Olivia harus menikah dengan seseorang pria yang tidak ia kenal, padahal ia sudah memiliki seseorang pacar yang juga akan menikahi nya. Sekuat apapun Olivia menolak pernikahan itu ia tidak bisa melakukan nya.
Pada akhirnya Olivia menikah dengan pria yang ayahnya pilih. Pria itu bernama Adam, pria tampan yang memiliki kesabaran yang luar biasa, ia sangat sabar dalam menghadapi segala hal, termasuk sang istri Olivia.
Pernikahan mereka berdua penuh dengan drama, drama yang Olivia buat sendiri. Tetapi Adam tetap sabar menghadapi drama yang sang istri buat. Entah sampai kapan kesabaran Adam bertahan, karena manusia memiliki batas kesabaran.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah Adam berhasil membuat Olivia menerima pernikahan mereka? Saksikan selanjutnya di novel in
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Sore menjelang malam mereka berdua barat keluar dari hotel, setelah malam pertama yang begitu indah akhirnya keduanya turun dari kamar hotel. Malam ini mereka berdua memiliki tujuan yaitu N Seoul Tower, di sana mereka akan melihat pemandangan indah kota Seoul. Di sana juga mereka berdua bisa membuat perjanjian yang menjadi tujuan utama Adam, mana tau dengan perjanjian itu mereka berdua bisa hidup menjadi lebih baik.
"Mas kita langsung ke sana," tanya Olivia.
"Iya dong, apa kamu mau makan dulu? Kalau iya kita ke restoran dulu," jawab Adam.
"Tidak ah, aku sudah kenyang, kita langsung ke sana saja," ucap Olivia.
"Hahaha sudah tidak sabar ya.."
"Kamu tau saja." Olivia tersenyum sambil memeluk Adam dari samping, beruntung Adam memberikan nya waktu untuk beristirahat, kalau tadi langsung jalan sudah pasti langkah kakinya tidak akan seenak sekarang, sekarang saja masih terasa cukup nyeri, ini hal yang biasa mengingat Adam junior yang bukan main.
Perjalanan dari hotel menuju tempat yang mereka tuju sekitar 30 menit, mereka berdua harus menaiki banyak anak tangga sebelum sampai ke tower itu.
"Sakit, tidak kuat," ucap Olivia, ia tidak tau jika harus ke tempat yang indah itu harus menempuh perjalanan seperti ini, dirinya habis di unboxing dan masih terasa sakit jika harus berjalan menaiki anak tangga yang begitu banyak.
"Mau di gendong," tanya Adam.
"Jauh lagi mas, kamu nanti lelah, tida perlu ke atas, sudah sampai di sini saja membuat ku bahagia," jawab Dian.
"Bagaimana kalau kita ke gembok cinta saja, di sana kita bisa menggembok nama kita, seperti orang orang," kata Adam.
"Boleh."
"Aku gendong." Karena gembok cinta tidak terlalu jauh Adalah memutuskan untuk langsung menggendong Olivia, walaupun awalnya Olivia malu ia mulai nyaman.
"Dada kamu besar sekali ya, sangat terasa," kata Adam.
"Ih kamu mah, tapi kamu suka kan," tanya Olivia.
"Hahaha ya suka lah, anak kita nanti juga akan suka," jawab Adam.
Sesampainya di tempat itu, mereka berdua membeli gembok yang bisa di tulis nama mereka berdua. Keduanya mulai menuju tempat untuk mengunci gembok itu, sebuah jembatan kecil yang sudah penuh dengan gembok.
"Adam dan Olivia. Kamu mau berjanji dengan ku," tanya Adam.
"Apa itu," tanya Olivia.
"Hmmm kamu berjanji hidup selama nya dengan ku, melahirkan anak ku dan menjadi ibu terbaik untuk anak anak ku," jawab Adam.
"Iya mas.. Aku janji," ucap Olivia tanpa ragu, Olivia seperti sudah siap untuk hidup selama nya dengan Adam.
Adam mengunci gembok itu, kemudian ia membuang kunci itu ke bawah jembatan. Ia benar-benar berharap janji Olivia benar-benar terwujud kan.
"Aku sangat mencintai mu." Adam memeluk Olivia dengan erat. Olivia benar-benar dapat merasakan rasa cinta dari Adam, entah bagaimana rasanya sangat tulus sekali. Sangat berbeda rasa cinta yang Alex berikan padanya, rasa cinta dari Adam terasa sangat menyejukkan hati nya.
"Kamu nakal sekali, tangan kamu mas," ucap Olivia.
"Hehehe nakal dia.."
Olivia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sifat asli Adam mulai terlihat, meskipun begitu tidak membuat Olivia berhenti mengagumi Adam. Ia benar-benar kagum dengan pria satu ini.
"Jam 11 kita kembali ke hotel, aku ingin satu ronde," ucap Olivia.
"Wah berani minta dia," kata Adam.
Mereka berdua sudah saling mencintai, tidak ada lagi hal yang membuat mereka berdua untuk berpisah. Kalau sudah selesai ini, pelakor pun tidak akan bisa menganggu hubungan mereka berdua.
Perjodohan yang mereka berdua alami berjalan sangat lancar. Adam dengan Oliva menemukan cinta sejati mereka.
lanjutkan lagi tor jgn kelamaan🫣
kok Agnes ? seharusnya Olivia Thor🦾💪💪
semangat upnya
bucin tau rasa loe
gak berat baca nya bisa serasa dlm.novel keikut alur cerita..😄