Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar baik dari Dian
"Yah mati hp-nya " ucap Mila sambil mengotak atik ponselnya, dan ternyata batrei ponselnya habis.
Mila pun berdiri hendak mengisi baterainya namun, ia urungkan karna tiba-tiba Mira mendapat pesan dari nomor yang sama.
Mereka yang ada di sana pun segerah mendekat ingin tahu apa kabar baik yang di sampaikan oleh Dian. Dengan segera Mira membuka pesan dan mengunduh sebuah foto yang dikirim oleh Dian, sebuah lembaran undang pernikahan berisi nama Dian Dwi Cahyo dengan Anna Isnainin.
Mira menatap Mila dengan tatapan bingung dan juriga. Lalu beralih menatap Pita dengan tatapan yang sama dengan bingung dan curiga.
"Bersihakn pikiran kotormu itu." Ucap Pita yang mengerti maksud pikiran Mira.
"Maksud lo?" tanya Mira tambah bingung.
"Lo ngira mereka ngelakuin hal burukkan di belakang kita. Sebenarnya enggak sama persisi yang lo pikirin," ucap Pita mendapatkan tatapan seratus pertanyaan dari kedua sahabatnya.
"Dari mana lo tau?" pertanyaan yang dilontarkan Mira.
"Iya! kan elo gak tahu apa yang mereka perbuat di belakang kita." Kini giliran Mila yang berkata.
"Dasar kalian ini sahabat macam apa! masalah sahabatnya sediri aja gak ngerti." Ucap Pita dengan gaya sok kesal, padahal enggak.
"Maksud Lo apa? Jangan bikin kita marah deh!" ucap Mila yang paham akan situasi ini, ia merasakan Pita yang dulu telah kembali jadi akan lebih sabar dalam menghadapi sahabatnya.
"Iya gua ceritain. Ni ya pas hari terakhir kita di amerika, gua kan datang ke apertemen Dian. Nah! pas gua masuk tiba-tiba dia emosi gitu. Lebih parahnya pas Anna datang wah...bla....bla...bla." Menceritakan panjang lebar kali tinggi, agar ke dua sahabatnya itu menerimanya dengan jelas.
"Owh di jodohin sama papahnya Dian. Gua kira tadi." belum sempat melanjutkan kata-katanya sudah di potong duluan oleh Pita.
"Udah gak usah di bahas, kita atur rencana aja ni. Kalau gua udah janji bakalan jadi pendamping Anna, mengantar ke pelaminan." Ucap Pita yang sudah berjanji pada Anna, bahwa ia akan mengantar Anna menuju altar pernikan.
"Gua juga mau jadi pendapingnya," ucap Mira.
"Hahaha, gau jadi pembawa acara aja kalinya. Biar Dian gak repot repot nyari yang *****." Ucap Mila dengan terkekeh.
"Wih!! bener lo Mil. Nanti dian gak perlu bayar mahal-malah buat bayar emsinya, sama lo aja gratis." Ucap Mira menyetujui ide dari Mila. "Tapi, emsikan dua orang, terus nanti pasangan lo siapa?" tanya Mira.
"Sama gua aja." Sahut Pandu secara tiba-tiba dan semua yang ada di situ menatapnya.
"Gak! lo gak asik." Tolak Mila yang tak ingin berlama-lama bersama Pandu.
"La terus mau sama siapa?" tanya Mira bingung dengan sahabatnya, bukanya menerima malah menolak.
"Mmmmm blom tau hehehe, tapi nanti gau cari kok." Ucap Mila sambil tersenyum menutupi kebingunganya. Pita yang melihatnya menjadi mempunyai ide cemerlang untuk mengerjainya, apalagi saat melihat reaksi Pandu yang nampak bingun dan sedih.
"Coba aja minta bantuan sama Hanif. Siapa tau dia bisa diakan lucu, lo aja bisa ketawa abis pas nongkrong dulu." Ucap Pita yang tiba-tiba, membuat Mila men mengernyitkan dahinya. Mira juga ikut bingung di buatnya, ia pun menempelkan tangannya di dahi Pita namun tidak panas.
"Enggak panas, lo kesambet setan apaan ya."Ucap Mira yang masih menempelkan tangannya di dahi Pita.
Semua yang ada di situ di buat bingung oleh tingkah mereka yang nampak gusar. Pita terus melihat Pandu yang mulai aneh saat ia mengatakan bahwa Mila tertawa lepas dengan Hanif.
"Ta." panggil Mila pelan.
"Hmmm" jawab Pita dengan deheman.
"Lo gak lagi sakit kan? apa lo lagi ngelindur." Ucap Mila masih tak percaya dengan Pita yang namapak biasa biasa saja.
"Yang lo lihat?" tanya Pita berhasil membuat Mila tepuk jidat.
"Ya elo aneh aja!! kenapa lo bisa bisanya merekomendasikan dia yang udah ngebuat lo jadi seperti batu es yang gak bisa bergerak." Ucap Mila yang nampak bingung, bisa-bisanya Pita berkata sesantai itu soal mantan yang telah menghianatinya.
