NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:229.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
S2 CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Khawatir 3

...~•Happy Reading•~...

Bagi Kaliana, Marons bisa dipercaya dan Kaliana mempercayainya. Jika tidak demikian, dia tidak menyimpan nama itu di hatinya setelah sekian tahun berlalu dan banyak pria berusaha mendekatinya.

Sikap Marons kepadanya di waktu yang lalu, sebagai pembanding ketika ada pria yang terang-terangan menyatakan suka padanya. Dia akan menjauhi, atau menjadikan mereka teman yang baik, sebab tidak mendekati sikap Marons padanya.

"Ingat itu baik-baik, karena semua yang kita bicarakan nanti berdasarkan itu. Tidak ada prasangka, atau praduga dari isi kepalamu yang ada tumbuh banyak pohon ini." Marons jadi mengacak rambut Kaliana.

"Kau selalu punya cara untuk mengacak rambutku. Sayang aku tidak berani melakukan padamu. Kalau ngga, sudah kuaduk-aduk kepalamu..." Kaliana kesal, karena tidak bisa menepis, tangan Marons dari kepalanya.

"Kau kira kepala dan rambutku ini adukan semen dan pasir?" Marons makin mengacak rambut Kaliana.

"Jangan kau balas lagi, nanti mengalihkan pembicaraanku." Marons mencegah saat melihat Kaliana akan membalas ucapannya.

"Kau selalu curang." Kaliana makin kesal, tidak bisa membalas ucapan Marons.

'Kalau tidak begitu, mana mungkin aku bisa menang darimu.' Marons berkata dalam hati, sambil tersenyum.

"Mulai sekarang, tidak ada lagi yang kau sembunyikan dariku. Aku tahu, tadi kau baru teringat tidak ingatkan Danny soal kejadian di depan restoran bukan?" Marons bertanya dengan serius, sambil menatap Kaliana.

"Hehehe... kebaca jelas di dahiku, ya. Padahal tadi aku pikir nyamuk bisa mengalihkan pikiranmu." Kaliana tertawa, karena itu yang ada dalam pikirannya saat menepuk dahinya.

"Kau tahu dari mana, aku melarang Danny? Hal Itu biasa kami alami dalam bekerja, jadi aku tidak perlu lakukan itu kepada Danny." Kaliana berkata demikian, tapi dia hampir menepuk dahinya lagi karena lupa memberitahukan Danny.

Hal seperti itu memang biasa mereka alami. Tetapi itu sebelum bertemu dengan Marons dan harus mempertimbangkan perasaannya. Selama ini, dia selalu melakukan apa yang dia pikirkan dan anggap baik bagi pekerjaannya dan juga team. Sehingga tadi dia lupa untuk mengingatkan Danny.

"Lalu mengapa Danny terkejut, saat aku tanya apa yang terjadi. Dia langsung bilang, 'Mbak Anna belum bilang? Kalau begitu, tanyakan saja pada Mbak Anna.' Kau pikir dia akan tutup mulut, jika aku ketok kepalanya?" Marons mengingat apa yang terjadi, saat berbicara dengan Danny dan dia ketelepasan bicara soal pemasangan GPS oleh anggota polisi di mobil Kaliana.

"Kalau begitu, lepas tanganku supaya aku bisa mengangkat jariku untuk lakukan peace." Kaliana merasa bersalah, dan berusaha meredahkan emosi Marons. Supaya mereka bisa berbicara dengan tenang. Sebab dia mengingatkan Danny soal Bryan, tapi lupa untuk kejadian di parkiran.

"Tidak perlu lakukan itu. Jika aku tidak peace, sekarang kau dan teammu bisa ada di sini? Aku akan membiarkanmu menghadapinya sendiri." Marons jadi serius dan terus menahan tangan Kaliana yang masih ada dalam genggamannya.

"Tapi begini, Arrow... Lepaskan tanganku dulu, supaya aku bisa konsen dengan apa yang akan dibicarakan. Kau tidak perlu meyakinkan aku dengan melakukan ini. Aku kan, sudah bilang tadi. Aku percaya padamu, jadi tolong lepaskan." Kaliana berharap Marons mau melepaskan tangannya.

Kaliana tidak bisa konsentrasi, karena kehangatan tangan Marons sangat mempengaruhi laju cepat detak jantungnya. Entah sengaja atau tidak, Marons malah menikmati tangan Kaliana seperti wanita, lembut.

"Sebentar lagi. Aku kira tanganmu sudah berubah kaku seperti s'kop. Ternyata masih lembut, jadi aku ngga akan khawatir jika kau mengaduk rambutku." Marons jadi tersenyum. Membuat Kaliana menarik tangannya dengan kecepatan tinggi, lalu memukul lengan Marons.

"Ternyata, kau sedang ngerjain aku. Menyebalkan. Aku mau pergi tidur saja." Kaliana menggerakan kakinya mau berdiri. Marons segera memegang lengannya.

"Aku memang sengaja lakukan itu, tapi bukan untuk ngerjain. Hanya iseng, agar kau tidak banyak protes setelah aku bicarakan ini." Marons kembali serius.

"Sekarang kau dengarkan aku. Jangan menyangga, atau memotong pembicaraanku. Aku akan berikan kesempatan untukmu nanti, agar apa yang mau aku bicarakan tidak ada yang terlewatkan." Marons berkata pelan, tapi serius. Kaliana mengangguk mengiyakan dan tidak jadi berdiri. Dia mengerti maksud Marons.

