Kisah seorang gadis bernama Yasmin Anindiya Febriana yang jatuh cinta pada Evan Kane Wijaya sejak ia masih kecil. Seiring berjalanya waktu cunta Yasmin kepada Evan semakin tumbuh.
Dia selalu bermimpi suatu hari bisa menjadi kekasihnya. Dan siapa sangka mimpinya itu menjadi kenyataan. Orang tua mereka ternyata sudah menjodohkan keduanya.
Yasmin sangat bahagia, tapi tidak dengan Evan. Evan menolak perjodohan itu, karena dia mencintai gadis lain. Tapi karena keluarganya memaksa, Evan akhirnya setuju.
Pernikahan itu pun terjadi, setelah sebelumnya Evan dan Yasmin menandatangani surat perjanjian.
Yasmin berjanji dalam hatinya akan berusaha menaklukan hati Evan.
Bagaimana cerita selanjutnya?. Apa Yasmin berhasil merebut hati Evan?
Yuk simak kisah selanjutnya!!
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya dears😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Dia Bisa Secantik Ini.
"Kamu marah Yas?." Tanya Evan. Yasmin tidak menyahuti. "Kamu gak perlu marah, aku nggak akan tidur disini. Aku cuma mau minta maaf sama kamu. Kamu denger aku kan Yas?." Tanya Evan lagi.
"Kenapa kak Evan sering sekali minta maaf?."Tanya Yasmin tanpa menoleh ke arahnya.
"Karena aku rasa aku sering nyakitin hati kamu." Jawab Evan."Tapi bener Yas, aku sama sekali gak pernah berniat bikin kamu sakit hati. Dan tentang ucapanku tadi pagi aku minta maaf, aku cuma bercanda. Tadi malam memang aku sendiri yang pindah, karena aku nggak bisa tidur. Kamu ngigau, dan tiba-tiba memelukku, dan aku membalasnya. Itu aja. Aku nggak macem-macemin kamu." Ujar Evan menjelaskan.
Apa?? Jadi maksudnya aku duluan yang meluk dia?. Iih memalukan sekali. Eh tapi kan aku nggak sadar, kenapa harus malu?. Untung aja aku gak sampe ileran tadi malam. Kalau sampai itu terjadi, kak Evan pasti makin illfeel sama aku. Gumam Yasmin dalam hati
"Kamu mau kan maaffin aku?." Tanya Evan.
"Iya kak!! Maaffin aku juga." Sahut Yasmin.
Evan lalu keluar dari kamar Yasmin, dan masuk ke kamarnya.
Perasaan Evan sedikit lega sekarang setelah dia meminta maaf pada Yasmin. Namun tetap saja malam itu dia tidak bisa tidur. Wajah cantik Yasmin saat tidur yang dia lihat tadi malam, menari-nari dimatanya. Rasa hangat dan nyaman yang dia rasakan saat memeluk Yasmin tadi malam, membuat Evan merasa menginginkanya lagi. Dia ingin memeluknya lagi.
Kak Evan kenapa sih pinter banget bolak-balikkin perasaan aku. Tadi pagi dia bikin aku kesel, tapi tadi dia malah bikin aku baper. Bagaimana bisa aku mengubur perasaanku, jika sikapnya selau bikin hatiku meleleh seperti ini. Kak Evan....kalau memang kak Evan nggak cinta sama aku, tolong bantu aku untuk membenci kamu. Aku nggak mau tersiksa karena selalu mengharapkan kamu mencintaiku. Batin Yasmin.
🌼Dua Hari kemudian🌼
Hari ini Yasmin menjalani syuting untuk iklan sabun mandi di Lembah Tepus, salah satu wana wisata viral yang ada di daerah Bogor. Sungai dan air terjun bertingkat dengan air berwarna biru jernih, berpagar panorama alam yang asri, membuat Yasmin dan semua kru begitu menikmati syuting kali ini.
Selesai menjalani syuting, Yasmi dan Astrid kembali ke penginapan yang sudah pak Heru booking. Astrid memang selalu ikut kemana Yasmin pergi, selain sahabat kini dia juga merangkap asisten pribadi Yasmin.
Mereka sangat senang dan sangat menikmati liburan kali ini. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk membuat mereka sangat betah, apalagi sekarang bukan weekend, jadi pengunjung yang datang ke sana tidak terlalu ramai.
Esoknya, saat pagi hari, Yasmin berdiri di balkon penginapan. Menikmati lukisan alam pagi yang selalu penuh dengan keindahan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Hari ini Yasmin akan ke Lembah Tepus lagi, untuk berenang menikmati jernihnya air sungai itu, bersama keluarga besar mertuanya.
Walau hanya Yasmin, Salwa, Astrid, Azka (adik Salwa) dan pak Heru yang berenang di sana. Sedangkan bu Mariska dan bu Rani sedang sibuk berselfie juga mengambil foto dan video pak Heru yang sedang berenang. Kakek Imam sendiri tidak ikut, dia memilih berjalan-jalan disekitar penginapan, di temani pak Ade, pelayan setianya.
Puas berenang, mereka kembali ke penginapan, berisitirahat sebentar lalu makan siang. Setelah itu bersiap meninggalkan penginapan, karena mereka akan berkunjung ke tempat wisata lainya, kecuali Yasmin dan Astrid yang akan pulang lebih dulu. Yasmin tidak bisa ikut dengan mereka, karena masih banyak pekerjaan yang menantinya.
