NovelToon NovelToon
Single

Single

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: KHskyLine

"Single itu pilihan"

Usia 26 tahun, masih sendiri? Disaat semua sahabatmu sudah berstatus istri seseorang. Parahnya lagi adik sepupumu yang paling bungsu bahkan akan segera melangsungkan pernikahannya bulan depan. Nah kamunya kapan?

Lavanya pusing dengan berbagai pertanyaan yang silih berganti datang kepadanya. Kenapa semua orang meributkan masalah asmaranya? Lavanya sih santai. Iya santai (dulu). Orangtuanya tuh, apalagi para ibu-ibu keluarga Ayahnya yang selalu menyindirnya gak laku. Kan kesal. Ditambah perilaku atasannya yang mendadak berubah menjadi seorang stalker. Bayangkan kemanapun Lavanya pergi pasti dan pasti ketemu si singa itu lagi.

Demi Tuhan Lavanya tidak mau menjadi pelakor. Pak Bosnya itu sudah punya istri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KHskyLine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nekat

Di tengah ketegangan itu, ponsel Vanya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp masuk dari grup keluarga besar. Isinya adalah foto undangan pernikahan Vani dan Farel yang sudah dicetak mewah dengan tinta emas.

Tante Sarah (Mama Vani):

“Alhamdulillah, undangan sudah jadi. Farel dan Vani serasi sekali ya. Vanya, jangan lupa ajak calonnya ya nanti. Katanya bosmu yang ganteng itu dekat sama kamu?"

Vanya mematikan layar ponselnya dengan tangan gemetar. Ia merasa sesak. Di satu sisi, ia baru saja menolak pria sekelas Leo demi prinsip hidupnya. Di sisi lain, dunia seolah menertawakannya karena ia masih sendirian sementara cintanya diambil oleh orang lain.

Leo, yang ternyata sejak tadi memperhatikan perubahan raut wajah Vanya, merebut ponsel itu dari meja.

"Pak! Kembalikan!" seru Vanya tertahan.

Leo membaca pesan singkat itu dengan cepat. Matanya berkilat marah melihat bagaimana keluarga Vanya sendiri menyudutkannya. Ia melemparkan ponsel itu kembali ke meja.

"Jadi ini alasan kamu menangis semalam?" tanya Leo sinis.

"Saya tidak menangis" bantah Vanya.

"Bohong," Leo mendekat, mengabaikan tatapan beberapa staf yang mulai berbisik di pojok ruangan. Ia mencengkeram lengan Vanya, menariknya ke sudut ruangan yang lebih tertutup.

"Kamu menolak saya dengan alasan klise, tapi kamu masih mengharapkan pria yang jelas-jelas sudah mengkhianatimu dengan sepupumu sendiri?"

"Dia tidak mengkhianati saya! Keadaan yang memaksa kami!" Vanya membela diri, namun air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Dengarkan saya, Lavanya," Leo menekan suaranya agar terdengar hanya oleh Vanya.

"Tembok tinggi yang kamu bicarakan itu... akan saya hancurkan satu per satu. Jika kamu butuh alasan untuk datang ke pernikahan itu dengan kepala tegak, maka jadikan saya alasanmu. Bukan sebagai bosmu, tapi sebagai pria yang akan membuat semua orang di sana berlutut karena iri padamu."

Vanya menatap Leo dengan pandangan kabur. "Bapak gila. Kita berbeda, Leo!"

"Perbedaan itu yang membuat saya tidak bisa berhenti memikirkanmu," Leo menghapus air mata di pipi Vanya dengan ibu jarinya. "Siapkan dirimu. Setelah kita kembali ke Jakarta, saya akan menemui ibumu. Kita lihat, seberapa tinggi tembok itu jika saya sendiri yang meruntuhkannya."

Vanya terperangah. Leo bukan lagi sekadar menggoda, ia sedang mendeklarasikan perang terhadap segala hal yang menghalangi jalannya untuk memiliki Vanya. Dan kali ini, Vanya tidak tahu apakah ia harus merasa takut atau terlindungi.

🦁🦁🦁

Pesawat mendarat di Jakarta dengan cuaca yang mendung, seakan mewakili suasana hati Vanya. Sepanjang perjalanan pulang, Leo tidak banyak bicara, namun tatapannya tak pernah lepas dari Vanya. Pria itu benar-benar menunjukkan sisi "singa" yang sedang mengintai mangsanya—tenang, namun mematikan.

Begitu sampai di rumah, Vanya disambut oleh sang Ibu yang sudah duduk di ruang tamu dengan wajah masam dan tumpukan brosur katering.

"Baru pulang, Vanya? Kamu tahu tidak, Vani tadi pamer seserahan dari keluarga Farel. Isinya barang bermerek semua! Ibu malu, Vanya. Tetangga sudah tanya-tanya kapan giliranmu," cerocos Ibu tanpa menyapa terlebih dahulu.

Vanya meletakkan koper dengan lemas. "Bu, Vanya baru pulang kerja. Capek."

