Wanita mana pun pasti akan terbawa perasaan saat mendapat perlakuan yang sangat baik dari pria tampan yang menjadi idola banyak wanita.
Perhatian, kemewahan dan semua hal yang diidamkan wanita, Meisya dapatkan dari Jack. Namun ada satu yang tidak Meisya dapatkan, yaitu pengakuan cinta.
Berulang kali Meisya mengungkapkan cintanya, tetapi tak juga mendapatkan balasan dari Jack, hingga akhirnya Jack menunjukan sesuatu yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan Meisya selama ini.
Apakah itu? Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Meisya menatap tajam ke arah Jack yang mengatakan jika dirinya tidak boleh keluar dari apartemennya, bagaimana bisa Jack mengatakan hal tersebut sementara pria itu sendiri tahu jika keberadaan Meisya di apartemennya hanya sebagai boneka pengganti.
Kondisi Meira yang terbaring koma, menjadi alasan kenapa Jack menjadikan Meisya sebagai pengganti wanita itu, dikarenakan wajah keduanya yang sangat mirip membuat Jack harus menyembunyikan kebenaran jika sebenarnya dia tidak mencintai Meisya dan cintanya hanya untuk Meira.
"Kenapa kau melarangku untuk pergi dari sini? Bukankah keberadaanku di sini sebatas boneka pengganti saja? Tidak seharusnya aku ada di sini, Jack!" Dengan suara tinggi dan penuh penekanan Meisya mengeluarkan semua kekesalan dan juga kemarahannya di hadapan Jack.
Jack terdiam mendengar luapan kemarahan dari Meisya, dia sadar jika sudah membuat kesalahan dan melibatkan Meisya ke dalam permasalahan pribadinya. Tapi Jack tidak akan bisa membiarkan Meisya pergi dari kehidupannya begitu saja, untuk itulah Jack berusaha untuk menahan agar Meisya tetap tinggal bersama dengannya.
"Tidak semudah itu, Meisya. Kau bisa pergi begitu saja, kau juga tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hatimu." Jack berusaha menahan Meisya karena wanita itu tetap akan pergi dari apartemennya.
Mendengar itu membuat Meisya tertawa, padahal sudah jelas-jelas Jack bersalah dalam hal ini. Dan dia sudah menciptakan permainan sehingga membuat Meisya terpesona dan juga jatuh cinta kepadanya, sedangkan hati Jack hanya untuk Meira karena dia membiarkan Meisya tetap tinggal bersamanya dikarenakan Meira yang sampai saat ini belum sadarkan diri.
Sungguh, Jack masih mengharapkan jika Meisya tetap tinggal bersama dengannya. Apalagi Jack masih punya satu alasan sehingga membuat Meisya tidak bisa untuk pergi dari Jack begitu saja, melakukan apapun sesuka hati Meisya.
"Kau ini sangat picik dan licik sekali, Jack. Menahan seseorang agar tetap sesuai dengan keinginanmu, tanpa kau sadari sendiri jika kau sudah membuat hidupku seperti ini. Apapun alasannya tidak seharusnya kau melibatkan aku ke dalam permainanmu ini, menjadikan aku bahwa mereka pengganti Meisya sehingga membuat semua orang menganggapku sebagai kekasihmu." Meisya berusaha mengatakan itu semua dengan suara tidak bergetar, meskipun sebenarnya dia sangat kecewa kepada Jack.
Jack terpaku saat Meisya mengatakan itu padanya, benarkah jika dirinya sangat licik dan juga licik? Tapi satu hal yang harus dicek katakan kepada Meisya agar wanita itu tidak bisa pergi jauh darinya, sehingga Meisya tidak lagi berpikir untuk kembali ke kehidupan aslinya.
"Kau terikat kontrak pekerjaan denganku, Meisya. Jadi aku harap kau masih mengingat kontrak yang sebelumnya kau tandatangani sendiri tanpa paksaan." Hanya satu cara itu yang bisa membuat Meisya bungkam dan sepertinya Jack berhasil karena terlihat Meisya langsung terdiam.
Meisya benar-benar terdiam mendengar pernyataan Jack dan memang dirinya masih terikat kontrak pekerjaan sebagai asisten pribadi Jack, Meisya berfikir sejenak apakah keputusannya untuk pergi dari kehidupan Jack dan kembali ke kehidupan aslinya adalah sebuah keputusan yang benar ataukah dirinya memang tidak bisa pergi begitu saja karena terikat kontrak tersebut.