"Aku sudah lihat yang Putra lakukan. Hal ini sudah aku khawatirkan sejak kau tunjukan video tentang Jaret pada acara gelar perkara itu." Marons memandang Kaliana dengan serius. Kaliana pun jadi konsentrasi dan serius setelah mendengar apa yang dikatakan Marons.

"Aku bukan meragukan kebisaan atau kemampuanmu dan team. Tetapi saat ini, kau perlu konsentrasi untuk menolong Chasina. Jangan sampai terganggu dengan apa yang dilakukan keluarga Jaret. Juga orang-orang yang berhubungan dengan narkobai." Marons berbicara serius, sambil menepuk pelan tangan Kaliana yang ada di atas meja.

"Sekarang kau dan team bukan saja mengganggu Jaret dan keluarganya, tetapi juga jaringannya. Mereka tidak akan tinggal diam atau membiarkan kalian membongkar jaringannya." Marons merasa khawatir akan keselamatan Kaliana dan team.

"Hal ini sudah aku pikirkan sejak malam itu, tapi belum sempat bicara denganmu. Banyak kejadian setelah gelar perkara itu, hingga aku tidak pikirkan hal itu lagi." Marons menatap Kaliana serius.

Mengetahui Kaliana adalah Anny, konferensi pers, pembicaraan dengan Pak Adolfis dan pekerjaan kantor membuat Marons tidak fokus untuk membicarakan tentang Jaret sebagai pengedar yang ditunjukan Kaliana.

"Tapi setelah mendengar yang dikatakan Danny tadi, aku langsung teringat itu lalu menghubungimu. Apalagi ada polisi yang terlibat, akan sangat berbahaya untuk kalian semua." Marons sangat khawatir, sehingga meminta Kaliana tidak kembali ke kantor, tapi langsung ke rumahnya.

"Jadi mulai sekarang, kalian bekerja di sini sampai semua ini selesai." Marons berkata tegas, memberikan keputusannya.

"Tapi Arrow... Maaf, sebelumnya. Kantorku itu, baru saja aku sewa sebelum menangani kasusmu. Masih sangat baru dan masih lama selesainya." Kaliana tidak sabar menyangga, saat mendengar keputusan Marons. Dia mengerti situasi yang dikatakan Marons, tapi dia bingung untuk bekerja di rumah Marons.

"Niii... Jejakmu sudah terlacak. Biarkan saja kantor itu untuk sementara waktu. Jika perlu, aku akan minta staff yang mengurusnya. Yang penting, kau dan team tidak kembali lagi ke sana." Marons makin serius, saat mendengar apa yang dikatakan Kaliana.

"Jadi maksudmu, untuk sementara kami semua pindah dan bekerja di rumah ini?" Kaliana mulai mengerti, mereka semua akan bekerja di rumah Marons. Kaliana jadi berpikir. 'Apa bedanya, kalau mereka juga tahu tempat tinggal kami. Karena Team tinggal di satu tempat.'

"Bukan hanya bekerja, tapi tinggal di rumah ini." Marons menekankan rencananya kepada Kaliana. Mendengar itu, Kaliana tertegun sampai tidak bisa berkata apa pun. Hal itu terlalu mendadak untuknya.

"Arrow... Terima kasih untuk semuanya. Tapi biarkan aku bicara dengan teamku untuk hal ini. Aku tidak bisa putuskan sendiri dalam kedua hal ini. Kami selalu bersama dalam ambil keputusan tentang apa yang akan kami lakukan." Kaliana mau memberikan ruang baginya untuk berpikir.

"Niii... Kau perlu mendengar pertimbangan mereka. Tetapi kau sendiri tahu, keputusannya ada di tanganmu. Jangan egois, pikirkan keselamatan mereka juga." Marons tidak memberikan ruang pertimbangan yang luas kepada Kaliana.

...~°°°~...

...~●○¤○●...

1
Endang Sulistia
keren
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: waaah.. 🤭 👍🏻❣️Makasih dukungannya Kak. Smg sehat & bahagia selalu 🙏😍🤗
total 1 replies
Endang Sulistia
jahat ortunya jaret...anaknya di manfaatin
Endang Sulistia
baru aku mo komen..eh uudah di wakili Ama pak Andi..makasih pak andii...😘😘
Endang Sulistia
🤦🤪🤪🤪🤪🤪👍
Endang Sulistia
putra adik kesayangan kakak2 cantiknya
Endang Sulistia
kasian anak2 muda yg baru memulai karirnya terjebak Ama rayuan narkoboy...
Endang Sulistia
iya betul...Ampe anak nya dipenjara pun lupa..
Endang Sulistia
iklan thor..🤭🤭
Endang Sulistia
apa pakpol Bram 🤔🤔
Endang Sulistia
siapa tuh...😘😘
Endang Sulistia
emang situ terlibat...🤔🤔🤔
haadeehh...aneh aneh rekan kerjamu bram🤦🤦
Endang Sulistia
nyawa taruhannya..🥺
Endang Sulistia
bakal tantrum ayang marons...🤭🤭
Endang Sulistia
mudah2 pengacaranya bersih
Endang Sulistia
ya ampun,padahal banyak hartanya tapi ilang dikit aja..jadi kayak org gila
Endang Sulistia
semoga org2 kayak pengacara jaret jari2nya pada kram semua..🙏🙏
Endang Sulistia
jahatnya...
Endang Sulistia
gila...Ampe segitunya ya mereka..
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!