NovelToon NovelToon
Biyanca, Serahkan Cintamu!

Biyanca, Serahkan Cintamu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: Titin Supriatin

Biyanca yang diadopsi oleh keluarga sederhana terpaksa harus menelan pil pahit karena dirinya akan di lelang dihadapan banyak orang kaya demi melunasi hutang ayah angkat dan keluarganya. Di hari pelelangan, seorang pria yang sedang terluka karena tertembak, datang dan nyelonong masuk ke dalam kamar Biyanca.

Tak disangka, pemenang lelang jatuh pada pria yang tadi sempat ditolong Biyanca. Pria tersebut membayar Biyanca dengan harga sangat mahal mengalahkan semua kaum borjuis yang ada di tempat pelelangan ini. Alhasil, Biyancapun harus dinikahkan dengan pria tersebut.

Siapakah Pria itu? Akankah pernikahan mereka bahagia, atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Ingatan Biyanca

Biyanca melangkah maju mendekati Byon dengan ingatan yang berangsur pulih walau tidak semuanya. Mungkin butuh waktu lagi bagi Biyanca untuk mengingat semua masa lalunya dari awal hingga akhir tapi tidak bisa langsung sekarang.

Ingatan Biyanca terlalu berat dan sakit untuk diingat. Ia butuh waktu untuk bisa menerima dan menghadapi semua kenangan pahit yang terjadi pada dirinya dan juga almarhum ibunya. Selain itu juga ada banyak misteri yang belum terpecahkan karena Biyanca masih belum membaca semua buku diari yang ditulis Byon.

Terlepas dari itu, ada hal yang ingin Biyanca sampaikan pada Byon secepatnya, yaitu … Biyanca mengingat sesuatu hal besar yang membawanya hingga sampai di negeri ini. Tidak hanya dirinya saja, tapi juga Camelia. Wanita yang dijodohkan keluarga Byon dengan Leon.

Byon bingung dan ragu saat melihat air mata wanita yang sudah menjadi istrinya, tampak mengalir deras membasahi pipi lembut Biyanca. Ia bertanya-tanya, apa yang membuat Bii-nya menangis seperti itu. Sedangkan Nare dan Aliya, mereka berdua juga bertanya-tanya tentang siapakah wanita cantik berwajah oriental yang berjalan pelan menghampiri Byon sambil berurai air mata.

“Siapa wanita itu Nare? Dan Kenapa dia menangis? Dia tidak menangisimu, kan?” tanya Aliya was-was.

Sebagai wanita, ia bisa melihat ada kesedihan begitu dalam dimata Biyanca. Nare ini, selain pendiam, dia juga disukai banyak wanita. Sebab itulah selama ini Aliya hanya mencintai Nare dalam diam karena ia mengira seorang Narendra Bonscha tidak mungkin jatuh cinta pada wanita sepertinya.

“Aku tidak mengenalnya, Al. Aku bahkan baru melihatnya sekarang. Tapi sepertinya, bukan aku yang ia tangisi, tapi Byon.” Nare menatap wanita yang baru saja menjadi kekasihnya dengan lembut bercampur senang. Hati siapa yang tak bahagia kalau sang pujaan hati yang disukainya selama ini ternyata juga memiliki perasaan cinta yang sama.

“Bukankah … Byon dekat dengan Tia?”

“Siapa yang bilang?” Nare kaget saat mendengar kekasihnya bicara begitu.

“Eghatia yang bilang. adikmu bilang padaku kalau Byon menyukainya.”

“Byon sudah punya kekasih, tapi bukan adikku. Byon menyayangi adikku seperti adiknya sendiri. Tia sudah berkali-kali kuperingatkan untuk berhenti mengejar Byon, tapi dia keras kepala dan tak mau mendengarkanku.”

“Jadi … wanita cantik itukah kekasih Byon?”

“Aku tidak tahu, Byon tidak pernah membahasnya. Sepertinya sih begitu. Mungkin wanita itulah kekasih Byon.” Nare tersenyum melihat dua sejoli yang saling bertatapan dalam diam dan terhanyut dalam perasaan mereka masing-masing. Bii yang sudah ingat siapakah ia dan Byon, dan Byon yang lagi kebingungan dengan sikap Bii.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Aliya penasaran.

