NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Target kerja

 Kulihat rumah sebelahku baru saja ditempati penghuni baru yang baru saja pindah dari kota,mereka terdiri dari suami istri dan mempunyai tiga orang anak yang masih sekolah.

Rumah sebelahku sementara disewakan untuk mereka seperti saat aku dulu menempati rumah lain sebelum aku benar benar pindah menetap dirumah baruku yang sedang dibangun.

"Bu baru pindah ya?"tanyaku menyapa seorang ibu paruh baya yang berdiri didepan rumahnya.

"eh..iya mbak,kita baru pindah..."ucapnya dengan ramah menceritakan tentang keluarganya yang akan menetap diperumahan ini.

Aku tidak banyak basa basi dan segera masuk kedalam.

   Siang itu aku ingin ke warung Fara hanya untuk sekedar menghirup udara segar daripada diam terus dirumah,saat aku lewat seseorang memanggilku dari belakang.

"mbak....mau kemana?".

"Mau ke bawah Bu!"ucapku dengan ramah.

"sini mbak ikut makan sama kita!"melambaikan tangan kepadaku.aku berjalan kembali kearahnya dirumah tetangga sebelahku terlihat banyak ibu ibu perumahan yang sedang berkumpul disana.

"sini masuk....jangan malu malu,kenalin ini ibu ibu yang beberapa hari lalu pindah kesini !"ucap ibu itu memperkenalkan mereka.

Mereka terlihat ramah dan menyodorkan makanan padaku,ada sayur asem lengkap dengan lauk dan sambalnya yang menggoda.

"ayo makan...jangan diem aja dirumah...!",celetuk salah satunya.

"iya Bu..terima kasih!"sahutku merasa tidak enak.

  Kami mengobrol dengan seru mereka saling tertawa bercerita tentang pengalaman hidup mereka yang lucu membuatku tidak merasa canggung lagi.

  "Bu terima kasih ya...sudah mengajak saya makan siang bersama"ucapku bergegas pulang.

"iya sama sama...jangan sungkan,kita sering kumpul begini kok..!"sahutnya .

Ku lihat Fara menghampiriku,melihatku yang baru saja kumpul dengan ibu ibu lainnya.

"itu siapa,sini makan bareng kami!"seru Bu Nisa memanggil Fara.

"ini adik ipar saya Bu,namanya Fara rumahnya yang ada warung itu"ucapku .

"owh..iya..!".

"kelihatannya enak...aku mau ya sayurnya!"ucap Fara tanpa malu malu ikut bergabung bersama mereka.

   "Ternyata punya tetangga baru itu seru juga,aku enggak kesepian lagi dirumah!"gumamku pelan.

   Sejak itu hampir setiap hari kami berkumpul bersama,saling tertawa dan berbagi cerita satu sama lain.

Oma Meta yang hidup sendirian dirumah baru nya yang berbeda beberapa rumah dariku selalu mengajak kami makan siang dirumahnya dan kadang juga warung Fara menjadi basecamp kami untuk berkumpul.

   "sayang..alhamdulilah aku diterima di perusahaan jasa layanan obat hari ini!"seru Mas Bram memberitahuku dengan senang.

"alhamdulilah mas...aku seneng dengernya ..akhirnya kamu kerja lagi!"ucapku penuh syukur.

"iya...gajiku diatas UMR tapi dibawah gaji yang biasa ku dapat dari kantor asuransi,kali ini aku kerjanya di mall gak jauh dari rumah kita...tapi...".

"tapi kenapa mas?"tanyaku penasaran.

"setiap bulannya aku harus sampai target penjualan biar terus diperpanjang kontraknya"sahutnya lagi.

"dimall kan banyak pengunjung yang datang mas pasti banyak yang mau daftar" ucapku lagi memberi semangat padanya.

"iya...mudah mudahan...kamu juga bantu cariin ya yang mau daftar layanan obatku..kan kalau gajian duitnya buat kamu kamu juga!"ucapnya lagi.

"ya ..aku akan coba tawarin ke temen temenku nanti!".

   Beberapa hari kemudian kulihat Mas Bram sangat bersemangat dengan pekerjaan barunya,aku pun membantu mas Bram untuk mencari customer yang mau mendaftar layanan gratis obat agar mencapai target tiap bulannya termasuk semua keluargaku yang sudah mendaftar.

   Aku yang sedang asik menonton televisi tiba tiba dikejutkan dengan suara panggilan masuk dari handphoneku.

"iya mas ...tumben telepon,lagi istirahat ya?"tanyaku pelan.

"Vay...bantu aku cari customer....kalau tidak aku akan dipecat bulan ini kalau tidak sampai target!"

"dipecat..kan kamu baru kerja masa udah dipecat aja mas...haduh aku harus cari customer kemana,keluargaku udah aku tawarin semua kan".

"ya kamu tawarin kesemua temen temen kamu...emang kamu mau aku dipecat,kalau aku sampe kehilangan pekerjaan lagi terus kita mau makan apa nanti kalau enggak ada kerjaan !!".serunya dengan nada kesal.

"tapi mas ...??".

Tut...tutt

panggilan telepon itu mati seketika,aku bingung harus bagaimana membantu mas Bram untuk mencapai targetnya.

Aku pun segera menelepon Kak Nency barangkali dia punya teman yang bisa aku tawarkan layanan obat itu secara gratis.

"Assalamualaikum ka Nency...maaf aku ganggu kakak,temen kakak ada yang mau daftar layanan obat gratis gak ya...suamiku lagi kejar target kalau enggak dia bisa dipecat kak".

"waalaikumussalam...kamu kesini aja nanti kakak tawarin ke temen kakak kalau mau kamu tinggal datengin aja kerumahnya !".

Tanpa berfikir lagi aku segera pergi kerumah kakakku yang sekarang menempati kamar bekas kami tinggal disana.

Terlihat ibu dan kakakku yang sedang kumpul menungguku tiba.

"Aku sudah hubungi temanku katanya berminat ,ini alamatnya kamu bisa kesana dengan Bram,maaf kakak enggak bisa ikut lagi banyak kerjaan"seru kak Nency memberikan nomor handphone temannya.

"makasih ya kak Udah mau bantuin..."ucapku merasa tidak enak hati.

"masih kurang berapa lagi memang targetnya?"tanya ibuku .

"masih banyak Bu,aku bingung mau nawarin kemana lagi"sahutku .

"kita ke temen ibu yuk,barangkali temen ibu mau ikutan..."seru ibuku mengajakku keluar.

"ya ampun Bu sampe ikutan nawarin juga".

"ga papa Vay...daripada suamimu dipecat...!"ucapnya pelan.

Kami segera pergi bertemu dengan teman ibuku yang rumahnya tidak jauh dan juga mampir kerumah teman kak Nency sambil menawari ke tempat lain.

"gimana udah ada yang mau belom?"

Tiba tiba Mas Bram mengirim pesan menanyaiku.

"ini ada beberapa orang yang mau,aku sudah kirim KTPnya untuk kamu daftarkan" balasku.

"bagus....!!!"

Setelah selesai dengan target yang diberikan mas Bram aku berpamitan pulang pada ibuku dan juga kak Nency,aku sangat bersyukur mempunyai keluarga yang selalu membantuku dalam keadaan sulit,terutama ibuku yang selalu bersedia membantuku bahkan sampai pekerjaan mas Bram.

Semoga kali ini pekerjaan Mas Bram akan awet dan tidak keluar keluar lagi

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!