NovelToon NovelToon
Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Selingkuh / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Putera Mahesa, pria berusia 36 tahun ini tidak pernah percaya dengan apa yang namanya cinta.

Seperti orang yang sedang terkena alergi, jika ada orang yang mengucap atau membahas kata-kata cinta, pria itu seperti terserang gatal-gatal atau bersin-bersin saat itu juga.

Suatu hari, sang ayah memikirkan masa depan anaknya yang sudah hampir menginjak kepala 4, serta memikirkan nasib perusahaannya agar terus memiliki penerus.

Akan tetapi sang ayah tiba-tiba jatuh sakit ketika Putera menolak mentah-mentah permintaannya untuk menikah.

"Aku tidak ingin menikah dan aku juga tidak percaya dengan cinta!" sentak Putera, ketika sang ayah meminta dirinya untuk segera menikah.

Mengapa Putera menolak untuk menikah dan apa alasan pria itu membenci kata-kata cinta?

Apakah Putera akan menemukan pasangan hidup dan siapakah wanita yang berhasil membuat pria itu menyadari jika cinta itu nyata?

Nantikan terus disetiap episodenya dalam Novel berkisah "CINTA ITU NYATA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Menikah.

Dua minggu kemudian.

Sebuah pesta pernikahan tengah berlangsung meriah di sebuah hotel mewah berbintang lima di daerah ibu kota, milik perusahaan Wijaya Group.

Para tamu undangan pun satu persatu mulai berdatangan menghadiri pesta pernikahan tersebut untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai diatas pelaminan.

Kebahagiaan begitu jelas terlihat di kedua keluarga itu sendiri, terlebih bagi Opa Mahesa dan juga Tuan Dira. Mereka bersyukur sekali, karena Putera akhirnya mau menikah juga, walau masih dibilang menikah secara terpaksa.

Tetapi itu lebih baik, dari pada mereka harus melihat Putera menjadi bujak lapuk selama masa hidupnya dan mereka juga berharap, setelah pernikahan ini. Lovely dan Putera bisa memberikan keturunan untuk keluarga Mahesa.

Namun kenyataannya tidak lah seperti itu, karena keduanya telah mengikat perjanjian untuk tidak tidur seranjang apalagi melakukan hubungan layaknya suami istri setelah pernikahan ini.

Karena mereka berdua sama-sama bersepakat hanya menikah sebatas diatas kertas untuk memenuhi janji serta kewajiban kepada keluarga saja.

Akan tetapi di dalam perjanjian tersebut, mereka juga telah sepakat akan menunjukkan sikap layaknya orang yang sudah menikah kepada semua keluarga demi meyakinkan jika mereka serius dalam hubungan baru ini.

Semisalnya melayani hanya sebatas di atas meja makan, membantu urusan pekerjaan dan memenuhi undangan-undangan makan malam bersama keluarga atau tamu penting lainnya.

"Lovely, walaupun kita terikat oleh perjanjian. Tapi kau harus ingat akan kewajiban dan juga tanggung jawabmu sebagai seorang istriku. Karena aku tidak ingin mereka mencurigai kita," ucap Putera berbisik.

Lovely mengangguk. "Iya, aku mengerti."

Mereka berdua kembali menyambut tamu yang datang menyelamati mereka dan berusaha tersenyum sebisa mungkin di depan semua orang.

...***...

Malam harinya.

Putera dan Lovely akan menginap semalaman di kamar penggantin di dalam hotel itu juga, sebelum akhirnya kembali ke rumah pada esok pagi.

Keduanya begitu canggung, saat menatap tempat tidur berukuran besar bertabur kelopak bunga cantik nan indah diatas peraduan.

"Putera, aku ingin bertukar pakaian. Bisakah kau pergi dari sini terlebih dahulu," pinta Lovely.

Putera mengerti, ia segera pergi ke arah balkon kamar hotel itu dan menunggu Lovely bertukar pakaian di luar kamar.

Selama Lovely berganti pakaian, Putera mulai mengedarkan pandangannya ke pemandangan indah sekeliling dari atas balkon kamar hotelnya.

Kemudian duduk di kursi balkon sambil ditemani secangkir wine dan juga dinginnya hembusan angin malam.

Angin yang menerpa lembut ke sembarang arah, menyibak sedikit kain hordeng pada kamar pengantinnya, hingga menampilkan sedikit pemandangan seorang wanita yang sedang sibuk bertukar pakaian.

Putera beranjak dari tempat duduknya dan menatap lekat celah diantara dua kain hordeng yang tergeser akibat terpaan angin malam.

