Dia takut Daniel marah tetapi di saat yang bersamaan dia harus meneruskan sandiwaranya berpura-pura mesra kepada Arvin.

"Riss, kenapa diam saja? Boleh aku lanjutkan ke panggilan video? Aku ingin melihat wajahmu," ujar Arvin dari seberang telepon. Rissa semakin bingung harus bagaimana dan menjawab apa.

"Aku sudah mau tidur Ar, lain kali saja," Rissa mencari alasan yang tepat agar Arvin tidak curiga dan singa di depannya juga tidak mengamuk.

"Padahal aku ingin sekali melihat wajahmu Riss, aku belum puas melihatmu tadi."

"Aku sudah ngantuk sekali Ar, aku mau tidur," berbicara di bawah tekanan karena Daniel terus menatapnya tajam.

"Baiklah, kalau begitu kirimi aku beberapa fotomu sebelum tidur. Dan besok kita makan malam bersama. Kamu mau kan?" Daniel semakin mendelik mendengar kata-kata Arvin. Dia ingin sekali menghajar laki-laki itu seandainya Rissa mengijinkannya.

"Besok kalau aku tidak sibuk akan aku kabari. Sampai jumpa." Lalu Rissa menutup teleponnya sebelum terjadi prahara.

"Kamu akan makan malam dengannya?!" tanya Daniel dingin. Setelah itu Rissa menyimpan handphonenya ke dalam tas.

"Dan ... Aku mohon jangan bahas ini. Aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu bagaimana situasiku. Mengertilah."

"Kamu masih menyukainya kan?!"

"Sudahlah, aku mau pulang." Rissa hendak melangkah pergi tetapi Daniel menghalangi jalannya. Dari tatapan matanya dia tidak mengijinkan Rissa untuk keluar dari kamarnya apalagi pulang.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku! Kamu masih menyukainya kan?" ulang Daniel.

Rissa memutar bola matanya malas. "Aku sudah tidak ada perasaan apapun kepadanya! Aku sudah mengatakannya padamu! Minggir lah, aku mau pulang!" meminta Daniel minggir agar dia bisa lewat.

Tetapi tatapan Daniel menunjukkan dia belum puas dengan jawaban Rissa. Dia juga tidak menggeser tubuhnya sedikitpun karena tidak mengijinkan Rissa keluar dari kamarnya.

Rissa tidak punya pilihan. Dia mengalungkan tangannya di leher Daniel lalu mencium pria itu dengan lembut.

"Boleh aku pulang sekarang?" tanya Rissa setelah tautan bibir mereka terlepas.

Akhirnya Daniel tersenyum dan mengangguk. Ciuman dari Rissa seperti sudah menghipnotisnya.

"Besok aku juga akan makan malam dengan Arvin, kamu tidak akan marah?" tanya Rissa dengan manisnya.

Daniel kembali mengangguk. "Tapi aku akan membunuhnya jika sampai dia menyentuhmu!"

Dasar playboy tantrum! batin Rissa. "Sampai jumpa."

*

Malam harinya...

Rissa sedang makan malam bersama Arvin, di restoran yang sama dan ruangan yang sama seperti waktu itu.

"Aku ingin kita liburan berdua," ucap Arvin sambil menikmati makanannya.

Rissa tersenyum mendengar kata-kata Arvin.

"Kenapa tersenyum Riss? Aku benar-benar ingin liburan bersamamu. Dulu aku tidak pernah mengajakmu kemana-mana, jadi sekarang aku ingin menebus semuanya," terang Arvin.

Rissa kembali tersenyum, bukan karena dia senang mendengar kata-kata Arvin tetapi karena Rissa sedang menyembunyikan sakit hatinya. Dia ingat jika dulu Arvin malu mengajaknya keluar karena penampilannya.

"Bagaimana kalau ketahuan istrimu Ar? Kamu mau ambil resiko?"

"Kita tidak akan ketahuan Rissa, percaya saja padaku. Kapan kamu ada waktu biar aku atur jadwalku?"

"Nanti aku usahakan, tetapi aku tidak bisa janji."

"Baiklah, aku tunggu. Aku sangat ingin menghabiskan waktu berdua denganmu," ucap Arvin sambil menggenggam tangan Rissa.

"Kamu minta fotoku tadi malam. Apa kamu tidak takut jika Karin mengetahuinya? Bukankah dia selalu mengecek handphonemu?" tanya Rissa mengalihkan pembicaraan sekaligus memancing soal dua handphone yang dimiliki Arvin, seperti yang Wina ceritakan waktu itu.

"Kamu tidak usah memikirkan itu. Yang jelas kamu aman."

"Tapi aku khawatir jika sewaktu-waktu Karin menemukannya. Kamu juga sering meneleponku, aku takut kamu lupa menghapus daftar panggilan di handphonemu dan Karin mengetahuinya. Kamu tahu, pasti aku yang akan menjadi sasaran amukannya, bukan kamu!" berakting sangat memelas agar Arvin percaya.

