Saat aku mengetahui sebuah rahasia besar itu, aku hanya mampu tersenyum dengan sesak di dada.
Hampir 5 tahun aku berada di balik senyuman dan menguatkan hati, namun apa yang aku dapat? Malah sakit yang lebih dalam serta sesak di dada yang aku dapatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Alex dan yang lainnya pergi kembali ke dalam, hanya Lyona yang menghampiri para cewe dan yang lainnya pergi ke ruang kerja milik Alex.
"Ada apa sih Ly?" tanya Anna penasaran.
"Gak ada apapun, hanya bicara agak privasi saja sama Harun" jawab Lyona terkekeh.
Anna memutar bola mata nya dengan malas, dia lalu kembali fokus bermain bersama dengan Putra-putra Frisil.
🌿🌿
5 Bulan berlalu.
Sudah selama itu Alex dan para anak buah nya mencari Ishak namun tak kunjung ketemu. Seolah ada yang melindungi nya hingga anak buah mereka pun sangat susah menembusnya.
Namun, bukan Alex jika tidak cerdik dan memiliki seribu cara. Dengan semua rencana yang matang dia akan melakukan hal yang akan membuat Ishak keluar dari sarang nya.
"Kak Alex" teriak Sofia dari lantai atas.
Eh.
Alex yang memang sedang berkumpul dengan Harun, Gerald pun langsung kaget.
Dengan refleks Alex langsung berlari ke arah lantai atas dimana keberadaan Istri nya yang memang sedang tak enak badan.
"Ada apa Sofia?" tanya Frisil yang datang juga kesana.
"Mbak Anna pingsan" ucap Sofia dengan panik dan tangannya menunjuk ke arah kasur.
Alex langsung menghampiri sang Istri, dia lalu menepuk pelan pipi nya dan mengguncang tubuh nya.
"Sayang bangun hey"
"Jangan buat aku panik begini"
Alex terus mencoba membuat Anna sadar, namun semua nya nihil dan Anna tetap memejamkan mata nya.
"Ayo bawa ke Rumah sakit saja, Harun sudah menyiapkan mobil" ucap Gerald dengan cepat.
Alex mengangguk dan dengan segera menggendong tubuh sang Istri, sedangkan Sofia dan Frisil tetap di Rumah bersama dengan Gerald.
"Bagaimana cerita nya Anna bisa pinsan, De?" tanya Frisil.
"Dia mengeluh kembali pusing dan mual, bahkan sebelum pingsan dia sempat muntah-mutah di kamar mandi" jelas Sofia masih dengan panik.
🍌
Harun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, untung saja hari sudah malam dan tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Hingga beberapa saat mereka tiba juga di Rumah sakit, Alex langsung menggendong tubuh Anna dan membawa nya ke dalam.
Sedangkan Harun memilih memarkirkan dulu mobil nya dan saat akan keluar dari mobil dia berhenti sebentar.
"Bukannya itu" gumam Harun dengan menajamkan tatapannya.
Harun pura-pura tak melihat dan langsung keluar dari mobil, kemudian dia pergi ke dalam menyusul Alex.
Terlihat Alex sedang duduk tak tenang di depan ruang Gawat darurat Rumah sakit ini.
"Bagaimana Tuan?" tanya Harun sambil mendudukan dirinya di samping Alex.
"Belum keluar Dokter nya" jawab Alex masih dengan wajah panik nya
"Tolong kabari Mommy dan Daddy" ucap Alex menatap Harun.
Harun menganggukan kepala nya, dia lalu melangkah menuju ke ujung lorong.
"Sudah 5 bulan kami melakukan berbagai cara agar Ishak keluar, namun semua nya nihil. Aku merasa dia sedang merencanakan sesuatu yang besar" gumam Alex dengan menyugar rambut nya
"Aku hanya khawatir akan keselamatan orang terdekat saja" gumam nya lagi.
Ceklek.
Pandangan Alex langsung tertuju pada pintu ruangan, lalu dengan segera dia melangkah menghampiri dua Dokter.
"Bagaimana dengan ke adaan Istri saya, Dok?" tanya Alex.
"Istri anda baik-baik saja, dia hanya lelah dan butuh istirahat saja" jelas Dokter.
"Nanti setelah Nona muda sadar saya akan melakukan pemeriksaan lagi padanya, sekarang Nona muda akan di pindahkan ke ruang rawat" jelas Dokter yang satu lagi.
Alex hanya mengangguk walau penasaran, dan tak lama kemudian brangkar yang berisi Anna pun keluar. Alex melangkah di samping nya dan ikut ke ruangan VIP Rumah sakit ini.
