Dara Respati, gadis cantik dan seksi. Gadis yang menjadi impian Dicky. Dicky yang sejak awal tahu bahwa mereka memang bukan saudara kandung, memendam cinta pada adiknya tersebut.
Dicky selalu menemani Dara disaat Dara susah maupun senang. Apalagi disaat Dara terpuruk, dikhianati oleh kekasihnya, Dicky yang selalu menemaninya.
Akankah Dara membalas cinta sang kakak, ataukah dia akan menikah dengan pria lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Hamil
Dara yang pada awalnya setuju menikah karena Juna berjanji akan bersedia menceraikan dirinya suatu hari nanti. Tetapi nyatanya, setelah beberapa lama menikah, Dara mengetahui bahwa Juna adalah sosok pria dan suami yanga sangat baik, membuat Dara sedikit merasa bersalah telah mempermainkan sebuah pernikahan.
Padahal seharusnya dengan peristiwa ini, seharusnya Dara bisa mengatakannya pada Juna sehingga Juna bisa marah dan akan segera menceraikannya. Tetapi, kenapa Dara malah sekarang takut jika Juna marah?
Mungkin ini sudah takdir yang harus dia jalani tanpa boleh bersuudzon kepada Allah. Dara berniat dan akan berusaha mencintai Juna.
Terlepas dari rasa cintanya pada sang kakak yang tidak akan pernah bersatu. Dara akan menyimpan rasa cinta ini di sudut hati Dara yang paling dalam. Yang tidak akan ada seorangpun yang bisa menyentuhnya.
Sebulan telah berlalu. Disaat dirinya berusaha menatap masa depan bersama Juna, rasa takut dan rasa bersalahnya terus menghantuinya. Dara akhirnya jatuh sakit karena terlalu sedih memikirkan peristiwa malam itu.
Dara lebih sering termenung sambil meneteskan airmata. Terlebih melihat ibu mertuanya yang sangat menyayanginya. Bu Grecy menjadi orang yang penuh perhatian kedua setelah Juna.
Tetapi, kenyataan yang harus Dara hadapi sekarang bahkan lebih sulit dari sebelumnya. Saat Dara sakit, ternyata Dara dinyatakan hamil oleh dokter. Kenyataan yang menampar hati Dara.
Orangtua Juna sangat bahagia saat mengetahui bahwa Dara saat ini sedang hamil. Tetapi bagi Juna, kehamilan Dara ini membuat Juna sedih. Karena hingga detik ini, mereka ternyata belum melakukan malam pertama. Sehingga bisa dipastikan jika anak yang dikandung Dara, bukanlah anak Juna.
"Dara, katakan padaku siapa ayah dari anak yang sedang kamu kandung saat ini?" tanya Juna sambil menahan emosi.
"Maaf, Mas. Aku tidak tahu," jawab Dara sambil menangis.
"Jangan bohong, Ra. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu siapa ayahnya?" tanya Juna kesal.
Dara akhirnya menceritakan peristiwa satu bulan yang lalu. Dari awal dia bertemu teman-teman saat kuliah dulu. Sampai dia bertemu Raka. Dimana Dara akhirnya menyadari bahwa, Raka sudah memberinya obat perangsang yang membuatnya terjebak dalam gairah semalam bersamanya.
Diakhir cerita, Dara meminta maaf karena baru sekarang dia bisa bercerita setelah dirinya dinyatakan hamil.
"Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku? Seandainya kamu tidak hamil, apakah kamu juga tidak akan mengatakannya padaku?" tanya Juna sedih.
"Maafkan aku. Sebenarnya aku ingin sekali jujur padamu, tetapi aku takut kamu akan memandang buruk diriku," jawab Dara sambil menunduk.
"Dara, aku marah karena kamu menyembunyikan rasa kesedihan dan sakit hatimu sendiri. Aku tahu kamu bukan wanita yang mudah menyerahkan kehormatanmu pada seorang pria. Makanya aku tidak pernah memaksakan kehendak padamu. Aku masih sabar menunggu hingga kamu secara ikhlas memberikannya padaku."
"Saat itu aku pikir, aku masih suci dan aku masih ada harapan menjadi istri yang baik. Tetapi sekarang aku sudah tidak suci lagi. Aku pasrah jika kamu ingin menceritakan aku, Juna," ucap Dara sambil menarik napas berat.
Juna terdiam mendengar ucapan Dara yang siap untuk dia ceraikan. Tetapi, bukankah akan sia-sia penantiannya selama ini jika dia bersedia menuruti kemauan Dara. Padahal saat ini, dia sudah bisa membuat Dara mulai menerima keberadaannya sebagai suami.
Juna memegang tangan Dara dengan lembut. Juna lalu menarik Dara dalam pelukannya sebagai wujud bahwa Juna masih sangat menyayangi Dara.
"Kamu adalah istriku. Kesedihanmu adalah kesedihanku. Aku yang akan membuat pria yang menyakitimu merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini," gumam Juna menyimpan dendam pada Raka.
"Aku takut. Bagaimana jika orangtuamu dan juga orangtuaku tahu semua ini? Mereka pasti akan sangat marah padaku," tanya Dara sambil menangis di pelukan suaminya.
"Karena itu, tetaplah diam. Jangan katakan pada siapapun. Cukup aku dan kamu yang tahu bahwa anak didalam kandunganmu bukan anak kandungku," jawab Juna.
"Tapi ...."
"Ikuti saja apa kataku!" perintah Juna.
Dara menatap Juna dengan sendu. Di dunia ini ternyata masih ada pria sebaik Juna. Meskipun Dara merasa tidak pantas bersanding dengan Juna, tetapi Juna selalu memberikan dukungan sehingga Dara masih bisa tersenyum berada disisi Juna.
Tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka di dengarkan oleh Bu Grecy. Bu Grecy sangat sedih mendengar semua kenyataan yang tidak pernah dia harapkan. Rasa bahagia akan segera memiliki cucu kini berubah menjadi kesedihan. Ditambah lagi keputusan Juna untuk tetap mempertahankan pernikahannya dengan Dara, semakin membuat Bu Grecy membenci Dara.
Bagaimana nasib Dara selanjutnya?
Bersambung
sambil menunggu up selanjutnya, baca juga yuk karya temen aku.
Judulnya Dikejar Duda karya Goresan Pena
jangan lupa yang dijamin ceritanya keren abis.