“Pantas saja Byon selalu menolak semua wanita yang mendekatinya semenjak kita kuliah dulu. Bahkan pesona adikku dia tolak mentah-mentah. Rupanya, dia punya tambatan hati yang lumayan oke juga … e … tapi … bagiku kaulah yang tercantik. Kau satu-satunya yang tercantik dan paling sempurna untukku.” Nare buru-buru memperbaiki kalimatnya sebelum wanita yang baru saja dia jadikan pacar, salah paham dan cemburu karena dirinya memuji kecantikan wanita lain.

Dan benar saja, awalnya Aliya langsung pasang wajah cemberut saat kekasihnya memuji kecantikan Biyanca, tapi ia tidak jadi marah setelah mendengar kalimat terakhir Nare yang berisi rayuan maut.

“Ada apa Bii … kenapa kau menangis? Bagaimana kau tahu kalau aku ada di sini? Apa terjadi sesuatu padamu?” tanya Byon setelah keduanya saling berhadapan. Byon membantu mengusap air mata Biyanca.

“Byon …,” isak Bii.

“Iya … ada apa?” tanya Byon masih bingung.

“Hari itu … hari di mana kita janjian bertemu … ada yang menculikku. Aku tidak tahu siapa yang menculikku. Yang aku tahu, Putri Camelia mengejarku. Dia mengejarku dan hendak menyelamatkanku. Tapi dia tertangkap juga. Kami berdua dibuat pingsan, dan saat tersadar, kami berdua sudah ada di tepi jurang.” Biyanca mulai menceritakan sepenggal kejadian yang ia ingat saat ia di culik seseorang tepat di malam ia hendak melarikan diri dengan Byon.

Namun, Byon malah diam saja dan tak bereaksi apa-apa seolah ia sudah mengetahui apa yang terjadi pada Bii-nya dan tunangan adiknya. Melihat ekspresi Byon … Biyanca langsung paham kalau kejadian itu sudah diketahui oleh pria yang kini sudah menjadi suaminya.

“Kenapa kau diam saja? kau tak terkejut? Aku … tidak diculik sendirian, putri Camelia ada bersamaku. Aku ingat siapa wanita yang ada di foto itu. Dia putri Camelia. Teman baikku.” Biyanca tampak tegang khawatir kalau suaminya tidak percaya pada apa yang ia katakan.

Tanpa suara, Byon langsung memeluk Biyanca dengan sangat erat seolah enggan ia lepaskan. Berkali-kali Byon menciumi kening dan ubun-ubun Biyanca karena inilah yang amat sangat ia rindukan.

Betapa bahagianya Byon saat mengetahui Biyanca sudah mulai ingat semuanya sampai kabar mengejutkan yang diberitahukan istrinya ini tak berarti apa-apa bagi Byon selain ingat Biyanca kembali.

“Kau masih belum jawab pertanyaanku. Kenapa reaksimu begitu? Kau tak khawatir pada calon adik iparmu? Kita harus menemukan dia. Aku tidak ingat apa yang terjadi pada kami berdua setelah itu. Tapi ibu angkat menyuruhku untuk menemukannya. Aku harus menemukannya.” Biyanca sangat cemas dan buru-buru ingin pergi untuk mencari sahabatnya yang sekaligus akan menjadi adik iparnya.

Namun, tubuh Biyanca direngkuh kuat oleh Byon dan ia tak mau melepas pelukannya. Biyanca tak bisa berontak karena ia sendiri masih sangat shock begitu ingatannya kembali.

“Tidak ada yang lebih penting bagiku selain ingatanmu Bii … terimakasih sudah ingat kembali. aku senang Bii … aku senang ingatanmu kembali …”

“Tapi … bagaimana dengan putri Camelia? Bagaimana dengannya?” sela Biyanca sangat mencemaskan teman sekaligus penyelamatnya.

“Jangan khawatirkan dia, Leon dan Baida … sedang menuju ke tempat di mana calon adik iparmu itu berada. Kita pun juga harus pergi ke sana seharusnya. Tapi untuk sementara ini, ke sana kita tunda,” ujar Byon menenangkan.