Sedangkan Harun? Dia memilih menunggu orangtua sang Tuan setelah di beritahu dimana ruangan Anna nanti nya.
🍌
Hampir setengah jam menunggu akhirnya Mommy dan Daddy Alex tiba di Rumah sakit, dengan wajah keduanya yang sangat panik dan juga khawatir.
"Dimana ruangannya Harun?" tanya Mommy.
"Ayo ikuti saya, Nyonya" balas Harun sopan.
Ketiga nya langsung saja melangkah pergi dari lobby Rumah sakit.
Hingga mereka tak menyadari ada sepasang mata yang menatap nya dengan tajam, bahkan lengkungan bibir nya terlihat begitu mengejek.
*
Mommy dan yang lainnya masuk ke kamar rawat Anna, disana sudah ada Dokter yang memeriksa Anna dan ternyata Anna sendiri sudah sadar.
"Bagaimana kondisi nya, Dok?" tanya Mommy dengan panik.
Mommy mendekati Anna dan memeluknya dengan penuh rasa khawatir.
"Nona muda baik-baik saja, hanya perlu istirahat yang banyak saja agar kandungannya sehat" jelas Dokter.
Deg.
"Kan kandungan?" tanya Mommy dengan kaget.
Anna tersenyum, dia lalu memeluk Mommy kembali dengan menganggukan kepala nya.
Alex pun menganggukan kepala nya tanda kabar bahagia itu benar adanya.
Daddy langsung saja memeluk Alex, dia begitu bahagia akan kabar kehamilan Anna.
Lalu Dokter menjelaskan semuanya, baru setelah selesai dia berpamitan dari sana.
"Ini adalah berita sangat indah dan juga baik" pekik Mommy memeluk Anna kembali.
"Iya Mom, aku juga tak menyangka bahwa sudah ada makhluk lucu yang bersemanyam di perut ku" balas Anna penuh rasa bahagia.
"Selamat Tuan dan Nona" ucap Harun yang ikut bahagia dengan kabar tersebut.
"Terimakasih Harun" balas Alex dengan senyum mengembang.
Alex langsung memeluk sang Daddy saat melihat dia akan memeluk Istri nya. Dengan masih posesif dia tak mau Anna di peluk lelaki manapun termasuk sang Daddy.
"Ya Ampun" keluh Daddy dengan malas.
Sontak saja Mommy dan Anna langsung tertawa terbahak dengan tingkah keduanya.
"Ahh Mommy sangat senang sekali, Nak" ucap Mommy yang memeluk Anna kembali.
"Kalian akan tinggal di mansion Mommy dan Daddy kembali, biar Frisil dan Sofia yang disana. Lagi pula disana banyak penjaga yang akan menjaga mereka" tegas Daddy tak ada penolakan.
"Alex juga akan berbicara seperti itu Dadd, karena akan lebih baik jika Anna bersama kalian" jelas Alex.
Anna hanya menganggukan kepala saja, dia akan patuh atas perintah dari Suami dan Keluarganya.
🍌
Lalu bagaimana dengan kabar Jodie dan Ayah nya?
Keduanya baik, selama ini mereka menjalani hukuman di penjara bawah tanah milik Alex. Banyak pekerjaan disana yang mereka lakukan dan tak ada waktu untuk bisa keluar dari sana.
Lambat laun keduanya pun sadar bahwa mereka memang salah, apalagi Ayah Jodia hari demi hari selalu murung ataupun melamun.
Dia menyesali perbuatannya yang mau saja di suruh oleh menantu nya untuk meracun sang Istri.
"Ayah, sudahlah kita jangan larut dalam kesedihan lagi. Jika suatu saat kita keluar dari tempat ini maka rumah terakhir Ibu yang akan kita kunjungi" jelas Jodie setelah dia menghabiskan makan malam nya.
"Kau benar, Nak. Aku sudah sangat ingin bersujud di dekat makam Ibu mu, dan aku juga ingin memeluk Sofia serta Frisil yang pasti nya sudah kecewa dengan Ayah ini" balas Ayah Jodie dengan menundukan kepala nya.
Kini hanya penyesalan yang mereka dapat, meski hukuman bukan berupa siksaan namun keduanya merasakan batin yang tersiksa saat lagi dan lagi sebuah layar menunjukan film yang sama persis saat mereka lakukan kepada Anna dan yang lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
besttt
semangat author 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
lagian Sofia bukan ikut masuk ke dalam kamar mandi
🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️
Si ishak makin gila aja ya udah ninggalin anak istri terobsesi sma anna terus sekrang main gila lgg sma laura🤦♀️🤦♀️