"Ya terus gua harus giaman? emang dia lucukan! pinter ngelawak."Ucap Mila yang masih santainya.
"Lagi pula lo gak usah mikirin perasaan gua. Gua udah damai kok sama dia." Ucap Pita dengan senyum yang selama ini tertutup dengan es yang membeku di sana.
"Hah! Lo yang bener," ucap Mila dan Mira bersama, dan mendapatkan anggukan dari Pita.
Yang di dalam di buat bingung. Ariza yang juga bingung memilih diam, daripada harua terlibat dengan urusan tiga gadis yang ada di depannya.
Begitu pula dengan Bella dan Diah mereka juga nampak bingung, ingin sekali mereka bertanya-tanya namun mereka urungkan.
"Sebenarnya ada apa dengan tuh yang namanya Hanif. Pas Pita nyebut namanya kalian jadi gusar gak jelas?" tanya Arya yang sangat penasaran dengan tingkah mereka.
sttt! semua menoleh pada Arya yang berani mengangkat bicara di situasi ini. Namun, Mira malah merasa bingung dengan keberadaan Arya.
"Sudah, tinggal menjawab pertanyaan ku kenapa susah." kata Arya yang mulai kesal karna di tatap dengan begitunya.
"Hei! Sejak kapan kau di sini?" tanya Mira sedikit berteriak. "Dan kalian juga !" ucap Mira sambil menunjuk mereka.
"Sejak tadi!" seru mereka bersamaan.
"Udah jawab aja yang tadi!" ucap Arya tak sabaran.
"Yang mana?" tanya Mila yang sebenarnya tau maksus pertanyaan dari Arya.
"Yang hanif itu kenapa siapa dia?" tanyanya dengan ketus.
"Dia masalalunya Pita. Yang udah ngebuat hati hangatnya menjadi beku jika terhadap laku-laki." Ucap Mira asal yang ia tahu.
"Hah! lo yang bener?" tanya Ariza terkejut dengan pernyataan yang Mira jelaskan. Pasalnya Mila tak pernah bercerita tentang hal ini selama ini.
"Gak percaya gak usah maksa cerita tadi !" Ketus Mira.
"Oh tuhan,no aku gak mau tuh jadi pasangannya si genep." Cletuk Mila yang kesal.
"Ehem! Inget ni panggilan kesayangan, entar suka awas lo," ucap Pita menggoda Mila.
Melihat ekspresi pandu yang mulai kesal dan menahan sesuatu, membuat Pita nampak bersemangat untuk memanas-manasi Pandu. Pita pun berniat melanjutkan memanas-manasi Pandu karna sebuah ide muncul di benaknya.
"Santai aja Mil," ucap Pita. "Dekati aja sih gak masalah, kayaknya dia suka deh sama elo." Ucap Pita yang sengaja mengatakan semua itu demi memancing Pandu
"Wah bener tu kata Pita !" seru Mira yang tambah mengompori.
"Terusakan Mir, bantu gua ya." Ucap Pita dalam hati.
"Apa sih kalian gak jls semua !! bikin panas aja." Ujar Mila yang sudah mulai jengah dengan sahabatnya itu.
"Udah ah. Gak usah di bahas lagi, gak penting !" ketus Mila.
"Jeles amat lu. Udah lah tinggal pilih sama Pandu atau Hanif, saran gua sama Hanif aja kalian kayaknya lebih pas." Ujar Mira yang sudah tau maksud dari Pita untuk mengompor-ngompori Pandu.
"Nah tuh Mira pinter, kenapa lo mendadak bloon ya." Ucap Pita sambil terkekeh.
"Pas banget Mil, kan setelah pernikahan dia lusanya ada reunian di SMP jadi enak dong kalau dah punya pasangan pas dateng. " Seru Mira tang terua menggoda.
"Reuni?" tanya Pita dan Mila berasamaan.
"Dasar gila kerja!!! reuni sekolah aja sampai lupa." Cletuk Mira.
"Dan kalian sendiri juga masih jomblo!! otomatis kalian juga datang sendiri kan?ngapain pakek comblangi aku segala kalau gitu." Ketus Mila, kesal aneh bingung bergabung menjadi satu dalam pikirannya.
"Uwahahahaha." tawa Pita dan Mira pecah.
"Gak tau dia kita ada pendampingnya," cletuk Mira sambil terus terkekeh.
"Siapa?" tanya Mila penasaran, pasalnya sahabatnya tak pernah terlihat dekat dengan laki-laki kecuali dia yang di dekati laki-laki.
"Nanti juga tau lo !" ujar Mira dan Pita barengan.
"Udah ah !!! ini kan bahas soal perayaanya Dian nanti. Kenapa sampe bawa pasangan segala reuni segala lah!! udah nanti aku bareng.. Yoga aja,"
Cleb! Pita seketika diam. Ada sedih ada rasa kecewa ada rasa kesal bercampur aduk menjadi satu, Pita pun berdiri dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Mira, Mila dan yang lain juga berasa bingung di buatnya. Mereka semua menatap Mila dan.
jangan lupa tinggalkan like dan koment😉
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-