Wanita muda itu bernama Aurelia Meydina Admajaya adalah anak dari seorang mantan Tentara yang punya nama di kota J... Tidak pernah terpikirkan Aurelia harus mengikuti jejak kakak perempuannya menikah dengan seorang Tentara....
Aurelia Hanya ingin menjadi Guru dan menjalani hari-harinya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di kota J....
Karna gadis kecil yang ditolongnya itu membuat Aurelia harus menikah dengan Ayah dari tadi kecil itu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Mama Sayang Cecil
Kini 5bulan berlalu...
Aku masih setia menunggu suamiku yang sedang bertugas. Aku melakukan tugas dan tanggungjawab ku sebagai seorang guru dan mama buat Cecil... Juga aku sering mengikuti setiap kegiatan istri-istri Tentara yang sering dilaksanakan...
Suatu malam, aku tebangun dari tidur... Handphone ku berbunyi. Aku melihat panggilan video dari nomer yang tidak kukenal... Dengan ragu ku angkat, dan sengaja ku matikan lampu tidur yang ada di samping tempat tidur..
"Hai, sudah tidur sayang?" tanya seseorang diseberang sana. Seseorang yang amat aku rindukan. Dengan cepat ku nyalakan lampu, ku lihat sosok itu di kamera handphone ku...
"Ya, Tuhan. Kak, Lia rindu. Benar-benar merindukanmu" kataku dengan berlinang air mata...
"Aku juga merindukanmu, sayang. Sabar ya, 4bulan lagi kita bertemu" ucapnya...
Kutatap wajahnya "Kak, kenapa kamu kurusan? apa kamu kurang makan? apa kmu sakit, kak?" banyak pertanyaan yang ku tanyakan pada kak Darlen...
"Aku baik-baik saja, sayang. Aku tidak apa-apa?" jawabnya... "Sayang, aku harus segera kembali ke pos penjagaan. Nanti aku telepon lagi, yah. Salam buat Cecil dan juga mama. Aku mencintaimu" kak Darlen memutuskan hubungan panggilan video dengan satu kecupan untukku...
Pagi harinya, aku bngun seperti hari-hari biasa. Dan aku sampaikan salam dari kak Darlen untuk Cecil dan mama Irma...
"Ah, papa nggak sayang sama Cecil. masa yang ditelepon hanya mama" rengek Cecil lucu...
"Papa telepon sudah larut malam, sayang. itupun pake nomer handphone anak buahnya papa di pos penjagaan yang ada jaringan teleponnya" Jelasku...
"Sayang, bukan kalo pertama kan, papa seperti itu?" tanya mama Irma kepada cucunya itu...
"Iya, sih oma. Tapi Cecil kan rindu juga sama papa" ucapnya...
"Papa sudah janji, kalau nanti papa akan telepon lagi" kataku menyenangkannya...
"Baiklah, ma" kata Cecil...
Cecil adalah anak yang pintar dan mengerti situasi dan kondisi... Dia sudah terbiasa dari kecil ditinggal papanya pergi tugas... Bahkan setelah mamanya meninggal pun, Cecil tetap jadi anak yang lincah di depan orang. Tapi nyatanya dia rapuh di dalam...
Aku berusaha menjadi mama bagi Cecil dengan baik. Setiap kebutuhannya selalu aku penuhi dan semua waktuku habiskan bersamanya... Tiada hariku yang terlewatkan tanpa Cecil disisiku...
"Ma, Cecil sudah besar. Biarkan Cecil melakukannya sendiri. Kan selama ini, Cecil mengerjakan semua sendiri" rengeknya...
"Cecil yang meminta mama untuk menjadi mamanya Cecil kan? Berarti Cecil harus mau semua keperluan Cecil, mama yang akan sediakan. Okey" kataku pada Cecil...
Dengan wajah cemberutnya "Baiklah, mama sayang. Cecil akan mengikuti kemauan mama. Cecil sayang mama" di peluknya diriku...
"Mama juga sayang sama Cecil" kataku sambil memeluk dan mencium kedua pipinya yang sudah mulai chubby...
Setiap hari, kami berdua pergi dan pulang sekolah seperti biasa. Aku mengemudikan mobil dan Cecil menjadi penumpang setiaku. Dan mama Irma menjadi mama dan oma yang selalu menunggu kami dengan setia dan penuh kasih sayang. Membuatku melupakan sejenak kalau suamiku sedang jauh bertugas di daerah perbatasan...
Aku menganggap suamiku sedang tugas seperti biasa saja. Dan dia akan pulang ke rumah setiap sora atau malam...
"Aku merindukanmu, kak Darlen. Aku selalu menunggumu. Semoga kau selalu dalam lindungan Tuhan dan cepat kembali berkumpul dengan kami" Itu doa yang selalu aku panjatkan ketika malam menjelang...
biar gk membingungkan
trus tulisan Kat ku itu di hilangkan,,