Ia berniat menutup rapat kain tersebut, namun naluri seorang lelaki menuntun kedewasaan dalam dirinya untuk mengintip barang sesaat kepada sesosok makhluk indah yang tengah berada di dalam kamar itu.

Putera memberanikan diri untuk melihat sekilas tubuh istrinya sendiri, walau masih terbalut handuk kimono sehabis mandi. Nyatanya hal tersebut dapat membangkitkan gairahnya yang sempat tersembunyi selama ini.

Pria itu meneguk ludahnya kasar, saat melihat pemandangan indah di dalam kamar sana. Saat sebuah punggung mulus terpampang nyata membelakangi dirinya.

Walau tidak sepenuhnya polos, karena telah memakai pakaiaan dalaam. Akan tetapi ia dapat merasakan, jika tubuh istrinya itu begitu halus dan juga harum.

Bahkan lekukan tubuh indahnya itu mampu menghipnotis dirinya untuk betah berlama-lama untuk menatap kejadian singkat tersebut.

Ia lantas tersadar dan menggeleng cepat, saat Lovely mulai berbalik badan. Dengan segera pria itu pergi dari sana dan kembali duduk ke tempatnya semula.

Jantung Putera seketika berdegup dengan kencang, perasaan aneh mulai merasuki dirinya. Ia merasa tidak cukup jika melihat tubuh istrinya itu hanya satu kali.

Seperti orang yang tiba-tiba kecanduan sesuatu, ia jadi ingin melihatnya lagi dan lagi.

Putera meraup wajahnya kasar dan segera menyadarkan diri. "Apa yang sedang kau pikirkan Putera, sadarlah!"

...***...

Malam ini merupakan malam pertama bagi Lovely dan juga Putera. Akan tetapi, walaupun mereka telah sah menjadi suami istri secara hukum dan agama, nyatanya aksi panas tersebut tidak akan pernah terjadi dan tidak pernah sekalipun ada di dalam benak mereka masing-masing.

Untuk malam ini begitupun untuk malam-malam selanjutnya.

"Kau tidurlah di kasur, biar aku tidur di sofa." titah Putera kemudian mengambil bantal kepala dan juga selimut.

Lovely mengangguk patuh. "Baiklah, jika kau tidak terbiasa tidur di atas sofa. Jangan sungkan membangunkan aku. Kita bisa bertukar tempat," balasnya.

"Tidak perlu, aku bisa tidur dimana saja," balas Putera.

"Baiklah, terserah kau saja. Selamat malam," balas Lovely. Kemudian menarik selimut dan mencoba memejamkan kedua mata.

"Selamat malam," balas Putera dan berusaha untuk tidur, sesekali mengangkat kepalanya lalu menatap Lovely yang sedang berbaring di atas kasur.

"Kenapa belum tidur?" tanya Putera.

"Aku tidak bisa tidur," balas Lovely.

"Jangan takut, aku tidak akan berbuat macam-macam kepadamu. Hanya malam ini kita tidur sekamar, besok saat kita pulang ke rumah. Kau dan aku akan tidur di kamar pribadi masing-masing," tutur Putera.

"Aku percaya denganmu, tapi apa yang akan kita jawab jika kedua keluarga kita menginginkan keturunan?" tanya Lovely.

"Bilang saja kepada mereka, kalau kita sudah melakukan itu dan masalah anak bilang saja kalau Tuhan belum memberikan anugerah itu kepada kita," balas Putera.

"Tapi bagaimana jika mereka tahu kalau kita hanya berpura-pura, menjalani ikatan pernikahan ini hanya sebatas di atas kertas saja. Tanpa ada ikatan lebih serius ke arah rumah tangga, apalagi memiliki seorang anak?" tanya Lovely kembali.

Putera berdecih. "Kau terlalu banyak berpikir, aku juga tidak tahu harus apa, jadi masalah itu lebih baik dipikirkan nanti saja. Apa kau tahu, perkataanmu itu tadi membuatku jadi gatal-gatal," balasnya sembari menggaruk.

"Apanya yang gatal? Perkataan mana?" tanya Lovely bingung.

"Jangan banyak bertanya, lebih baik kita tidur saja!" balas Putera.

Ia memilih diam dan tidak ingin membahasnya terlalu jauh, karena rasa gatalnya itu tiba-tiba menyerang dirinya begitu saja saat Lovely mengatakan seorang keturunan.

Seketika bayang-bayang tubuh mulus Lovely kembali muncul di dalam benaknya, saat ia mengintip dari balik celah kain gorden tadi dan seketika itu pula kerang geoducknya seperti terkena sengatan listrik.