"Rissa Sayang, aku sudah bilang dia tidak akan mengetahuinya. Aku menggunakan handphone yang berbeda untuk berkomunikasi denganmu," mengeluarkan handphone dari dalam saku jasnya. "Handphone yang ini tidak diketahui Karin, dia hanya tahu handphone satunya yang biasa aku gunakan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui nomor handphone ini, termasuk kamu. Jadi, jangan khawatirkan itu."

"Oh ... " jawab Rissa pendek. Akhirnya ini yang ditunggu-tunggu Rissa. Benar yang dikatakan Wina, Arvin menggunakan dua handphone dan Rissa yakin handphone yang ini adalah handphone yang berisi foto-fotonya yang Arvin ambil secara diam-diam.

"Aku lega mendengarnya. Jadi Karin tidak akan melihat foto-fotoku," pura-pura lega.

"Riss ... Kemarilah!" Arvin meminta Rissa untuk mendekat padanya. "Duduklah di pangkuanku!" pinta Arvin.

Perasaan Rissa tidak enak, tetapi dia tidak bisa menolak. Dia beranjak dari kursinya lalu duduk di pangkuan Arvin seperti yang Arvin minta.

"Kamu mau apa Ar?" tanya Rissa sedikit gugup.

"Aku ingin mengambil foto selfie bersamamu."

"Oh ... Baiklah," jawab Rissa lega. Dia pikir Arvin ingin berbuat yang macam-macam dengannya. Lalu Rissa duduk di pangkuan Arvin bahkan mengalungkan lengannya di leher Arvin. Dia juga tersenyum lebar ketika Arvin mengarahkan kameranya, memperlihatkan betapa mesranya mereka.

Setelah beberapa kali jepretan dan beberapa kali berganti pose, Arvin menyudahi selfienya. Tetapi dia tidak melepaskan Rissa dari pangkuannya. Dia memegang pinggang Rissa dengan erat bahkan menyandarkan kepalanya di punggung Rissa.

"Riss, aku benar-benar menyesal dengan yang aku lakukan kepadamu dulu. Jika bisa mengulang waktu, aku tidak akan melepaskanmu," ucap Arvin lirih. Tiba-tiba suasana menjadi sendu dan Arvin menjadi mellow. Entah ini aktingnya atau dia benar-benar menyesali keputusannya.

"Tidak kusangka kamu akan berubah menjadi sangat mempesona seperti ini. Maafkan aku," ucap Daniel sambil menempelkan hidungnya di punggung Rissa dan menghirup aroma tubuh Rissa. Bahkan sesekali Arvin mengecup punggung Rissa meskipun berbalut pakaian.

"Aku dulu jelek Ar, bagai kamu bisa jatuh cinta padaku?" Kembali mengingat masa lalunya dengan Arvin.

"Kamu manis Rissa, sudah berapa kali aku katakan? Kamu juga penurut, tatapanmu polos mencerminkan jika kamu perempuan baik-baik dan tidak suka macam-macam. Aku pikir kamu pasti akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku nanti."

Tiba-tiba dada Rissa bergemuruh mendengar kata-kata Arvin. Hampir saja menetes air matanya tetapi masih bisa dia tahan.

"Maafkan aku Riss, aku benar-benar menyesal," ucap Daniel masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.

Arvin memutar tubuh Rissa menghadap ke arahnya. Karena Rissa duduk di dalam pangkuan Arvin maka tinggi mereka tidak sama. Dada Rissa tepat berada di depan mata Arvin. Reflek tangan Arvin memegang dada Rissa yang terlihat sangat menggoda.

"Ar ... " bisik Rissa lemah sambil memegang tangan Arvin yang bertengger di dadanya.

1
Endang Sulistia
Luar biasa
linda
ending nda jelas apa Daniel dan Rissa happy ending atau tidak. harus lebih di tingkatkan lagi.
semangat 👍
Ni Nick Nic
iya gantung ga asik
Casudin Udin
Luar biasa
Srie Sifa
ceritanya bagus,tp kyaknya gantung y
Molive(virgo girl)♍
wow
first blood
tripple kill
langssun maniac dan savace
🙀🙀🙀
Ersa
Luar biasa
Miftahul Husna
pelajaran yg dipetik dr crita ini...jd lah pribadi yg slalu baik pd siapapun mka kebaikan akan kembali pd drimu . slalu setia pd psangan dlam keadaan suka & duka...maka kebahagiaan akan sllu bersamamu . jgn memandang sesama dr derajat martabat & hartany saja krn sejati ny kita sama .
Nur Siti
sampek lupa alurmya ...soalnya kelamaan.. gk up
🍻
sampai lupa ceritanya karna kelamaan Upnya 🤪
Nur Hikmah
seneng banget deh klo Rissa ketemu daniel
Sukliang
sjrg ngmg cinta
dulu ngmg nya sangat sakit hsti
Sukliang
anaknya karin dan arvin
Sukliang
hahahaha mett ting
Sukliang
berkorban
Sukliang
mulaiiii eng ing eng
Sukliang
ooo arvin yg anjing sialan
dan karin anjing betina
Sukliang
tolol
Shaa
ogeb koq di piara Ris🤔
ros
bertambah seru ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!