"Kerja terus! Sampai kapan? Kamu itu mau 27 tahun. Cantik, lulusan terbaik, tapi kalau tidak ada yang mau melamar, apa gunanya? Besok malam, Ibu sudah janji sama tante kamu. Ada anak temannya, dia dokter spesialis, baru pulang dari Jerman. Kamu harus ikut makan malam!"

Vanya memejamkan mata. Bayangan Leo yang berkata akan meruntuhkan tembok di antara mereka tiba-tiba melintas. "Vanya tidak bisa, Bu. Ada urusan kantor."

"Urusan kantor atau urusan sama bosmu yang sudah beristri itu?" suara Mama meninggi.

"Ibu lihat foto di ponsel Vani. Pria itu bos kamu kan? Vanya, dengar Ibu. Kita ini keluarga baik-baik. Jangan macam-macam. Cari yang masih lajang"

"Dia belum menikah Bu"

"Halah, laki-laki tampan, mapan dan matang begitu belum menikah. Siapa yang percaya? Berarti ada yang salah sama dia!"

Vanya hanya bisa terdiam. Ia masuk ke kamar dan membanting tubuhnya ke kasur. Di saat yang sama, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

Pak Singa:

“Saya sudah di depan rumahmu. Turun sekarang atau saya yang naik dan bertemu langsung dengan Ibumu"

Vanya terlonjak. "Dia gila!" desisnya.

Vanya berlari keluar kamar, mengabaikan teriakan Ibunya. Ia turun ke teras dan benar saja, mobil Rolls-Royce hitam milik Leo terparkir gagah di depan pintu masuk. Leo berdiri di samping mobil, mengenakan kemeja hitam yang pas di tubuh, memancarkan aura kekuasaan yang luar biasa.

"Apa yang Anda lakukan di sini, Pak? Ini sudah di luar jam kantor!" bisik Vanya dengan wajah pucat.

"Saya bilang saya akan menemui ibumu, kan?" Leo melangkah maju, tangannya dengan santai masuk ke saku celana. "Saya tidak suka menunda sesuatu yang sudah saya putuskan"

"Tapi Pak, Ibu saya... dia sedang sensitif. Bapak hanya akan memperkeruh suasana!"

Leo menatap Vanya tajam, lalu tiba-tiba ia tersenyum tipis—senyum yang membuat bulu kuduk Vanya meremang.

"Kalau begitu, mari kita buat suasana ini menjadi sangat keruh hingga dia tidak punya pilihan selain menerimaku."

Tanpa permisi, Leo melangkah masuk ke dalam rumah. Vanya berusaha mengejar, namun langkah kaki Leo yang panjang membuatnya tertinggal. Begitu pintu rumah dibuka, Ibu Vanya berdiri di sana dengan wajah bingung yang kemudian berubah menjadi keterkejutan luar biasa.

"Vanya? Pak Singa?" tanya Mama, matanya tak lepas dari sosok pria yang tampak seperti pangeran dari negeri dongeng di hadapannya.

"Selamat malam, Bu. Saya Leo Arraya Lee, Ibu bisa memanggil saya Leo," ucap Leo dengan suara berat yang sopan namun penuh wibawa. Ia mengulurkan tangan.

Mama Vanya ragu sejenak sebelum menyambut tangan itu. "Oh iya, Pak Leo ya?"

"Leo saja Bu. Saya ke sini bukan untuk urusan kantor," Leo melirik Vanya yang berdiri di belakangnya dengan wajah pasrah.

"Saya ke sini untuk meminta izin Ibu agar membiarkan Vanya mendampingi saya di acara peresmian proyek baru kami bulan depan—sebagai pasangan saya."

🦁🦁🦁

1
Maria Magdalena
jgn sampe farel dan vani jd pengganggu kehidupan rmh tangga vanya dan leo ya thor buang ke samudra atlantik aja😁
Dwi Sulistyowati
lanjut thor
Dwi Sulistyowati
cantik bgt vanya
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Nacita
ih seru 🤣
Rian Moontero
lanjuuutt😍
octa❤️
karya yg bagus,semangat berkarya ya
Wawan
....✍️
Dian mom vano
jangan lama lama yaa
Yusa Yuwet
ditunggu ya?? dan smoga secepatnya
Dewi Ohapiah
akuuuuu... menunggumuuu
Dewi Ohapiah
ko blm up tor?
Azz Uky
kl CEO ny singa, GM ny macan
Nuraini Ajja
amin... semangat y thor nyusun skripsi ny.. smoga cepet slesai.. trus bisa up lg...
love you author....
Anonim
Thooor uo nya kpan niiih...Udah kelar blom skripsinya
D@rDa'iL💜
semangat author..
D@rDa'iL💜
ada babank tamvan💜😘
Anis Nurbawati
lanjuuut
Yusa Yuwet
akhir nya.up jg nich cerita.kemana saja sich author yg cantik dirimu selama ini.tak tau kah diriku rindu dgn semua novel2 mu.
ditunggu kelanjutannya ya author yg cantik dan baik hati.jgn kelman ya?
semangat...
semangat...
semangat....
KHskyLine: maciwww
total 1 replies
Fitria Wibisena
ku tiunggu thor
KHskyLine: iyapp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!