"Hati-hati dijalan sayang." Pesan bu Mariska.
"Iya mah." Sahut Yasmin.
"Apa gak sebaiknya kamu minta dijemput Evan nak?." Ujar kakek Imam.
"Gak usah kek!! Lagian kak Evan pasti sibuk, aku nggak mau ganggu dia." Sahut Yasmin, seraya mencium tangan kakek mertuanya itu, lalu pamit. "Kami pulang duluan ya. Assalamualaikum!!
"Wa alaikum salam.!!
"Hati-hati!! Pesan kakek Imam sedikit cemas.
"Iya kek!! Sahut Yasmin.
.....
"Keluarga suami kamu pada baik semua ya dan kelihatanya sayang banget sama kamu Yas."Ujar Astrid.
"Ya.... mungkin karena mereka udah tahu dan kenal aku dari kecil." Sahut Yasmin.
Di Sisi Lain
Evan dan Hadi, baru saja selesai makan siang bersama klienya di restoran yang tidak jauh dari kantor. Selesai makan mereka masih berbincang membahas proyek kerjasama yang sedang mereka kerjakan. Klien tersebut menanyakan kenapa pak Heru tidak ikut makan siang.
"Beliau ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal pak. Saya atas nama beliau mau mengucapkan maaf." Ujar Evan.
"Ohh, tidak apa-apa pak Evan, saya mengerti. Lagian ada anda disini, sama saja kan?."Balas klienya itu. Tak lama setelah itu mereka meninggalkan restoran.
Dimobil.
Evan membuka pesan dari pak Heru, lalu membacanya."Gimana Van, aman?."Semua baik-baik aja kan?. Gimana hasil meeting kamu sama pak Zaky?." Isi pesan pak Heru yang menanyakan perusahaannya.
"Aman." Balas Evan singkat.
"Syukurlah. Pak Zaky nggak nanyain papa kan?."
"Nanyain."
"Lalu kamu jawab apa?."
"Aku bilang papa lagi liburan."
"Terus apa katanya?."
"Ada proyek penting kok malah liburan."
" Yang bener Van?. Dia ngomong gitu?. Kok papa nggak percaya!!
"Terserah papa."
Pak Heru membalas lagi, tapi Evan tidak membacanya...Ting...ting...
Dua pesan masuk di hp Evan, dan masih pak Heru yang mengirimnya, hanya saja kali ini bukan pesan teks yang dia kirim, melainkan satu foto dan satu video. Evan melirik sekilas ponselnya. Setelah tahu papanya mengirim foto dan video, Evan langsung membukanya, karena dia fikir mungkin itu sesuatu yang penting yang berkaitan dengan proyek atau pekerjaannya.
Namun ternyata foto itu adalah foto pak Heru yang sedang asik berenang, begitu pun dengan isi videonya, masih memperlihatkan pak Heru yang terlihat sangat menikmati berenang di kolam sungai air terjun itu. Aku di suruh kerja, papa malah enak-enakan. Gerutu Evan dalam hati, sambil melihat video itu.
Evan masih setia melihat video kiriman pak Heru yang berdurasi lima menit itu. Video itu, adalah video yang diambil bu Mariska tadi. Mata Evan membulat saat melihat sesuatu yang sangat menarik perhatianya. Dia melihat Yasmin di video itu.
Walau hanya sekilas dan tidak terlalu jelas, matanya bisa menangkap sosok Yasmin yang sedang berenang bersama Astrid dan Salwa, sepupunya. Mereka tertawa riang bersama, dan kelihatan sangat bahagia.
Evan memutar ulang video itu berkali-kali, hanya karena ingin melihat visual Yasmin dalam video tersebut yang menurutnya terlihat sangat cantik dan membuatnya penasaran. Evan membuka status w-a di ponselnya mencari status Yasmin, dan daebak!! Evan begitu terpukau melihat foto Yasmin yang dia upload di status W-a nya.
Foto yang di beri caption "Menyatu dengan alam. Menikmati ketulusannya dalam membagi keindahan dan kesejukan" itu sukses membuat Evan terkesima. Kenapa dia bisa secantik ini?. Kata Evan dalam hati. Matanya masih terkunci melihat wajah cantik Yasmin yang ia lihat dari leher ke atas, karena sebagian tubuhnya tertutupi air sungai yang berwarna biru bening.
Di foto itu tampak Yasmin sedang memejamkan mata, dengan dagu yang sedikit dia angkat ke atas, juga rambut yang basah, benar-benar membuat Evan seolah terhipnotis, hingga dia tidak menyadari kalau sekarang dirinya sudah berada dihalaman kantor.
.
.
Bersambung.....
......................
kan bikin senyum senyum sendiri 🤭
haduuuh manten yang satu ini beneran bikin gemeeees aja sih
sengaja banget ya Evan bawa baju kurang bahan 🤭🤭🤭🤭
biar bisa ngurung Yasmin di kamar
biar Evan juga tahu lah rasanya seperti apa yang Yasmin rasakan dulu
kalau hadir nya Anak itu baru bukan urusan kita
setelah banyak drama dan salah paham akhirnya kalian bisa menikmati dan merasakan yang namanya suami istri yang sesungguhnya semoga saja kecebong nya cepat tumbuh ya Van agar istrimu bisa hamil
baru juga sudah baikan sekarang di hantam berita yang tidak mengenakkan semoga kakek baik baik saja