Ia merasa seperti ada yang mengeras dan merangsek sesak ingin keluar dari dalam celana tidurnya.

"Ohh siaalan! Mengapa dia malah bangun disaat seperti ini," umpatnya kesal.

"Kau kenapa?" tanya Lovely merasa aneh ketika melihat Putera tiba-tiba tidak bisa diam.

"Tidak ada, aku hanya ingin buang air kecil." Putera mencari alasan.

"Lalu, kenapa diam saja? Cepatlah ke kamar mandi sana," balas Lovely.

Putera beranjak bangun dari sofa, lalu menuju ke kamar mandi sambil menutupi kerang geoduck raksasanya yang menyembul keluar dengan kedua tangan.

...***...

Tiga puluh menit kemudian.

Putera baru saja keluar dari kamar mandi, setelah menuntaskan hasrattnya yang tiba-tiba bangun begitu saja.

Sudah lama sekali dirinya tidak melakukan hal tersebut, tetapi entah mengapa malam ini setiap kali melihat Lovely, ia selalu terbayang-bayang tentang indahnya tubuh itu.

Bagaimana rasanya, bentuk serta kenikmatan apa yang akan di dapat saat bersama-sama melakukan penyatuan.

Putera mencoba mendekatkan diri dan duduk disamping Lovely yang sudah tertidur lelap, hanya untuk menjawab rasa penasarannya akan seorang wanita.

"Apa istimewanya seorang wanita untuk pria?" gumamnya bertanya-tanya. Kemudian Putera mencoba berbaring di samping Lovely sambil menatap baik-baik wajah istrinya itu

Wangi harum tubuh istrinya itu perlahan mulai menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya dan seketika itu pula menjadi candu tersendiri untuk dirinya.

"Dia wangi sekali," gumam Putera sambil menatapi wajah polos Lovely.

Dirasa sudah cukup puas memandangi, Putera akhirnya kembali ke sofa dan berbaring diatas sana untuk tidur dan melewati malam pertamanya bersama Lovely tanpa melakukan apapun.

.

.

Bersambung.

1
Alif
klo msh ragu y tinggal nyewa detektif untuk cr tau dong, orang kaya dn pinter satu ini dikit lambat mikir, ini kerjaan othor psti biar kt emosi
Surya Hermawan
Luar biasa
neng ade
tamat nya nanti aja thor .. ingin lihat keseruan disaat mama Diana hamil dan sampai melahirkan .. membuat opa Mahesa semakin bahagia
Noviyanti: hihi, pengennya begitu. cuma karna karya ini sepi jadinya buat yg baru. terima kasih ya sudah baca karya ini sampai tamat 🙏🙏🙏
total 1 replies
neng ade
semoga Putra mau memaafkan mama nya
neng ade
setelah. Feby berhasil menyadarkan Alex semoga Lovely pun akan berhasil juga menyadarkan Putra.. hingga dendam di hati mereka masing2 hilang dan mereka akan akur serta rukun dan damai
neng ade
Feby km harus bisa membuat Alex cinta mati dan bertekuk lutut pada mu agar dia tak mengganggu Lovely
neng ade
semoga benar apa yg di ucapkan nyonya Rosa bahwa dia akan melindungi cucu dan menantu nya dari ambisi seseorang yaitu Alex
neng ade
selamat datang baby Marcell Putra Mahesa...
neng ade
jahat banget tuh si Alex .. semoga aja karma nya cepat datang
neng ade
sukses bobol gawang .. semoga cepat hadir buah cinta mereka ..
😍😍
neng ade
semoga Lovely dan Putra bisa saling menerima dan saling mencintai
neng ade
ternyata Putra blm tau. klo Alex ada dlm masalah ini..
neng ade
mereka ga tau klo si Alex itu yg membebaskan Leo karena dia bos nya dan punya rencana merebut Lovely
neng ade
sekarang ada konflik baru jadi bikin semangat baca nya .. karena ada intrik dlm keluarga yg ternyata Alex adik tiri nya Putra yg punya dendam.. jadi seru nih
neng ade
Putra alergi dngn kata cinta ..
Lovely alergi dngn kata sayang ..
😂😂
neng ade
bodo amatlah terserah penulis aja
😁
neng ade
dua dua nya sama2 egois dan keras kepala .. semoga aja masih ada yg bisa menyatukan mereka .. bu Diana harus turun tangan menasehati putri nya
neng ade
jika di minta baik2 tapi tak di kasih ya si paksa aja lah !
neng ade
ah .. jadi. rumit .. !
neng ade
lucu juga ya Putra dan Lily. awal nya kaya tom & jerry lama2 kedua nya pasti pada bucin 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!