TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(26) Belum di Takdirkan
Jizah dan Aldi tidak langsung pulang melainkan singgah ke Apotek. Jizah yang bingung kenapa suaminya berhenti di apotek hanya diam saja didalam mobil.
"Mba tolong bungkus semua merek tespeck yang ada disini" pinta Aldi pada pegawai apotek
"Baik pak ada lagi?"
"Sudah itu saja" Aldi langsung membayarnya dan segera masuk mobil
"Mas, kamu beli apa?" tanya Jizah
"Ini (Aldi menyerahkan kantong plastik yang berisi tespeck)nanti kamu tes, siapa tau yang dibilang Abang bener" ucap Aldi
Jizah menerimanya dengan ragu
"Ya Allah apakah suamiku tidak berlebihan?" ucap Jizah dalam hati
Tak lama mereka sudah sampai dirumahnya dan langsung menuju kamar. Jizah yang hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dicegah oleh Aldi
"Sayang kamu tau kan ada yang bisa langsung tes tanpa nunggu pagi?" tanya Aldi mensejajarkan beberapa tespeck yang dibelinya
"Hhmm kalau GK salah ini deh mas" ucap Jizah menunjuk tespeck yang menurutnya bisa dipakai tanpa menunggu pagi hari
"Yasudah sayang coba yaa, siapa tau rezeki kita" ucap Aldi memohon
"Iya Anna coba, tapi mas harus janji kalau hasilnya GK sesuai yang kita mau, mas GK marah"
"Iya, udh sekarang kamu mandi ntar gantian mas"
10 menit cukup untuk Jizah membersihkan diri tapi sebelum ia keluar kamar mandi tak lupa menuruti perintah suaminya. Ia merasa gugup karena ini pertama kali baginya.
Setelah membaca bagaimana petunjuk penggunaannya, kemudian mencobanya. Satu menit kemudian keluarlah hasilnya, Jizah tampak takut jika suaminya akan kecewa karena hanya bergaris satu yang didapat.
Jizah menghela nafas panjang, setidaknya ia sudah mencoba agar suaminya tidak penasaran.
Ketika ia keluar dari kamar mandi, dilihatnya Aldi sedang duduk di sofa kamar memainkan handphonenya. Ketika Jizah mendekat ke arah Aldi, Aldi dengan segera menaruh handphonenya ke samping.
"Gimana sayang?" tanya Aldi penasaran
Jizah tidak menjawabnya melainkan memberikan tespeck yang sudah dites dengan ragu
Aldi menerimanya dan melihat hanya garis satu, terlihat kekecewaan diwajahnya namun berusaha mungkin untuk tersenyum kearah istrinya, ia takut jika Jizah bisa stress karena tuntutan yang ia berikan
"Gpp sayang, itu tandanya kita harus rajin-rajin melakukannya. Mumpung mas dirumah hehehe" ucap Aldi membuat Jizah bernafas lega ternyata suaminya tidak marah
"Mas ini, sudah sana mandi" ucap Jizah dengan wajah yang memerah mendorong Aldi agar segera mandi
"Lucu sayang, kalau kamu kayak gitu hihihi" kata Aldi berlari ke kamar mandi
*********************************************
Di Rumah Riska
Riska sedang pusing bagaimana cara memberitahu Riandi kalau Jizah tidak bisa memenuhi permintaannya.
"Duhh gimana nih ngasih tau kak Riandi kalo Jizah GK bisa nepatin janjinya, lagi kenapa pula harus Jizah sihh? kan pegawainya banyak juga yang bisa, apa jangan-jangan Kak Riandi mau.... GK GK mungkin" ucap Riska yang berfikir bahwa Riandi meminta Jizah yang menemani fitting agar calon istrinya cemburu
Ya Riandi akan segera menikah karena dijodohkan orang tuanya, sebab laki-laki itu selalu melamun sendiri bahkan sering bergumam menyebut nama Jizah. Orang tuanya berfikir jika anaknya menikah bisa melupakan wanita yang sudah bersuami, namun Riandi meminta syarat agar baju pernikahannya langsung dari tangan wanita yang dicintainya. Dan dengan senang hati orang tuanya meminta kepada Jizah agar mau menurutinya.
"Hah, gw telpon ibunya aja dah kalo Jizah GK bisa" ucap Riska lalu menelpon ibu Riandi
"Hallo Assalamualaikum..." ucapnya ketika panggilan tersambung
"Waalaikumsalam warahmatullahi"
"Maaf ibu mengganggu waktunya, ini saya Riska dari Nurreen muslimah wedding dress. Ingin menyampaikan bahwa, Jizah tidak bisa memenuhi permintaan ibu. Jadi dia yang meminta saya untuk menggantikannya." Tutur Riska berharap ibu Riandi mengerti
"Kemarin bukannya sudah setuju kalau yang mengukur badan anak dan calon menantu saya Jizah langsung? kenapa sekarang GK bisa?" ucapnya penuh tekanan
"Iya ibu kemarin memang pemilik butik kami sedang tidak terlalu sibuk, namun untuk sekarang dan seterusnya ada yang lebih penting dibandingkan pekerjaannya yang ini ibu, jadi beliau meminta saya yang menggantikannya sementara waktu sampai ada pengganti yang pas" ucap Riska memberikan alasan
"Yasudah nanti kita konsultasikan lagi nanti, saya ingin bicarakan dengan anak saya terlebih dahulu, Assalamualaikum..." ucapnya lalu mematikan teleponnya
"Waalaikumsalam" jawab Riska mengerucutkan bibirnya
"Ih ibu-ibu, apa salahnya sih sama gw? kalo ngukur doang mah bisa keles" gumam Riska kesal
Sedangkan di Rumah Riandi, dia yang mendengar ibunya berbicara di telepon dengan segera menghampiri ibunya
"Siapa Bu yang telepon?" tanyanya pura-pura tidak tahu
"Ini dari butik temanmu, masa iya tiba-tiba dia bilang GK bisa buat melakukan fitting sebentar" jawabnya tanpa sadar karena masih fokus pada handphonenya
"Berarti Rian GK mau nikah dalam waktu dekat Bu"
"Heh kok gitu? jangan karena kamu masih cinta mati sama perempuan itu, kamu menyakiti hati wanita lain. Dan sama saja kamu juga menyakiti hati ibu Rian!"
"Dengarkan Ibu, kamu dan Jizah memang sempat dekat layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai namun tak dapat mengutarakannya, dan kamu sendiri yang tidak berani memintanya pada orangtuanya untuk dijadikan sebagai istri. Itu berarti kamu dan dia belum ditakdirkan berjodoh atau lebih tepatnya dia bukan jodoh kamu, belajar lah untuk ikhlas menerima, bahwa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pergi darimu dan yang bukan ditakdirkan untukmu sudah pasti meninggalkanmu" tutur ibu Riandi
Ucapan ibunya membuat ia sadar dan seketika langsung memeluk erat ibunya
"Terimakasih Ibu, Rian janji akan berusaha ikhlas melupakan dia dan berusaha menerima wanita pilihan ibu" ucapnya sambil menangis
"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah"
*
*
*
**Takdir tak kan kemana
" *Karena rezeki sudah tertakar, maka yang sudah ditakdirkan takkan pernah tertukar***"
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku