"Akan aku perjuangkan cintaku, sampai aku bisa memilikimu."
~Abimanyu Ardianta~
"Akibat sebuah pengkhianatan, membuatku enggan menjalin hubungan dengan seorang pria."
~Feriska Nandhita~
Simak kisah selengkapnya »
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Usai makan siang, Eleana dan oma pamit pulang lebih dulu, dengan alasan ada tamu yang datang. Sementara Feriska hanya mengiyakan Eleana dan oma pulang duluan.
Abimanyu sendiri tahu jika itu hanya alasan omanya. Namun, dia sangat bersyukur karena secara tidak langsung oma memberikan lampu hijau.
"Kamu tadi ke sini naik apa?" tanya Abimanyu.
"Aku naik taksi tadi, soalnya tiba-tiba mobil mogok pas perjalanan ke sini."
"Terus mobil kamu gimana?"
"Sudah diambil montir langganan aku. Makanya aku sedikit telat datang ke sini," jawab Feriska.
Kini keduanya sudah terlihat sangat akrab, tak terlihat canggung sama sekali. Meski begitu, Feriska tetap menjaga diri agar tak terbawa perasaan ketika sedang bersama Abimanyu.
Dia masih berusaha membentengi dirinya karena tak ingin jatuh di lubang yang sama. Bukannya dia menganggap Abimanyu sama seperti mantan suaminya, tetapi hati kecilnya masih ragu untuk mempercayai seorang pria.
"Kamu mau balik ke bakery atau pulang?" tanya Abimanyu.
"Aku mau balik ke bakery lagi, soalnya masih banyak pesanan yang belum masuk list," jawab Feriska dengan senyum tipisnya.
"Kalau begitu, biar aku antar kamu. Sekalian aku ke kantor lagi."
"Eh, enggak usah. Nanti malah ngerepotin," tolak Feriska.
Abimanyu tersenyum kemudian berkata, "Enggak repot sama sekali. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau makan siang bersama."
Feriska melihat sorot mata Abimanyu yang memancarkan sebuah ketulusan. Untuk sejenak dia terhanyut dalam tatapan pria itu.
"Bagaimana? Kamu mau kan aku antar pulang?" Ucapan Abimanyu menyadarkan Feriska dari lamunannya.
"Em, baiklah."
Mendengar jawaban Feriska, hati kecil Abimanyu bersorak gembira. Dia sangat yakin bisa meluluhkan hati sang pujaan hati, meski dia harus berjuang lebih keras lagi.
Akhirnya, Abimanyu mengantar Feriska kembali ke bakery. Tak butuh waktu lama, mobil yang dikemudikan Abimanyu sudah sampai di depan bakery.
"Terima kasih, ya. Sudah mau antar aku," ucap Feriska sambil melepas seatbelt.
"Sama-sama."
"Kamu nggak mau mampir dulu," tawar Feriska.
"Lain kali saja." Feriska menganggukkan kepalanya seraya tersenyum setelah mendengar jawaban Abimanyu.
Feriska lantas membuka pintu mobil dan bergegas keluar. Namun, baru saja kakinya menginjak tanah, Abimanyu memanggilnya.
"Feriska!"
Feriska langsung menoleh ke arah Abimanyu, "Iya, ada apa?"
"Malam minggu kamu ada acara tidak? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
Untuk sejenak Feriska terdiam dan mengingat jadwalnya.
"Sepertinya tidak ada, tapi nanti aku hubungi kamu untuk lebih jelasnya."
"Baiklah, tidak masalah."
Setelah Feriska keluar dan menutup pintu mobil, Abimanyu langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Feriska berjalan memasuki bakery miliknya, saat baru tiba di dalam dia sudah dibuat salah tingkah dengan Eni.
"Ciye, Bu Riska udah punya gandengan aja, nih," goda Eni.
"Apaan, sih? Gandengan apa? Kamu kira saya truk, gandengan?"
"Ish, kenapa harus pura-pura nggak ngerti maksud saya, sih, Bu? Gandengan yang saya maksud itu, pacar baru," ujar Eni dengan menaik turunkan alisnya.
"Ngawur kamu. Masih banyak gadis di luaran sana, jadi nggak mungkin dia suka sama saya yang berstatus janda."
Eni menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Bu Riska, yang namanya orang jatuh cinta dengan tulus itu nggak memandang status. Apa ibu nggak tahu slogan anak jaman sekarang?"
"Apa?" tanya Feriska sambil mangernyitkan dahinya.
"Janda semakin di depan," ucap Eni dengan pelan.
Feriska yang mendengar pun langsung melotot, lalu dia mencubit pipi chubby Eni.
"Dasar bocah! Siapa yang ngajarin kamu ngomong begitu?"
"Ah, Bu Riska nggak asik. Umur saya sudah cukup untuk menikah. Saya juga ikhlas kok, kalau ibu dan pria tadi berjodoh, tapi kalau ibu nggak mau, dengan senang hati saya akan menerimanya," ujar Eni.
"Udah, ah. Makin ngaco bicara kamu, pasti habis makan kecubung."
Feriska berlalu meninggalkan Eni yang cemberut karena ucapannya.
......................
Sabtu siang, Feriska yang sedang fokus dengan laptopnya dikagetkan dengan dering ponselnya.
"Assalamualaikum," ucap Feriska tanpa mengalihkan perhatiannya pada laptop.
"Waalaikumsalam, kamu sibuk, ya?"
"Enggak, kok. Cuma lagi ngecek pesanan untuk minggu depan. Ada apa?"
"Enggak ada apa-apa, sih. Aku cuma mau bahas ajakan aku kemarin lusa. Kamu bisa nggak?"
"Astaga! Iya, aku lupa buat kabarin kamu. Maaf, ya. Untung kamu langsung telepon."
"Santai aja, jadi gimana?"
"Iya, aku bisa. Ketemu di mana nanti?"
"Nanti aku jemput kamu aja, nggak apa-apa, kan?"
Feriska diam sesaat memikirkan ucapan Abimanyu.
"Baiklah, aku tunggu di rumah."
Usai berbincang di telepon, Feriska kembali menyelesaikan pekerjaannya. Sepulang dari bakery nanti dia akan ke salon untuk perawatan rambut.
Malam pun tiba, Feriska yang sudah siap kini menunggu kedatangan Abimanyu. Sejak tadi jantungnya berdegup kencang karena gugup, dia merasa seperti ABG yang sedang kencan di malam minggu.
Tin tin
Bunyi klakson mengagetkan Feriska yang termangu di teras rumah. Tanpa menunggu lama, dia segera menutup pintu rumah dan menguncinya, lalu bergegas menghampiri Abimanyu.
"Maaf, membuatmu menunggu," ucap Abimanyu setelah Feriska di dalam mobil.
"Tidak masalah, aku juga belum lama nunggu, kok," balas Feriska seraya mengenakan seatbelt.
Abimanyu segera melajukan mobilnya membelah ramainya jalan karena malam minggu. Dia sudah menyiapkan tempat khusus untuk berbicara berdua dengan Feriska.
Mobil yang dikendarai Abimanyu menuju sebuah pantai yang cukup terkenal di Banyuwangi, yakni Pantai Boom.
"Kita mau ke mana? Bukannya ini jalan menuju pantai?"
"Iya, sengaja aku pilih di sana karena tak ingin ada orang lain yang mengganggu apa yang akan aku bicarakan nanti."
Mendengar ucapan Abimanyu, Feriska pun memilih diam dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya. Dia penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Abimanyu padanya.
udh mmpir nih....
d tnggu up'ny y....smngttt....