Biyanca agak tertegun ketika Byon menyinggung nama Baida yang sudah ia anggap sebagai kakak angkatnya. Gadis itu menunduk dan mengusap air matanya. Mengingat nama Baida, Bii teringat akan kenangannya bersama almarhum ibunya.

“Begitu, ya? Jadi … mereka berdualah yang akan sampai di tempat putri Camelia berada?” tanya Biyanca sambil menatap wajah bule tampan Byon. Dulu saat remaja, rambut Byon lumayan panjang, tapi kini ia jadi semakin tampan dengan rambut cepaknya.

“Akan ada banyak kejutan menanti kita di sana. Kau sudah membaca semua buku diariku?” tanya Byon mencoba menenangkan istrinya.

Biyanca menggelengkan kepala, “Belum, aku baru sampai pada tahap pertengkaranku dengan ibu yang ternyata ….”

“Mantan kekasih ayahku.” Byon bantu menjawab.

Biyanca menunduk lesu. Dari sini ia sadar dan paham kenapa ibunya sangat menentang hubungannya dengan Byon kala itu. Jelas ibunya tidak ingin apa yang dialaminya, juga dialami Biyanca. Itulah mengapa Biyanca diminta pergi meninggalkan Byon.

Apa yang diinginkan Rose memang terjadi, Bii dan Byon terpisah cukup lama dan telah mengalami banyak hal yang tak bisa dibayangkan. Kini, mereka dipersatukan kembali oleh takdir dengan ikatan pernikahan. Ditambah lagi, ingatan Biyanca berangsur sedikit demi sedikit telah kembali.

“Dalam buku diari itu … kau mencoba bunuh diri setelah tahu ayahku dan ibumu adalah sepasang sejoli yang saling mencintai tapi tak bisa memiliki. Leon juga menentang hubungan kita tapi, saat kau menceburkan diri ke sungai, dialah yang menyelamatkanmu dan merestui hubungan kita. Sore itu … Leon memintaku untuk pergi denganmu sejauh mungkin dan mewujudkan impian kita berdua untuk hidup bersama dan bahagia selamanya. Dan dia bersedia menggantikan posisiku sebagai penerus keluarga Pyordova.” Byon membantu menceritakan bagaimana kelanjutan kisahnya dan kisah Leon serta kisah Baida.

BERSAMBUNG

***

1
Abinaya Albab
bapaknya Leo /Silent/
Abinaya Albab
aku udh baca anak²nya emak bapaknya baru skg /Silent/
Rabiatul Wulan
dan ternyata perpisahan ini sangat panjang ya thor, 🤭🙏🙏 kapan up lg thor sudah kangen sama novel2mu. semoga saja dalam keadaan sehat ya thor supaya bisa terus berkarya 🙏🙏🤗🤗💪💪
Sabrina Azzahra
terharu 😭😭
Rika Joj
cinta kasihmu tdk sama ibu rose bion gk sama seperti ayahnya yg gk kokoh & berjuang demi cinta....
Rika Joj
jangan di pisahin dong bianca+ bionx🥹
Rika Joj
jadi wanita itu yg nolong leon terluka yg digigit beruang
Rika Joj
napa gk baida aja ya gati'in posisi bion secara kan mereka kembar🤣🤭
Rika Joj
jangan2 wanita yg di jodohin itu wanita yg bertudung merah...
Rika Joj
curiga liem pyordorva + adelerich musuh bebuyutan...
Rika Joj
karena itu mungkin kecelakaan makax gk inget...
Rika Joj
nama anakx. bion+bianca sama dgn anclex Leonardo pyardova ya kak Titin...
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: iyap betul kak
total 1 replies
Rika Joj
benar'an bi ngapain bion harus bohong...
Rika Joj
cinta yg rumit hanya karena strata
Rika Joj
napa mereka gk bisa bersatu apa mereka terhalang restu ya...
Rika Joj
makax jangan kabur untung bion selamatin kamu...
Anonim
Kn
Rika Joj
makax jangan kabur lagi keras kepala amat sih dibilangin gk percaya amat bion itu sayang banget bianca...
Elok embem
maaf thorrr di sini di tulis byon kembaran baida tapi kenapa baida hanya jadi bawahan 🤔🤔🤔
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
waaah ucapan adalah doa
harapan dan keinginan di masa sudah tercapai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!