Meisya sadar jika dirinya masih membutuhkan pekerjaan itu, sehingga keputusannya untuk pergi dari kehidupan Jack sepertinya bukan hal baik. Apalagi sekarang dia tidak mungkin dengan cepat mendapatkan pekerjaan maka untuk itulah dia harus tetap bekerja di bawah pimpinan Jack.
"Aku akan tetap bekerja denganmu, tapi aku tidak bisa jika tetap tinggal di sini. Aku bukan wanita perebut kekasih orang. Aku punya harga diri!" Setelah itu Meisya pergi dari apartemen Jack.
Dia benar-benar keluar dari tempat tinggal yang selama beberapa bulan terakhir ini banyak sekali memberinya kenangan, rasanya tidak akan mudah bagi Meisya untuk melupakan semua kebersamaan dengan Jack yang di hatinya menyimpan cinta teramat besar untuk pria itu.
Bagaimana mungkin Meisya tetap akan berpura-pura menjadi Meira di hadapan semua orang, sementara di hati Jack sama sekali tidak ada cinta untuknya.
"Kenapa kau lakukan ini semua padaku, Jack? Kau permainkan hatiku dan kau berikan perhatian sehingga membuatku terlena akan pesonamu. Sekarang di saat aku sudah mulai mencintaimu, sebuah kenyataan menghancurkan seluruh kepercayaan diriku padamu." Dengan berurai air mata Meisya berjalan keluar dari apartemen Jack dan secepatnya naik ke dalam mobil taksi, entah ke mana dia akan pergi.
Sementara Jack hanya diam saja melihat kepergian Meisya yang meninggalkan apartemennya, dia tidak bisa menahan karena Meisya tetap akan bekerja dengannya sebagai asisten pribadi. Tapi wanita itu memilih untuk pergi dan tidak menginginkan tinggal lagi bersama dengannya.
Apa yang sudah dilakukan Jack memang salah besar, dia memanfaatkan keluguan Meisya dan menjadikan wanita itu sebagai pengganti Meira di hadapan semua orang termasuk keluarganya. Tidak ada satupun yang menyadari jika Meisya bukanlah Meira, hanya Adnan dan dirinya yang mengetahui semua tentang Meisya. Nama keduanya juga hampir mirip dari depannya, sehingga saat Jack memanggil Meisya dengan sebutan Mei, tentu saja wanita itu tidak keberatan sebab itu adalah tiga huruf yang sama dengan namanya.
"Aku sudah berbuat bodoh, semua ini memang karena permainan yang aku buat sendiri. Sekarang aku juga yang harus menerima resiko dengan keputusan Meisya yang pergi dari apartemen ini." Jack terduduk lemah dia tidak tahu harus berbuat apa, karena lambat laun semuanya pasti akan terbongkar.
Mungkin inilah saatnya bagi Jack menghentikan permainannya meskipun dengan cara dirinya harus sedih kehilangan Meisya yang sudah pergi dari apartemennya, hanya bertemu sebentar itu pun jika keduanya sama-sama sedang ada kegiatan pekerjaan di kantor.
Selain pekerjaan kantor maka Jack tidak mungkin melihat keseharian Meisya ataupun saat wanita itu berada di dapur dan melayani semua keperluan juga kebutuhannya.
"Aku pasti akan merindukan semua yang pernah kau lakukan di apartemen ini, Meisya. Tentang kegemaranmu di dapur mengolah bahan makanan menjadi masakan yang sangat lezat dan mampu membuatku nafsu makan, tapi sekarang kau benar-benar pergi dari sisiku." Jack menunduk lesu, dia seperti merasa kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Padahal saat Meira harus diasingkan di rumah itu, Jack tidak merasa kehilangan seperti saat Meisya pergi dari apartemennya. Perasaan apa yang ada di hati Jack saat ini? Dia sendiri tidak tahu bagaimana harus menghadapi semuanya.
Meisya masih di taksi, menuju entah kemana. Saat ini dirinya bingung dan juga sedih, semua rasa saling bersamaan menggoyahkan hatinya. Keputusannya untuk pergi dari apartemen Jack memang sudah benar, dengan begitu dia tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk berbincang dengan pria itu.
Sedangkan jika di kantor, keduanya pasti akan sedikit sekali saling berkomunikasi. Karena terhambat dengan pekerjaan, dan profesional kerja. Sehingga Meisya akan merasa jauh lebih tenang dengan tinggal di tempat lain.
'Kau bisa, Meisya. Kau bukan wanita lemah." batinnya.