NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:140.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Jakarta.

Kelas nampak sudah di mulai 15 menit yang lalu, namun bangku ketiga dari barisan paling ujung kanan, nampak kosong. Bonanza nampak tidak fokus dengan penuturan Dosen di depannya, menengok berkali-kali pada bangku di samping nya yang kosong.

"Kemana dia?" Batin Bonanza, terlihat jelas mencari keberadaan Raksa.

"Permisi pak, maaf saya telat." Raksa yang baru datang setelah di tengah mata kuliah sudah berlangsung.

"Kemana saja kamu?" Tanya dosen "Ya sudah duduk, jangan ulangi lagi."

Raksa pun duduk di bangkunya, segera membuka buku-buku miliknya. Lanjut memperhatikan in-fokus dengan penuturan Dosen di depan, tanpa menyadari sepasang mata yang diam-diam melirik memperhatikan dari samping kirinya.

****

Kelas pagi selesai, setelah Dosen  keluar, Raksa segera membereskan barang-barang nya memasukan kedalam ranselnya.

"Rak kantin yuk?" Ajak Ricko yang akan menghampiri Raksa.

"Sorry aku masih ada urusan." Raksa segera berdiri menepuk bahu sahabatnya, kemudian hendak berlalu meninggalkan kelas.

"Mau kemana? habis ini ada kelas lagi." teriak Ricko. "Dasar.. mr makelar, sibuk banget." Gerutu Ricko pelan.

"Aku akan kembali sebelum kelas di mulai." Ucap Aksa sambil berlalu dengan langkah panjangnya.

"Memangnya dia sibuk apa?" tanya bonanza yang sedari tadi memperhatikan, dua sahabat itu

"Sibuk pacaran kali." Ucap Ricko "ke Kantin yu Za?" Lanjut ajak Ricko pada gadis itu dengan senyuam mengembang tanda sebagai bujukan.

"Ogah ah," tolak Bonanza yang ikut berlalu meninggalkan kelas.

"Udah sama aku aja," Harry yang sudah menepuk bahu Ricko.

"Jodoh kali ya mereka," ucap Ricko yang memperhatikan punggung Bonanza yang kemudian ikut menghilang dari pandangan nya seperti Raksa.

****

Bonanza menpercepat langkahnya, mengejar pria yang baru saja hendak pergi meninggalkan kampus, beruntung Raksa masih berada di parkiran, terlihat sudah memakai helem nya dan sudah menaiki motornya akan melajukan motor berlalu meninggalkan kampus.

Setelah Raksa menjalankan motornya, Bonanza dengan segera menuju mobilnya, melajukan nya mengejar Raksa. Entah apa yang membuat gadis itu begitu penasaran?.

Raksa masuk ke sebuah area kafe, Bonanza pun ikut membelokan mobilnya, memarkirkan nya di parkiran kafe tersebut. Tanpa pikir panjang Bonanza langsung masuk menyusul pria yang dia ikuti yang pasti sudah masuk kedalan kafe.

"Mana dia?" Bonanza celingukan di dalam mencari keberadaan Raksa.

"Nyari siapa?" Suara seseorang yang tak asing di belakang membuat Bonanza terdiam sejenak, kemudian berbalik, tak lain suara itu dari Raksa, terlihat dahinya mengkerut mempertanyakan siapa yang Bonanza cari.

"Eh, itu cari temen. Aku ada janji sama dia."

"Oh," jawaban Bonanza yang di anggukan oleh Aksa "Belum datang dia?" Tanya Raksa

"Sebentar lagi sampai ko." Bonanza tersenyum lebar hingga meperlihatkan barisan gigi putihnya yang berjajar rapih, sebagai bentuk elakan agar pria di sampingnya percaya dan bisa meninggalkan nya.

"Oke, aku tinggal ya." Raksa kemudian menuju sebuah meja yang nampak ada seorang perempuan menunggu kembalinya Raksa dari toilet barusan.

"Siapa dia?" gumam Bonanza, mempertanyakan siapa wanita yang duduk semeja bersama Raksa. "Apa mungkin mungkin pacarnya?" Tanya nya menerka-nerka semabari duduk di sebuah meja di sana, mencari tahu.

Bonanza terus memperhatikan Raksa yang nampak begitu akrab dengan wanita yang bersama nya. Terlihat sesekali tawa lepas di anatara keduanya, yang tak nampak canggung.

Bonanza semakin memicingkan matanya di iringi dahinya yang mengkerut sambil mengucek-ngucek minumannya dengan sedotan yang terletak di atas meja.

Terlihat obrolan Raksa dan wanita yang dia temui di akhiri dan wanita itu pergi meninggalkan Aksa terlebih dulu. Raksa masih duduk di mejanya, kepalanya menengok kearah meja yang diduduki Bonanza, ya, Raksa sedari tadi sudah mengetahui keberadaan Bonanza di meja itu.

Bonanza langsung mengalihkan pandangan nya tatkala Raksa melihat kearahnya, dan terlihat sudah beranjak dari duduknya.

"Lama banget si dia." Bonanza bertingkah seakan-akan kesal menunggu sesorang yang tak kunjung datang, tatkala Raksa menghampirnya untuk membuatnya tidak curiga Bonanza menguntitnya.

"Masih belum datang teman kamu?" Tanya Raksa sembari duduk di bangku kosong depan Bonanza.

"I iya ni." ucap Bonanza dengan seakan bertingkah kesal untuk meyakinkan Raksa.

"Masih mau menunggu?" tanya Raksa lagi.

"Kayanya gak bakal dateng, nomornya juga gak aktif." Bonanza mengalihkan bola matanya dari Raksa melihat ke arah lain, sembari menyedot minuman nya di atas meja.

"Yaudah kalo gitu ayo balik ke kampus." ajak Raksa, yang kemudian di anggukan oleh Bonanza.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
falea sezi
bapaknya tolol
falea sezi
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
falea sezi
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
falea sezi
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
falea sezi
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!